Anda di halaman 1dari 52

Deteksi dini tumbuh kembang

(DDTK)

Fadil Rulian
Definisi
Suatu kegiatan/pemeriksaan untuk
menemukan secara dini adanya
penyimpangan tumbuh kembang pada anak
balita dan anak prasekolah, sehingga
intervensi dapat dilakukan sedini mungkin
Paket deteksi dini
Ada 3 jenis paket deteksi dini tumbuh
kembang yang dapat dikerjakan :
1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional
Perbedaan DDTK 1997 dengan DDTK 2005
N URAIAN PEDOMAN DETEKSI PEDOMAN STIMULASI, KETERANGAN
O DINI TUMBUH DETEKSI DINI DAN
. KEMBANG BALITA INTERVENSI DINI
(Depkes RI, Jakarta, TUMBUH KEMBANG
1997) BALITA
(Depkes RI, Jakarta,
2005)
1 Daftar isi BAB I BAB I Jika dilihat
. Pendahuluan Pendahuluan dari daftar isi
-Latar Belakang DDTK 2005
-Sasaran lebih lengkap
-Tujuan isinya
-Indikator dibandingka
keberhasilan n
DDTK 1997
BAB II BAB II Pada DDTK
Pertumbuhan Pertumbuhan 2005
dan dan ditambahkan
Perkembangan Perkembangan BAB tentang
anak Intervensi
-Pengertian dini, rujukan,
-Tahap-tahap pencatatan,
-Milestone pelaporan,
-Faktor-faktor monitoring
yang serta
mempengaruhi evaluasi
-Beberapa
gangguan
tumbuh kembang
yang sering
ditemukan
BAB III BAB III
Deteksi Dini Stimulasi tumbuh
Tumbuh kembang balita
Kembang Balita -Prinsip-prinsip
dalam melakukan
stimulasi
perkembangan
BAB IV BAB IV
Kegiatan -Deteksi dini
Membina penyimpangan
Kemampuan pertumbuhan
Dasar anak -Deteksi dini
menurut usia penyimpangan
perkembangan
-Deteksi dini
penglihatan
pendengaran
-Deteksi dini
masalah mental
BAB V BAB V
Penutup Intervensi Dini
pada
penyimpangan
perkembangan
-Evaluasi intervensi
tumbuh kembang

BAB VI
Rujukan
BAB VII
Pencatatan,
pelaporan,
monitoring dan
evaluasi
BAB VIII
Penutup
DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN BERDASARKAN
TEMPAT PELAYANAN

Tingkat Pelayanan Alat yang Digunakan


1. Keluarga dan Buku KIA
masyarakat KMS
2. Petugas di Puskesmas Tabel BB/TB
PLKA
KMS
3. Petugas di Rumah Sakit Tabel BB/TB
Kurva Klinis CDC 2000
DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN

Tingkat Pelayanan Alat yang Digunakan


1. Keluarga dan Masyarakat KPSP/KIA

2. Petugas di Puskesmas KPSP


TDD/TDL/TKM

3. Petugas di Rumah Sakit TDD/TDL


Denver II
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan

Alat yang digunakan : Banyak , tepat guna


Tabel BB/TB
Grafik Lingkar kepala
Timbangan
Alat ukur tinggi badan
Pita pengukur lingkar kepala
A. Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB
berdasarkan umur )

Tujuan : menentukan status pertumbuhan, gizi anak (normal,


kurus, kurus sekali atau gemuk) termasuk mikro/makrosefal

Pengukuran Berat Badan/BB (harus benar)


Penggunaan Tabel BB/TB (CDC 2000/Depkes untuk usia > 5 tahun
Menggunakan tabel WHO 2005 untuk usia < 5 tahun
Interpretasi terdapat masalah dalam
pertumbuhan
1. Hasil pengukuran PB/U; TB/U; BB/TB; IMT/U
dibawah persentil 5
2. Arah pertumbuhan melewati dua batas persentil.
mis : dari P75 turun menjadi P25 dalam
beberapa bulan pengamatan
3. Kecepatan pertumbuhan di bawah P5
Penentuan status gizi menggunakan
antropometri
Perubahan fisik dan komposisi tubuh
Pada berbagai tingkat (umur, berat / ringan &
kelebihan/ kekurangan zat gizi)
Terapi cairan dan dosis obat
PENGUKURAN LANGSUNG
ANTROPOMETRI

Pengertian
Ukuran tubuh manusia
Dimensi & komposisi tubuh

Penggunaan
Melihat tidakseimbangan
Pola pertumbuhan fisik
Proporsi jaringan tubuh
PENGERTIAN ANTROPOMETRI

Antropos : Tubuh
Metros : Ukuran
Mengukur status gizi dari ketidakseimbangan asupan
protein dan energi
Gangguan pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh
KONSEP TUMBUH KEMBANG
SEBAGAI DASAR ANTOPOMETRI
Pertumbuhan
Perubahan dalam besar,
jumlah,ukuran dan fungsi
tingkat sel organ
Peningkatan bertahap dari
tubuh, organ dan jaringan

Perkembangan
Bertambah kemampuan
struktur dan fungsi tubuh
GAGAL TUMBUH
( Failure to thrive)

Boy 3 y, weight 8,1 kg and A boy 3 y, weight 9 kg, length


95 cm with kwashiorkor,
his length 78 cm this observed showing oedema of face, feet
stunting & wasting and hands
UKURAN ANTROPOMETRI

LINIER MASA JARINGAN

TINGGI BADAN BERAT BADAN


LINGKAR DADA LINGKAR LA
LINGKAR KEPALA TEBAL LEMAK SC

GAMBARAN GAMBARAN

MENUNJUKKAN MENUNJUKKAN
GIZI KURANG GIZI KURANG
AKIBAT MEP AKIBAT MEP
WAKTU LAMPAU SAAT INI
MEP berat : Kwashiorkor
Rambut
Wajah

Puffy

Edema
MEP berat : Kwashiorkor

Hepatomegali
Crazy pavement Edema
dermatosis
KEP berat : Marasmus
Wajah

Rambut

Atrofi otot
Lemak SK <<
Iga gambang
JENIS PARAMETER

1. UMUR
BATASAN UMUR
BATASAN BULAN
2. BERAT BADAN
UKURAN SERING DIPAKAI PADA BAYI BARU LAHIR
MERUPAKAN PILIHAN UTAMA
3. TINGGI BADAN
PARAMETER MASA LALU DAN SEKARANG
BATASAN BULAN
4. LINGKAR LENGAN ATAS
MUDAH DILAKUKAN
ALAT MUDAH DIPEROLEH DAN MURAH

5. LINGKAR KEPALA
MEMERIKSA PATOLOGI BESAR KEPALA
PENINGKATAN UKURAN KEPALA
JENIS PARAMETER

6. Lingkar dada
Dilakukan pada umur 2 3 tahun
Indikator menentukan pertumbuhan balita

7. Jaringan lunak
Pada malnutrisi organ relatif tidak berubah beratnya
Otot dan lemak berubah pada kurang energi protein
JENIS PARAMETER

8. Lemak subkutan
Analisis kimia dan fisik
Ultrasonik
Densitrometri
Antropometri radiologi
Antropometri fisik
GIZI BURUK & GIZI NORMAL

Marasmic babies with normal Baby (7 mo)


INDEKS TEBAL LEMAK BAWAH KULIT
MENURUT UMUR

Pengukuran pada
Lengan atas, lengan bawah, tulang belikat, sisi dada,
perut , paha, tempurung lutut, pertengahan tungkai
bawah
Lemak bawah kulit bervariasi tergantung jenis kelamin
PRIA 3,1 kg dan wanita 5,1 kg
Menggunakan skinfold
PENGGUNAAN
INDEKS ANTROPOMETRI

BERAT BADAN / UMUR

TINGGI BADAN/UMUR

BERAT BADAN / TINGGI BADAN


PENGGOLONGAN STATUS GIZI

STATUS AMBANG BATAS BAKU GIZI INDEKS


GIZI BB/U TB/U BB/TB LLA/U LLA/TB

BAIK >80% >85% >90% >85% >85%

KURANG 61-80% 71-85% 81-90% 71-85% 76-85%

BURUK <60% <70% <80% <70% <75%


Standar Grafik Pertumbuhan

NCHS-CDC, WHO (2000)


Pada bayi prematur umur kronologi
ditentukan dari umur kehamilan
24 bulan untuk ukuran berat badan
40 bulan untuk ukuran panjang badan
18 bulan untuk ukuran lingkar kepala
Penilaian antropometri
terhadap status gizi

Berat badan/Tinggi badan


< 5 persentil : underweight
(kurang gizi)
5 - 95 persentil : normal
> 95 persentil : overweight
(gizi lebih)
Persen berat badan idea

(Olsen et al, 2003)


Persen Berat Badan Ideal (BBI) Percent
of Ideal Body Weight (IBW)

Persen berat badan aktual anak dikomparasikan pada berat badan


ideal terhadap tinggi badan ideal (Goldbloom, 1997)
Persen BBI indeks terbaik untuk merefleksikan status gizi
(McLaren & Read, 1972)
BBI ditetapkan dalam grafik CDC (Olsen et al, 2003)
Plot berat badan (BB/U) dan tinggi badan terhadap umur
(TB/U)
Pada plot TB/U tarik garis horisontal ke persentil 50 garis
TB/U buat plot, disebut ukuran tinggi badan ideal.
Dari plot tersebut buat garis vertikal kebawah ke persentil 50
garis BB/U buat plot, disebut ukuran berat badan ideal (BBI).
Persen BBI adalah aktual BBI : BBI X 100%
Penentuan status gizi
Anak laki umur 2 th
Berat : 10 kg (< P3)
Tinggi : 78 cm (< P3)
short stature

Status gizi
BB/TB : 10/10.8x100% =
92,6%

Status gizi
Baik (normal)
BBI digunakan pada penderita untuk terapi
nutrisi anak

Klasifikasi Persen BBI


(McLaren & Read, 1972)
- 120% : obesitas
110 -120% : gizi lebih
90-110% : normal
80-90% : malnutrisi ringan
70-80% : malnutrisi sedang
70% : malnutrisi berat
(gizi buruk)
PENENTUAN OBESITAS
0 2 th : menggunakan BB/TB kurva CDC 2000
>P 97 atau Z-score >+2SD
2 20 th : menggunakan BMI
(IMT-Indeks masa tubuh)
>P97 : obes
P85 97 : overweight
<P3 : underweight
KLASIFIKASI STATUS GIZI
Tabel 4. Klasifikasi Status Gizi Anak
INDEKS STATUS GIZI AMBANG BATAS
BB/U Gizi Lebih >+2SD
Gizi Baik -2SD - +2SD
Gizi Kurang < -2SD - -3SD
Gizi buruk < -3SD
TB/U Normal -2SD
Pendek (stunted) < -2SD
Gemuk >+2SD
BB/TB Normal -2SD - +2SD
Kurus (wasted) < -2SD - -3SD
Kurus Sekali < -3SD
PENENTUAN AMBANG BATAS

1. PERSEN TERHADAP MEDIAN

2. PERSENTIL

3. STANDAR DEVIASI UNIT (SD)


Tabel 6.Klasifikasi WHO-NCHS

Kategori Cut of point

Gizi lebih >120% Median BB/U


Gizi Baik 80 - 120% Median BB/U
Gizi Sedang 70 -79,9% Median BB/U
Gizi Kurang 60 -69,9% Median BB/U
Gizi Buruk <60% Median BB/U

PRIA DAN WANITA SAMA


B. Pengukuran Lingkaran Kepala Anak (LKA)
Tujuan :
Pengukuran lingkaran kepala adalah untuk mengetahui lingkaran
kepala anak dalam batas normal atau diluar batas normal

Interpretasi :
Bila berada di jalur P50 normal
Bila diluar di jalur P50 mikro/makro

Intervensi :
Segera cari penyebab
Deteksi dini penyimpangan
perkembangan anak
Dilakukan pada saat kunjungan pertama
pelayanan alat yang digunakan adalah :
KPSP
TDL /TDD
Denver test
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
9-10 pertanyaan singkat pada orang-tua / pengasuh,
tentang kemampuan yang telah dicapai oleh anak
mulai umur 3 bulan, minimal tiap 3 bulan sampai umur 2 tahun, minimal
tiap 6 bulan sampai umur 6 tahun
untuk mengetahui perkembangan anak sesuai umurnya atau terlambat

Alat :
1. Kuesioner (daftar pertanyaan) sesuai umur anak
2. Kertas, pensil,
3. bola karet atau plastik seukuran bola tenis,
4. kerincingan,
5. kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah,
6. benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit kecil berukuran 0,5-1 cm
Tes Daya Lihat
Tujuan :
Untuk mendeteksi secara dini kelainan daya
lihat
Jadwal tes daya lihat
dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia
prasekolah umur 36 72 bulan
Tes Daya Dengar
Tujuan :
Untuk mendeteksi secara dini kelainan daya
dengar agar dapat segera ditindaklanjuti untuk
meningkatkan kemampuan daya dengar dan
bicara anak
Jadwal tes daya dengar
dilakukan setiap 3 bulan pada anak usia kurang
dari 12 bulan dan setiap 6 bulan pada umur 12
bulan keatas