Anda di halaman 1dari 15

Fraktur Tertutup Os Radius Dextra

1/3 Distal
Anamnesis
Identitas pasien
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit dalam keluarga
Riwayat pengobatan
Pemeriksaan Fisik
Look
Feel
Movement
Pemeriksaan Penunjang
Sinar x
MRI
CT-scan
Diagnosis Kerja
Fraktur Tertutup Os Radius Dextra 1/3 Distal
Diagnosis Banding
Fraktur colles
Sering pada manula
Fraktur smith
Sering pada orang muda
Fraktur monteggia
1/3proksimal ulna,
Dislokasi ke anterior dari
Kapitulum radius
Fraktur galleazi
Epidemiologi
Fraktur radius/ulna
usia muda dengan insidens sebanyak 8-9%
sering wanita yang berusia 75 tahun atau lebih
Fraktur femur banyak terjadi pada wanita tua dengan
usia lebih dari 60 tahun dimana tulang sudah
mengalami osteoporotik.
Etiologi
Jenis beratnya patah tulang
Tekanan berulang-ulang
Kelemahan abnormal pada tulang
Patofisiologi
Fraktur tulang - pengaktifan saraf simpatis tekanan
dalam sumsum tulang pengeluaran katekolamin
merangsang pembebasan lemak paru tersumbat
emboli
Faktor yang mempengaruhi penyambungan tulang :
usia, jenis fraktur, lokasi fraktur, suplai darah, kondisi
medis
Penatalaksanaan
Segera diimobilisasi untuk memungkinkan pembentukan
hematoma fraktur dan meminimalkan kerusakan.
Pada tahap penyambungan kembali tulang (reduksi)
penting dilakukan agar terjadi pemulihan posisi yang
normal.
Sebagian besar reduksi dapat dilakukan tanpa intervensi
bedah (reduksi tertutup).
Apabila diperlukan pembedahan untuk fiksasi (reduksi
terbuka), pin atau sekrup dapat dipasang untuk
mempertahankan reduksi dan menstimulasi
penyembuhan.
Komplikasi
Malunion
Delayed union
Nonunion
Compartment syndroma
Shock
Fat embalism syndroma
Tromboembolic complicastion
Infeksi
Avascular necrosis
Refleks symphathethic dysthropy
Pencegahan
Kalsium
Vit.K
Vit.D
Berhati-hati dalam berjalan dan beraktivitas
Prognosis
Prognosis tergantung pada jenis dan lokasi fraktur,
usia dan status kesehatan individu serta adanya cedera
secara bersamaan.
Masalah permanen dengan gaya berjalan dan
beraktivitas mungkin terjadi.
Kecacatan dapat diakibatkan dari cedera lain yang
berkelanjutan pada saat fraktur.
Kesimpulan
Fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma
atau tenaga fisik. Fraktur tertutup atau simple adalah fraktur dengan
kulit yang tidak mengalami perforasi sehingga lokasi fraktur tidak
terpajan lingkungan luar sedangkan fraktur terbuka atau fraktur
gabungan adalah fraktur dengan kulit yang tertembus pada
ekstremitas yang terkena. Fraktur tertutup terutama di tungkai bawah
biasanya mempunyai resiko tinggi untuk mendapat compartment
syndrome karena pada patah tulang tertutup, darah tidak dapat keluar
dan sering menimbulkan peningkatan tekanan compartment otot.
Justru, pemeriksaan neurovascular distal terutama bila kulit terlihat
tegang dan bengkak harus segera dilakukan karena jika terlambat
amputasi terpaksa dilakukan. Penanganan yang baik menghasilkan
penyembuhan dan prognosis yang membaik.