Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS VITAMIN C DALAM

CUPLIKAN URIN
Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari
kinetik obat, yang dalam hal ini berarti kinetika obat
dalam tubuh. Proses-proses yang akan menentukan
kinetika obat dalam tubuh meliputi proses absorpsi,
distribusi, metabolisme dan ekskresi.

Bagian tubuh di mana konsentrasi/jumlah obat dan atau


metabolitnya ditentukan biasanya darah (plasma/serum),
ekskreta (urin, faeses, ludah, dan lain-lain), atau jaringan
tubuh lain. Sebagaimana telah dikatakandi muka, darah
(plasma atau serum) merupakan cairan tubuh yang paling
sering dipakai dalam penelitian farmakokinetika.
Hasil pengamatan
Absorbansi data urin vitamin C dengan panjang gelombang 266 nm
y = 0,0508x + 0,1608
R2 = 0,9698
Blanko : Cu =

Sampel 1 : Cu =

Sampel 2 : Cu =

Sampel 3 : Cu =

Sampel 4 : Cu =

Sampel 5 : Cu =

Sampel 6 : Cu =
Metode ARE
Metode Ekskresi Renal
Metode ARE

Vitamin C
1.6

1.4
y = -0.4492x + 1.9401
R = 0.9953
1.2

1
Axis Title

0.8
Series1
Linear (Series1)
0.6

0.4

0.2

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Axis Title
Metode Renal

Grafik Vitamin C (renal) y = 0.4497x - 0.8124


R = 0.6836
0.70

0.60

0.50

0.40
Axis Title

Series1
0.30 Linear (Series1)
Linear (Series1)
0.20

0.10

0.00
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
Axis Title
Pembahasan
Dari hasil regresi nilai t eliminasi dari metode are
dan metode renal jauh berbeda untuk metode are
adalah 1,5 jam sedangkan untuk metode renal adalah
1,20 jam. Pada literatur seharusnya vitamin C memiliki t
eliminasi adalah 0,5 jam. Anatara metode ARE dan
metode Renal lebih baik metode ARE karena metode ini
memiliki kelebihan yaitu terdapat Du-kumulatif , Du-
kumulatif adalah kosentrasi obat yang terdapat dalam
urin, sedangkan dalam metode renal tidak ada
sehingga parameternya hanya sampai Du/Dt artinya
kosentrasi obat tiap per jam yang diketahuinya.
Jadi, untuk analisi vitamin C dalam cuplikan urin tidak
memenuhi syarat, kemungkinan banyak faktor yang
mempengaruhinya, seperti kesalahan dari alat,
kemudian bisa jadi pada saat melakukan percobaan
melakukan pengenceran yang tidak hati-hati
sehingga mempengaruhi konsentrasi vitamin C, atau
dari probandusnya sendiri terdapat kesalahan pada
saat pengeluaran urin (interval waktu), jumlah air
yang dikonsumsi probandus yang terlalu berlebihan
atau dari volume urin yang diekskresikan dan
metabolisme dari probandusnya.