Anda di halaman 1dari 332

Dr.dr. IMD CHRISTIAN B, M.Repro, Sp.

B (K) Onk
ONKOLOGI

1. ONKOLOGI DASAR
2. PRINSIP DASAR DIAGNOSTIK DAN PENANGANAN TUMOR
3. DASAR-DASAR PENGOBATAN ONKOLOGI BEDAH
4. TUMOR CAVUM ORIS DAN KELENJAR LUDAH
I. ONKOLOGI DASAR
Bagian Ilmu Bedah
Fakultas Kedokteran
UHO
2017
ONKOLOGI berasal dari kata Oncos (Bahasa
Yunani) = Massa = Tumor.
Logos artinya Ilmu.
Onkologi ialah : ilmu yang mempelajari
penyakit-penyakit yang disebabkan oleh
tumor, khususnya Neoplasma.
Tumor : Istilah umum yang berarti
benjolan (pembengkakan) yang tidak
normal, misalnya :
1. Peradangan / abses pembengkakan
2. Trauma Hematoma
3. Benjolan pada :
- Kulit tahi lalat / nevus
- Mamma / leher / kepala / alat
tubuh lainnya yang disebut Neoplasma

Neoplasma berasal dari kata Neos (Bahasa


Yunani) baru dan Plasein yaitu jaringan
bentukan baru yang abnormal.
SIKLUS PERTUMBUHAN SEL

Terdiri dari :
1.Siklus pertumbuhan morfologis
a. Fase Mitosis :
1 sel induk 2 sel anak
Profase 1 jam
Metafase kurang dari 1 jam
Anafase kurang dari jam
Telofase beberapa menit
b. Interfase : sel anak muda dewasa
Padafase ini terjadi sintesa DNA, RNA, Enzim dan
protein baru lainnya dan duplikasi rantai tunggal
kromosom menjadi rantai ganda.
Kromosom terdiri dari untaian rantai ganda DNA
yang saling membelit, merupakan pasangan
rantai nukleotida sebagai unit dari gen pembawa
sifat individu. Lama interfase dari beberapa jam
sampai bertahun-tahun.
2. Siklus pertumbuhan biokimiawi
a. Fase G1 (Growth phase 1) beberapa jam
sampai beberapa tahun.
Sel anak membentuk RNA, Enzim dan protein
lain untuk sintesa DNA dalam fase s. (rantai
DNA yang membawa informasi genetik).
b. FaseS (Synthesa) 8 jam pembentukan
rantai DNA baru.
c. Fase G2 (Growth phase 2) kira-kira 1 2
jam pembentukan RNA, Enzim dan protein
lainnya untuk persiapan fase mitosis berikutnya.
d. Fase M (Mitosis) kira-kira 1 2 jam 1 sel
induk menjadi dua sel anak baru yang
mempunyai struktur genetik sama dengan sel
induk.
siklus sel
SEL TUMOR

Sel tumor ialah sel tubuh kita sendiri yang mengalami


transformasi (perubahan) sehingga tumbuhnya di dalam
tubuh menjadi autonom yaitu tumbuhnya tersendiri,
terlepas dari kendali pertumbuhan tubuh normal.
Sel tumor terdiri dari :
1. Sel tumor jinak
2. Sel tumor ganas (sel kanker)
Perbedaan sifat tumor jinak dengan sel ganas
tergantung dari jauhnya penyimpangan dari bentuk sel
normal dalam hal derajat diferensiasinya, autonominya
dan kemampuannya mengadakan infiltrasi dan
metastasis.
SIFAT-SIFAT SEL KANKER
1. Bentuknya bermacam-macam (polymorphi)
2. Warnanya lebih gelap (hyperchromasi) dan bermacam-
macam (polychromasi)
3. Inti sel relatif besar
4. Mitosis bertambah
5. Susunan sel-sel tidak teratur (anaplastik)
6. Tumbuh terus tanpa batas
7. Tidak menjalankan fungsi sel normal
8. Mengadakan infiltrasi ke sel-sel normal di sekitarnya
9. Mengadakan metastasis kebagian-bagian tubuh lainnya
10. Merusak bentuk dan fungsi organ
PERTUMBUHAN KANKER

Pertumbuhan kanker dibagi atas


dua bagian, yaitu :
1. Pertumbuhan lokal yang terdiri dari :
Lokal in situ
Lokal invasive
2. Pertumbuhan / penyebaran ke organ
lain / metastase :
Ke kelenjar limfe regional
Ke organ jauh
PERTUMBUHAN LOKAL

Kanker mulai tumbuh dari satu sel kanker


pada satu tempat di dalam organ (unisentris).
Jarang kanker tumbuh dari beberapa sel di
dalam organ (multisentris) atau dari beberapa
organ (multilokuler).
Bila sel kanker tumbuh bersamaan dalam satu
tahun disebut Synchronous dan bila tumbuh
dalam waktu berbeda disebut Metachronous.
Untuk terjadinya transformasi (perubahan)
dari 1 sel normal menjadi sel kanker oleh
faktor karsinogen (penyebab kanker)
diperlukan 2 hal yaitu insiasi dan promosi.
Waktu induksi diperlukan waktu 15 30 tahun
Fase insitu = 5 10 tahun
Fase invasi = 1 5 tahun
Fase diseminasi (penyebaran) = 1 5 tahun
Sel kanker tumbuh secara exponensial yaitu mulai 1
sel 21 sel 22 sel 23 sel 24 sel dan seterusnya.
Setelah penggandaan 30 kali maka volume sel
kanker menjadi 230 = 109 yaitu volume 1 cm3 1
gram.
Bila waktu ganda 3 kali maka perlu 30 kali 3 bulan
(90 bulan 8 tahun) untuk 1 sel kanker bertumbuh
menjadi 1 cm3 sel kanker.
CARA PENYEBARAN SEL KANKER

1. Perkontinuitatum : Pertumbuhan ke sekitarnya


2. Secara limfogen : Sel-sel menginfiltrasi saluran
limfe ke kelenjar limfe regional
3. Hematogen : Sel-sel menginfiltrasi kapiler
pembuluh darah : ikuti aliran darah
4. Transluminal : Dalam dinding saluran nafas,
saluran cerna, saluran urine
5. Transerosa / trancoelum : Dalam Cav. Thoracis,
Cav. Abdominis, Cav. Pelvis
6. Iatrogen : Oleh tindakan kita, misalnya masage,
operasi dan lain-lain
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KECEPATAN TUMBUH SEL TUMOR

1. Waktu siklus : Waktu yang perlu untuk 1 sel menjadi 2 sel


dan seterusnya
2. Derajat diferensiasi : Makin jelek derejat diferensiasi sel,
makin cepat pertumbuhan sel kanker.
3. Populasi kanker : Populasi sel kanker terdiri dari 3 macam
bentuk yaitu :
a. Sel yang dapat tumbuh
b. Sel yang tidak dapat tumbuh
c. Sel yang hilang atau mati
Pertumbuhan kanker cepat bila populasi sel yang dapat
tumbuh lebih besar dan cepat.
4. Ruangan tempat tumbuh tumor : Makin besar tumor
makin besar ruangan yang dibutuhkan, makin besar
tenaga yang dibutuhkan untuk mendesak jaringan sekitar.
5. Pertahanan alami dari tubuh (barier) :
a. Barier mekanis tulang, fasia, aponeurosis, kulit dan
sebagainya
b. Barier Imunologis :
- Imunologis seluler, yaitu oleh limfosit dan phagosit
- Imunologis humoral, yaitu antibodi yang dibentuk oleh
karena adanya tumor.
6. Suplai darah
Tumor menghasilkan angiotrofin yang merangsang
pertumbuhan pembuluh darah baru yang disebut
neovaskularisasi.
ETIOLOGI KANKER

Cara atau mekanisme terjadinya kanker


yang disebut Karsinogenesis belum diketahui
secara pasti. (Karsinogenesis).
Perubahan dari sel normal menjadi sel
kanker dipengaruhi oleh banyak faktor
(multifaktor) dan bersifat individual atau
tidak sama pada setiap orang.
KANKER DAPAT DISEBABKAN

1. KELAINAN KONGENITAL
2. KARSINOGEN
3. LINGKUNGAN HIDUP
Waktu Inisiasi
Promosi

Sel Normal Sel Kanker

1. Lingkungan hidup : a. Bahan kimia


( 70 85%) b. Sinar ionisasi (radiasi/ultraviolet
c. Virus
d. Hormon
e. Iritasi kronis
2. Genetik ?
3. Dll ?
Faktor-faktor yang menyebabkan kanker disebut Karsinogen.
Karsinogen kimia terdiri dari :
1. Karsinogen alami :
a. Organik: Aflatoksin, Alkaloid nitroamin di
dalam makanan /minuman.
b. Inorganik: Cadmium, chronium, radium
asbes, plumbum dan sebagainya.

2. Karsinogen buatan manusia :


a. Bahan Industri : Arang, cat, ter, petrokimia
dan lain-lain.
b. Obat-obatan : Alkylating agent, obat KB
dan lain-lain.
c. Pestisida

3. Sinar Ionisasi :
a. Sinar radiasi
b. Sinar ultra violet
4.Virus : Virus hepatitis, virus papilloma dan lain-
lain.
Dikenal : -DNA virus
-RNA virus
5. Hormon : Hormon steroid( estrogen, androgen)
6. Iritasi kronis : Mekanisme belum jelas.
Sikatris frambusia, keloid luka bakar,
iritasi tembakau dan lain-lain.
Faktor-faktor tersebut menimbulkan kerusakan pada
gen yang mengatur pertumbuhan tubuh yaitu
poliferasi dan diferenssiasi.
LINGKUNGAN HIDUP
1. 85% KANKER DISEBABKAN LINGKUNGAN HIDUP
1. 50% karsinogen dalam makanan
2. 35% dengan merokok
3. 5% dengan pekerjaan
4. 10% : virus, genetika, mutasi spontan
2. PEKERJAAN
1. Lab radiologi
2. Industri tambang
3. Industri lainnya
3. TEMPAT TINGGAL yang banyak mengandung karsinogen
4. GAYA HIDUP
1. NUTRISI
2. MINUMAN KERAS
3. MEROKOK
4. MENGINANG
5. TERIK SINAR MATAHARI
6. KAWIN MUDA
7. SIRKUMSISI
Gen terdiri dari protein DNA yang terdapat di dalam
kromosom yang menentukan sifat genetika.
Kerusakan tersebut dapat berupa mutasi atau
transformasi.

Gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel


disebut proto onkogen.

Dalam proses diferensiasi ada dua kelompok gen yang


memegang peranan penting, yaitu gen yang memacu
diferensiasi disebut proto onkogen dan gen yang
menghambat diferensiasi disebut anti onkogen.

Gen yang rusak disebut onkogen yang menyebabkan


sel itu tumbuh liar tanpa dapat dikendalikan disebut
sel kanker.
KARSINOGENESIS
Diferensiasi
Sel Normal Sel Kanker

Onkogen
Kimia
Sinar UV
Virus Transformasi gen
Hormon
Iritasi kronis
Proto onkogen

Proses: - Inisiasi ( sel normal-premaligna)


- Promosi (Menaikan reaksi karsinogen)
- Progresi (AKTIVASI)
Teori karsinogenesis
1. Mutasi somatik
1. mutasi gen (perubahan urutan letak nukleotida dalam utas rantai
DNA = perubahan kode genetik

2. Penyimpangan differensiasi sel ( Teori Epigenetik)


1. timbul karena kerusakan antionkogen atau suppressor gen sehingga
onkogen yang represif menjadi manifes

3. Aktivasi virus
1. Virus masuk kedalam inti sel berintegrasi dengan DNA penderita dan
menubah fenotif sel dengan menyisipkan informasi baru atau
mengubah transkripsi dan tranlasi gen
2. aktivasi protoonkogen menjadi onkogen

4. Seleksi Sel
II. Prinsip Dasar Diagnostik Kanker

A. KLINIK
B. PATOLOGI
A. DASAR DIAGNOSTIK KLINIK :
1. Bentuk Plague
Lesi kulit atau mukosa yang tinggi permukaannya, meskipun
sama tinggi / sedikit meninggi, tetapi elastisitas, konsistensi
dan warnanya berbeda.
Melanoma maligna, basalioma, karsinoma yang kecil
2. Bentuk nodus - tumor
Nodus adalah tumor kecil. Sebagian besar kanker berbentuk
nodus. Nodus terdiri dari beberapa gerombolan sel kanker
stroma yang terdiri dari jaringan ikat, pembuluh darah,
pembuluh limfa, serat saraf dan sebagainya. Kadang-kadang
ada kapsul atau pseudokapsul.
Konsistenti tumor :
a. Padat / masif keras / lunak
b. Kisteus yang berupa kantong berisi cairan atau massa
lunak
c. Campuran
3. Bentuk erosi - ulkus
Bentuk dan batas batas tidak teratur
Permukaan tidak rata, noduler atau granuler dan sering
ditutupi jaringan nekrotis
Tepi ulkus meninggi
Rapuh dan mudah berdarah
Sering merupakan bagian daru suatu tumor yang lebih besar
4. Bentuk campuran antara plague, tumor dan ulkus yang
terdapat pada satu tumor
5. Tanpa bentuk tertentu, hanya pada satu jenis kanker
saja yaitu kanker darah atau leukimia
B. Dasar diagnosa patologi
Gambaran mikroskopis tergantung dari :
1. Histogenesis atau asal sel tumor
a. Jaringan epitel :

Adnexa kulit
Mukosa
Adenom
Kelenjar
a
Gonad dan lain-lain
Carcino
ma
b. Jaringan Mesenchymal
1. Jaringan lunak
Jaringan ikat fibroma / fibromasarkoma
Jaringan lemak lipoma / lipomasarkoma
Jaringan otot myoma / myosarcoma
Campuran fibrolipoma
2. Jaringan synovium dan mesotelium
3. Pembuluh darah, pembuluh limfa
4. Tulang / tulang rawan
5. Jaringan limfoid, hemopoetik
c. Jaringan tropoblastik dan embrional
d. Campuran
2. Sifat tumor
a. Jinak
b. Ganas
Karsinoma insitu
Karsinoma invasif
c. Jinak ganas ( bordeline )
Basalioma
Adamantinoma
3. Derajat diferensiasi sel
G1 = Diferensiasi baik
G2 = Deferensiasi sedang
G3 = Diferensiasi jelek
G4 = Tanpa diferensiasi (anaplastik)
Sifat Sifat Tumor Ganas

1. Bentuk tidak teratur


2. Konsistensi padat dan keras
3. Kapsul tidak jelas atau tidak ada
4. Batas tidak tegas
5. Hipervaskularisasi atau neovaskularisasi
6. Rapuh dan mudah berdarah
7. Ada bagian bagian yang nekrosis atau
menunjukkan ulserasi
8. Ada infiltrasi atau perlengketan ke
organ sekitarnya
Dasar Diagnosa Kanker
No Pemeriksaan Non No Pemeriksaan
mikroskopis Mikroskopis

1. Klinik saja 5. Hematologi dan


2. Penunjang Klinik sitologi
1.radiologi 6. Histologi metastase
2.Laboratorium 7. Histologi tumor
3.Endoskopi primer
4.lain-lain
3. Operasi eksplorasi
4. Test imunologi atau
biokimia
III. Prinsip Prinsip Penatalaksanaan Tumor
Secara Umum

a.Luas Penyakit Kanker


b.Stadium Penyakit Kanker
c.Perjalanan Penyakit Kanker
d.6 Tahap Penatalaksanaan Kanker
e.Dasar-dasar pengobatan onkologi Bedah
f.Dasar-Dasar Tehnik Pembedahan Kanker
g.Jenis Jenis Terapi Kanker
h.Penanggulangan Kanker
A. Luas Penyakit Kanker ada 6 Tingkat
1. Kanker Insitu
Kanker masih terbatas pada lapisan epitel permukaan atau kelenjar dan belum
mengadakan infiltrasi atau invasi keluar stratum papillare dermis atau
membrana basalis.
2. Kanker Lokal
Kanker letaknya terbatas pada organ tempat tumor primer tumbuh.
3. Ekstensi Lokal
Ada invasi atau infiltrasi ke jaringan atau organ sekitar.
4. Metastase Regional
Metastase ke kelenjar regional
5. Loco-regional
Tumor masih pada tempat primer disertai metastase ke kelenjar limfe regional
6. Metastase jauh (distant metastasis)
Metastase ke organ-organ yang letaknya jauh dari tumor primer
B. Stadium Penyakit Kanker

Menentukan stadium penyakit kanker sangat penting


dalam prognosis penyakit kanker dan dalam
menentukan terapi yang diberikan pada penderita.
Makin dini tumornya, makin baik prognosisnya, makin
besar kemungkinan sembuhnya.
C. Perjalanan Penyakit Kanker
terdiri 2 Tingkat
1. Stadium Pra-klinik
Stadium dimana penyakit kanker belum dapat
diketahui adanya dengan pemeriksaan klinis yang
ada.
2. Stadium Klinik
Stadium dimana kanker telah cukup besar atau
telah memberikan keluhan sehingga dapat
diketahui adanya dengan pemeriksaan klinik atau
penunjang klinik.
Stadium klinik dibagi dalam 3 4 stadia, tergantung jenis tumor
yaitu (Stadium I,II,III,IV). Stadium klinik dapat juga digolongkan ada
3 stadium berdasarkan kemungkinan sembuhnya yaitu :
1. Stadium dini (early stage)
Tumor masih ada kerusakan atau terbatas pada organ tempat
tumbuhnya dan belum ada kerusakan berarti dari tempat
tumbuhnya kemungkinan sembuh besar.
2. Stadium lanjut (advanced stage)
Tumor sudah lama, sudah merusak organ tempat tumbuhnya
atau sudah menjalar ke sekitar atau ke kelenjar limfe regional
kemungkinan sembuh kecil
3. Stadium sangat lanjut (Far advanced stage)
Keadaan seperti stadium lanjut disertai metastase jauh ke
seluruh tubuh.
Sistim TNM

Untuk melukiskan stadium penyakit, dianjurkan memakai


sistim TNM dari UICC = Union International Contre Cancer
T = Tumor primer
N = Nodus atau metastase regional
M = Metastase jauh (distant metastasis)
Setiap jenis kanker mempunyai sistim TNM sendiri-sendiri
sebagai contoh Ca mamma
Tis = Carcinoma insitu
T0 = Tidak ditemukan adanya tumor primer
T1 = Tumor diameter 2 cm
T2 = Tumor diameter 2 5 cm
T3 = Tumor diameter 5 10 cm
T4 = Tumor diameter > 10 cm atau setiap T disertai kelainan kulit.

N0 = Tak teraba pembesaran kelenjar


N1 = Kelenjar limfe regional membesar, bebas digerakkan
N2 = Kelenjar limfe regional membesar, melekat
N3 = Kelenjar limfe regional lain membesar atau kelenjar limfe regional
bilateral membesar dan melekat

M0 = Tidak ada tanda-tanda metastase jauh


M1 = Ada metastase jauh
Stadium I : T1N0M0 ; T1N1M0
Stadium II : T2N0M0 ;T2N1M0
Stadium III : T1N2M0; T2N2M0
Stadium IV :T4N0-1-2 - M0; T1-2-3 N 3M 1
T1-2-3 N 1- 2 M 1
Sistim TNM dikenal 2 macam berdasarkan hasil
pemeriksaan yaitu :
cTNM TNM stadium klinik
pTNM Phatological TNM
sesudah operasi
D. 6 Tahap Penatalaksanaan Kanker
Bila menghadapi pasien yang dicurigai
menderita neoplasma ganas, maka urut
urutan tindakan yang dilakukan ialah :
I. Menegakkan diagnosis
II. Menentukan stadium tumor
III. Penentuan status penampilan (Performace
status)
IV. Perencanaan pengobatan ( terapi )
V. Pelaksanaan (implementasi) terapi
VI. Evaluasi
I. Menegakkan diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
Lokasi tumor primer, sedapat mungkin disesuaikan
dengan kriteria ICD dari WHO. (International Code
of the Diseasess)
Diagnosis klinis berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisis, laboratorium dan pemeriksaan
radiologi seperti X-ray, CT-scan, USG dan MRI.
Diagnosis klinis sedapat mungkin disertai dengan
pemeriksaan histopatologis atau sitologis.
II. Penentuan stadium tumor
Penentuan stadium tumor secara klinis
(clinical staging = cTNM) sangat penting
dalam merencanakan terapi dan penentuan
prognosis. Stadium klinis ini berdasarkan
pada hasil pemeriksaan sesuai diagnosis
klinis, TNM. Hasil ini dapat berubah setelah
operasi dan stadium ini disebut patological
staging (pTNM).
III. Penentuan status penampilan
Penentuan status penampilan sangat
penting di dalam perencanaan
pengobatan
IV. Perencanaan pengobatan
Setelah diagnosis, staging dan status penampilan
penderita ditentukan maka dapatlah direncanakan
modalitas terapi yang sesuai untuk penderita.
Disini perlu pendekatan multidisiplin.
Terapi operasi terutama dilakukan pada tumor yang
masih lokal atau lokoregional, sedang tumor yang sudah
bermetastasis, pembedahan hanya bersifat paliatif
(tidak kuratif lagi).
Terapi operasi dapat didahului oleh terapi radiasi atau
sesudah operasi diikuti terapi radiasi atau pemberian
kemoterapi. Terapi ini disebut adjuvant terapi.
V. Pelaksanaan Terapi
Dilakukan sesuai rencana yang telah
ditetapkan dan perlu dilakukan kerja
sama yang baik dari anggota tim kanker
VI. Evaluasi
Dilakukan setelah pelaksanaan terapi dan
ditinjau apakah stadium klinis sesuai dengan
stadium patologi sesudah operasi.
Bila
berbeda mungkin dipertimbangkan
pemberian terapi adjuvant atau terapi
tambahan.
E. Dasar-dasar pengobatan onkologi Bedah
INDIKASI OPERASI PADA PENYAKIT KANKER
I. Untuk diagnostik
II. Untuk Terapeutik
I. Operasi untuk menegakkan
diagnosis

1. Biopsi yang terdiri dari :


a. BAJAHpemeriksaan sitologi
Biopsi jarum halus ( FNA = Fine Needle Aspiration )
b. Tru cut needle biopsy dipakai jarum yang lebih
besar, diperoleh jaringan untuk pemeriksaan
histopatologi.
c. Biopsi insisi hanya sebagian jaringan tumor yang
diambil insisi baji
d. Biopsi eksisi hanya dilakukan pada tumor yang
tidak terlalu besar, jaringan tumor diangkat
seluruhnya untuk pemeriksaan PA
2. Melakukan operasi potong beku = vries coup
= frozen section. Dilakukan operasi
pengangkatan tumor dan segera dikirim ke
PA untuk diperiksa apakah tumor ganas atau
tidak
3. Operasi eksplorasi
Untuk menentukan perluasan tumor maka
sementara operasi dilakukan pemeriksaan
potong beku. Bila irisan belum bebas tumor
maka dilakukan operasi yang lebih luas.
II. Operasi untuk terapeutik
(Pengobatan)

Operasi ini ada beberapa macam yaitu :


1.Operasi kuratif
Operasi yang dianggap menyembuhkan kanker
2.Operasi paliatif
Operasi yang tak bersifat menyembuhkan tetapi
hanya untuk Mengurangi rasa nyeri atau untuk
menghilangkan obstruksi usus karena tumor atau
untuk menghentikan perdarahan
3. Operasi prefentif atau profilaksis
Operasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker
dikemudian hari misalnya :
a. Poliposis Coli Colectomi untuk mencegah Ca Colon
b. Cryptorchismus Orchidectomy seminoma testis
c. Colitis ulcerosa Colectomi Ca colon
d. Familial Breast Cancer Subcutan mastectomy Ca mamma
e. Familial Ovarial Cancer Ovarectomy Ca Ovarium
f. Familial Medullary thyroid Ca thyroidectomy
4. Operasi Debulking
Operasi untuk mengurangi besar tumor sehingga tumor yang sisa
lebih mudah dikontrol dengan jenis terapi lain seperti radiasi
atau khemoterapi
5. Operasi metastasektomi
Operasi untuk mengangkat metastase tumor dengan
tujuan kuratip bila metastasenya soliter (tunggal) dan
tumor primer telah bersih
6. Pembedahan pada kedaruratan onkologis
a. Operasi untuk mengatasi perdarahan ligasi arteri
b. Tracheostomy bila ada obstruksi trachea
c. Reseksi usus bila obstruksi atau perforasi usus
7. Operasi rekontruksi dan rehabilitasi setelah operasi
definitif, sering dilakukan rekonstruksi misalnya ada defek
yang besar maka perlu ditutup dengan kulit dari bagian
tubuh yang lain.
Kontra indikasi operasi pada penderita
penyakit kanker :
1. Penderita dengan stadium lanjut dimana sudah
ada metastase jauh dan harapan hidup sangat
pendek.
2. Ada penyakit yang menyertai pada organ-organ
vital misalnya penderita koma, dekompensasi
jantung, hipertensi berat
3. Kualitas hidup yang sangat jelek. Penderita yang
hidupnya terbatas ditempat tidur saja.
F. Dasar-Dasar Tehnik Pembedahan
Kanker
1. Pengangkatan jaringan tumor harus bersifat tajam
yaitu sedapat mungkin dengan gunting atau pisau.
2. Jaringan sehat sekitar tumor harus diangkat
bersama-sama dengan tumor
3. Lapangan operasi harus bersih dari darah (Blood
less)
4. Pembedahan tumor yang bersifat kuratif hendaknya
dilakukan satu kali operasi. Operasi ulang /
reoperasi kecil kemungkinan untuk bersifat kuratif.
5. Selama operasi supaya sesedikit mungkin
menyentuh tumor (No Touch Technic)
6. Pengangkatan tumor bersama metastasi
regional harus merupakan satu kesatuan
(tidak terpotong-potong) disebut en block
excision.
7. Lapangan biopsi harus cukup luas untuk
pengangkatan tumor yang lebih baik.
8. Bekas operasi atau bekas FNA harus diikut
sertakan dalam jaringan operasi yang
diangkat
G. Jenis Jenis Terapi Kanker Yaitu :

Terapi utama ialah :


1. Pembedahan = surgical oncology
Tumor lokal atau locoregional yang masih
operable.
2. Radio terapi = Radiation oncology
Masih local atau loco regional yang radio
sensitif atau yang in operable
3. Khemoterapi = Medical Oncology
Telah menyebar dan tumornya khemo
sensitif atau khemo responsif
4. Hormon terapi tumor yang menyebar
luas dan bersifat hormonal defendent
Terapi tambahan (adjuvant)
Terapi ini sebagai tambahan pada terapi utama
yaitu :
1. Adjuvant khemo terapi
2. Adjuvant hormon terapi
3. Adjuvant radio terapi
Terapi tambahan lain
1. Fraktur : Reposisi fiksasi immobilisasi
2. Obstruksi : a. Usus reseksi usus atau bypass
b. Trachea tracheostomi
c. Urethra dauer catheter atau cystostomi
3. Perdarahan: a. Transfusi
b. Tampon
c. Ligasi arteri
4. Infeksi : Antibiotika
5. Nyeri : a. Analgetika
b. Narkotika
c. Hyponase
d. Akupuntur
e. Manipulasi saraf
Terapi bantuan
1. Nutrisi, untuk memperbaiki fisik penderita
2. Tranfusi untuk koreksi anemia
3. Fisio terapi memperbaiki fisik penderita
4. Psiko terapi menguatkan mental penderita

Terapi sekunder
Terapi untuk penyakit-penyakit yang menyertai
(Commobiditas)
H. Penanggulangan Kanker

Kanker adalah neoplasma ganas yang mempunyai spektrum yang luas dan
kompleks.

Hampir tidak ada kanker yang dapat sembuh secara spontan dan bila
dibiarkan maka kanker akan tumbuh terus dan akhirnya menimbulkan
kematian penderita dalam keadaan yang menyedihkan dan memilukan hati.
Tujuan penanggulangan kanker ialah:
1. Mencegah timbulnya kanker
2. Menyembuhkan penyakit kanker
3. Mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat
kanker
4. Mengurangi penderitaan dan invaliditas karena
kanker
5. Memperbaiki kualitas hidup penderita kanker
Cara Penanggulangan
Kanker
1. Prevensi
2. Deteksi dini
3. Diagnosis
4. Terapi
5. Rehabilitasi
6. Follow - up
Prinsip Prinsip Pengelolaan
Kanker
1. Kelola kanker secara manusiawi, terpadu dan holistik. Pada
penderita kanker jangan hanya memperhatikan tumornya tetapi
juga komplikasinya, penyakit lain yang menyertai, kualitas hidup,
kedudukan dan kemampuan sosial ekonomisnya dll.
2. Pengelolaan hendaknya secara multidisiplin untuk diagnosis dan
terapi kanker tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang dokter
saja, tetapi perlu dibantu oleh dokter dari bidang lain.
3. Tentukan diagnosis dan stadiumnya, baru diberi terapi
4. Terapi hendaknya sesuai dengan keadaan
penderita. Pada stadium dini terapi bersifat
kuratif tetapi stadium lanjut bersifat paliatif dan
simptomatis untuk memperbaiki kualitas hidup.
5. Pengelolaan penderita kanker perlu seumur hidup
follow-up penderita kanker sangat penting sampai
dinyatakan penderita telah sembuh dari penyakit.
Tetapi sewaktu-waktu kanker dapat tumbuh
kembali.
6. Beritahu penderita atau keluarganya tentang
penyakitnya dan tindakan apa yang akan diambil.
TERIMA KASIH
SELAMAT BELAJAR
Pustaka
PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER SOLID PERABOI
2010
ILMU DASAR ONKOLOGI, 2011
ONKOLOGI KLINIK, 2000
SELAMAT BELAJAR