Anda di halaman 1dari 24

dr.Dwi Hartanto,Sp.

P
DATA PRIBADI

Nama : dr. DWI HARTANTO, Sp.P


Pangkat : Letnan Kolonel CKM
Tempat/tanggal lahir : TULUNG AGUNG , 24-10-1962
Jabatan : Wakil Ketua Komite Medik Rumkit Tk.II dr.Soedjono
Agama : Islam
ALAMAT : jl.Pirngadi no.6 Magelang

PENDIDIKAN UMUM

SMA TH 1982
FAK DOK UMUM TH 1989
SPES PARU-PARU TH 2001

PENDIDIKAN MILITER

PDAD TH 1987
SUSLAPA I TH 1993

2
Etika kedokteran merupakan pedoman batin
(conscience) bagi dokter yang berakar hati nurani
karena profesi dokter sejak perintisannya telah
membuktikan sebagai profesi yang luhur dan mulia.
Keluhuran dan kemuliaan ini ditunjukan oleh 6
sifat dasar yang harus ditunjukan oleh setiap dokter
yaitu:
1. Sifat Ketuhanan
2. Kemurnian Niat
3. Keluhuran budi
4. Kerendahan Hati
5. Kesungguhan kerja
6. Integrasi ilmiah dan sosial
Berisi 20 pasal Pedoman Etik yang terdiri dari :
1. KEWAJIBAN UMUM,( Pasal 1-13)
2. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP
PENDERITA, ( Pasal 14-17)
3. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN
SEJAWAT (Pasal 18-19) dan
4. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI
SENDIRI (Pasal 20-21)
Pasal 1 ( Sumpah Dokter )
Setiap dokter wajib menjunjung tinggi, menghayati dan
mengamalkan sumpah dokter

Pasal 2 ( Standar Pelayanan Yg Baik )


Seorang dokter wajib selalu melakukan pengambilan
keputusan profesional secara independen, dan
mempertahankan perilaku profesional dalam ukuran yang
tertinggi.

Pasal 3 ( Kemandirian Profesi )


Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang
dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang
mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian
profesi.
Pasal 4 ( Memuji diri sendiri )
Setiap dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang
bersifat memuji diri

Pasal 5 ( Perbuatan Melemahkan Psikis maupun Fisik )


Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya
tahan psikis maupun fisik,wajib memperoleh persetujuan
pasien/ keluarganya dan hanya diberikan untuk kepentingan
dan kebaikan tersebut.

Pasal 6 ( Bijak Dalam Penemuan Baru)


Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam
mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau
pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan terhadap
hal- hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Pasal 7 ( Keterangan dan pendapat yang valid)


Seorang dokter wajib hanya memberi surat keterangan dan
pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya
Pasal 8 ( Profesionalisme)
Seorang dokter wajib, dalam setiap praktek medisnya,
memberikan pelayanan secara kompeten dengan
kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa
kasih sayang (compassion) dan penghormatan atas
martabat manusia.

Pasal 9 ( Kejujuran dan Kebajikan Sejawat )


Seorang dokter wajib bersikap jujur ketika
berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan
berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang pada
saat menangani pasien dia ketahui memiliki
kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau
yang melakukan penipuan atau penggelapan.
Pasal 10 ( Penghormatan hak-hak pasien dan sejawat)
Setiap dokter wajib senantiasa menghormati hak-hak
pasien, teman sejawatnya, dan tenaga kesehatan lainnya,
serta wajib menjaga kepercayaan pasien.

Pasal 11 ( Pelindung kehidupan)


Setiap dokter wajib senantiasa mengingat kewajiban
dirinya dalam melindungi hidup makhluk insani.
Pasal 12 ( Pelayanan Kesehatan Holistik )
Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter
wajib memperhatikan keseluruhan aspek pelayanan
kesehatan (promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif), baik fisik maupun psiko-sosial-
kultural pasiennya, serta berusaha menjadi pendidik
dan pengabdi sejati masyarakat.

Pasal 13 ( Kerjasama)
Setiap dokter dalam bekerjasama dengan pejabat
lintas sektoral di bidang kesehatan, bidang lainnya
dan masyarakat, wajib saling menghormati.
KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PENDERITA

Pasal 14 (Konsul dan Rujukan)


Seorang dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan
mempergunakan seluruh keilmuan dan ketrampilannya
untuk kepentingan pasien, yang ketika ia tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, atas
persetujuan pasien/keluarganya, ia wajib merujuk pasien
kepada dokter lain yang mempunyai keahlian untuk itu.

Pasal 15 (Kebebasan beribadat dan lain-lain)


Setiap dokter wajib memberikan kesempatan pasien agar
senantiasa dapat berinteraksi dengan keluarganya dan
penasehatnya, termasuk dalam beribadat dan/atau
penyelesaian masalah pribadi lainnya.
Pasal 16 ( Rahasia Jabatan)
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah
pasien itu meninggal dunia.

Pasal 17 (Pertolongan Darurat)


Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai
suatu wujud tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada
orang lain bersedia dan mampu memberikannya

KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN


SEJAWAT
Pasal 18 ( Menjunjung Tinggi Kesejawatan)
Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana
ia sendiri ingin diperlakukan.
Pasal 19 ( Pindah Pengobatan)
Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman
sejawatnya, kecuali dengan persetujuan keduanya atau
berdasarkan prosedur yang etis.

KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI

Pasal 20 (Menjaga Kesehatan)


Setiap dokter wajib selalu memelihara kesehatannya, supaya
dapat bekerja dengan baik.

Pasal 21 ( Perkembangan Ilmu dan teknologi kedokteran)


Setaip dokter wajib senantiasa mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan
BIDANG SIFAT TUJUAN SANKSI
ETIKA Intern (self imposed 1. Memelihara 1.Teguran
PROFESI regulaiton) harkat martabat 2. Skorsing
profesi 3. Pemecatan
2. Menjaga mutu sebagai anggota

DISIPLIN Hukum publik Melindungi masya- 1. Teguran


(ada unsur rakat (termasuk 2. Skorsing
pemerintah dan awam anggota profesi) 3. Pencabutan izin

HUKUM Belaku umum Menjaga tata-tertib Hukum


Pidana
(sifat memaksa) masyarakat luas - Sanksi badan
- Pencabutan izin
Hukum Perdata=ganti rugi
Ketaatan seseorang dlm menjalankan
pekerjaan sesuai profesinya

Sertifikat Kompetensi ( STR ) yg menyatakan


bahwa dokter / dokter gigi memang telah
sesuai dan up to date utk menjalankan
profesi kedokterannya
UU Praktek kedokteran ps 55 ;
1. MKDKI dibentuk utk menegakkan Disiplin
dokter dan dokter gigi
2. MKDKI mrp lembaga Otonom dari KKI
3. MKDKI dlm menjlnkan tugasnya bersifat
Independen
Adalah hukum yg berkaitan dg pelaksanaan
profesi kedokteran ( mencakup ;
penyembuhan, pencegahan, peningkatan,
pemeliharaan dan pemulihan kes ) yg
menyangkut seluruh aspek hubungan dokter-
pasien, masyarakat maupun lingkungannya
Mencakup;Pidana, Perdata & Administratif
Berdasar KUHP secara tegas memuat bahwa seorang
dokter dapat dihukum Pidana krn melakukan kejahatan
atau pelanggaran berupa : menipu pasien ( Ps 348 ),
membuat surat keterangan yg tidak benar ( Ps 263,267 ),
melakukan kealpaan sehingga mengakibatkan kematian
atau luka-luka (Ps359,360,361), melakukan pelanggaran
kesopanan (Ps 290,294,285,286), melakukan
pengguguran tanpa indikasi medis (Ps
299,348,349,350),membocorkan rahasia pasien (Ps 322),
membiarkan dg sengaja seorang pasien tdk tertolong (Ps
340),tidak memberikan pertolongan pd orang yg berada
dlm keadaan maut (Ps 351),memberi/menjual obat
palsu (Ps 351),melakukan euthanasea (Ps 344)
Berdasar Kitab Hukum Perdata, bahwa Dokter
dapat dituntut secara Perdata apabila : Melakukan
Wanprestasi atau Ingkar janji ( Ps 1239),
melakukan perbuatan melanggar hukum (Ps
1365), melakukan kelalaian sehingga
menyebabkan kerugian ( Ps 1366 ),
bertanggungjawab atas perbuatan orang-orang yg
menjadi tanggungannya ( Ps 1367 )
Seorang Dokter dapat dijatuhi hukuman
administrasi apabila dalam menjalankan
Profesinya : melakukan praktek kedokteran
tanpa ijin yang sah dan masih berlaku (PP No
36 tahun 1964 ), melanggar wajib simpan
rahasia kedokteran yg tidakbdapat dikenakan
KUH Pidana (PP No 10 tahun 1966 )
APA YG SEHARUSNYA KITA BERIKAN?

-TIDAK ADA ORANG MENYESAL BILA TELAH


MEMBERIKAN YG TERBAIK

- LAYANI PASIEN SECARA PROFESIONAL

- KASIH, PEDULI, SAYANG, PERHATIAN,


RAMAH, TULUS, IKHLAS

- EVIDENCE BASED, AUDIT MEDIK, PATIENT


SAFETY, CLINICAL PATHWAYS DLL
TUGAS TENAGA MEDIS (DOKTER,
PERAWAT, BIDAN ) UTAMA ADALAH
MENINGKATKAN RASA NYAMAN
BAGI PARA PASIENNYA

TO TREAT IS OFTEN, TO CURE IS


SOMETIMES, TO MAKE COMFORT
IS ALWAYS
SENYUM
SUNGGUH

ENAK

NYAMAN

UNTUK

MASYARAKAT
BIDANG SIFAT TUJUAN SANKSI

ETIKA Intern (self imposed 1. Memelihara 1.Teguran


PROFESI regulation) harkat martabat 2. Skorsing
profesi 3. Pemecatan
2. Menjaga mutu sebagai anggota

DISIPLIN Hukum publik Melindungi masyarakat 1. Teguran


(ada unsur (termasuk 2. Skorsing
pemerintah dan anggota profesi) 3. Pencabutan izin
awam

HUKUM Belaku umum Menjaga tata-tertib Hukum Pidana


(sifat memaksa) masyarakat luas - Sanksi badan
- Pencabutan izin

Hukum Perdata=ganti rugi


Sekian
dan
Terima Kasih