Anda di halaman 1dari 23

dr.Dwi Hartanto,Sp.

P
DATA PRIBADI

Nama : dr. DWI HARTANTO, Sp.P


Pangkat : Letnan Kolonel CKM
Tempat/tanggal lahir : TULUNG AGUNG , 24-10-1962
Jabatan : Wakil Ketua Komite Medik Rumkit Tk.II dr.Soedjono
Agama : Islam
ALAMAT :

PENDIDIKAN UMUM

SMA TH 1982
FAK DOK UMUM TH 1989
SPES PARU-PARU TH 2001

PENDIDIKAN MILITER

PDAD TH 1987
SUSLAPA I TH 1993

2
Asma merupakan suatu gangguan inflamasi
kronik pada saluran pernafasan yang
melibatkan peran berbagai sel.
Inflamasi kronik yang terjadi berhubungan
dengan hiperresponsif saluran pernafasan
yang menyebabkan episode mengi berulang,
sesak nafas, rasa berat pada dada, dan
batuk, terutama pada malam hari atau pagi-
pagi sekali.
Beasley R. The Global Burden of Asthma Report, Global Initiative for Asthma (GINA) 2011
Terjadi kontraksi otot polos saluran pernafasan sebagai
respons terhadap berbagai mediator dan neurotransmiter
bronkokonstriktor suatu mekanisme predominan
Edema saluran pernafasan disebabkan oleh peningkatan
kebocoran mikrovaskular sebagai respons terhadap
mediator inflamasi
Penebalan saluran nafas disebabkan karena perubahan
struktur, dikenal sebagai remodelling penting pada
kondisi yang lebih berat
Hipersekresi mukus dapat menyebabkan oklusi lumen
(mucus plugging)

Beasley R. The Global Burden of Asthma Report, Global Initiative for Asthma (GINA) 2011
Asma sering didiagnosis berdasarkan
Gejala dan Riwayat penyakit ;
- Weezing
- Riwayat ; Batuk meningkat terutama
mlm, Kesulitan nafas,Rasa berat di dada
yang sering kambuh
- Gejala memburuk berhub. Musim
- Pasien jg punya Eczem,hay fever, atau
riwayat peny. Atopic
- Gejala memburuk jika ada ; polutan, asap rokok,debu rmh,obat2, exercise,
inf virus, emosi
- Gejala berkurang dengan terapi obat asma
- Spirometri : untuk diagnosis, menilai keparahan penyakit dan evaluasi
terapi
- Tes provokasi bronkus untuk pasien dengan gejala asma tapi faal paru
normal
- Skin test
- IgE
Gejala ASMA: hanya puncak dari
gunung es1
Batuk
GEJALA ASMA Sesak napas
Mengi (wheezing)
Dada rasa tertekan

Bronkokonstriksi
Edema bronkus
Obstruksi saluran napas Hiper-sekresi mukus
Keterlibatan sel-sel inflamasi
eosinofil
Hiper-responsif bronkus

Inflamasi saluran napas

1. Warner O. Am J Resp Crit Care Med 2003; 167: 14651466.


Inflamasi pada pasien asma tetap ada selama
periode bebas gejala:1
Gejala-2 bisa teratasi dengan cepat. Tetapi inflamasi, yg
diukur dengan AHR (airway hyperresponsiveness / hiper-
responsif saluran napas), memerlukan waktu yang jauh lebih
lama1

Jika inflamasi tidak dikontrol, maka inflamasi


kronik akan menyebabkan peningkatan hiper-
responsif saluran napas, dan gejala-gejala asma
akan muncul kembali.
1. Woolcock AJ. Clin Exp Allergy Rev 2001; 1: 6264.
Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma Indonesia 2010
l Vasodilatasi & Kebocoran
pembuluh darah
Infiltrasi dari sel-sel inflamasi dan
udema pada dinding saluran napas

l Hipersekresi Lendir

l Kerusakan Sel Epitel


l Penebalan Otot Polos
Tujuan Penatalaksanaan Asma

Mencapai dan mempertahankan asma terkontrol

Mempertahankan level aktivitas normal tmsk exercise

Mempertahankan fungsi paru mendekati normal bila mungkin

Mencegah eksaserbasi

Menghindari efek merugikan obat asma

Mencegah kematian akibat asma


Control-driven management
to achieve and maintain control

Treating to target
Partly controlled

Controlled
Not well controlled
Tingkat kontrol asma berdasarkan GINA

Terkontrol
Karakteristik
Characteristics Kontrol Tidak Terkontrol
Sebagian
Tidak ada Lebih dari 2
Gejala harian (2 kali atau kurang /
minggu) kali / minggu
Pembatasan 3 atau lebih
Tidak ada Sesekali
aktifitas
Gejala bangun
Tidak ada Sesekali
QoL
parameter
pada asma
malam terkontrol

SYM/029/Okt12-Okt13/RD
sebagian
Kebutuhan akan Tidak ada Lebih dari 2
(2 kali atau kurang /
muncul dalam
obat pelega kali / minggu setiap minggu
minggu)
<80% prediksi atau angka
Fungsi paru
Normal terbaik pribadi (jika
(PEF or FEV1) diketahui) dalam setiap hari

Satu kali / lebih


Satu kali dalam
Eksaserbasi Tidak ada dalam satu
satu minggu
tahun
GINA updated 2011
GINA 2011

LEVEL OF CONTROL TREATMENT OF ACTION

REDUCE
maintain and find lowest
controlled
controlling step
consider stepping up
partly controlled
to gain control

uncontrolled step up until controlled

INCREASE
exacerbation treat as exacerbation

SYM/029/Okt12-Okt13/RD
REDUCE TREATMENT STEPS INCREASE
STEP STEP STEP STEP STEP
1 2 3 4 5
Manajemen berdasarkan Kontrol
untuk anak berusia > 5 tahun, remaja dan orang dewasa

Penurunan Tahapan terapi Peningkatan

tahap 2 tahap 3 tahap 4 tahap 5


Pendidikan Asma
Kontrol Lingkungan
2-agonis kerja
cepat prn 2-agonis kerja cepat bila diperlukan

Pilih salah satu Pilih salah satu Tambah satu atau Tambah satu atau
lebih keduanya
ICS dosis rendah ICS dosis rendah + ICS dosis sedang / steroid oral (dosis
LABA tinggi + LABA terkecil)
Pilihan Obat
Pengontrol Anti-leukotrien ICS dosis sedang Anti-leukotrien Terapi anti IgE
atau tinggi
(controller)
ICS dosis rendah + teofilin lepas
anti- leukotrien lambat
ICS dosis rendah +
teofilin lepas
lambat
= serangan asma / asma akut
Episode peningkatan progresif sesak nafas, batuk,
mengi, rasa berat pada dada, atau kombinasinya
Ditunjukkan oleh adanya penurunan aliran ekspirasi
(PEF or FEV1)
Perburukan sementara pada asma dapat timbul
sebagai akibat paparan terhadap faktor risiko atau
triggers
Eksaserbasi berat merupakan kondisi
kegawatdaruratan yang mengancam nyawa

Beasley R. The Global Burden of Asthma Report, Global Initiative for Asthma (GINA) 2011
Menentukan jenis pengobatan yang harus
diberikan
Dikelompokkan menjadi :
Serangan asma ringan
Serangan asma sedang / berat
Serangan asma yang mengancam nyawa

Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma Indonesia 2011


Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma Indonesia 2010
1. Sesak berat stl penanganan adekuat di ruang
gawat darurat atau ruang rawat.
2. Perubahan status mental (konvusi, letargi,
koma).
3. Hipoksemia persisten atau memburuk (PaO2 < 40
mmHg), dengan/atau hiperkapnia
berat.memburuk (PaCO2>60 mmHg) dengan/atau
asidosis
Penilaian awal
Riwayat, pemeriksaan fisis(auskultasi, penggunaan otot bantu napas, frekuensi
jantung, frekuensi napas, APE atau VEP1, saturasi oksigen, analisis gas darah)

Pengobatan awal
Oksigen sampai mencapai saturasi 90 %(95% pada anak)
Inhalasi B2 agonis kerja cepat secara kontinu selama 1 jam
Glukokortikosteroid sistemik jika tdk ada respons cepat, atau jika pasien
baru saja mendapat glukokortikosteroid oral, atau jika episode berat.
Sedasi merupakan kontraindikasi pada pengobatan eksaserbasi

Penil;aian ulang setelah 1 jam


Pemeriksaan fisis, PEF, saturasi O2 dan tes lain jika diperlukan

Bila :
1. Respon baik : Pulang
Kriteria :
- Respons bertahan sampai 1 jam stl Tx terakir
- PEFR > 70 % prediksi
- Sat O2 > 90 %
2. Renpons tidak lengkap : masuk Ru. Rawat Intermediate
Kriteria :
- Ada faktor resiko Near fatal Asma
- PF : tandanya sedang
- PEFR < 60 % produksi
- SaO2 tdk ada perbaikan
3. Respon Jelek : ICU
Kriteria :
- Ada faktor resiko Near fatal asma
- PF : gejala berat, ngantuk, bingung
- PEFR < 30 % produksi
- PaCO2 > 45 mmHG, PaO2 < 60 mmHg
Asthma adlh penyakit saluran napas kronik yg oleh
berbagai penyebab dapat berubh mjd akut bahkan
mengancam jiwa
Kondisi tersebut harus dapat dikenali oleh klinisi
sehingga mampu memberikan penatalaksanaan yang
cepat dan tepat.
Sekian
dan
Terima Kasih