Anda di halaman 1dari 20

AHMAD RIFALDY MARASABESSY

PUTRI IFANTRIYANI
NAHDIYAH
MINARTY TUOAKAL
DIAN EKAWATY HALIM
IDGAM
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS
Kabupaten Banggai tahun 2010 bahwa 67 % ibu
rumah tangga di kelurahan Simpong bekerja di
luar rumah.
Data Puskesmas Simpong tahun 2010
diperoleh informasi bahwa cakupan pemberian
Asi Eksklusif di Kelurahan Simpong hanya
berjumlah 32,3 %. Hal ini menandakan bahwa
masih tingginya pemberian MP Asi di bawah 6
bulan.
Karena hal-hal tersebut di atas membuat
peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada
hubungan antara status pekerjaan ibu dengan
pemberian MP Asi di bawah 6 bulan.
Penelitian ini di fokuskan kepada ibu yang mempunyai anak
dan bekerja

Apakah ada hubungan yang signifikan antara status


pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi dini ?
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara status
pekerjaan ibu dengan pemberian MP Asi dini
di Kelurahan Simpong.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui status pekerjaan ibu
yang berisiko terhadap kurangnya asupan
pemberian Asi Eksklusif.
b. Untuk mengetahui sejauh mana
hubungan antara pekerjaan ibu dengan
pemberian MP Asi dini.
1. Manfaat Untuk Institusi pendidikan (kampus)
Dapat menambah referensi bagi
perpustakaan dan menjadi data awal bagi
peneliti selanjutnya.
2. Manfaat Untuk Pemerintah Kelurahan Simpong
Dapat lebih memperhatikan hal-hal yang
berkaitan dengan masalah kesehatan
khususnya masalah gizi masyarakat yang
berada di Kelurahan Simpong.
3. Manfaat Untuk Peneliti
Sebagai penambah ilmu pengetahuan dan
pengalaman khususnya untuk masalah-
masalah gizi keluarga terutama zat gizi
untuk bayi.
Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
Pada bayi merupakan cara terbaik bagi
peningkatan kualitas SDM sejak dini yang
akan menjadi penerus bangsa. ASI merupakan
makanan yang paling sempurna bagi bayi.
Pemberian ASI berarti memberikan zat-zat
gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan
syaraf dan otak, memberikan zat-zat
kekebalan terhadap beberapa penyakit dan
mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan
bayinya.
Kerangka Konsep
Makanan Pendamping Asi (MP-Asi) adalah makanan
yang diberikan pada bayi berusia 6 bulan keatas
dengan tetap memberikan Asi.
Pekerjaan adalah kesibukan atau aktifitas yang
menghasilkan upah yang dilaksanakan oleh
seseorang sebagai upaya untuk kelangsungan
hidupnya.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian
MP-Asi dini adalah status pekerjaan ibu. Ibu yang
bekerja diluar rumah pada umumnya cenderung
memberikan makanan pendamping Asi pada
bayinya lebih cepat dari waktu yang ditetapkan,
dikarenakan waktu yang dimiliki olehnya relatif
singkat untuk berada bersama bayinya di dalam
rumah.
Dimaksudkan dengan pekerjaan ibu dalam
penelitian ini adalah pekerjaan ibu menyusui
yang berada di luar rumah dan memakan waktu
yang banyak untuk berada di luar rumah. Seperti
menjaga toko, berdagang di Pasar, Karyawan
Perusahaan, pegawai negeri pada instansi
pemerintah, dll.
Adapun pemberian MP Asi Dini dalam
penelitian ini adalah Makanan Pendamping yang
sudah diberikan pada bayi sebelum berusia
genap 6 bulan. Bila MP Asi diberikan pada H-1
sebelum 6 bulan maka masih termasuk dalam
penelitian ini.
Metode yang digunakan adalah metode
kualitatif . menggunakan metode kualitatif
karena penelitian ini untuk memahami
fenomena dari prespektif partisipan bukan dari
peneliti.
Penelitian
dilakukan di Kelurahan Simpong
Kabupaten Banggai

Penelitian
dilakukan di kelurahan Simpong
kabupaten Banggai selama kurang lebih 2
minggu, terhitung dari tanggal 3 sampai 16
November 2014
Menggunakan purposive sampling. Dalam
penelitian ini menggunakan informan kunci (key
informan) teknik pengambilan partisipan sebagai
sumber data dengan pertimbangan bahwa orang
tersebut di anggap paling mengetahui tentang
apa yang kita harapkan. Yaitu ibu yang bekerja
dan mempunyai anak.
Data Primer
Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat
diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian4.
Sedangkan menurut Lofland bahwa sumber data utama dalam
penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan5. Kata-kata dan
tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan
dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan
data ini untuk mendapatkan informasi lansung tentang ibu yang
bekerja dan mempunyai anak
Data sekunder
Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber bacaan
dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat
pribadi, buku harian, notula rapat perkumpulan, sampai
dokumen-dokumen resmi dari berbagai instansi pemerintah. Data
sekunder juga dapat berupa majalah, buletin, publikasi dari
berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi
seperti kementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil
survey, studi histories, dan sebagainya. Peneliti menggunakan
data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi
informasi yang telah dikumpulkan
Pengumpulan data merupakan langkah yang
sangat penting dalam penelitian, karena itu
seorang peneliti harus terampil dalam
mengumpulkan data agar mendapatkan data
yang valid. Pengumpulan data adalah
prosedur yang sistematis dan standar untuk
memperoleh data yang diperlukan.
1. Observasi Langsung
2. Wawancara
3. Dokumentasi
Peneliti mengolah dan
menganalisis data tersebut dengan
menggunakan analisis secara deskriptif-
kualitatif, tanpa menggunakan teknik
kuantitatif.
Dalam penelitian kualitatif ini memakai 3
macam antara lain :

1. Kepercayaan (kreadibility)
2. Kebergantungan (depandibility)
3. Kepastian (konfermability)