Anda di halaman 1dari 14

Ahmad Rifaldy

Magfira Aulia
Firna Mutmainnah
Alfia Khaerani
Dian Ekawaty. H
Idgam
Sebagai negara yang besar dan terletak pada
geografi berisiko, maka Indonesia sering
mengalami kejadian alam gempa bumi, gunung
meletus, banjirdan bencana lain yang dapat
menimbulkan gelombang pengungsi. Beberapa
tahun terakhir ini, Indonesia juga didera
dengan berbagai konflik soial berkepanjangan
dengan menimbulkan gelombang pengungsi yang
besar dandalam periode waktu pengungsian yang
lama.
Peristiwa berpindahnya penduduk dari suatu tempat
ketempat lainnya untuk mengamankan dan
menyelamatkan diri akibat terjadinyasuatu peristiwa
mendadak seperti bencana dan konflik sosial maupun
sebab lain
yang terjadi di suatu tempat, terjadinya pengungsian meme
rlukan upaya penanggulangan sehingga tidak berdampak
timbulnya kondisi emergensi dengan kematian yang besar.
Tujuan penyelenggaraan surveilans epidemiologi adalah m
endapatkan gambaran epidemiologi penyakit prioritas, dan
faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan penyakit
prioritas, secara terus menerus dan sistematis untuk
memberikan dukungan informasi epidemiologi terhadap p
enyelenggaraan
penanggulangan pengungsi dibidang kesehatan atau yang be
rkaitan dengan kesehatan.
Pengungsian karena konflik
sosial, biasanya akan mempunyai
waktu mengungsi yang lama
bahkan bisa bertahun- Pengungsian karena bencana, biasanya
tahun. Kedua kejadian ini terjadi akan memiliki lama waktupengungsian
pada hampir seluruh kejadian yang pendek, tidak lebih dari 1 Bulan.
pengungsian di Indonesia. Demikian juga pengungsian karena
banjir tahunan, masyarakat
Lamanya waktu dan pemerintah setempat sudah memp
mengungsiakan berpengaruh pad ersiapkan segala sesuatu untuk
a pola kesiapsiagaan yang harus di menghadapi banjir, termasuk pola
pengungsiannya, bahkan termasuk
terapkan untukmenghadapi anggaran biaya yang disediakan..
perbedaan jenis serangan
penyakit dan masalah kesehatan
yangakan terjadi pada para
pengungsi
Inisial Assessesment, Pelayanan Kesehatan
Darurat,
Pengendalian Penyakit
Imunisasi Campak,
dan KLB,
Surveilans Kesehatan
Air dan Sanitasi, Masyarakat,
SDM
Makanan dan Gizi, Koordinasi

Tempat Tinggal,
Surveilas epidemiologi yang dikembangkan pada pengungsi pada
periode emergensi merupakan Sistem Kewaspadaan Dini KLB
penyakit dan keracunan. Sistem yang akan dikembangkan harus
selalu didahului dengan kajian awal. Kajian awal harus dapat
mengidentifikasi prioritas-prioritas penyakit penyebab kesakitan dan
kematian, faktor-faktor yang berpengaruh, serta program
intervensi yang mungkin dapat dilakukan, terutama penyakit
potensial KLB. Prioritas-prioritas penyakit tersebut nantinya
menjadi prioritas upaya perbaikan-perbaikan
kondisi rentan pada kelompok pengungsi, agar kejadian luar biasa
penyakit dan keracunan dapat ditekan frekuensi atau beratnya
kejadian, atau bahkan dapat dihindari sama sekali. Prioritas-priotas
penyakit penyebab kesakitan kematian pada pengungsi
tersebut juga menjadi dasar perumusan terhadap kemungkinan
penyelenggaraan surveilans kesehatan masyarakat dalam bentuk sis
tem kewaspdaan dini KLB dan keracunan.
Model surveilans yang akan dikembangkan juga
perlu menjadi salah satu sasaran kajian awal. Prioritas-
prioritas penyakit penyebab kesakitan dan kematian
pada pengungsi tersebut, juga menjadi dasar dari
prioritas kesiapsiagaan menghadapi
kemungkinan terjadinya kejadian rawan atau KLB pe
nyakit menular dan
keracunan. Kesiapsiagaan diarahkan pada kesiapsiagaa
n tenaga dan tim penanggulangan gerak cepat, sistem
konsultasi ahli, komunikasi, informasi dan transportasi,
serta kesiapsiagaan penanggulangan KLB, baik dalam
teknisk penanggulangan, tim maupun logistic.
Memprioritaskan pada penyakit-penyakit penyebab
kematian dan potensial KLB
Berorientasi pada tindakan yang cepat, tepat dengan lebih
berorientasi pada promosi, pencegahan dandeteksi dini di
lapangan
Memperkuat tim surveilans epidemiologi dengan dengan
tenaga professional
Memperkuat jaringan kerja sama surveilans epidemiologi
di lapangan, rujukan dan konsultasi
Memperkuat sarana manajemen data dengan
komputerisasi dan komunikasi elektromedia
Memperkuat dukungan politis dan pendanaan yang
memadai dan terusmenerus untuk penyelenggaraan
surveilans yang berkualitas tinggi
Manajemen kesehatan masyarakat
dimanfaatkan untuk menekan kemungkinan terjadinya
penularan dan penyebarluasan penyakit ke orang lain, sehingga
angka kesakitan (insidance rate) dan angka kematian (mortality
rate) dapat diturunkan. Manajemen kesehatan masyarakat lebih
menekankan pada upaya pencegahan penularan dengan cara
memutus mata rantai penularan.
Dengan melakukan manajemen kasus, baik pengobatan maupun
profilaksis. Cara ini dapat secepatnya membersihkan tubuh
penderita dari agen penyakit, sehingga penderita atau karier tidak
Cara Pertama lagi menjadi sumber penularan.

Memutus kemungkinan penularan agen penyakit dari penderita ke


orang sehat dengan cara isolasi. Misalnya penderita istirahat
dirumah dan tidak usah tidak masuk sekolah atau kerja selama
sakit, terutama penderita yang penularannya ke orang lain melalui
penularan langsung udara, misalnya campak, influenza, difteri dan
Cara Kedua sebagainya. Penyakit dengan penularan melalaui nyamuk, seperti
demam dengue, malaria sebaiknya juga beristirahat dirumah
selama periode penularan.
meningkatkan daya tahan setia porang dengan cara perbaikan status
gizi, sehingga tubuh mampu menahan serangan agen penyakit, atau
memproduksi antibodi dengan cepat. Upaya peningkatan daya tahan
tubuh dapat dilakukan dengan meningkatkan imunitas secara aktif
Cara ketiga melalui pemberian imunisasi, misalnya imunisasi campak, difteri,batuk
rejan dan sebagainya.

Dengan melakukan perbaikan kondisi lingkungan agar tidak rentan


menjadi sumber penularan penyakit. Cara yang di
tempuh adalah dengan manajemen vektor, seperti pemberantasan
sarang nyamuk pada demam dengue dan malaria, manajemen
Cara sanitasi lingkungan dan makanan dalam pemberantasan penyakit-
penyakit perut, diare,tifus perut dan sebagainya. Cara lain adalah
keempat dengan manajemen perilaku sehat.