Anda di halaman 1dari 79

BY : KUSUMAWATI D.

Contents
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Tujuan

Peta Konsep SPU

Pengelompokan unsur-unsur dan perkembangannya

Golongan, Periode dan konfigurasi elektron dalam


Tabel Sistem Periodik Modern (Bentuk Panjang)

variasi keperiodikan tentang sifat-sifat unsur.


Standar Kompetensi:

Memahami dan membuktikan konsep-


konsep: metode ilmiah, sifat-sifat materi,
stoikiometri, struktur atom, sistem periodik
unsur, ikatan kimia, energetika dan
kesetimbangan kimia

Kompetensi Dasar:
Perkembangan Sistem Periodik dan
konfigurasi elektron, Sifat-sifat Keperiodikan (Jari-
jari atom, Energi Ionisasi, Afinitas Elektron,
dan Keelektronegativitas)
TUJUAN
Setelah menyelesaikan bab ini diharapkan
Anda dapat:
1. Menjelaskan perkembangan
pengelompokan unsur-unsur.
2. Menganalisis golongan, periode, dan
konfigurasi elektron dalam Tabel Sistem
Periodik Modern (bentuk panjang).
3. Menjelaskan beberapa variasi keperiodikan
tentang sifat-sifat unsur.
Sistem Periodik Unsur

Variasi
Konfigurasi
golongan periode keperiodikan
elektron
Sifat unsur

Muatan inti Jari-jari Jari-jari Energi Afinitas Elektro-


efektif atom ion ionisasi elektron negativitas
Pengelompokan Unsur-unsur dan
Perkembangannya

Untuk mempermudah mempelajari,


memahami, serta mengingat maka diperlukan
penyusunan berdasarkan kesamaan atau
kemiripan sifat-sifatnya.
Tabel Sistem Periodik merupakan suatu cara
untuk menyusun dan mengklasifikasi unsur-
unsur, dimana unsur-unsur yang mirip sifatnya
diletakkan pada pada kelompok yang sama.
Pengelompokan unsur-unsur yang paling awal
dan sederhana berdasarkan sifat-sifatnya
adalah menjadi kelompok logam dan non-
logam.
Lavoisier dalam bukunya (1789)
mencatat 16 unsur logam dan 7 unsur
bukan logam saat itu, yaitu:
Kelompok logam:
Emas, Antimon, Kobal, Perak, Tembaga, Besi,
Mangan, Platina, Timah, Molibden, Nikel, Raksa,
Seng,Wolfram , Timbal, dan Bismut.

emas nikel tembaga

Kelompok bukan logam


Belerang, Hidrogen, Oksigen, Arsen, Pospor,
Nitrogen, dan Karbon
Karbon Gas nitrogen
sulfur hitam dalam wadah
Sifat logam

Mempunyai kilap logam


Dapat ditempa
Dapat diulur menjadi kawat
Menghantarkan panas dan listrik
Pada umumnya berupa padatan
Koin emas

Sifat non logam


Tidak mengkilap

Tidak dapat menghantarkan panas atau


listrik
Pada umumnya berupa gas atau cairan
Karbon
hitam
Tabel Periodik Johan W. Dobereiner

Johann W. Dobereiner (1817) adalah orang yang


pertama yang menentukan adanya hubungan
antara sifat unsur dan massa atom relatifnya.
Jika tiga unsur yang sama sifatnya disusun secara
berurutan menurut bertambahnya massa atom
relatif, maka:
Massa atom relatif unsur yang kedua merupakan
rata-rata massa atom relatif unsur pertama dan
ketiga.
Sifat lain unsur yang kedua menunjukkan sifat
antara yang pertama dan ketiga.
Kelompok tiga unsur Johann W. Dobereiner
disebut triade
Tabel Periodik Johan W. Dobereiner
Tabel Periodik Newlands

John Newlands menyusun unsur-


unsur ke dalam kelompok tujuh unsur
dan setiap unsur ke delapan
mempunyai sifat yang mirip dengan
unsur pertama, unsur kesembilan
mirip dengan unsur kedua, dan
seterusnya.
Hukum ini disebut Hukum Oktaf
Tabel Periodik Newlands
Kelemahan daftar Newlands:

Tidak memperhitungkan letak


unsur yang belum ditemukan
Terdapat banyak pasangan
unsur yang terpaksa
ditempatkan pada satu posisi
daftar.
Tabel Periodik Begeyer de
Chancourtois

de Chancourtois menemukan fakta


bahwa jika unsur-unsur disusun
menurut penurunan nomor massa
atom, diperoleh secara periodik unsur
yang sifatnya mirip.

de Chancourtois menggunakan harga


massa atom relatif dalam garis lilitan
sebuah silinder tegak.
de Chancourtois membagi permukaan
badan silinder menjadi enam belas
bagian yang sama dengan garis yang
sejajar dengan sumber silinder,
berdasarkan massa atom relatif oksigen-
16.

Kurva dialurkan dari silinder ke atas


dengan sudut 45o. kurva ini disebut
Telluric Screw dan pada garis vertical
terdapat unsur-unsur yang mirip sifatnya.
Tabel Periodik Begeyer de
Chancourtois
Tabel Periodik Julius
Lothar Meyer
Dalam mempelajari sifat keperiodikan
unsur, Meyer lebih menekankan pada
sifat fisika, yaitu hubungan volume
atom dengan massa atom relatif.

Meyer membuat grafik dengan


mengalurkan volume atom unsur
terhadap massa atom relatif. Volume
atom unsur diperoleh dengan cara
membagi massa atom dengan
kerapatan unsur.
menu
Tabel Periodik Meyer

menu
Grafik Meyer

menu
Grafik menunjukkan bahwa unsur-
unsur yang sifatnya mirip terletak
pada grafik yang mirip bentuknya.

Misalnya Na, K, Rb terdapat di


puncak grafik, ini menunjukkan
bahwa ada hubungan antara sifat
unsur dengan massa atom relatifnya.

menu
Tabel Periodik Mendeleyev

Selain sifat fisika, Mendeleyev juga


menekankan pada sifat kimia dalam
menyusun daftar unsur-unsur berdasarkan
kenaikan massa atom relatif.

Mendeleyev mengatakan bahwa unsur-unsur


merupakan fungsi periodik dari massa atom.

Tabel sistem periodik Mendeleyev bentuk


pendek terdiri atas golongan (lajur tegak)
dan periode (deret mendatar)

menu
Tabel Periodik Mendeleyev

menu
Keuntungan Tabel Sistem Periodik
Mendeleyev dalam memahami sifat unsur
ialah:

1. Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu


golongan berubah secara teratur.
2. Dapat meramal unsur yang belum
diketemukan, yang akan mengisi tempat
kosong dalam daftar.
3. Tabel ini tidak mengalami perubahan
setelah penemuan unsur-unsur gas mulia.

menu
Kelemahan Tabel Sistem Periodik Mendeleyev:

1. Panjang periode tidak sama.


2. Triade besi (Fe, Co, dan Ni), triade platina ringan
(Ru, Rh dan Pd), dan triade platina (Os, Ir, dan
Pt) dimasukkan ke dalam golongan VIII. Di
antara unsur-unsur golongan ini hanya Ru dan
Os yang mempunyai valensi 8.
3. Selisih massa atom relatifnya antara dua unsur
yang berurutan tidak teratur (antara -1 dan +4),
sehingga sukar untuk meramal unsur-unsur
yang belum ditemukan.

menu
2. Tabel Sistem Periodik Modern
(Bentuk Panjang)
Henry Mosely melakukan percobaan
menggunakan berbagai logam sebagai
antikatoda pada tabung sinar X.
Mosely menyimpulkan bahwa ada perubahan
yang teratur dari energi sinar X sesuai dengan
perubahan nomor atom dan bukan massa atom
relatif.
Baris mendatar pada tabel Sistem Periodik
Bentuk Panjang dinamakan periode.
Kolom tegak pada tabel Sistem Periodik Bentuk
Panjang dinamakan golongan.

menu
Moseley's Periodic Table

menu
Periode pertama mengandung dua unsur,
yaitu Hidrogen dan Helium.
Dua periode berikutnya berisi delapan unsur,
dari Litium sampai Neon, dan dari Natrium
sampai Argon.
Periode keempat dan kelima masing-masing
berisi 18 unsur, dari Kalium sampai Kripton,
dan dari Rubidium sampai Xenon.

menu
Periode keenam merupakan periode
panjang dengan 32 unsur, dengan 14 unsur
diantaranya (dari Lantanum sampai
Hafnium) dicabut dan ditempatkan di
bawah tabel dan disebut deret Lantanoid.
Periode ketujuh (terakhir) tidak lengkap
dan 14 diantaranya dicabut dan
ditempatkan di bawah tabel dan disebut
deret Aktinoid.
Golongan dalam Tabel Sistem Periodik
ditulis dengan angka Romawi dan huruf.

menu
menu
Periode dan Golongan dalam SPU
1. Periode = jumlah kulit terisi
elektron pada kondisi
atom netral
2. Dalam SPU terdapat 7 periode
yaitu periode 1 s/d 7.
3. Dalam SPU terdapat tiga golongan
besar yaitu Unsur-unsur utama,
Unsur-unsur transisi dan Unsur-
unsur transisi dalam.

menu
4. Unsur-unsur Utama (A)
Terdiri atas 8 golongan.
Konfigurasi elektron valensi:
nsx npy dengan n= periode
x+y = nomor golongan
5. Unsur-unsur Transisi (B)
Terdiri atas 8 golongan.
Konfigurasi elektron valensi:
nsx (n-1)dy dengan n= periode
x+y = nomor golongan
perkecualian:x+y=9 golongan VIII
x+y=10 golongan VIII
x+y=11 golongan I
x+y=12 golongan II

menu
Kelebihan Tabel Sistem Periodik Bentuk Panjang
Penyusunan unsur-unsur berdasarkan sifat
yang lebih mendasar yaitu nomor atom.

Pada tabel ini, letak unsur-unsur terkait


dengan konfigurasi elektron atomnya.

Ada perubahan sifat unsur yang gradual


sehubungan dengan naiknya nomor atom.

Unsur-unsur transisi memiliki sifat


intermediate antara unsur-unsur untuk blok
s dan p terletak di bagian tengah tabel.

menu
Kelebihan Tabel Sistem Periodik Bentuk Panjang

Unsur-unsur transisi dalam yang


merupakan unsur-unsur hampir mirip
diletakkan antara golongan IIB dan
IVB, yaitu lantanida pada periode 6
(terdiri 14 unsur antara 57La sampai
72Hf) dan aktinida pada periode 7
(terdiri 14 unsur antara 89Ac sampai
104Ku). Lantanida dan aktinida ini
diletakkan terpisah pada bagian bawah.

menu
Kelebihan Tabel Sistem Periodik Bentuk Panjang

Unsur-unsur logam dan non-logam


diletakkan terpisah di antara unsur-
unsur metaloid.
Penyusunan unsur-unsurnya mudah
diingat dan direproduksi.
Secara garis besar unsur-unsur dapat
dibagi menjadi empat kelompok,
yaitu s, p, d, dan f.

menu
Kekurangan Tabel Sistem Periodik Bentuk Panjang

Letak hidrogen. Dengan konfigurasi 1s1


seharusnya sifatnya sama dengan logam alkali.

Letak helium. Berdasarkan sifatnya yang inert,


helium termasuk gas mulia. Seharusnya dengan
konfigurasi 1s2 terletak pada golongan alkali
tanah.

Letak lantanida dan aktinida tidak menjadi satu


dalam tabel.

menu
a. Muatan Inti Efektif
b. Jari-jari Atom
c. Jari-jari Ion
d. Energi Ionisasi
e. Afinitas Elektron
f. Elektronegativitas

menu
Muatan Inti Efektif
Elektron valensi ditarik oleh inti atom
Elektron valensi ditolak oleh elektron yang
berada lebih dekat dengan inti
Terjadi efek saringan, yaitu berkurangnya gaya
tarik inti terhadap elektron valensi oleh tolakan
antar elektron
Gaya tarik inti terhadap elektron valensi yang
berkurang disebut muatan inti efektif
Muatan inti efektif, Zef dirumuskan:
Zef = Z
dengan Z = muatan inti nyata (sesuai nomor
atom), = tetapan saringan yang besarnya
lebih dari nol dan kurang dari Z
menu
Gambar di
samping adalah
ilustrasi z

Zef = Z
Zef < Z.
Akibatnya tarikan
inti atom pada
gambar 2 lebih
kecil daripada Gambar 1
tarikan inti atom
pada gambar 1,
sehingga jari-jari
atom pada
gambar 1 lebih
kecil daripada zef
jari-jari atom
pada gambar 2.

Ket.
proton

elektron

Gambar 2 menu
Pada unsur-unsur utama, muatan inti efektif
dalam satu periode dari kiri ke kanan dan dalam
satu golongan dari bawah ke atas semakin besar

menu
Jari-jari Atom

Jari-jari atom sulit ditentukan


Jari-jari atom logam adalah setengah dari jarak
antara dua inti dari atom-atom yang berdekatan.
Jari-jari molekul diatomik adalah setengah
diantara inti dua atom dalam molekul itu.
Secara periodik, bahwa jari-jari atom ditentukan
seberapa besar kekuatan elektron terluar diikat
oleh inti. Muatan inti efektif yang lebih besar
akan lebih kuat mengikat elektron, sehingga
semaki kecil jari-jari atomnya.

menu
Dari atas ke bawah dalam satu golongan,
bahwa jari-jari atom unsur bertambah. Hal ini
disebabkan dari atas ke bawah dalam satu
golongan, bertambahnya jumlah proton tidak
seimbang dengan besarnya tolakan elektron
pada kulit lebih dalam, sehingga makin banyak
kulit atom makin kecil muatan inti efektifnya
yang berakibat makin besar jari-jarinya.

menu
Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jari-jari
atom semakin kecil seiring bertambahnya
muatan inti efektif.
Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jumlah
proton bertambah namun jumlah kulit atom
tetap, sehingga muatan inti efektif bertambah
dan akibatnya jari-jari atom makin kecil.

menu
Plot jari-jari atom (dalam pikometer)
vs nomor atom

menu
Contoh Soal
Dengan menggunakan tabel
periodik, susunlah atom-atom 15P,
14Si, dan 7N sesuai kenaikan jari-
jarinya.

menu
Penyelesaian:
Atom N dan P, keduanya terletak dalam golongan
VA dengan atom N di atas atom P. jari-jari N
lebih kecil dari P (jari-jari atom bertambah dari
atas ke bawah dalam satu golongan).
Atom Si dan P, keduanya terletak pada periode
ke-3 dan atom Si terletak di sebelah kiri dari
atom P, maka jari-jari P lebih kecil daripada atom
Si (jari-jari atom berkurang dari kiri ke kanan
dalam satu periode).
Jadi urutan bertambahnya jari-jari atom adalah
N < P < Si.

menu
Jawaban

Latihan soal:

Jika jari-jari atom unsur-unsur 3Li,


11Na, 19K, 4Be dan B secara acak
dalam angstrom adalah 1,23;
2,01; 1,57; 0,80; dan 0,89.
Tentukan jari-jari atom dari
masing-masing unsur!

menu
Jawab:
3Li: 1s2 2s1
11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
19K : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
4Be : 1s2 2s2
5B : 1s2 2s2 2p1
letak dalam SPU IA IIA IIIA
2 Li Be B
3 Na
4 K
Jadi urutan jari-jari atomnya adalah:
K > Na > Li > Be > B
Maka jari-jari K= 2,01; Na=1,57; Li=1,23;
Be=0,89; dan B=0,80
menu
c. Jari-jari Ion
Jari-jari ion adalah jari-jari anion dan kation
Bila sebuah atom netral diubah menjadi ion,
maka akan terjadi perubahan ukuran.
Jari-jari anion lebih besar daripada atom
netralnya karena dengan muatan inti yang sama
tetapi adanya gaya tolak yang dihasilkan dari
elektron tambahan dapat menambah domain
awan elektron.
Jari-jari kation lebih kecil daripada atom
netralnya karena dengan lepasnya elektron
dapat mengurangi gaya tolak antar elektron-
elektron sedangkan muatan intinya tetap
sehingga awan elektron mengkerut.
menu
Contoh soal:

Manakah yang memiliki jari-jari


lebih besar?

1. Li atau Li+? (NA Li = 3)

2. Cl atau Cl-? (NA Cl = 17)

menu
Jawaban

Penyelesaian:
1. Jari-jari Li lebih besar daripada Li+ karena
muatan inti efektif keduanya sama besar
namun jumlah elektron pada Li lebih
banyak daripada Li+ sehingga elektron
terluar pada Li+ lebih tertarik ke dalam
2. Jari-jari Cl- lebih besar daripada Cl karena
karena muatan inti efektif keduanya sama
besar namun jumlah elektron pada Cl-
lebih banyak daripada Cl sehingga
elektron terluar pada Cl lebih tertarik ke
dalam.

menu
Jawaban

Latihan soal:

Manakah yang lebih besar jari-


jarinya?

1. Mg atau Mg2+ ?

2. S atau S2- ?

menu
Jawab:

Jari-jari :
1. Mg lebih besar daripada Mg2+

2. S2- lebih besar daripada S

menu
Jari-jari ion isoelektronik
Ion yang berasal dari unsur-unsur yang
berbeda golongannya, perbedaannya
menjadi bermakna untuk ion-ion yang
isoelektronik, yakni jari-jari anion lebih
besar daripada kation.
Untuk kation yang isoelektronik, urutan
ukuran jari-jari ion: tripositif < dipositif
<unipositif.
Untuk anion yang isoelektronik, urutan
ukuran jari-jari ion: uninegatif <dinegatif
< trinegatif
menu
Jawaban

Contoh soal
Pada setiap pasangan ion berikut,
tunjukkan mana yang lebih besar jari-
jarinya:
(a) N3- atau F- (NA N=7, F=9)
(b) Mg2+ atau Ca2+ (NA Mg=12, Ca=20)
(c) Fe2+ atau Fe3+ ? (NA Fe=26)

menu
Penyelesaian:
Pada kasus (1), ion yang bermuatan negatif banyak
selalu lebih besar ukurannya, pada kasus (2) ion yang
bernomor atom lebih besar selalu lebih besar ukurannya,
dan pada kasus (3) ion yang mempunyai muatan positif
lebih besar selalu lebih kecil ukurannya.
a. N3- dan F- adalah anion isoelektronik. Karena N3-
mempunyai 7 proton dan F- mempunyai 9 proton, maka
ion N3- > F-
b. Mg2+ dan Ca2+ keduanya golongan IIA, ion Ca2+ > Mg2+
karena elektron valensi Ca > Mg (n = 3).
c. Kedua ion ini mempunyai muatan inti yang sama, tetapi
ion Fe2+ mempunyai satu elektron lebih banyak dibanding
ion Fe3+ sehingga tolakan elektron-elektronnya lebih
besar. Jari-jari Fe2+ > Fe3+
menu
Jawaban

Latihan soal:
Pada setiap pasangan ion berikut,
tunjukkan mana yang lebih besar jari-
jarinya:
(a) Cl- atau F- (NA Cl=17, F=9)
(b) Na+ atau K+ (NA Na=11, K=19)
(c) Li+ atau H- ? (NA Li=3, H=1)

menu
Jawab:
Jari-jari:
(a) Cl- lebih besar daripada F-,
(b) K+ lebih besar daripada Na+
(c) H- lebih besar daripada Li+, karena jumlah
elektron sama yakni 2, namun muatan inti
Li+ lebih besar daripada H-

menu
d. Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang


diperlukan untuk melepas sebuah elektron
terluar dari suatu atom dalam wujud gas pada
tingkat dasar.
Li(g) Li+(g) + e
Bila elektron dilepas dari atom netral, tolakan
elektron-elektron sisa (lainnya) berkurang.
Karena muatan intinya tetap, maka
diperlukan energi tambahan untuk melepas
elektron lainya dari ion yang bermuatan
positip.
Urutan besar energi ionisasi: I1 < I2 < I3

menu
Dalam satu golongan, energi ionisasi
berkurang dari atas ke bawah sesuai
dengan bertambahnya nomor atom.

Dalam satu periode, energi ionisasi


pada umumnya bertambah dari kiri ke
kanan, karena pada golongan IIIA
lebih rendah daripada IIA dan
golongan VIA lebih rendah daripada
VA.

menu
Variasi energi ionisasi pertama sesuai
nomor atomnya.

menu
Jawaban

Contoh Soal

Atom manakah dalam golongan VIA


berikut yang mempunyai energi
ionisasi terkecil:
oksigen ataukah belerang?

menu
Penyelesaian

Oksigen dan belerang termasuk golongan VIA.


Keduanya mempunya konfigurasi elektron
valensi sama (ns2np4), tetapi elektron 3p pada
belerang berada jauh dari inti dan kurang
ditarik oleh inti daripada elektron 2p pada
oksigen.
Jadi mengikuti aturan umum, bahwa energi
ionisasi berkurang dari atas ke bawah dalam
satu golongan, dapat diprediksi bahwa
belerang mempunyai energi ionisasi lebih kecil.

menu
Jawaban

Latihan soal:

Urutkan energi ionisasi dari yang


terkecil dari unsur-unsur berikut:
8O, 9F, dan 16S !

menu
Jawab:
8 O : 1s2 2s2 2p4

9 F : 1s2 2s2 2p5

16 S: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

letak dalam SPU VIA VIIA


2 O F
3 S
Jadi urutan energi ionisasinya adalah:
S<O<F

menu
e. Afinitas Elektron
Afinitas elektron, yaitu energi yang
dilepaskan bila suatu atom unsur dalam
keadaan gas menerima sebuah elektron.
Cl (g) + e Cl- (g)
Dalam satu periode dari kiri ke kanan
kecenderungan unsur-unsur untuk
menerima elektron semakin besar (harga
afinitas elektron lebih positip).
Dalam satu golongan, harga afinitas
elektron sedikit bervariasi.
menu
Perhatian!
Secara eksperimen, besarnya afinitas elektron
ditentukan oleh lepasnya elektron tambahan dari
anion. Tidak seperti pada energi ionisasi, besarnya
afinitas elektron sulit diukur karena anion dari
beberapa unsur sifatnya tidak stabil .
Seperti telah kita ketahui bahwa energi ionisasi
positip berarti energi harus diberikan untuk melepas
sebuah elektron. Di pihak lain, afinitas elektron
positip, artinya energi dilepaskan bila sebuah
elektron ditambahkan pada suatu atom. Penjelasan
terhadap paradoks ini mari kita perhatikan proses
bila atom fluor menerima sebuah elektron dalam
keadaan gas.
F(g) + e- F-(g) H = -328 kJ/mol

menu
Tanda pada H menunjukkan bahwa proses
berlangsung eksoterm, tetapi afinitas elektron
fluor ditandai sebuah nilai +328 kJ/mol. Jadi
dapat kita pikirkan bahwa afinitas elektron
sebagai energi yang harus diberikan untuk
melepas sebuah elektron dari ion negatif.
Untuk melepas sebuah elektron dari ion fluorida
adalah
F-(g) F(g)+ e- H = 328 kJ/mol
Perlu diingat bahwa besarnya afinitas elektron
positip berarti ion negatif tersebut sangat stabil
(yaitu atom sangat cenderung menerima sebuah
elektron), demikian pula suatu atom yang energi
ionisasinya besar adalah atom yang sangat stabil.

menu
Data afinitas elektron beberapa unsur!
He
H Be B
Tabel 4.4 Afinitas Elektron
C Unsur Utama
N dan Gas Mulia
O (dalam kJ/mol)
F <0
Beberapa
73 =0 27 122 0 141 328 Ne
Li Mg Al Si P S Cl <0
60 =0 44 134 72 200 319 Ar
Na Ca Ga Ge As Se Br <0
53 2,4 29 118 77 195 325 Kr
K Sr In Sn Sb Te I <0
48 4,7 29 121 131 190 295 Xe
Rb Ba Tl Pb Bi Po At <0
47 14 30 110 110 ? ? Rn
Cs <0
45

menu
Plot afinitas elektron vs nomor atom 56
unsur pertama

menu
Jawaban

Contoh Soal

Mengapa afinitas elektron logam alkali


tanah yang ditunjukkan pada Tabel di
atas bernilai negatif?

menu
Penyelesaian

Konfigurasi elektron alkali tanah adalah ns2,


untuk proses
M(g) + e- M-(g)
Dengan M adalah unsur golongan IIA,
elektron ekstra harus masuk ke dalam
subkulit np yang efektif disaring oleh 2
elektron ns (elektron np berada jauh dari inti
dibanding elektron ns) dan elektron dalam.
Akibatnya, logam alkali tanah
kecenderungannya kecil untuk menerima
elektron ekstra.
menu
f. Elektronegativitas

Salah satu cara untuk memurnikan garam dapur


adalah dengan cara melarutkan garam brosok
dalam air kemudian menyaringnya. Filtratnya
kemudian dialiri gas HCl. Gas HCl ini mudah larut
dalam air. Setelah konsentrasi Cl- dikalikan
konsentrasi Na+ melebihi harga Ksp nya, maka
akan terjadi endapan NaCl yang murni.
HCl mudah larut dalam air karena merupakan
senyawa kovalen polar. Kepolaran ini disebabkan
unsur Cl memiliki harga elektronegativitas yang
lebih besar daripada unsur H sehingga dalam
ikatannya elektron lebih banyak tertarik ke arah
unsur Cl.
menu
Besarnya elektonegativitas suatu unsur
menunjukkan kemampuan suatu atom
untuk bersaing mendapatkan elektron,
dengan atom lain yang berikatan.
Nilai elektronegativitas yang diusulkan
Linus Pauling adalah berkisar 0,7 hingga
4,0
Dalam satu periode unsur-unsur halogen
menempati harga tertinggi sedang logam
alkali yang terendah.
menu
Harga Kelelektronegatifan Beberapa Unsur Utama

menu
Daftar Pustaka
1. Sugiharto, Bambang, dkk. 2009. Kimia
Dasar I. Surabaya: Universitas Negeri
Surabaya Press.
2. S, Syukri. 1999. Kimia Dasar I. Bandung:
ITB.
3. Lee, J. D. 1997. Advanced Inorganic
Chemistry.New Jersey: Allyn Bacon.
4. http://www.wikipedia.org/wiki/emas.

menu
Soal Latihan

1. Apakah kontribusi Mosely terhadap Tabel


Sistem Periodik Modern?
2. Apakah hubungan yang paling diantara
unsur-unsur dalam golongan yang sama?
3. Bandingkan sifat fisik dan sifat kimia dari
unsur-unsur logam dan non-logam.
4. Uraikan secara umum layout dari Tabel
Sistem Periodik Modern.
5. Buatlah sketsa secara kasar Tabel Sistem
Periodik, kemudian tunjukkan letak logam,
non-logam, dan metalloid.

menu
6. Apakah unsur-unsur representatif itu? Berikan nama
dan simbol empat unsur tersebut.
7. Unsur hidrogen dalam Tabel Sistem Periodik dapat
dikelompokkan ke dalam unsur-unsur golongan IA dan
dapat juga dalam golongan VIIA. Berikan penjelasan.
8. Tanggapilah pernyataan berikut:Atom unsur X adalah
isoelektronik dengan unsur Y?
9. Tuliskan konfigurasi elektron: a) N3-, Br-, S2- b)
Sc3+,Ti4+, V5+ c) Fe2+, Fe3+, Cu+, Cu2+
10. Manakah spesi berikut ini yang isoelektronik: C, Cl-,
B-, Mn2+, Ar, Zn, Fe3+, Ge2+?

menu
11. Manakah spesi berikut ini yang
isoelektronik: F-, Be2+, Fe2+, Ar, He, Co3+,
Ne3-, S2-?
12. Apakah jari-jari atom? Apakah makna dari
ukuran atom?
13. Bagaimanakah perubahan jari-jari atom dari
kiri ke kanan dalam satu periode dan dari
atas ke bawah dalam satu golongan?
14. Manakah yang lebih mudah membentuk
oksida asam, oksida basa, dan oksida
amphoter?

menu
15. Mengapa Anda bisa memprediksi sifat-sifat
kimia berdasarkan konfigurasi elektronnya?
Gunakan logam alkali dan alkali tanah untuk
menjawab penjelasan Anda.
16. Atas dasar sifat logam alkali yang Anda
ketahui, prediksikan beberapa sifat kimia
unsur fransium.
17. Jelaskan mengapa dalam periode yang sama,
unsur-unsur alkali mempunyai elektro
negativitas yang rendah, sedang unsur-unsur
halogen yang tertinggi?

menu