Anda di halaman 1dari 20

GENITALIA EKSTERNA FEMININA

DEPT ANATOMI
FK UNIMAL
Organa genitalia externa feminina
Mons pubis
Labia majora
Labia minora
Clitoris
Bulbus vestibuli
Glandula vestibulum
IV.Genitalia Externa

1. Labia majora
merupakan 2 lipatan kulit longitudinal yang berjalan kebawah dan ke
belakang dari mons pubis dan bergabung dianterior oleh commisura
labiale anterior
Permukaan luar ditutupi kulit berpigmen dan sesudah pubertas diliputi
rambut
Berisi bagian terminal dari ligamentum teres uteri
2. Labia minora
berambut sedikit , tidak berlemak
terbagi menjadi bagian atas , diatas clitoris dan bersatu membentuk
preputium clitoridis dan bagian bawah yang bersatu dibawah clitoris
membentuk frenulum clitoridis
3.Vestibulum vaginae
celah antara labia minora
mempunyai lubang untuk urethra , vagina dan saluran untuk
kel.Bartholin didasarnya
4.Clitoris
mengandung jaringan erektil yang akan membesar bila terisi darah
dan tidak ditembus oleh urethra
mengandung dua crura , corpora cavernosa dan kelenjar tapi tanpa
corpus spongiosum.
Kelenjar clitoris berasal dari corpora cavernosa diliputi epithel yang
sensitif
5.Bulbus vestibuli
merupakan sepasang massa jaringan erektil pd tiap sisi orificium vaginae
ditutupi m.bulbospongisosus dan berhub dgn permukaan clitoris
V.Persarafan Regio Perineum
A.N.Pudendus
berjalan melalui foramen ischiadicum majus antara m.pyriformis dan
m.coccygeus
menyilang spina ischiadica dan memasuki perineum dengan a.pudenda
interna melalui foramen iaschidaicum minus
memasuki canalis pudendus , memberi cabang n.rectalis inferior dan
n.perinei dan berakhir sebagai n.dorsalis clitoridis
1.N.rectalis inferior
muncul didalam canalis pudendus , terbagi menjadi beberapa cabang ,
menyilang fossa ischiorectalis dan mempersarafi m.sphincter ani
extenus dan kulit sekitar anus
berhubungan didalam fossa ischiorectalis dengan cabang perineal dari
n.cutaneus femoris posterior , mengurus labium majus
2.N.Perineus
muncul didalam canalis pudendus dan terbagi menjadi ramus profundus yang
mengurus semua otot perineum , dan ramus
superficialis ( ramus labialis posterior ) yang mengurus labia majora.

3.N.Dorsalis clitoridis
menembus membrana perinealis, berjalan diantara dua lapis
ligamentum suspensorium clitoridis,dan berjalan didalam fascia
profunda dari dorsum clitoris untuk mengurus kulit , prepucium dan
kelenjar clitoris.
VI.Vaskularisasi Regio Perineum
A.A.pudenda interna
dipercabangan dari a.iliaca interna
meninggalkan pelvis melalui foramen ischiadicum majus diantara
m.pyriformis dan m.coccygeus dan segera memasuki perineum
melalui foramen ischiadicum minus dengan mengelilingi spina ischiadica
berjalan bersama n.pudendus pada waktu dipercabangkan
berjalan sepanjang dinding lateral fossa ischiorectalis didalam canalis
pudendus.
Memberi cabang :
1.A.rectalis inferior
keluar didalam canalis pudendus , menembus dinding canalis pudendus
dan bercabang-cabang , menyilang fossa ischiorectalis untuk mengurus
otot2 dan kulit sekitar canalis analis
2.A.perinealis
mengurus otot2 perineum dan memberi rami perineus transversus
rami labiales posteriores
3.A.bulbus
berjalan didalam spatium perinei profundus , menembus membrana
perinealis dan mengurus bulbus vestibuli dan kelenjar vestibularis major.
4.A.profunda clitoridis
merupakan cabang terminal a.pudenda interna
menembus membrana perinalis berjalan didalam pusat corpus
cavernosum clitoris dan mengurus jaringan erektil.
5.A.dorsalis clitoridis
menembus membrana perinealis dan melalui ligamentum suspensorium
clitoris.Berjalan dibelakang tiap sisi v.dorsalis profunda dan fascia
profunda ( Fascia Buck ) dan superficial dr tunica albuginea utk
mengurus glans dan preputium clitoris.
B.A.pudenda externa
dipercabangkan dari a.femoralis menembus hiatus saphenus ,
berjalan medial diatas ligamentum teres uteri untuk mengurus
kulit diatas pubis dan labium majus.
C.Kelenjar dan saluran lymphe
1. Aliran lymphe perineum
melalui kel.inguinalis superficialis , yang menerima lymphe dari bagian

dinding abdomen , labium majus , bagian bawah vagina dan canalis

analis.Kelenjar ini mempunyai saluran efferen yang mengalirkan

lymphe kedalan nodus ilacus externus .

2.Aliran lymphe pelvis


mengikuti a/v iliaca interna ke kel.iliaca interna

a.Nodus iliacus internus menerima lymphe dari bagian atas rectum dan

vagina dan organ pelvis lainnya dan mengalirkan lymphe kedalam nodus

liaca communis dan ke nodus aorticus ( lumbalis ) .

b.Lymphe dari ovarium mengalir sepanjang pembuluh gonad langsung keda-

lam nodus aorticus.


D.Vagina
meluas antara vestibulum dengan cervix uteri
terletak pada ujung bawah jalan lahir
untuk saluran excresi darah menstruasi
mempunyai fornix aterior dan posterior.
terbuka kearah vestibulum dimana sebagian tertutup oleh hymen
difiksasi oleh : m.levator ani , lig.transversus cervicalis , lig.pubocervicalis,
lig.sacrocervicalis ( bag.atas ) , diaphagma U.G ( bgn medial)
dan corpus perinealis ( bgn bawah )
vaskularisasi oleh cabang vaginal dari a.uterina dan a.ilaca interna
aliran lymphe kedua arah : lymphe dr bgn atas ke kel.iliaca interna
bgn bawah ke kel.inguinalis superficialis
persarafan oleh plexus uterovagianalis utk bgn atas
oleh r.perineus prof dr n.pudendus utk bgn bawah
terbuka kearah vestibulum dimana sebagian
tertutup oleh hymen.Setelah coitus, hymen
robek,sisanya disebut
carunculae hymenalis.
Macam macam hymen :
1. Hymen annulare ( circulare ) :
bentuk lobangnya bulat.
2. Hymen cribriformis ( fenestrated ) :
memp.banyak lobang-lobang kecil
3. Hymen bifenestratus : memp. 2 bh lobang
berdampingan dengan septum pemisah yg
lebar diantaranya.
4. Hymen denticulare : pinggiran lobang nya
bentuk nya bergerigi
5. Hymen falciforme : bentuk lobangnya spt
bulan sabit ( Sickle shaped )
6. Hymen infundibuliformis : lobangnya
terletak disentral yg melebar ke sisi .
7. Hymen lunare : bentuk lobang spt bulan
8. Hymen septus ( septate ) : kedua lobang nya terpisah
oleh septum yg tipis.
9. Hymen subseptus : septum yg terbentuk
tidak lengkap dan berasal dari satu sisi.
10. Hymen inperforata : hymen tidak memp.lobang shg
waktu mens, darah tidak bisa keluar dan menimbulkan :
a. hematocolpos : darah terkumpul dalam
vagina.
b. hematometra : darah dlm uterus
c. hematosalphinx : darah dlm lumen tuba