Anda di halaman 1dari 32

Seksi P2PTM & Keswa

Bidang P2P Dinkes Kab Kuningan


KONSEP POSBINDU PTM
PENGERTIAN
Merupakan wujud peran serta masyarakat
dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan
tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara
mandiri dan berkesinambungan (UKBM)
TUJUAN KEGIATAN
Meningkatkan kewaspadaan dini masy terhadap
faktor risiko PTM
Strategi Pengendalian PTM

Masyarakat diberikan
fasilitas dan bimbingan POSBINDU
untuk mengendalikan
faktor risiko PTM :
Dibekali pengetahuan dan keterampilan
deteksi dini, pematauan faktor risiko PTM PANDU
dan tindak lanjutnya
KONSEP POSBINDU PTM
SASARAN KEGIATAN
Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan
penyandang PTM berusia 15 th ke atas

WADAH KEGIATAN
Dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal dalam wadah
desa/kelurahan a/ fasilitas publik lainnya seperti sekolah/PT, tempat
kerja, tempat ibadah, pasar, terminal dl sbgnya.

PELAKU KEGIATAN
Kader , anggota dari kelompok/organisasi/lembaga/tempat kerja yg
Dilatih secara khusus/ dibina dan difasilitasi u/ melakukan
pemantauan faktor risiko PTM
Dibina o/ Puskesmas
KLASIFIKASI Posbindu PTM
Klasifikasi Posbindu Sarana/peralatan Media KIE& penunjang

Jenis Byknya Jenis Byknya


Posbindu PTM Dasar Alat Ukur Lingkar Perut 1 buah Lembar Balik 1 buah
Alat Ukut TB 1 buah Leaflet/brosur 1 buah
Timbangan BB 1 buah Buku Panduan 1 buah
Tensimeter Digital 1 buah Buku Pencatatan 1 buah

Posbindu PTM Utama Peralatan Posbindu 1 paket Formulir Rujukan 1. set


PTM Dasar
Alat ukur Gula Darah, 1 Set Buku Monitoring FR Sesuai
Kolesterol Total & masing2 PTM kebutuhan
Trigliserida

Peakflometer 1 paket Kursi dan meja Sesuai


kebutuhan
Tes Amfetamin Urine 1 paket
Alat ukur kadar Alkohol 1 paket
Meja Gynaekologi 1 set
TAHAPAN LAYANAN POSBINDU
Tahapan Tahapan Tahapan Tahapan Tahapan
layanan 1 Layanan 2 Layanan 3 Layanan 4 Layanan 5
Registrasi : Wawancara o/ Pengukuran : Pemeriksaan : Identifikasi FR
pemberian no petugas TB,BB, TD PTM dan
urut/kode yg Pelaksana IMT ( BB/ TB x (kdr/ptgs/nakes) Konseling dan
sama serta Posbindu PTM, TB(m)2 ): ,18,5 GD,Kolesterol tindak lanjut
pencatatan hasil u/ menulusuri Kurus, 18,5-24,9 Tot, Trigliserida, lainnya
pengisian buku informasi FR Normal, 25-29,9 APE ,dll o/ nakes
pemantauan FR perilaku/riwayat Overwaeght, 30> Deteksi Dini Ca
PTM ke buku PTM pd keluarga, Obesitas CX & Mamae
Pencatatan o/ misal kebiasaan melalui : IVA tes
Petugas merokok/makan Lingkar Perut & Sadanis
Pelaksanan makanan tinggi L < 90 cm
Posbindu PTM lemak/ makan P < 80 cm
dan minum
manis dsb yg
berkaitan dg
terjadinya PTM
5 Meja Posbindu PTM

PENDAFTARAN PEMERIKSAAN

WAWANCARA
KONSELING

PENGUKURAN
PENGUKURAN
NILAI INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
No IMT Klasifikasi

1 <18,5 Kurus

2 18,522,9 Normal

3 23,024,9 BB Lebih

4 25,027,0 Obesitas 1

5 >27,0 Obesitas 2

The Asia Pasific Perspective, WHO 2000


NILAI UKURAN LINGKAR PERUT
JENIS KELAMIN LINGKAR PERUT KLASIFIKASI
< 90 cm Normal
Laki-laki
> 90 cm Berisiko
< 80 cm Normal
Perempuan
> 80cm Berisiko
The Asia Pasific Perspective, WHO 2000
pemeriksaan
http://www.autismsocietyoftheheartland.org/wp-
content/uploads/hypertension.gif
Hipertensi atau tekanan darah tinggi
adalah suatu keadaan dimana tekanan
darah sistolik 140 mmHg dan/atau
tekanan darah diastolik 90 mmHg (Joint
National
KlasifikasiCommitte
Sistolik on Prevention
Diastolik
Detection, Evaluation,
(mmHg)and Treatment
(mmHg)of
High Pressure VII/ JNC-VII,
Normal <120 2003).
da <80
n
Prehipertensi 120-139 at 80-89
au
Hipertensi 140-159 at 90-99
derajat 1 au
Hipertensi 160 at 100
derajat 2 au
NILAI KADAR LIPID
DARAH

Kriteria Normal
Kolesterol Total <190 mg/dL
HDL L 40; P 45 mg/dL
Trigliserida <150 mg/dL
LDL <115 mg/dL
Rasio (Kol/HDL) <5

9/13/2017 13
NILAI KADAR GULA DARAH
Normal IFG or IGT Diabetes
( mg/dL ) ( pre-diabetes ) ( mg/dL )
mg/dL
GD puasa < 100 100 - < 126 126
2 jam post puasa < 140 140 - < 200 200
GD sewaktu 200
IFG : Impaired Fasting Glucose = gula darah puasa terganggu (GDPT)
IGT : Impaired Glucose Tolerance = toleransi glukosa terganggu (TGT)

American Diabetes Association: Position statement. Screening for type 2 diabetes. Diabetes
Care 2007

9/13/2017 14
KRITERIA PENGENDALIAN FR-PTM

Faktor Risiko Baik Buruk


Gula Darah Puasa < 126 126
Glukosa Darah 2 jam < 200 200
Glukosa Darah sewaktu < 200 200
Kolesterol Darah Total < 200 201500
Trigeliserida < 150 150
Tekanan Darah < 140/90 140/90
Indeks Masa Tumbuh (IMT) < 25 25
Lingkar Perut L < 90 cm L > 90 cm
P < 80 cm P > 80 cm
Arus Pusncak Ekspirasi (APE) Nilai APE Nilai prediksi Nilai APE nilai prediksi
normal normal
Frekuensi & jangka waktu Pemantauan FR-PTM
Faktor Risiko Org Sehat Faktor Risiko Penderita PTM
Glukosa darah puasa 3 th/ x 1 th/ x 1 bl/ x
Glukosa darah 2 jam 3 th/ x 1 th/ x 1 bl/ x
Glukosa darah sewaktu 3 th/ x 1 th/ x 1 bl/ x
Kolesterol darah total 5 th/ x 6 bl/ x 3 bl/ x
Trigliserida 5 th/ x 6 bl/ x 3 bl/ x
Tekanan Darah 1 bl/ x 1 bl/ x 1 bl/ x
IMT 1 bl/ x 1 bl/ x 1 bl/ x
Lingkar Perut 1 bl/ x 1 bl/ x 1 bl/ x
APE 1 th/ x 3 bl/ x 1 bl/ x
Cedera & KDRT 6 bl/ x 3 bl/ x 3 bl/ x
IVA & CBE 1 th/ x - -
Kadar Alkohol dlm darah & Amfenamin 1 th/ x 6 bl/ x 1 bl/ x
Urine
Cakupan Kegiatan Posbindu

Cakupan Posbindu

Penduduk 15 th yg diperiksa FR-PTM di 1 Posbindu PTM


______________________________________________________ x 100 %
Penduduk berusia 15 th

Cakupan Kegiatan Posbindu PTM di tk Puskesmas/Kabupaten/Kota/Provinsi & Nasional

Penduduk berusia 15 th yg melakukan pemeriksaan FR-PTM di suatu wilayah


(Puskesmas/Kab/Kota, Provinsi/Nasional)
__________________________________________________________________ x 100%
Penduduk berusia 15 th di wilayah yg sama

Proporsi FR PTM

Positif FR-PTM
_____________________________________________________x 100%
Peserta yg melakukan pemeriksaan pada Posbindu PTM
berbasis pelayanan yaitu

PANDU PTM
PELAYANAN TERPADU PTM
DI FKTP (PANDU PTM)

Masih terbatasnya FKTP yang mampu


menjalankan peran sebagai gate keeper PTM
Masih tingginya missing opportunity karena
tidak terdeteksinya faktor risiko PTM di FKTP
Hampir semua dokter di FKTP merujuk kasus PTM
tidak sesuai standar ke FKRTL (data BPJS)

PEN WHO

Tatalaksana Terintegrasi Hipertensi dan


Diabetes melalui pendekatan Faktor Risiko
Prediksi berisiko penyakit jantung dan stroke
dengan Charta WHO PEN
Pelayanan Upaya Berhenti Merokok
19
KONSEP DASAR PANDU PTM DI FKTP
Pengertian
Pandu PTM di FKTP adalah penyelenggaraan pencegahan dan
pengendalian PTM yang dilaksanakan secara komprehensif dan
terintegrasi melalui Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Tujuan
Pencegahan dan pengendalian PTM yang mengutamakan aspek
promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan
rehabilitatif serta paliatif untuk menurunkan angka kesakitan,
kecacatan, dan kematian.
Sasaran
Sasaran Pandu PTM di FKTP meliputi individu dan/atau kelompok
masyarakat baik yang berisiko PTM maupun yang tidak berisiko.
RUANG LINGKUP PANDU PTM
DI FKTP
1. Promosi Kesehatan
2. Deteksi Dini Faktor Risiko PTM
3. Peningkatan Peran Serta Masyarakat
4. Penemuan Kasus PTM
5. Penanganan Kasus PTM
6. Pencatatan dan Pelaporan PTM
7. Surveilans Terpadu PTM
8. Pemantauan dan Penilaian Kegiatan
Kunjungan Pertama
Riwayat PTM pada Keluarga Riwayat PTM pada Diri Sendiri
Diabetes Melitus (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Diabetes Melitus (Ya / Tidak / Tidak Tahu)
Hipertensi (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Hipertensi (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Penyakit Jantung (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Penyakit Jantung (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Stroke (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Stroke (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Asma (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Asma (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Kanker (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Kanker (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Kolesterol Tinggi (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Kolesterol Tinggi (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

PPOK (Ya / Tidak / Tidak Tahu) PPOK (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Thalasemia (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Thalasemia (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

Lupus (Ya / Tidak / Tidak Tahu) Lupus (Ya / Tidak / Tidak Tahu)

*) Coret yang tidak perlu


KEWAJIBAN
PEMERINTAH DAERAH
(UU 23/2014)
TINDAK LANJUT UU 23/2014

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI 18/2016 :


PERINTAH PELAKSANAAN SPM PEMDA WAJIB
MENYEDIAKAN ANGGARAN DAERAH
KEMENKES AKAN MENGELUARKAN JUKNIS
PELAKSANAAN SPM BIDANG KESEHATAN
(PERMENKES) DAN SURAT EDARAN
TANGGUNG JAWAB PEMDA UNTUK
MEWUJUDKAN INDONESIA SEHAT

MENGIMPLEMENTASIKAN SPM
MENETAPKAN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN PERDA
KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DAN ASI EKSLUSIF
MENYEDIAKAN SARANA DAN PRASARANA UNTUK
AKTIVITAS FISIK MASYARAKAT
MENJAMIN KETERSEDIAAN, DISTRIBUSI, DAN
KETERJANGKAUAN PANGAN TERMASUK BUAH , SAYUR,
DAN PROTEIN
TANGGUNG JAWAB PEMDA UNTUK
MEWUJUDKAN INDONESIA SEHAT

MELAKSANAKAN DETEKSI DINI DI KOMUNITAS


YANG DILAKSANAKAN OLEH MASYARAKAT ITU
SENDIRI (MELALUI UKBM SEPERTI : POSBINDU,
POSYANDU, POSKESDES, DLL)
PEMENUHAN KEBUTUHAN SARANA DAN
PRASARANA PELAYANAN KESEHATAN TERMASUK
KETENAGAAN
JAMINAN KESEHATAN NASIONAL MENUJU
UNIVERSAL HEALTH COVERAGE
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
(PERMENKES 43 TAHUN 2016)

1. Setiap WNI usia 15-59 th mendapatkan skrining kesehatan sesuai


standar
2. Setiap WNI usia 60 th keatas mendapatkan skrining kesehatan sesuai
standar
3. Setiap penderita hipertensi mendapatkan Pelayanan kesehatan sesuai
standar
4. Setiap penyandang Diabetes Melitus mendapatkan Pelayanan
kesehatan sesuai standar

Implementasi melalui total coverage melalui posbindu PTM, Puskesmas atau layanan
kesehatan lainnya
INDIKATOR PROGRAM P2PTM
DALAM RENSTRA KEMENKES 2015 2019

No IKK 2015 2016 2017 2018 2019

1 Persentase Puskesmas yang melaksanakan


10% 20% 30% 40% 50%
pengendalian PTM terpadu
2 Persentase desa / kelurahan yang
10% 20% 30 % 40% 50 %
melaksanakan kegiatan Posbindu PTM
3 Persentase perempuan usia 30- 50 tahun yang
10% 20% 30% 40% 50%
dideteksi dini kanker serviks dan payudara
4 Persentase Kab/Kota yang melaksanakan
Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), 10% 20% 30% 40% 50%
minimal 50% sekolah
5 % Puskesmas yang melaksanakan rujukan
katarak - 5% 10% 20% 30%
INDIKATOR PROGRAM P2PTM
DALAM RPJMN 2015 2019

TARGET
NO URAIAN IKU
2014
Baseline
2015 2016 2017 2018 2019

Prevalensi tekanan darah


1 25,8% 25,28% 24,77% 24,28% 23,79% 23,38%
tinggi

Mempertahankan
2 15,4% 15,4% 15,4% 15,4% 15,4% 15,4%
prevalensi obesitas

Prevalensi merokok pada


3 7,2 % 6,9 % 6,4% 5,9% 5,6% 5,4%
penduduk usia 18 tahun
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK
MENULAR
KURANG BUAH/SAYUR
97.9%
KURANG AKTIFITAS
FISIK 25,4%
KONSUMSI TINGGI
FAKTOR GULA 50.1%
RISIKO
YANG MEROKOK USIA > 10
HARUS TAHUN 32.7%
DIKENDALI
KAN OBESITAS 15.2%

OBESITAS SENTRAL 26.4%


http://2.bp.blogspot.com/_qm2wT0vqcX8/S_CSBgEFmPI/AAAAAAAAACE/ffpvQFaM3hY/s1600/global-

Anda mungkin juga menyukai