Anda di halaman 1dari 20

KEJADIAN MIGAS

1.TEORI ORGANIK
2.TEORI ANORGANIK
3.TEORI KOMBINASI
1. TEORI ORGANIK
Migas berasal dari material-material
organik berukuran mikro dan makro yg
terendapkan dalam cekungan
sedimenter dan terkubur dalam bentuk
ooze dan lumpur pada dasar cekungan.
Material tersebut berasal dari
kehidupan darat dan kehidupan laut.
Pada saat organisme mati tubuhnya
akan dihancurkan oleh bakteri. Proses
pembusukan akan berjalan sempurna
jika jumlah oksigen melimpah.
1. TEORI ORGANIK
Bila material-material organik
tersebut ditutupi oleh lumpur maka
akan terbentuk kondisi reduksi dan
proses dekomposisi oleh bakteri
aerob akan terhenti. Pada kondisi
tersebut bakteri anaerob yang bisa
hidup dengan cara memanfaatkan
oksigen dari sulfat yang terlarut
dalam air, yang lebih berperan.
1. TEORI ORGANIK
Namun, aktivitas bakteri tersebut tidak
terlihat pada kedalaman 10 15 meter
di bawah dasar cekungan. Hal itu
terjadi mungkin karena semua material
yang dapat terdekomposisi telah
dikonsumsi oleh bakteri. Sebagai
akibatnya akan tersisa material organik
tak larut, yang disebut kerogen yang
terawetkan dalam serpih. Karena
pengaruh dari berbagai faktor
geokimia akan mematangkan kerogen
menjadi hidrokarbon.
Present-Day Petroleum System

GEOGRAPHIC EXTENT OF PETROLEUM SYSTEM

A Trap
Present-Day
Trap Trap A

STRATIGRAPHIC
EXTENT OF
PETROLEUM SYSTEM

Overburden
Seal
Petroleum accumulation Reservoir
Top of oil window
Source
Bottom of oil window
Underburden

Magoon and Dow, 1994


Schematic Representation of the Mechanism
of Petroleum Generation and Destruction
Progressive Burial and Heating

Organic Debris
Diagenesis

Oil Reservoir

Kerogen Initial Bitumen


Catagenesis Thermal Degradation
Migration
Oil and Gas

Cracking
Methane
Metagenesis
Carbon

(modified from Tissot and Welte, 1984)


Selley 1998
The Origin of Petroleum

Organic-rich Thermally Matured


Source Rock Organic Matter Oil
Faktor-faktor yang mempengaruhi :

1. Suhu
- dipengaruhi oleh gradien geotermal karena adanya
heat flow ( 1,5F/100 ft)
- minyak bumi dapat terbentuk dengan baik pada
suhu antara 50C - 200C pada kedalaman 5000
20.000 ft (oil window).

Dengan pertambahan kedalaman dan suhu akan ter -


bentuk gas. Di atas suhu 500F (260C) material organik
terkarbonasikan dan terhancurkan sebagaimana
material organik asal. Di bawah suhu 50C dan pada
kedalaman < 5000 ft hidrokarbon tidak akan terbentuk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :

b. Tekanan
- disebabkan oleh pengaruh berat dari beban sedimen
(overburden).
- fungsi kedalaman tekanan bertambah 1
pound/inch per ft kedalaman.

c. Bakteri
- bakteri anaerob yang hidup dalam lingkungan non -
oksidasi berpengaruh dalam proses penghancuran
material asal menjadi senyawa hidrokarbon.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :

d. Waktu
- waktu mempengaruhi reaksi.
Minyak mulai matang pada suhu 85C
dalam waktu 10 juta tahun dan pada
suhu 40C dalam waktu 400 juta tahun.
Bukti-bukti yang memperkuat
Teori Organik

- Migas mengandung beberapa senyawa yang hanya


berasal dari bahan- bahan organik seperti :
Porfirin yang berhubungan dengan hemin dan
khlorofil.
Senyawa yang secara optis aktiv (dapat memutar
bidang sinar terpolarisasi).
Mempunyai struktur yang berhubungan kolesterol,
karoten dan terpene.
Senyawa-senyawa yang didominasi senyawa dengan
struktur rantai parafin bernomor gasal.
- Ditemukannya bahan organik dalam jumlah besar dan
tersebar luas pada batuan sedimen.
- Sebagian besar migas ditemukan dlm batuan sedimen.
SUMBER HIDROKARBON
Material organik penyusun hidrokarbon terutama
mengandung karbohidrat, protein, lemak dan lignin.
Lemak mempunyai komposisi yang paling mirip dengan
minyak. Kehidupan yang banyak mengandung lemak
antara lain :

-----------------------------------------------------------------------------------------------
JENIS % BERAT
KEHIDUPAN Protein Karbohidrat Lignin Lemak
----------------------------------------------------------------------------------------------
Tumbuhan
Kayu cemara 1 68 29 4
Daun ek 5 44 32 4
Jarum cemara 7 41 15 24
Fitoplankton 15 66 - 11
Diatoma 29 63 - 8
Spora 8 42 - 50
Kerogen Types
Type 1 Type 2 Type 3
SUMBER HIDROKARBON
-----------------------------------------------------------------------------------------------
JENIS % BERAT
KEHIDUPAN Protein Karbohidrat Lignin Lemak
----------------------------------------------------------------------------------------------
Hewan

Zooplankton 53 5 - 15
Copepoda 65 22 - 8
Invertebrata 70 20 - 10
derajat tinggi
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Perbedaan komposisi kimia
zat organik dan migas
---------------------------------------------------------------------------------------------
Unsur Zat Organik Migas Bumi
--------------------------------------------------------------------------------------------
C 52 - 72% 83 - 87%
H 7 - 10% 11 - 15%
O 15 - 35% 0 - 4%
N 4 - 6% 0 - 24%
S - 0 - 4%
---------------------------------------------------------------------------------------------
2. TEORI ANORGANIK
Migas bumi berasal dari bahan anorganik yang
terbentuk melalui proses reaksi kimia tanpa
bantuan organisme.

a. Teori Abyssal (Russell, 1951)


Di bagian terdalam dari bumi kemungkinan
ditemukan hidrokarbon dalam jumlah besar.
Teori ini didasarkan pada data terdapatnya
hidrokarbon di dalam pecahan inti meteorit
dan ditemukannya methana dalam atmosfer
planet-planet besar.
2. TEORI ANORGANIK
b. Teori Reaksi Karbit (Mendeleyev, 1877)
Migas terbentuk dari hasil reaksi karbida besi
(FeC2) dalam kerak bumi dengan H2O pada suhu
dan tekanan tinggi.

c. Teori Logam Alkali (Berthelot, 1866)


Migas terbentuk dari hasil reaksi antara logam
alkali dlm keadaan bebas di kerak bumi dg CO2
pada suhu tinggi.

d. Teori Emanasi Vulkanik (Van Humbold, 1805)


Pembentukan migas berhubungan dengan aktivitas
Vulkanik.
3. TEORI KOMBINASI
(DUPLEX ORIGIN)
Dikemukakan oleh Robert Robinson
Migas berasal dari campuran unsur-unsur
organik dan anorganik (hidrogen vulkanik
hasil reduksi dari hematit dan uap panas).