Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

LARINGITIS AKUT
IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn IR
Umur : 30 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Kelurahan Tebat Kasai, RT 2 RW
1, Tebat Karai, Kepahiang
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Status Pernikahan: Sudah Menikah
Suku : Bengkulu
Bangsa : Indonesia
No Rekam Medis : 750732
MRS : Rabu, 23 Agustus 2017
ANAMNESIS

Autoanamnesis pada tanggal Sabtu, 26 Agustus


2017 di Bangsal Teratai RS M. Yunus

Keluhan Utama
Tidak bisa mengeluarkan suara sejak 1 hari
yang lalu
RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT

Sejak 1 hari yang lalu pasien mengeluhkan tidak


bisa mengeluarkan suara ketika berbicara.
Keluhan terjadi secara tiba-tiba. Pasien juga
mengeluhkan rasa tidak nyaman dan terasa
agak nyeri ketika menelan dan ketika berbicara.
Selain itu pasien juga merasakan badan terasa
meriang dan lemas. pasien juga mengeluhkan
sedikit sesak. Sesak tidak dipengaruhi posisi dan
cuaca. Pasien menyangkal penurunan berat
badan yang signifikan.
RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT

Pasien merupakan pasien konsul dari dokter


spesialis penyakit dalam. Pasien masuk RS
dengan keluhan sesak serta nyeri ulu hati. Nyeri
di bagian ulu hati sudah dirasakan sejak 2
bulan ini. Pasien sering merasakan mual,
kenyang dan nafsu makan yang menurun.
Pasien sering mengkonsumsi obat magh yang
dibeli di warung ketika keluhan muncul. Sejak 1
minggu sebelum masuk rumah sakit, keluhan
nyrei ulu hati terasa memberat, keluhan disertai
muntah 2 kali sehari dengan isi makanan,
tidak ada darah, banyaknya setengah gelas.
Pasien juga mengeluhkan sesak dan batuk
berdahak, keluhan disertai demam.
RIWAYAT PERJALAN PENYAKIT

Sesak dirasakan terus menerus, tidak


dipengaruhi cuaca dan posisi tubuh. Sejak 1
minggu yang lalu pasien merasakan batuk
berdahak disertai sesak dan demam. Pasien
mengalami batuk berdahak berwarna putih dan
demam tinggi. Pasien menyangkal adanya
keringat malam dan batuk darah. Kemudian
pasien didiagnosis sindrom dispepsia dan
bronkopneumonia oleh dokter Penyakit Dalam.
Kemudian setelah 3 hari dirawat pasien
mengeluhkan tidak bisa mengeluarkan suara
dan tidak bisa sulit menelan sehingga
dikonsulkan ke dokter spesialis THT.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit magh (+), Tuberkulosis (-), DM (-),
Asma (-), Hipertensi (-), Rinitis Alergi (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan
yang sama dengan pasien dan tidak ada anggota
keluarga yang batuk lama

Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi dan


Kebiasaan
Pasien bekerja sebagai wiraswasta. Sehari-hari
pasien bekerja di pasar sebagai pedagang. Pasien
memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus perhari
sejak remaja. Pasien juga memiliki kebiasaan
minum kopi dan minum beralkohol, jadwal makan
tidak teratur.
PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal Pemeriksaan: Sabtu (26 Agustus 2017)
a. Status Generalis:
Keadaan umum : tampak sakit sedang

Kesadaran : compos mentis


Tekanan darah : 120/70 mmHg

Nadi : 84 kali/menit, reguler, isi dan


tegangan cukup
Pernafasan : 20 kali/menit
Suhu badan : 37,2 C
Status gizi : Cukup
STATUS INTERNUS

Kepala Normocephalic, jejas (-), rambut tidak rontok dan


berwarna hitam, Konjungtiva anemis (-/-), Skelra ikterik (-
/-)
Paru Nafas vesikuler, rongkhi basah halus di paru kanan,
wheezing (-)
Jantung Bunyi Jantung I dan II regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen Datar, Supel, Nyeri tekan di epigastrium, timpani di seluruh
lapang abdomen, Bising usus (+) normal

Ekstremitas Sianosis (-), akral hangat, edema -/-, CRT < 2 detik
STATUS LOKALIS THT
Telinga
Aurikula Dextra Aurikula Sinistra
I. Telinga Luar I. Telinga luar

Regio Retroaurikula :Abses (-), Sikatrik (-), Edema (-), Regio Retroaurikula :Abses (-), Sikatrik (-), Edema (-),
Fistula (-), jaringan granulasi (-) Fistula (-), jaringan granulasi (-)

Aurikula : Mikrotia (-), Efusi perikondrium (-), Keloid (- Aurikula : Mikrotia (-), Efusi perikondrium (-), Keloid (-
), Nyeri tekan aurikula (-), Nyeri tekan tragus (-) ), Nyeri tekan aurikula (-), Nyeri tekan tragus (-)

Meatus Akustikus Eksternus : Lapang, Edema (-), Meatus Akustikus Eksternus : Lapang, Edema (-),
hiperemis (-), erosi (-), sekret (-), Perdarahan (-), hiperemis (-), erosi (-), sekret (-), Perdarahan (-),
Serumen (+), Jaringan granulasi (-), Debris (-) Benda Serumen (+), Jaringan granulasi (-), Debris (-) Benda
asing (-) asing (-)

II.Membran Timpani II.Membran Timpani


warna putih, reflex cahaya (+), perforasi (-), sekret (-), warna putih, reflex cahaya (+), perforasi (-), sekret (-),
Kolesteatom (-), Polip (-), jaringan granulasi (-) Kolesteatom (-), Polip (-), jaringan granulasi (-)
I.Hidung Luar
Kanan Kiri
-Dorsum nasi normal, deformitas (-), hematoma (-), pembengkakan (-), -Dorsum nasi normal, deformitas (-), hematoma (-),
krepitasi (-), Hiperemis (-), erosi kulit (-), Vulnus (-), Ulkus (-), tumor pembengkakan (-), krepitasi (-), Hiperemis (-), erosi kulit (-),
(-) Vulnus (-), Ulkus (-), tumor (-)

II.Hidung Dalam

1. Rinoskopi Anterior 1. Rinoskopi Anterior


a.Vestibulum nasi : sikiatrik (-), stenosis (-), atresia (-), furunkel (-), a.Vestibulum nasi : sikiatrik (-), stenosis (-), atresia (-),
krusta (-), sekret (seromukosa) furunkel (-), krusta (-), sekret (seromukosa)
b. Kavum nasi : lapang, sekret seromukosa, krusta (-), benda asing b. Kavum nasi : lapang, sekret seromukosa, krusta (-), benda
(-), rinolit (-), polip (-), tumor (-) asing (-), rinolit (-), polip (-), tumor (-)
c. Konka Inferior : mukosa erutropi, warna merah muda, tumor (-) c. Konka Inferior : mukosa erutropi, warna merah muda,
d. Konka media : mukosa erutropi, warna merah muda, tumor (-) tumor (-)
e .Konka superior : mukosa erutropi, warna merah muda, tumor (-) d. Konka media : mukosa erutropi, warna merah muda,
f. Meatus Medius: lapang, sekret serosa, polip (-), tumor (-) tumor (-)
f. Meatus inferior: lapang, sekret serosa, polip (-), tumor (-) e .Konka superior : mukosa erutropi, warna merah muda, tumor
k. Septum Nasi : Deviasi (-), warna merah muda, tumor(-), spina (- (-)
), abses (-), hematoma (-), perforasi (-), erosi (-) f. Meatus Medius : lapang, sekret serosa, polip (-), tumor (-)
f. Meatus inferior : lapang, sekret serosa, polip (-), tumor (-)
k. Septum Nasi : Deviasi (-), warna merah muda, tumor(-),
spina (-), abses (-), hematoma (-), perforasi (-), erosi (-)
SINUS PARANASAL
Iii.Pemeriksaan Sinus Paranasal Kanan Kiri

-Nyeri tekan/ketok
-infraorbitalis Negatif Negatif
-frontalis Negatif Negatif
-Pembengkakan Negatif Negatif
-Transiluminasi Negatif Negatif
-regio infraorbitalis Tidak dilakukan Tidak dilakukan
-regio palatum durum
I.Rongga Mulut Kanan Kiri

-Lidah (hiperemis/udem/ulkus/fissura) Negatif Negatif


(mikroglosia/makroglosia) Negatif Negatif
(leukoplakia/gumma) Negatif Negatif
(papilloma/kista/ulkus) Negatif Negatif
-Gusi (hiperemis/udem/ulkus) Negatif Negatif
-Bukal (hiperemis/udem) Negatif Negatif
(vesikel/ulkus) Negatif Negatif
-Palatum durum (utuh/terbelah/fistel) Utuh Utuh
(hiperemis/ulkus) Negatif Negatif
(pembengkakan/abses/tumor) Negatif Negatif
-Gigi geligi (mikrodontia/makrodontia) Rata Rata
(anodontia/supernumeri) Negatif Negatif
(kalkulus/karies) Negatif Negatif
II.Faring Kanan Kiri

-Palatum molle (hiperemis/udem/asimetris/ulkus) Negatif Negatif


-Uvula (udem/asimetris/bifida/elongating)
-Pilar anterior (hiperemis/udem/perlengketan) Negatif Negatif
(pembengkakan/ulkus) Sedikit hiperemis Sedikit hiperemis
-Pilar posterior (hiperemis/udem/perlengketan)
(pembengkakan/ulkus) Negatif Negatif
-Dinding belakang faring (hiperemis/udem)
(granuler/ulkus) Negatif Negatif
-Tonsil Palatina (derajat pembesaran) T1 T1
(permukaan rata/tidak) Rata Rata
(lekat/tidak) Lekat Lekat
(kripta lebar/tidak) Negatif Negatif
(dentritus/membran) Negatif Negatif
(hiperemis/udem) Negatif Negatif
(ulkus/tumor) Negatif Negatif
III.Laring Kanan Kiri
1.Laringoskopi
- Mukosa Laring Hiperemis Hiperemisgg
-Dasar lidah (tumor/kista) Negatif Negatif
-Valekula (benda asing/tumor) Negatif Negatif
Gambar laring (laringoskopi tidak langsung)
-Epiglotis (hiperemis/udem/ulkus/membran) Hiperemis dan Hiperemis dan
Edema Edema

Mukosa hiperemis dan


Edema

Epiglotis merah dan edema


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi (Rabu, 23 Agustus 2017)
Hb : 13,7 g/dl (normal : 12 16 g/dl)
Hematokrit : 42 (normal : L 40-48%)

Leukosit : 13.600 / mm3 (normal : 5000-10000/mm3)


Trombosit : 324.000 /mm3 (normal : 150.000-
450.000/mm3)
GDS : 73 mg/dL (Normal :70-120 mg/dl)
Ureum : 32 mg/dl (normal : 15-39 mg/dl)
Creatinin : 0,8 mg/dl (normal : 0.6-1.0 mg/dl)
Widal : (-)
Radiologi
Foto Thoraks (Kamis, 24 Agustus 2017)
Kesan : Brokopneumonia paru kanan
Cor dalam batas normal
Foto Rontgent Soft Tissue Servikal
AP/Lateral (Sabtu,26 Agustus 2017)

Kesan :Tampak pelebaran jaringan lunak setiggi vertebra servikal 4-


6 dan thumb print sign (+), suggesting epiglottitis dengan pelebaran
jaringan lunak retrofaring, ec : DD/massa, edema?
DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja : Laringitis akut
Sindrom Dispepsia
Bronkhopneumonia

Diagnosis Banding : Tonsilofaringitis


Suspect Massa Laring
TATALAKSANA PDL
IVFD RL gtt 20x/menit
Omeprazole inj 2x1

Sucralfat syr 3x1 C

Cefotaxime inj 2x1g

Ambroxol syr 3x1 C

Paracetamol tab 3x500mg


PENATALAKSANAAN
Mengistirahatkan pita suara 2-3 hari
Berhenti merokok dan minum alkohol

Menghindari iritasi pada faring dan laring (merokok,


minum alkohol, makanan pedas atau minum es)
Antibiotik untuk infeksi bakteri atau infeksi sekunder
oleh bakteri: amoksisilin tablet 3x500 mg
Paracetamol tab 3x500 mg jika demam
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Laringitis merupakan suatu proses inflamasi pada laring yang
terjadi mendadak pada umumnya merupakan kelanjutan dari infeksi
saluran pernapasan atas yaitu rinofaringitis akut (common cold)
Laringitis akut : < 3 minggu
Laringitis kronis : > 3 minggu
FISIOLOGI

Mempunyai 3 fungsi dasar :

Fonasi

Respirasi

Proteksi
ETIOLOGI
Infeksi virus influenza (tipe A dan B),
parainfluenza (tipe 1,2,3), rhinovirus,
adenovirus dan herpes simplex virus.
Pemakaian suara yang berlebihan (vocal
trauma).
Infeksi bakteri Corynebacterium
diptheria, Bordetella pertusis, Haemofilus
influenza, Moraxella catarrhalis dan
Neisseria Gonorrhea
PATOFISIOLOGI
Parainfluenza virus

Masuk melalui inhalasi

Menginfeksi sel epitelium saluran nafas lokal yang bersilia

Edema dari lamina propria, submukosa, dan adventitia.


Infitrasi selular dengan histosit, limfosit, sel plasma dan lekosit
polimorfonuklear (PMN)

Terjadi oedem & hiperemis dari saluran nafas terutama pada dinding
lateral dari trakea dibawah pita suara (terjadi pada lumen saluran nafas
dalam)

Terjadi penyempitan, bahkan sampai hanya sebuah celah

Membran pelindung plika vokalis biasanya hiperemis & oedem


GEJALA & TANDA

Laringitis akut

Demam (subfebril 38,5C)


Lemas (malaise)
Suara parau sampai afoni
Nyeri menelan atau berbicara
Gejala sumbatan laring (stridor
inspirasi, sesak saat inspirasi,
retraksi supraclavicula, interkostal,
epigastrial)
GEJALA & TANDA

Laringitis akut

Batuk kering yang lama kelamaan


disertai dahak kental
Pada pemeriksaan tampak mukosa
laring hiperemis dan edema
Biasanya juga terdapat tanda
radang akut di hidung atau sinus
paranasal atau paru
Diagnosis

Anamnesa
Gejala & pemeriksaan fisik
Laboratorium
Foto thorax
Laringoskopi direk/indirek
Pemeriksaan patologi-anatomi
DIAGNOSIS BANDING

Benda asing pada laring


Faringitis
Massa laring
Pnemonia
PEMERIKSAAN FISIK

Laringoskop Indirek
dan direk

Mukosa laring edema, hiperemis pada bag.atas &


bawah pita suara
Pada epiglottitis ditemukan edema pada epiglotis,
aryepiglotis fold, dan false vocal fold dengan
berwarna merah cherry
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto Rontgen : Leher AP (antero-posterior)
dan foto soft tissue lateral

Thumb sign Steeple sign


PENATALAKSANAAN
Tujuan Terapi adalah untuk mengurangi edema pada laring.
Laringitis akut yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh sendiri

Non
Medika
mentosa

Medika
Penatalaksanaan mentosa

Rawat
RS
NON MEDIKAMENTOSA

Vocal rest dengan tidak banyak berbicara atau


bersuara
Hidrasi

Medikamentosa

o Antipiretik
o Dekongestan
o Kortikosteroid
o Pada Infeksi sekunder (membranous croup) dapat
diberikan antibiotik spectrum luas
Indikasi Rawat

Epiglotitis
Stridor progresif
Kegawatan pernapasan
Hipoksemia, gelisah, sianosis, pucat
Demam tinggi
PROGNOSIS

Prognosis untuk penderita laringitis akut ini umumnya baik


dan pemulihannya selama satu minggu.

Pada umumnya lama rawat inap di rumah sakit dan tingkat


mortalitas untuk kasus obstruksi saluran pernapasan atas
bertambah ketika infeksi meluas dan melibatkan saluran
pernapasan yang lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA

Hermani B,Kartosudiro S & Abdurrahman B, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, edisi ke
5, Jakarta:FKUI,2003,190-200
Suejipto D, Mangkusumo,. 2010. Anatomi hidung dan sinus paranasal Jakarta: EGC.
Stammberger, H., Lund, V.J., 2008. Anatomy of the nose and Larinx. In: Browning G.G., et al. Scott-Brown's
Otorhinolaryngology, Head and Neck Surgery. 7th ed. Great Britain: Hodder Arnold, 1318-1320.
Broek, P.V.D, Feenstra L., 2010. Anatomi dan Fisiologi laring. Buku Saku Ilmu Kesehatan Tenggorok, Hidung, dan Telinga.
Edisi 12. Jakarta: EGC
Soepardi EA., Iskndar N., Baharuddin., Restuti 2010 Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Dan
Leher. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Hedayati, et al, 2014. Prevalence of Fungal Larinx Among Patients with acute laringitis From Iran. Journal de Mycologie
Medicale 261.
Manor, Y. et al., 2016. Late signs and symptoms of acute Acute laryngitis in, School of Dental Medicine, Tel-Aviv University
Hilger, peter. A 2014, Penyakit Laringitis Akut. Buku Ajar Penyakit THT Jakarta: EGC.
Varonen, H., 2013. Acute laryngitis in primary care: a comparison of symptoms, signs, ultrasound, and radiography.
Rhinology Journal.
Giannoni, C.M. and Weinberger D.G., 2014. Complications of Acute laryngitis. In: Bailey, B.J., et al. Head & Neck Surgery -
Otolaryngology. 4th ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins, 495-504.
Cohen JL, Anatomi dan Fisiologi Laring. Dalam BOIES-Buku Ajar Penyakit THT.Edisi ke6.Jakarta:EGC,2008
Kumar S, Disease of the Larinx in Fundamental Of Ear, Nose, & throath Disease And Head-Neck Surgery, Calcutta,publisher
Mohendra Nath Paul,1996:391-99
Jhon SD & Maves MD Surgical Anatomy of vthe Head and Neck. In Byron- Head and Neck surgery Otolaryngology.ed.3.Vol
I,USA.Wilkins Publisher,2011:9
Becker W, Nauman HH & Pfalt CR, Acute laryngitis in Ear nose and Throath Desease, New york, Thieme medical
publisher:2012:414-15
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai