Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU LDUMUR

30 TAHUNAKSEPTOR BARU KONTRASEPSI


IUD DI PUSKESMAS TEGALLALANG
1TANGGAL 14-17 FEBRUARI 2012

OLEH
GUSTI AYU PADMA DEWI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
1.Menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin
tahun semakin meningkat.
2. Target BKKBN Keluarga Berkualitas tahun 2015
3.Program BKKBN memberikan penekanan pada
kontrasepsi AKDR terutama Copper T 380A yang
menjadi primadona BKKBN
4.Angka pengguna kontrasepsi AKDR di dunia
sebesar 19%, diindonesia 11,03%, dibali 46,54%,
digianyar 56,85%), di Puskesmas Tegallalang
61,7%.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka
penulis ingin mengetahui Bagaimana Asuhan
Kebidanan Yang Diberikan Kepada Ibu LD
Umur 30 Tahun Dengan Akseptor Baru
Kontrasepsi IUD Di Puskesmas Tegallalang I
Tahun 2012 ?.
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
D. Manfaat penulisan
1. Manfaat bagi mahasiswa
2. Manfaat bagi institusi pendidikan
3. Manfaat bagi tempat praktek
4. Manfaat bagi pasien
E. Sistematika penulisan
BAB II
Tinjauan Pustaka
A. Tinjauan Pustaka Kasus
1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD
a. Pengertian AKDR
AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) adalah
cara pencegahan kehamilan yang sangat
efektif, aman, reversible bagi wanita terutama
yang tidak terjangkit PMS (penyakit menular
seksual) dan sudah pernah melahirkan. AKDR
adalah suatu alat plastik atau logam kecil yang
dimasukan ke uterus melalui kanalis servikalis
(Pendit, 2007).
b. Jenis-jenis AKDR
c. Cara kerja AKDR/IUD
d. Efektifitas AKDR
e. Keuntungan AKDR
f. Efek samping AKDR
g. Penanganan efek samping yang umum
pada pemakainan kontrasepsi AKDR
h. Persyaratan pemakaian
1) Yang diperkenankanmenggunakan
kontrasepsi jenis IUD
2) Ada beberapa ibu yang dianggap tidak
cocok memakai kontrasepsi jenis IUD
i. Penentuan waktu pemasangan
j. Petunjuk bagi klien
1) Setelah haid.
2) Cooper T-380A perlu dilepas setelah 10 tahun
pemasangan, tetapi dapat dilakukan lebih awal
apabila diiginkan
3) Kembali ke klinik apabila :
a) Tidak dapat meraba benang AKDR.
b) Merasakan benang yang keras dari AKDR.
c) AKDR terlepas.
d) Siklus terganggu/meleset.
e) Terjadi pengeluaran cairan dari vagina yang
mencurigakan.
f) Adanya infeksi
k. Informasi umum
l. Pemasangan AKDR Copper T 380 A
1) Pelaksanaan pelayanan
2) Peralatan dan instrumen
3) Pencegahan infeksi
4) Persiapan
5) Langkah-langah pemasangan AKDR
Copper T 380A
6) Memasukan lengan AKDR Copper T
380A di dalam kemasan sterilnya.
7) Pemasangan AKDR Copper T 380A
m. Pemeriksaan lanjutan (follow-up)
n. Pencabutan AKDR
1) Peralatan pencabutan AKDR
2) Pencabutan AKDR Copper T 380A
BAB III
TINJAUAN KASUS
A.DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Ibu Suami
Nama : LD SD
Umur : 30 Tahun 32 Tahun
Alamat : Br. Kelabangmoding, Tegallalang,
Gianyar
2. Alasan Memeriksakan Diri
Ibu datang ke Puskesmas Tegelalang 1 ingin menjadi
akseptor KB IUD untuk kunjungan pertama.
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan tidak mengalami keluhan, karena
baru mulai menggunakan kontrasepsi IUD.
4. Riwayat Menstruasi
Ibu mengatakan sebelum hamil, siklus haid
ibu teratur 28 hari dan lamanya 4 - 5 hari,
saat menstruasi ibu biasa ganti pembalut 3
kali dalam sehari. Dan ibu mengatakan tidak
ada keluhan saat menstruasi. Setelah
melahirkan ibu belum mendapatkan mens
hingga sekarang.
5.Riwayat obstetri
Jumlah anak hidup 2 orang, anak pertama
jenis kelamin perempuan umur 2 tahun, dan
anak kedua jenis kelamin laki-laki umur anak
terkecil 2 bulan, dan ibu mengatakan
sekarang sedang menyusui bayinya dan
berencana akan memberikan ASI eksklusif (6
bulan).
6. Riwayat KB
Ibu mengatakan setelah kelahiran anak
pertama ibu tidak menggunaka KB buatan,
tetapi ibu menggunakan KB alami yaitu
senggama terputus (mengeluarkan sperma
diluar), saat berhubungan dengan suaminya.
7.Data Bio, Psiko, Sosial, dan spiritual
a. Hubungan sexsual
Ibu mengatakan 6 minggu pasca persalinan
ibu sudah melakukan hubungan seksual
dengan suami, ibu mengatakan tidak ada
keluhan selama berhubungan seksual
dengan suaminya.
8. Pengetahuan Ibu
Ibu mengatakan belum mengetahui tentang
keuntungan, efek samping serta lama
penggunaan kontrasepsi IUD. Serta ibu
belum mengetahui tentang personal hygine
bagi dirinya.
B.DATA OBYEKTIF
A. Pemeriksaan Umum
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum Baik, kesadaran kompos mentis,
Emosi Stabil
2. Antropometri
Berat badan 55 Kg, tinggi badan 155 Cm
3. Tanda-tanda vital
Tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 84x/menit,
Suhu 36,7oC, Respirasi 22x/menit
2. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik ibu dalam batas normal
3. Pemeriksaan Khusus IUD
a. Inspikulo
Vagina : Tidak ada septum, tidak ada vistel
Porsio : Tidak erosi, tidak rapuh, tidak kaku,
warna merah muda
Serviks :Tidak ada pengeluaran leukore,
tidak ada polip.
b. Pemeriksaan bimanual
Tidak ada nyeri goyang pada porsio/serviks,
tidak ada nyeri tekan pada supra simpisis,
posisi uterus retrofleksi, panjang uterus 6 cm.
4. Pemeriksaan Penunjang
PP Test (-)
HB : 12 gr/dl.
C. ASSESMENT
Ibu LD Umur 30 Tahun Dengan Akseptor Baru
Kontrasepsi IUD.
D. PLANNING
1. Berikan KIE tentang keuntungan, efek
samping, dan jenis IUD yang akan di gunakan
oleh ibu serta lama penggunaannya.
2. Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan
suami.
3. Lakukan informed consent kepada ibu tentang
tindakan yang akan dilakukan.
4. Lakukan persiapan alat untuk pemeriksaan
bimanual dan pemasangan kontrasepsi IUD.
1.
5.Lakukan persiapan lingkungan untuk menjaga
privasi pasien.
6.Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung
kemih sebelum dilakukan tindakan dan anjurkan
ibu untuk melepaskan pakaian bagian bawahnya.
7.Atur posisi pasien yaitu posisi yaitu posisi dorsal
recumbent (posisi berbaring terlentang dengan
kedua lutut fleksi (ditarik/direnggangkan) di atas
tempat tidur).
8. Lakukan pemeriksaan bimanual.
9.Atur kembali posisi pasien yaitu posisi litotomi
(posisi berbaring terlentang dengan mengangkat
kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut ).
10.Lakukan pemasangan kontrasepsi IUD.
11.Berikan KIE tentang cara memeriksa benang
kontrasepsi IUD dirumah.
12. Berikan KIE tentang kapan ibu bisa melakukan
hubungan seksual dengan suami.
13. Memberikan KIE tentang personal hygine.
14. Berikan therapi Amoxicilin (3x500 mg) dan
Asam Mefenamat (3x500 mg) diminumm
sesuai dosis dan aturan.
15. Lakukan pendokumentasian pada buku
regristrasi dan kartu pasien.
16. Sepakati bersama dengan ibu dan suami
tentang kunjungan kembali 1 minggu lagi
(tanggal 21-02-2012), untuk melakukan kontrol
pasca pemasangan kontrasepsi IUD, atau segera
apabila ibu mengalami keluhan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Pembahasan merupakan proses analis teori
dan implikasi dengan proses kebidanan
secara nyata. Pada kasus yang saya ambil di
puskesmas tegallalang I yang berjudul ibu
LD umur 30 tahun dengan akseptor baru
kontrasepsi iud, tidak terdapat kesenjangan
antara teori dan kasus yang dilihat dari data
subyektif, obyektif, asessment, maupun
planning.
BAB V
KESIMPULAN
A. Simpulan
1. Pengkajian
Pada kasus ini di temukan informasi mengenai
ibu LD dari data subyektif di dapat bahwa
ibu datang ke puskesmas ingin menggunakan
KB IUD ini merupakan alat kontrasepsi yang
digunakan pertama kali oleh ibu .
2.Data obyektif ibu LD yang ditemukan dari
pengkajian secara obyektif adalah
pemeriksaan umum dalam batas normal.
dan pemeriksaan khusus IUD didapatkan
vagina : tidak ada septum, tidak ada vistel,
porsio: tidak erosi, tidak rapuh, tidak kaku,
warna merah muda, serviks: tidak ada
pengeluaran leukore, tidak ada polip. Pada
pemeriksaan bimanual didapatkan tidak ada
nyeri goyang pada porsio atau serviks, tidak
ada nyeri tekan pada supra simpisis, posisi
uterus retrofleksi, panjang uterus 6 cm. Pada
pemeriksaan penunjang dilakukan pp test
dengan hasil negatif (-) dan hb 12 gr/dl. Dari
pengkajian data obyektif pada ibu LD
tidak ada masalah yang ditemukan.
3. Asessment
Asessment yang dapat ditemukan pada
kasus ibu LD setelah mengumpulkan
data subyektif dan obyektif adalah Ibu
LD Umur 30 Tahun Akseptor Baru
Kontrasepsi IUD.
4. Planning
Pada kasus ibu LD ini kurangnya
pengetahuan ibu tentang KB IUD,
merupakan hal yang penting, sehingga
pada planing ditekankan tentang KIE-
KIE demi kesejahteraan ibu LD.
B. Saran
1. Kepada mahasiswa
2. Kepada institusi pendidikan
3. Kepada petugas kesehatan di puskesmas
4. Kepada pengguna kontrasepsi AKDR
Om Santih, Santih,
Santih, Om

Anda mungkin juga menyukai