Anda di halaman 1dari 63

CASE PRESENTATION

DIAGNOSIS HOLISTIK DAN TERAPI


KOMPREHENSIF DALAM LAYANAN
KEDOKTERAN KELUARGA TERHADAP PASIEN
HIPERTENSI DI PUSKESMAS GENUK
SEMARANG

Rahayu Larasati Husodo


01 211 6492
LATAR BELAKANG
MASALAH
Di Indonesia terjadi pola penyakit yaitu dari penyakit menular ke
penyakit tidak menular, yang dikenal sebagai transisi
epidemiologi.

Berubahnya gaya hidup manusia karena adanya urbanisasi,


modernisasi, dan globalisasi telah menyebabkan terjadinya
peningkatan penyakit tidak menular (Shilton, 2013).

Penyakit tidak menular antara lain penyakit jantung dan


pembuluh darah antara lain hipertensi, stroke dan diabetes
mellitus (DKK, 2015).
LATAR BELAKANG (2)
BESAR MASALAH

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala


bervariasi tiap individu dan hampir sama dengan gejala
penyakit lain.

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam


jangka waktu lama dapat menimbulkan gagal ginjal,
penyakit jantung koroner dan menyebabkan stroke bila
tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan
yang memadai (Depkes, 2013)
KRONOLOGI
Data statistik di Dinas Kesehatan Kota SemarngKota
10 Besar Penyakit di Puskesmas
KASUS HIPERTENSI ESENSIAL
2014 2016 PUSKESMAS GENUK
Hipertensi

400
350
300
250
200 Hipertensi
150
100
50
0
2014 2015 2016
Terdapat 389 kasus di tahun 2014 kemudian menurun menjadi 271 di tahun 2015.
Sedangkan sampai bulan Juni 2016 terdapat 68 kasus, dengan 2 kasus meninggal
akibat hipertensi.
UPAYA PENYELESAIAN
Berdasarkan data rekapitulasi kasus hipertensi di
Puskesmas Genuk, penulis bermaksud ingin
mengemukakan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi hipertensi dengan pendekatan
diagnosis holistik dan terapi komprehensif
dalam layanan kedokteran keluarga.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana diagnosis holistik dan terapi
komprehensif dalam layanan kedokteran
keluarga terhadap pasien hipertensi di
Puskesmas Genuk Semarang ?
TUJUAN
Tujuan Umum
Untuk memperoleh informasi mengenai
diagnosis holistik dan terapi komprehensif
dalam layanan kedokteran keluarga terhadap
pasien hipertensi di Puskesmas Genuk
Semarang.
Tujuan Khusus

Untuk memperoleh informasi mengenai aspek personal


pasien yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.
Untuk memperoleh informasi mengenai aspek klinis
pasien yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.
Untuk memperoleh informasi mengenai faktor internal
pasien yang mempengaruhi terjadinya hipertensi
Untuk memperoleh informasi mengenai faktor eksternal
yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.
Untuk memperoleh informasi mengenai derajat fungsi
sosial pasien yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.
Untuk memberikan solusi terhadap penatalaksanaan
hipertensi melalui terapi komprehensif meliputi kegiatan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilatif.
MANFAAT

Bagi Masyarakat :
Masyarakat mengetahui mengenai penyakit hipertensi.
Masyarakat mengetahui pola makanan yang sehat dan diet
makanan yang tepat.
Membangun kesadaran masyarakat tentang pencegahan
terhadap penyakit hipertensi.
Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mengetahui secara langsung
permasalahan yang ada di lapangan.
Mahasiswa menjadi terbiasa melaporkan masalah
mulai penemuan masalah sampai pembuatan plan of
action.
Sebagai media yang menambah wawasan
pengetahuan tentang ilmu kesehatan masyarakat.
Sebagai media yang dapat mengembangkan
ketrampilan sebagai dokter.
Sebagai modal dasar untuk melakukan penelitian
bidang ilmu kesehatan masyarakat pada tataran yang
lebih lanjut.

ANALISIS SITUASI
Pengamatan : wawancara dan
kunjungan rumah.
Waktu pengamatan :
Anamnesa awal kepada pasien
dilakukan di Puskesmas Genuk pada
tanggal 22 Juni 2016, dan kunjungan
rumah di Genuksari RT 04/RW 05
pada tanggal 23 Juni 2016.
Identitas pasien

Nama : Ny. S
Umur : 50 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Genuksari RT 04 / RW 05
Kewarganegaraan : WNI
Cara pembayaran : BPJS
ANAMNESIS HOLISTIK
ASPEK 1

Keluhan Utama Pusing sejak 2 hari yang lalu.

Harapan Sembuh, tidak ada keluhan lagi sehingga

bisa produktif bekerja

Kekhawatiran Komplikasi penyakit lain.


Aspek 2
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Pasien mengeluh pusing dan gemetaran. Pusing dirasakan terus

Sekarang menerus, terasa berat diseluruh bagian kepala hingga tengkuk.


Pusing dirasakan terutama seusai bekerja menjahit. Tidak ada
demam, selain itu pasien juga mengeluh susah tidur sejak
semalam. Pasien tidak merasakan mata kabur, nyeri dada,
maupun sesak napas. Pasien pada tanggal 19 oktober di diagnosis
Puskesmas Genuk menderita hipertensi. Pada tanggal 16
Desember 2016 kembali kontrol ketiga.
Riwayat darah tinggi : Diakui (Sejak tahun 2015, tidak
Riwayat Penyakit Dahulu
terkontrol)
Riwayat penyakit jantung : Disangkal
Riwayat alkohol : Disangkal
Riwayat penyakit ginjal : Disangkal
Riwayat penyakit DM : Disangkal
Riwayat Penyakit Ayah pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi dan

Keluarga meninggal 10 tahun yang lalu.

Riwayat Sosial Pasien tinggal serumah dengan suami dan anak. Pasien

Ekonomi bekerja sebagai penjahit. Biaya pengobatan ditanggung BPJS.

Untuk makanan sehari hari tidak bervariasi hanya cukup

untuk makan sehari hari.


Aspek 3
Faktor risiko Internal

Dari hasil home visite kerumah pasien saya dapatkan pasien berusia 45 tahun. Pasien

mengakui hipertensi didapatkan dari ayah pasien yang menderita hipertensi dan

meninggal 10 tahun yang lalu. Saat wawancara pasien kurang memahami tentang

penyakit hipertensi. Terbukti saat saya menanyakan tentang penyakit hipertensi

pasien belum mengetahui faktor risiko apa saja yang menjadi penyebab. Pasien

hanya mengetahui memperbanyak konsumsi mentimun dan seledri. Namun, masih

belum bisa mengurangi kadar garam dan gorengan dengan minyak jelantah. Pasien

yang berprofesi sebagai penjahit, bekerja sampai menjelang maghrib dengan istirahat

yang kurang serta jarang melakukan aktivitas fisik olahraga.


Aspek 4
Faktor Resiko Eksternal
Dari hasil home visite saya dapatkan pekerjaan pasien sebagai
penjahit. Pasien bekerja dari pagi sampai sore karena sistem kerja
borongan dengan target tertentu. Pasien istirahat saat jam sholat.
Suami pasien juga bekerja sebagai penjahit namun di tempat yang
berbeda dan pulang pada malalm hari. Sehingga biasanya pasien
berobat ke Puskesmas Genuk datang sendiri. Pasien mengaku
kurang mendapatkan informasi yang lengkap mengenai penyakit
hipertensi di fasilitas layanan kesehatan.
Aspek 5
Derajat Fungsional
Derajat 2 : Pasien mengalami sedikit kesulitan.
Anamnesis Keluarga
PEMERIKSAAN FISIK PASIEN
Tanda Vital

Tekanan darah : 140/90 mmHg ( saat di


Puskesmas) , 130 / 80 ( saat di Rumah)
Nadi : 85x/menit
RR : 20x/menit
Temperature : 36,4oC
Antropometri : BB 45 kg TB 150 cm BMI 20
Status Present
Kepala : normocephal
Rambut : hitam, uban (-), tidak mudah dicabut
Kulit kepala: massa (-)
Wajah : simetris, massa (-), tanda lahir (+)
Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
refleks cahaya (+/+)
Telinga : deformitas (-/-), massa (-/-), sekret (-/-)
Hidung :deformitas (-), sekret (-/-)
Mulut : bibir pucat (-)
Leher : pembersaran kelenjar getah bening (-), deviasi
trakhea (-)
Thorax:
Inspeksi : simetris, retraksi ruang sela iga (-), massa (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), massa (-), krepitasi (-), gerakan
dinding dada simetris, fremitus vocal simetris.
Perkusi : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : rhonki (+)
Cor : S1 S2 regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : vesikuler (+) seluruh lapang paru, Rhonki (+/+),
wheezing (-/-)
Abdomen:
Inspeksi : datar, tanda-tanda inflamasi (-), massa (-),
distensi (-), spider nevy (-)
Auskultasi: bising usus (+) normal, bising pembuluh darah (-)
Perkusi : timpani (+), nyeri ketok (-), nyeri ketok CVA (-/-)
Palpasi : nyeri tekan (-), massa (-), hepar/lien/ren tidak
teraba, tes undulasi (-).
Pelvis : deformitas (-), krepitasi (-), massa (-), nyeri tekan (-)
Musculoskeletal: gerakan bebas (+), deformitas (-),krepitasi (-) ,nyeri
tekan (-)
Saraf
Kaku kuduk : Tidak ditemukan
Saraf kranialis : Dalam batas normal

Refleks fisiologis : ++/++


Refleks patologis : --/--
Kulit : ikterik (-), petekhie (-), turgor kulit < 2 detik
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak Dilakukan
Diagnosis Holistik

ASPEK I

Keluhan Utama Pusing sejak 2 hari yang lalu.

Harapan Sembuh, tidak ada keluhan lagi sehingga

bisa produktif bekerja.

Kekhawatiran Komplikasi penyakit lain.


ASPEK 2

Diagnosis Hipertensi Esensial Grade I


kerja
Diagnosis Tension Headache
banding Nyeri akibat proses Intrakranial
ASPEK 3
Faktor risiko Riwayat keluarga (ayah kandung)
menderita hipertensi.
internal Perilaku pasien konsumsi makanan
tinggi garam dan gorengan.
Perilaku pasien kurang aktivitas
fisik olahraga.
ASPEK 4
Faktor 1. Keluarga berprofesi sama
sebagai penjahit sehingga tidak
resiko ada yang mengingatkan untuk
eksternal rutin kontrol berobat.
2. Pengetahuan pasien yang
kurang karena informasi yang
kurang dari pelayanan
kesehatan.
3. Tuntutan pasien sebagai
penjahit borongan ( stressor
pekerjaan).
ASPEK 5

Derajat 2 : Pasien mengalami sedikit


kesulitan.
Usulan Penatalaksanaan Komprehensif

IDENTIFIKASI MASALAH
Pengetahuan pasien dan keluarga pasien tentang
penyebaran vektor DBD, penularan dan
pencegahan DBD yang masih kurang sehingga
mengakibatkan kurangnya upaya preventif
terhadap nyamuk.

Lingkungan rumah pasien dengan nilai ABJ


dibawah standar (81,54%)
IDENTIFIKASI MASALAH

1. Riwayat keluarga (ayah kandung) menderita


hipertensi.
2. Tuntutan pasien sebagai penjahit borongan
(stressor pekerjaan).
3. Keluarga berprofesi sama sebagai penjahit
sehingga tidak ada yang mengingatkan untuk
rutin kontrol berobat.
4. Perilaku pasien konsumsi makanan tinggi
garam dan gorengan
5. Kurang aktifitas fisik (olahraga)
6. Pengetahuan yang kurang mengenai penyakit
hipertensi hipertensi karena Informasi yang
kurang dari pelayanan kesehatan.
Prioritas Masalah Kesehatan
Urutan Prioritas Masalah
1. Perilaku pasien konsumsi makanan tinggi garam dan
gorengan.
2. Perilaku kurang aktifitas fisik (olahraga).
3. Pengetahuan yang kurang mengenai penyakit hipertensi
hipertensi karena Informasi yang kurang dari pelayanan
kesehatan.
4. Keluarga berprofesi sama sebagai penjahit sehingga tidak
ada yang mengingatkan untuk rutin kontrol berobat.
5. Tuntutan pasien sebagai penjahit borongan (stressor
pekerjaan).
6. Riwayat keluarga (ayah kandung) menderita hipertensi.
Perencanaan ( Plan of Acti0n)
PLAN OF ACTION
PLAN OF ACTION
PLAN OF ACTION
INTERVENSI
1. Promotif
Patient centered
Edukasi mengenai pola makan yang sehat dan
seimbang.
Melakukan istirahat yang cukup dan olahraga secara
teratur.
Upaya promosi Posbindu pada tingkat Puskesmas
maupun di Dinas Kesehatan Kota.
b) Family focused
Edukasi mengenai pola makan yang sehat dan
seimbang.
Melakukan istirahat yang cukup dan olahraga secara
teratur.
Upaya promosi Posbindu pada tingkat Puskesmas
maupun di Dinas Kesehatan Kota.
c) Community Oriented
Upaya promosi ke Masyarakat mengenai pentingnya
pemeriksaan kesehatan berkala dan datang ke
pelayanan Posbindu PTM di tingkat Puskesmas
maupun Dinas Kesehatan Kota.
2. Preventif
Patient centered
Edukasi pasien mengenai pengaturan diet pada
hipertensi.
Mengurangi stress dan aktivitas berlebihan tanpa
istirahat yang cukup.
Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan
berkala.
Upaya pencegahan dengan rutin menghadiri Posbindu
tingkat Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan Kota.
b) Family focuse
Melakukan pemeriksaan kesehatan dan laboratorium
bagi yang berisiko menderita penyakit tidak menular di
fasilitas pelayanan kesehatan.
Motivasi keluarga untuk ikut andil dalam pengobatan
dan pengaturan makanan untuk pasien.
Upaya pencegahan dengan rutin menghadiri Posbindu
tingkat Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan Kota.
c) Community Oriented
Upaya pencegahan ke Masyarakat mengenai
pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan
datang ke pelayanan Posbindu PTM di tingkat
Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota.
3. Kuratif
Patient Centered
Farmakologi
Amlodipin 1 x 5 mg
B Comp 3 x1
Non Farmakologi
Diet rendah garam

Family Focused
Motivasi keluarga untuk ikut andil dalam pengobatan dan
pengaturan makanan untuk pasien.
4. Rehabilitatif
a) Patient centered
Memperbaiki pola makan dengan menghindari makanan
tinggi garam untuk mencegah terjadinya serangan.
Pasien agar melakukan pengukuran kadar gula darah,
tekanan darah dan periksa urin secara teratur.
Pemeriksaan komplikasi hipertensi dilakukan setiap 6
bulan atau minimal 1 tahun sekali.
b) Family focused
Motivasi keluarga untuk meningkatkan kepedulian ke
pasien dalam mengkonsumsi makanan, aktifitas dan
kontrol pengobatan.
Pemantauan/ follow up
Kunjungan pertama

gambaran mengenai lingkungan tempat


tinggal pasien, keadaan rumah tempat
tinggal dan suasana kerja pasien.
anamnesis secara holistik baik pasien, dan
kakak pasien.
Kunjungan kedua

Intervensi berupa edukasi kepada penderita, dan


keluarga pasien tentang penyakit hipertensi,
pengaturan makanan pada hipertensi dan
promosi Posbindu.
KESIMPULAN
1. Faktor internal yang dapat mempengaruhi terjadinya
penyaki hipertensi adalah :
Perilaku pasien konsumsi makanan tinggi garam dan gorengan
Perilaku kurang aktifitas fisik (olahraga) dan,
Riwayat keluarga (ayah kandung) menderita hipertensi.
2. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi terjadinya
penyakit hipertensi adalah :
Pengetahuan yang kurang mengenai penyakit hipertensi
hipertensi karena informasi yang kurang dari pelayanan
kesehatan.
Keluarga berprofesi sama sebagai penjahit sehingga tidak ada
yang mengingatkan untuk rutin kontrol berobat.
Tuntutan pasien sebagai penjahit borongan (stressor pekerjaan).
3. Penatalaksanaan hipertensi melalui terapi
komprehensif dapat dilakukan melalui kegiatan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang
dilakukan dengan pendekatan patient centered,
family focused dan community oriented.
Saran

Untuk Pasien & keluarga


Melaksanakan pola hidup sehat dengan diet
rendah garam, olahraga serta rutin
memeriksakan ke layanan kesehatan.
Untuk Puskesmas
1. Memberikan pengobatan medikamentosa untuk
hipertensi sesuai dengan guidelines atau pedoman
pengobatan yang berlaku.
2. Memberikan penyuluhan sederhana mengenai
penyakit tidak menular terutama hipertensi kepada
keluarga pasien dan masyarakat sekitar sehingga
masyarakat dapat mengetahui tentang hipertensi
mulai dari definisi yang benar, penyebab, faktor
risiko, pencegahan dan pentingnya pengobatan yang
benar dan rutin.
Untuk Unissula
Bekerjasama dengan puskesmas di
sekitar kampus Unissula untuk lebih
meningkatkan taraf kesehatan
masyarakat.
DOKUMENTASI
Diet Pengaturan Makan
Leaflet Hipertensi