Anda di halaman 1dari 62

REGIO FACEI

Otot-otot mimik ciri-cirinya adalah sebagai berikut :


letaknya superficial, insertionya pada kulit, origonya
pada tulang atau tulang rawan, berasal dari arcus
branchialis 2 dan diinervasi oleh n.facialis. Saling
bertumpang tindih. Dikelompokkan menjadi beberapa
kelompok yaitu :
a. Otot-otot pada scalp dan aditus orbita
b. Otot-otot disekitar hidung
c. Otot-otot disekitar mulut
d. M. plastysma.
Otot-otot disekitar aditus
orbita :
m.orbicularis oculi : terdiri
dari : pars orbitalis, pars
palpebralis dan pars
lacrimalis. Adanya
m.orbicularis oculi
dimaksudkan untuk
menghindari trauma dan
menghindari cahaya yang
berlebihan.
m. Corugator supercilii
Otot-otot sekitar hidung :
m.procerus,
m.compresor nares,
m.dilatator nares dan
m.depresor septi.
Otot-otot disekitar mulut :
Terdiri dari m.risorius,
m.depresor anguli oris,
m.levator anguli oris,
m.levator labii superior,
m.levator labii alaque nasi,
m.zygomaticus dan
m.depresor labii inferior.

.
M.bucinator :
Adalah otot tipis, berbentuk
quadrilateral yang
menempati interval antara
bagian belakang maxilla dan
mandibula.
Origonya :
Prosessus alveolaris maxilla
dan mandibula, raphe
pterygomandibularis.
Insertionya : m.orbicularis
oris bibir atas dan bibir
bawah
Ditembus oleh ductus parotidicus. Pada celah antara serat-
serat yang melekat pada maxilla dan raphe
pterygomandibularis berjalan tendon m.tensor velli palatini.
Fungsi :
Memberikan keregangan pada pipi saat membuka dan
menutup mulut, bersiul dan meniup
terompet.Mempertahankan makanan pada planum oclusale.
Corpus adiposum dari Bichat :
adalah lemak yang terdapat antara m.maseter dan m.bucinator
terutama tampak pada bayi.
N. Facialis (VII):
Pars facialis :
a. n.auricularis posterior yang berjalan bersama-sama
a.auricularis posterior memberikan inervasi untuk
m.auricularis dan m.occipitalis
b. plexus parotidicus : cabang-cabangnya adalah :
r.temporalis, r.zygomaticus, r.buccalis, r.marginalis dan
r.colli
A. Facialis

Pars facialis mula-mula mengelilingi


tepi bawah mandibula di depan
m.masseter kemudian berjalan ke
cranial sampai sudut mata.
Beranastomose dengan cabang-cabang
a.ophthalmica.
Cabang-cabangnya adalah : a.labialis
inferior, a.labialis superior, a.nasalis
lateralis dan a.angularis.
Arteria-arteria lain yang berjalan
pada muka adalah :
a.transversa facei cabang dari
a.temporalis superificialis,
a.infra orbitalis.
V. Facialis :
V.Facialis anterior dimulai dari
v.angularis.
V.ANGULARIS merupakan
pertemuan antara v.supra
orbitalis dan v.supra throchlearis
dan beranastomose dengan
v.ophthalmica superior
berkomunikasi dengan sinus
cavernosus. V.vacialis anterior
menerima darah dari v.facialis
profundus yang berasal dari
plexus pterygoideus (dangerous
area yaitu daerah antara bibir
atas dan hidung).
v. Facialis bermuara pada
v.jugularis interna.
Inervasi kulit :
Berasal dari :
N.Ophthalmicus (n.suprathrochlearis dan n.infra
throchlearis)
N. Maxillaris (n.zyigomaticus temporalis, n.zygomatico
facialis dan n.infra orbitalis).
N. Mandibularis : (n.auriculo temporalis, n.bucalis dan
n.mentalis).

Ketiganya merupakan cabang N. Trigeminus (V)


Glandula parotis :
Letaknya :
Dibawah arcus zygomaticus dibawah dan anterior dari
M.A.E.
Di depan processus mastoideus
Di belakang r.mandibulae.
Sebagian melekat pada m.masseter.
Topografi :
Fascia parotis menebal membentuk ligamentum
stylomandibularis yang memisahkan glandula parotis dengan
glandula submandibularis.
Berbentuk pyramid terbalik : Apexnya antara ligamentum
stylomandibularis dan angulus mandibularis.
Dasarnya (aspectus superior berhubungan dengan radix
zygomaticus dan collum mandibula).
Vasa temporalis superficialis berjalan pada dasar ini bersama-
sama dengan n.auriculo temporalis.
Facies lateralis :
Ditandai dengan adanya kelenjar lymphe yang tertanam pada
glandula parotis dan tertutup oleh kulit.
Facies anterior menempati celah antara r.mandibulae dan
m.maseter.
Facies anterior ini pecah menjadi :
Labium medialis dan labium lateralis.
Ductus parotidicus, cabang-cabang dari n.facialis dan
a.transversa facei didalam perjalanannya tertutup oleh labium
lateralis ini.
Facies posterior :
Bagian atasnya : berhubungan dengan M.A.E.
Ada celah antara processus mastoideus dan
m.sternocleidomastoideus.
Dengan processus styloideus dan 3 otot yang melekat
padanya menyebabkan adanya facies medialis yang
berhubungan dengan a.carotis interna. Dan kontak dengan
dinding lateral pharynx. Facies posterior ini berhubungan
dengan v.jugularis interna, N.IX, N.X, N.XI dan N.XII.
Struktur-sturktur yang menembus glandula parotis :
Yang melalui sisi posterior yaitu :
a.n.facialis;
b.vasa temporalis superficialis dan
c.a.carotis externa a.temporalis superficialis dan a.
maxillaris interna.
Ductus parotidicus :
Panjangnya 5 cm. Tertutup
facies lateralis dari glandula
parotis superficial
terhadap m.masseter
membelok ke medial
menembus m.bucinator
bermuara pada vestibulum
oris berhadapan dengan gigi
molar 2 atas.
Ditandai dengan adanya
parotid papilla.
Inervasi glandula parotis
:
Parasimpatis preganglioner berasal dari N.IX
N.tympanicus N.petrosus superficialis
minor ganglion uticum. Serat-serat
postganglionernya berjalan melalui n.auriculo
temporalis.
Otot-otot masticatorii :
1. M. maseter origonya : margo inferior dan facies medialis
arcus zygomaticus insertionya pada aspectus lateralis
r.mandibula. Inervasinya oleh n.masetericus. Fungsinya
elevasi mandibula.
2. M. temporalis origonya : pada dasar fossa temporalis (os
frontalis, os parietalis, os sphenoidalis, os temporalis dan
kadang-kadang os zygomaticus). Insertionya pada
processus coronoidus mandibula. Inervasinya
n.mandibularis n.temporalis profundus yang berasal
dari truncus anterior. Fungsinya elevasi mandibula.
Serat-2 posteriornya : menarik capitulum mandibula ke
belakang dari tuberculum articularis ke fosa mandibularis.
3. M. pterygoideus medialis : menempati facies medialis
r.mandibula. Mempunyai 2 caput : yaitu caput profundus
: origonya pada facies medialis lamina lateralis processus
pterygoideus, processus pyramidalis ossis palatini.
caput superficial : origonya processus pyramidalis ossis
palatini, dan tuber maxilla. Inervasinya dari
N.mandibularis.
Fungsinya : elevasi mandibula sinergis dengan m.maseter.
Bersama-sama m.pterygoideus lateralis protrutio
mandibula.
4. M. pterygoideus lateralis : mempunyai 2 caput yaitu :
Caput superior yang berorigo pada facies infra temporalis
ala magna ossis sphenoidalis.
Caput inferior yang berorigo pada facies lateralis lamina
lateralis processus pterygoideus.Insertionya pada capsula
articularis artic temporomandibularis, sebagian besar pada
colum mandibula. Inervasinya : dari n.mandibularis.
Fungsinya : protraksi mandibula, membuka mulut. Proses
membuka mulut disebabkan karena kontraksinya
m.pterygoideus lateralis, m.digastricus, relaksasi dari otot-
otot masticatorii dan gravitasi.
Fossa temporalis :
Batasnya : linea temporalis, processus frontalis ossis
zygomaticus dan arcus zygomaticus. Isinya : m.temporalis
dan berhubungan dengan fossa infratemporalis.
Fossa infra temporalis :
Batasnya : ventral adalah facies posterior corpus maxilla
superior adalah facies infra temporalis ala magna ossis
spenoidalis. Medial adalah lamina lateralis processus
pterygoideus. Lateral adalah processus coronoideus dan
r.mandibula.
Isi :
M. temporalis, m.pterygoideus medialis, m.pterygoidus
lateralis, plexus venosus pterygoideus, a.maxillaris,
n.mandibularis dan n.corda tympani.
Plexus venosus pterygoideus terletak antara : m.temporalis
dan m.pterygoideus lateralis. juga terletak diantara kedua
m.pterygoideus. Menerima aliran vena dari v.facialis
profundus dan vena-vena yang berjalan melalui v.emissary
yang terdapat pada os sphenoidalis dan foramen ovale
berhubungan dengan sinus cavernosus.
Arteria maxillaris :
Dimulai dari glandula parotis dibelakang colum mandibula.
Distribusinya :
1. Pada rahang atas dan rahang bawah
2. Pada otot masticatorii
3. Palatum dan hidung
Berdasarkan perjalanannya dibagi menjadi : a.pars
mandibularis yang dimulai dari colum mandibula sampai
ligamentum spenomandibularis, berjalan sepanjang
m.pterygoideus lateralis.
Cabang-cabangnya :
1.A.auricularis profundus, 2.a.tympanica anterior
masuk ke dalam cavum tympani melalui fisura
petrotympanica, 3.a.meningica media berjalan disebelah
anterior m.tensor velli palatini.
Diantara 2 radix n.auriculo temporalis. Dibelakang
n.mandibularis dan masuk ke dalam cranium melalui
foramen spinosum. 4.a.meningica acessoria. 5. A.alveolaris
inferior yang berjalan antara ligamentum
sphenomandibularis dan r.mandibularis. Berjalan bersama-
sama n.mandibularis yang terletak disebelah anteriornya.
b. Pars pterygoidea : berjalan ke depan tertutup
m.temporalis, dan tertutup caput inferior m.pterygoideus
lateralis (superficial). Antara m.pterygoideus lateralis dan
n.mandibularis (profundus). Cabang-cabangnya :
1.a.temporalis profundus; 2.r.pterygoideus;
3.r.massetericus; 4.r.buccalis
c. Pars pterygopalatina : berjalan diantara caput superior
dan caput inferior m.pterygoideus lateralis kemudian
menuju ke fossa pterygopalatina. Memberikan arterialisasi
pada orbita muka, gigi atas palatum, cavum nasi, sinus
paranasalis dan nasopharynx
Selama perjalanannya dia diikuti oleh cabang-cabang
n.maxillaris, yang langsung maupun tidak langsung dari
ganglion pterygopalatina.
Cabang-cabang :
1. A.Alveolaris superior posterior;
2. A.Infra orbitalis;
3. A.Alveolaris superior anterior dan media;
4. A.Palatina descendens;
5. A.Pterygoid canal;
6. A.Pharyngica;
7. A.Sphenopalatina yang merupakan akhiran dari
a.maxillaris yang menugu cavum nasi melalui canalis
sphenopalatina. Cabang-cabangnya : a.nasalis lateralis
posterior dan a.septalis posterior.
Regio submandibularis :
Letaknya di bawah corpus mandibulae diantara mandibula
dan os hyoid.
Isi :
Glandula submandibularis, glandula sublingualis, mm.
suprahyoid ganglion submandibularis, n.lingualis,
n.hypoglossus, a.lingualis dan a.facialis.
Glandula submandibularis :
Terdiri dari pars superficialis yang besar dan processus
profundus yang akan bertemu dibelakang m.mylohyoid

Topografi :
Corpus berada pada trigonum submandibularis. Mempunyai 3
facies. Facies inferior tertutup kulit, m.platisma vena facialis
dan lnn.submandibularis. Facies lateralisnya berbatasan
dengan fossa submandibularis. Facies medialisnya
berhubungan dengan m.mylohyoid, m.hyoglossus dan
m.digastricus.processus profundusnya terletak antara m.
mylohyoid disebelah lateral dan m.hyoglossus disebelah
medial. Antara n.lingualis diatas dan n.hypoglossus dibawah.
Ductus submandibularis :
Panjangnya 5 cm. Berjalan dari processus profundus
kemudian berjalan antara m.mylohyoid dan m.hyoglossus
disebelah lateralnya disilang oleh n.lingualis kemudian
terletak antara glandula sublingualis dan m. genioglossus.
Innervasi dan peredaran darah :
Parasimphatis :
Preganglioner dari n.corda tympani mengikuti n.lingualis
ganglion submandibularis. Arterialisasinya : berasal dari
dari a.sublingualis dan a.submentalis.
Glandula sublingualis :
Topographi :
Plica sublingualis dari dasar mulut disebelah superior
M. Mylohyoid inferior. Processus profundus glandula
submandibularis disebelah posterior. Fossa sublingualis
mandibula disebelah lateral. M. genioglosus disebelah
medial.
Ductus sublingualis bermuara pada plica sublingualis.
Inervasi : parasimpathis preganglioner dari n. chorda
tympani yang mencapai ganglion submandibularis melalui
n. lingualis.
Otot-otot suprahyoid :
1.M. digastricus
2.M. stylohyoid
3.M. mylohyoid
4.M. geniohyoid
A.Lingualis :
Di dalam perjalanannya dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
A.didalam trigonum caroticus
B.Profundus terhadap m.hyoglossus
C.Setelah melewati m.hyoglossus.
Cabang-cabangnya :
R.suprahyoid, a.dorsalis linguae, a.sublingualis, dan
a.profundus linguae
Cavum oris :
Vestibulum oris : adalah celah antara bibir dan pipi dibagian
luar serta gigi serta gusi dibagian dalam.
Atas dan dasarnya merupakan refleksi dari mucosa pipi
dengan gusi. Pada vesitubulum oris bermuara glandula
labialis dan ductus parotidicus yaitu diatas gigi molar 2 atas.
Vesitulum oris berhubungan dengan cavum oris proprius
dibelakang molar terakhir dengan ramus mandibula (trigonum
retro molare).
Cavum oris proprius : disebelah ventral dan lateral dibatasi
oleh gigi dan gusi, disebelah dorsal oleh ishmus faucium,
disebelah cranial oleh palatum dan sebelah caudal oleh lidah
dan otot-otot dasar mulut.
Bibir :
Adalah lipatan musculo fibrous yang membatasi bagian
ventral vestibulum oris. Bertemu satu dengan lainnya
membentuk angulus oris. Pada bibir atas ditengah-tengahnya
terdapat cekungan yang disebut philtrum. Pada bagian dalam
yaitu ditengah-tengahnya didapatkan frenulum labii.
Terdiri dari :
a. kulit, b. subcutaneus tisue, c.m.orbicularis oris, d. sub-
mucosa yang berisi glandula labialis dan pembuluh darah, e.
membrana mucosa.
Pipi :
Terdiri dari m.bucinator dan glandula bucalis, juga terdiri dari
corpus adiposum Bichat yang terletak antara m.bucinator dan
m.maseter. Ditembus oleh ductus parotidicus.
Palatum :
a. Palatum durum dibentuk oleh : processus palatinus ossis
maxillaris dan pars horizontalis ossis palatini. Terdiri dari
mucoperiosteum, ditengah-tengahnya didapatkan raphe palati
dan rugae merupakan lipatan-lipatan transversal, kadang-
kadang didapatkan tonjolan yaitu : torus palatinus.
b. Palatum molle : berupa lipatan fibro musculer yang
menggantung pada akhiran posterior palatum durum. Terdiri
dari uvula arcus palatoglossus, dan arcus palatopharynx
Pembuluh darah dan inervasi sensoris yaitu : Dari a.palatinus
majus cabang dari a.palatini descendens yang berasal
dari a.maxillaris.
Innervasi sensoris : berasal dari ganglion pterygopalatina
yang meliputi n.palatinus dan n.nasopalatinus.
Otot-otot palatum molle : m.palatoglossus,
m.palatopharynx, m.uvula, m.levator velli palatini dan
m.tensor palatini.
Lidah :
Adalah m.organ yang berada pada dasar mulut.
Dilekatkan pada os hyoid, mandibula, processus styloideus
dan pharynx.
Fungsinya : pengecapan, pengunyahan, menelan dan
berbicara.
Terdiri dari : apex linguae, dorsum linguae yang terdiri dari
pars oralis dan pars paryngealis. Sulcus terminalis foramen
caecum.
Pars oralis : sulcus mediana, papilla lingualis yang terdiri
dari papilla filiformis, papilla fungiformis, papilla foliata dan
papilla circumfalata.
Pars pharyngealis :
Meliputi plica glosso epiglotica medialis dan lateralis
valecula epiglotica. Tonsila lingualis.
Facies inferior :
Terdapat frenulum linguae dan plica fibriata.
Radix linguae :
Yaitu bagian lidah yang terletak pada dasar mulut.
Terdiri dari m.geniohyoid dan m.mylohyoid. Vasa dan
Nervus untuk otot-otot extrinsik meninggalkan lidah pada
radix linguae.
Otot-otot lidah :
a. Otot-otot extrinsik terdiri dari : m.genioglossus,
m.hyoglossus, m.styloglossus dan m.palatoglossus.
b. Otot-otot instrinsik terdiri dari m.longitudinalis
superior dan inferior, m.transversalis dan m.fertikalis.
Inervasi :
Oleh n.hypoglossus
Hidung :
Fungsi hidung adalah sebagai organ penciuman, sebagai jalan
nafas, menyaring udara pernafasan dan sebagai air conditions.
Hidung bagian luar : terdiri dari : apex, dorsum nasi,
festibulum nasi, nares dan ala nasi.
Cavum nasi : Dimulai dari nares menuju choane. Dibagian
superior ia berhubungan dengan sinus frontalis, fossa cranii
anterior, sinus spenoidalis dan fossa cranii medius. Dibagian
inferior ia dibatasi oleh palatum. Dibagian posterior
berhubungan dengan nasopharynx. Dibagian lateral
berhubungan dengan orbita, sinus maxillaris, sinus
ethmoidalis, fossa pterygoidea dan fossa pterygoideopalatina.
Apertura pyriformis :
Dibatasi oleh os nasalis dibagian superior. Os maxillaris
dibagian lateral dan inferior.
Choane :
Disebelah medial dibatasi oleh fomer. Disebelah inferior
ditasi oleh pars horizontalis ossis palatini. Disebelah lateral
dibatasi oleh lamina medialis processus pterygoideus.
Disebelah superior dibatasi oleh corpus sphenoidalis.
Batas-batas cavum nasi : atapnya : dibentuk oleh cartilago
nasalis, os nasalis, os frontalis, lamina cribrosa ossis
ethmoidalis dan corpus ossis sphenoidalis.
Dasarnya : dibentuk oleh processus palatinus ossis maxillaris
dan pars horizontalis ossis palatinus. Dinding medialnya
dibentuk oleh septum nasi, dimana septum nasi dibentuk oleh
cartilago septi, pars perpendicularis osis sphenoidalis dan
fomer.
Dinding lateralnya : dibentuk oleh os nasalis, maxilla,
concha nasalis inferior, os palatinus, dan lamina medialis
processus pterygoideus. Pada dinding lateral didapatkan
concha nasalis superior, medius, inferior dan recessus
sphenoethmoidalis. Dimana pada recessus ini bermuara sinus
sphenoidalis.
Concha nasalis superior dan meatus nasi superior :
ruangan yang tertutup concha nasalis superior disebut meatus
nasi superior. Di sini bermuara sinus etmoidalis posterior.

Concha nasalis medius dan inferior : pada meatus nasi


medius bermuara sinus maxillaris, sinus frontalis dan sinus
ethmoidalis anterior.
Suatu peninggian dari labirinthus ethmoidalis ke arah medial
disebut bulla ethmoidalis. Dibawah dan didepan dari bulla
ethmoidalis didapatkan hiatus semilunaris. Dimana disini
bermuara sinus maxillaris. Di depan hiatus semilunaris
bermuara sinus frontalis.
Concha nasalis inferior dan meatus nasi inferior : disini
bermuara ductus nasolacrimalis.
Pembagian cavum nasi :
a. Vestibulum nasi : disini ditumbuhi rambut glandula
sebacea dan kelenjar keringat.
b. Regio respiratorius : ditutupi oleh mucosa
berhubungan dengan vestibulum, nasopharynx, sinus
paranasalis dan ductus nasolacrimalis. Mucosa sangat
vasculer terutama yang meliputi concha nasalis.
c. Regio olfactorius : dibentuk oleh concha nasalis
superior dan seperti cranial dari septum nasi.
N. Olfactorius :
Mucosa cavum nasi adalah pseudostratified columnar
epithelium non ciliated. Dimana disini terdapat vilamen
olfactoria.
Inervasi sensoris : oleh n.trigeminus (n.ophthalmicus dan
n.maxillaris)
n. Ethmoidalis inferior dari n.naso ciliaris
n. Nasopalatinus dari n.palatinus yang berasal dari
ganglion pterygopalatina.
Arterialisasi :
Berasal dari a.sphenopalatina dan a.ethmoidalis anterior
Sinus paranasalis :
1. Sinus maxillaris : terletak didalam corpus maxilla.
Dinding medialnya adalah dinding lateral cavum nasi.
Atapnya adalah dasar orbita, dasarnya adalah processus
alveolaris maxilla. Setengah sampai 1 cm merupakan
akar dari M1 dan M2. Dinding posteriornya memisahkan
sinus maxillaris dengan fossa pterygopalatina dan fossa
infra temporalis. Dinding anteriornya membentuk muka.
Diinervasi oleh n.alveolaris superior anterior dan
posterior. Bemuara pada meatus nasi medius.
2. Sinus ethmoidalis : terdiri dari : 4 sampai 17 ruangan
kecil-kecil yang disebut labirinthus ethmoidalis. Yang
terletak antara cavm orbita dan cavum nasi.
Bagian dari sinus disebut ethmoidal cell yang dinding
dibatasi oleh os frontalis, os maxillaris, os lacrimalis dan
os sphenoidalis. Muaranya sinus ethmoidalis anterior
bermuara pada meatus nasi medius dan sinus ethmoidalis
posterior bermuara pada meatus nasi superior.
3. Sinus frontalis : terletak didepan sinus ethmoidalis
anterior infasi ke os frontalis. Muaranya pada meatus
nasi medius melalui ductus nasofrontalis. Inervasi :
n.supraorbitalis.
4. Sinus sphenoidalis : terdapat didalam corpus sphenoidalis.
Muaranya pada recessus sphenoethmoidalis. Ke arah
cranial berhubungan dengan chiasma, N.II dan hypophyse.
Ke arah posterior berhubungan dengan pons dan a.basilaris.
Ke arah anterior berhubungan dengan cavum nasi dan
nasopharynx.
Ke arah lateral berhubungan dengan sinus cavernosus,
a.carotis interna, n.ophthalmicus. Inervasi : berasal dari
cabang-cabang n.maxillaris