Anda di halaman 1dari 38

ADAPTASI

PSIKOLOGI IBU
HAMIL

Ns. Made Ermayani, M.Kep


PERUBAHAN PERAN
SELAMA KEHAMILAN
1. Tahap antisipasi (Anticipatory Stage )
Akan mengawali adaptasi peran dengan merubah peran
sosial melalui latihan formal & informal

2. Honeymoon Stage (menerima peran, mencoba


menyesuaikan diri)
Mulai menerima peran baru dengan cara mencoba
menyesuaikan diri mengubah posisinya sebagai
penerima kasih sayang dari ibunya menjadi pemberi
kasih sayang terhadap bayinya
3. Plautau Stage/ Tahap stabil
Melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan
berfokus untuk kehamilannya

4. Disengagement atau Termination Stage/ Tahap


akhir (perjanjian)
Mengadakan "perjanjian dengan dirinya sendiri
untuk menepati janji mengenai kesepakatan-
kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan
dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini
sampai bayinya lahir kelak
Respon Ibu terhadap Kehamilan
1. Ambivalen
Bersifat mendua : implikasi yg
dihadapi spt pertimbangan
finansial, hubungan dg orang lain
Merasa terkejut atas hasil konsepsi
Merasa tidak siap untuk punya
anak
Penolakan terhadap kehamilan
2 Acceptans
Terjadi tanda dan gejala morning sickness
Fokus pd diri sendiri dan kehamilannya
(trimester I)
Ibu mulai mempersiapkan kebutuhan bayi
Perubahan dalam berhubungan dengan
orang lain
Ingin melihat gambaran bayinya
3. Labilitas emosional
Mempunyai emosi yang melayang (mood
swings)
Perasaan gembira dan sedih yg bergantian
PENGARUH KEHAMILAN
PADA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Karier
2. Finansial
3. Hubungan dengan orang lain
ADAPTASI YANG
DIALAMI OLEH SUAMI
1. Sumber stres ayah
Masalah keuangan.
Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
Cemas bayinya tidak sehat/tidak normal
Khawatir tentang nyeri istrinya saat melahirkan.
Peran setelah melahirkan.
Perubahan hubungan dengan istri, keluarga, dan
teman-temannya.
Kemampuan sebagai orangtua
Perubahan Psikologis
Ayah
Menyukai anak-anak
Senang berperan sebagai ayah,
Senang mengasuh anak
Percaya diri dan mampu menjadi ayah
Senang membagi pengalamannya
tentang kehamilan dan melahirkan
dengan pasangannya
Perubahan Psikologis
Ayah
1). Memberitahu keluarga, teman,dan relasi.
2). Sering bingung terhadap perubahan
istrinya
3). Sering membayangkan berinteraksi dengan
anaknya yang sudah berusia 5 atau 6 tahun,
walaupun kehamilan istrinya belum
kelihatan
Perubahan Psikologis Ayah
1). Kebingungan dengan melihat dan
merasakan gerakan fetus.
2). Merasa lebih nyaman dengan dapat
melihat anaknya pada USG.
3). Khawatir tentang pembagian peran antara
mencari nafkah dan membantu istri
mengurus anak
Adaptasi Psikologis
Trimester I
Trimester pertama ini sering
dirujuk kepada masa penentuan.
Penentuan membuat fakta wanita bahwa ia
hamil.
Trimester pertama juga sering merupakan
masa kekhawatiran dari penantian
Trimester I
Konsepsi hormon progesteron dan estrogen
mual dan muntah pada pagi hari,
lemah, lelah dan membesarnya payudara.
Ibu merasa tidak sehat dan seringkali membenci
kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan
kekecewaan, penolakan, kecemasan dan
kesedihan.
Seringkali, biasanya pada awal kehamilannya, ibu
berharap untuk tidak hamil.
Hampir 80 % kecewa, menolak,
gelisah, depresi dan murung.
Pada trimester pertama seorang ibu
akan selalu mencari tanda - tanda
untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya
memang hamil.
Para wanita juga mungkin akan mengalami
ketakutan dan fantasi selama kehamilan,
khususnya tentang perubahan pada tubuhnya.
Multigravida kecemasan berhubungan
dengan pengalaman yang lalu.
Bentuk Motivasi di Trimester I
1. Motivasi Suami
Reaksi pertama kebanggaan atas kemampuannya
mempunyai keturunan bercampur keprihatinan akan
kesiapannya menjadi ayah dan menjadi pencari nafkah
Seorang calon ayah mungkin akan sangat
memperhatikan keadaan ibu yang mulai hamil dan
menghindari hubungan seks karena takut akan
mencederai bayinya.
Ada pula pria yang hasrat seksualnya
terhadap wanita hamil relatif lebih besar
Zaman dahulu bentuk dukungan dengan
ritual-ritual keagamaan.
Bentuk dukungan suami saat ini:
a) Saling berkomunikasi dari sejak awal
b) Menempatkan nilai-nilai penting dalam
keluarga untuk mempersiapkan menjadi
orang tua.
Motivasi Keluarga
Wanita hamil sering kali merasakan
ketergantungan terhadap orang lain wanita
memerlukan keamanan dan perhatian
Keluarga dalam hal ini harus menjadi bagian
dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang
tua.
Stress yang Terjadi Pada Kehamilan
Trimester I
Stress intrinsik b/d tujuan pribadi dari individu,
yang mana individu berusaha untuk membuat
hidupnya sempurna
Stress ekstrinsik timbul karena faktor eksternal
seperti rasa sakit, kehilangan, kesendirian dan
masa reproduksi.
Kehamilan dan Libido
Hasrat seksualitas trimester I berbeda- beda.
Kebanyakan mengalami libido kebutuhan
untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur
dengan pasangan
Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan
merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa
hubungan seks.
Libido sangat dipengaruhi oleh kelelahan, rasa
mual, pembesaran payudara, keprihatinan dan
kekhawatiran bagian normal
dari proses kehamilan pada
trimester pertama
Kehamilan dan Olahraga
Hamil mayoritas aktivitas biasa
Tidak ada bukti bahwa aktivitas yang teratur,
seperti jogging, bermain tennis, berenang, atau
melakukan hubungan seks, dapat menimbulkan
masalah seperti keguguran atau fetal
malformation pada kebanyakan wanita normal
dan sehat.
Latihan-latihan yang paling menguntungkan
bagi wanita hamil :
latihan dengan gerakan yang menguatkan dinding
perut untuk membantu menopang uterus dan otot
pinggul yang akan dibutuhkan untuk mendorong.
Latihan kaki juga penting untuk meningkatkan
sirkulasi dan menghindari kram otot yang
merupakan sesuatu yang biasa dalam
kehamilan.
Perubahan dan adaptasi psikologis
kehamilan trimester II
Trimester kedua sering dikatakan periode
pancaran kesehatan. Ini disebabkan selama
trimester ini wanita umumnya merasa baik dan
terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan.
Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase;
Prequickening: sebelum adanya pergerakan
janin yang dirasakan ibu
Postquickening: setelah adanya
pergerakan janin yang dirasakan
oleh ibu
Fase prequickening
Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali
segala hubungan interpersonal yang telah terjadi
dan akan menjadi dasar bagaimana ia
mengembangkan hubungan dengan anak yang
akan dilahirkannya.
Perubahan identitas dari penerima kasih sayang
(dari ibunya) menjadi pemberi kasih sayang
(persiapan menjadi seorang ibu).
Fase Postquickening
Identitas keibuan yang jelas akan muncul.
Ibu fokus pada kehamilannya dan persiapan
menghadapi peran baru menjadi ibu kesedihan
meninggalkan peran lama (primigravida)
Penkes: ibu tidak harus membuang segala peran
yang ia terima sebelum kehamilannya.
Multigravida: peran baru artinya bagaimana ia
menjelaskan hubungan dengan anaknya yang lain
dan bagaimana bila nanti ia harus
meninggalkan rumahnya
untuk persalinan.
Menjaga agar ikatan tetap kuat
Pasanganharus sensitif terhadap pengaruh
kondisi kehamilan yg sudah mulai terlihat.
Ibu takut tidak menarik atau gendut
Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi
masalah
Menjaga kehamilan yang sehat
Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada
trimester kedua
Beberapa perubahan dapat saja terasa
mengganggu, namun ada juga perubahan yang
terasa menyenangkan bagi ibu hamil.
Beberapa perubahan yang menyenangkan : rasa
mual berkurang, energi bertambah
dan peningkatan libido
Reaksi orang-orang di sekitar ibu
hamil
Suami juga mengalami perubahan psikologis:
perubahan nafsu makan, perubahan berat badan,
rasa sakit kepala hingga kecemasan dan
ketakutan.
Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam
kehamilan istrinya dan turut merasakan
tanggung jawab akan kelahiran bayinya
Anak sebelumnya bingung akan perubahan
yang dialami ibunya.
Anak perlu diberikan pengertian secara
sederhana tentang perubahan yang terjadi dan
hal yang akan dihadapi sehubungan dengan
kehamilan.
Ibu dari wanita hamil peran yang cukup
besar selama kehamilan tergantung akan
bantuan dari ibunya dalam menghadapi
kehamilan dan persiapan penerimaan
bayi yang akan dilahirkan.
Seksualitas
Peningkatan libido
(pada umumnya bervariasi)
Khawatir hubungan seks dapat mempengaruhi
kehamilan.
Penkes: tidak ada yang perlu dikhawatirkan
dalam hubungan seks, diperlukan penyesuaian
posisi.
beberapa kondisi hubungan seks tidak
diperbolehkan: plasenta previa dan ibu dengan
riwayat persalinan prematur.
Perubahan dan adaptasi psikologi
pada kehamilan trimester III
Trimester III : periode menunggu / penantian
dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa
tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
Trimester III : waktu untuk mempersiapkan
kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua
seperti terpusatnya perhatian pada
kehadiran bayi.
Hal-hal yg Dirasakan Ibu
Gerakan bayi dan membesarnya perut:
mengingatkan ibu akan bayinya.
Ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu
waktu meningkatkan kewaspadaan tanda dan
gejala persalinan.
Ibu merasa khawatir atau takut bayi tidak normal.
Ibu akan bersikap melindungi bayinya dan menghindari
orang atau benda yang dianggapnya membahayakan
Ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan
bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan.
Rasa tidak nyaman timbul kembali
dan banyak ibu yang merasa dirinya
aneh dan jelek.
Ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah
dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus
yang diterima selama hamil.
Ibu memerlukan keterangan dan dukungan
dari suami, keluarga dan tenaga kesehatan
Saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi, dan
menjadi orang tua, serta persiapan nama bayi
Peran Perawat dalam persiapan
psikologis ibu hamil trimester I, II, III
Mempelajari keadaan lingkungan penderita
Keluarga, keuangan, perumahan dan pekerjaan
Informasi dan pendidikan kesehatan
Mengurangi pengaruh yang negatif :cerita cerita
yang menakutkan mengenai kehamilan dan
persalinan, pengalaman persalinan yang lampau atau
karena kurangnya pengetahuan mengenai proses
kehamilan dan persalinan pendidikan mengenai
anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan
Memperkuat pengaruh yang positif:
memberikan dukungan mental dan penjelasan
tentang kebahagiaan akan mempunyai anak
yang diinginkan dan dinantikan.
Meganjurkan latihan latihan fisik seperti
senam hamil untuk memperkuat otot otot
dasar panggul, melatih pernafasan, teknik
mengedan yang baik dan latihan latihan
relaksasi.
Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin
Adaptasi keluarga
terhadap kehamilan
Adaptasi sibling :
0 2 tahun, tidak sadar dengan kehamilan ibunya dan
belum tahu terhadap penjelasan.
2 4 tahun, berespon terhadap perubahan pada tubuh
ibu dan tingkah lakunya.
4 5 tahun, senang mendengarkan denyut jantung janin,
belajar perkembangan bayi.
Sekolah, kenyataan dan bagaimana terjadinya
kehamilan dan persalinan.
Adolescence, Negatifistik terhadap penampilan ibunya.
Pengaruh perubahan psikologis
pada janin yang dikandung
Masalah psikologis ibu berpengaruh pada
kondisi janin yang dikandungnya. Jika
masalah ini terjadi saat trimester 1 maka
akan berpengaruh fatal pada proses
pembentukan organnya.
Trauma dan stress berkepanjangan
menyebabkan anak hiperaktif. Selain itu
memicu kelahiran prematur dan tidak
berkembangnya janin (Shinto, 2009)
Setelah trimester pertama pembentukan
organ telah selesai. Artinya, janin sudah
lebih kuat menghadapi pengaruh dari luar.
Selain itu, janin sudah mampu mendengar
dan bereaksi terhadap sentuhan dari luar
dan sudah bisa merasakan kondisi
psikologis ibunya.
Kondisi ibu yang selalu menyenangkan bisa
membuat pertumbuhan janin optimal
Happy babies
begin with happy
pregnancy