Anda di halaman 1dari 21

SINDROM STEVENS JOHNSON

kelompok IV B

AYU AINUN NURYASIN


DIAN ADDIVATIA
M.HABIB HIDAYAT
PRUCA BETRIA
PUSPA DELIMA SARI
TOTO MARZUKI
YURFI ANDRIA
DEFINISI

Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah kompleks


hipersensitivitas imun kompleks yang biasanya
melibatkan kulit dan selaput lendir.
Sementara presentasi kecil dapat terjadi,
keterlibatan signifikan dari mulut, hidung, mata, vagina,
uretra, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan
membran mukosa yang lebih rendah dapat berkembang
dalam perjalanan penyakit.
EPIDEMIOLOGI

Umur : Biasanya pada usia dewasa.


J.Kelamin: Frekuensi sama pria dan wanita
Faktor yang mempengaruhi:
Musim/iklim: lebih sering pada cuaca dingin
Lingkungan : faktor fisik seperti sinar matahari,
hawa dingin, sinar x.
ETIOLOGI FAKTOR PENCETUS

Etiologi pasti belum Infeksi : Virus, jamur,


parasit, baketri.
diketahui Obat : penisilin,barbiturat,
hidantoin,sulfonamid,
fenolftalein.
Faktor fisik: sinar x, sinar
matahari, cuaca.
Penyakit kolagen vaskuler
Neoplasma.
Faktor genetik.
Idiopatik.
PATOFISIOLOGI

Antigen berikatan
Faktor Masuk Sel B dan
dengan antibodi
pencetus ketubuh plasma cel
(IgM dan IgG)

Mengaktifkan
komplemen dan Deposit kompleks
degranulasi sel p.darah imun
mast

Netrofil tertarik
kedaerah infeksi

Kerusakan
jaringan/organ
inflamasi
Kerusakan Akumulasi Permeabilitas
Merangsang
submukosa : netrofil vaskuler di
septor
lidah orbita
Reaksi Mengirim
gg.menelan radang kan Respon
impuls inflamasi
Intake tidak Kel.kulit
adekuat eritem Diterima reseptor
di otak dan konjungtivitis
gg.nutrisi diinterprestasikan
Inflamasi
dermal dan
gg.Rasa gg.Fungsi
epidermal
Kelemahan nyaman : mata
fisik nyeri
gg.Integritas
kulit
Intoleransi gg.Persepsi
aktivitas sensori
penglihatan
MANINFESTASI KLINIS

Mulainya penyakit akut Pada keadaan berat

Dapat disertai gejala Tidak bisa makan dan


prodormal: minum.
Demam tinggi Kesadaran menurun
Malaise Soporous sampai koma
Nyeri kepala
Batuk/pilek
Nyeri tenggorok
Trias Kelainan:

Kelainan Kelainan Selaput lendir di Kelainan Mata


Kulit orifisium
Eritema pada mukosa mulut Konjungtivits
Vesikel (100%),Kelainan dilubang alat kataralis
Bula genital (50%),Kelainan dilubang Konjungtivitis
purpura hidung dan anus(8/4%). purulen
Kelainan berupa vesikel dan bula Perdarahan
yang memecah menjadi Simblefaron
erosi,ekskoriasi, krusta Ulkus kornea
kehitaman. Iritis
juga dapat terbentuk Iridosiklitis.
pseudomembran.
Stomatitis.
Diagnosis
Pemeriksaan kulit

Efloresensi/
sifatnya:
Eritema berbentuk
Lokalisasi cincin,berkembang
menjadi urtikari/lesi
papular berbentuk target
dengan pusat ungu
Biasanya
generalisata
kecuali pada
kepala yang Purpura(petekie),vesikel dan
berambut bula,numular sampai plakat.erosi
ekskoriasi,perdarahan,
dan krusta berwarna merah
hitam.
Gambaran
Histopatologi
Peradangan bagian atas kulit &
dilatasi pemb.darah.infiltrasi
perivaskular,ekstravasasi
eritrosit serta edema pada
stratum korneum.

Perubahan epidermis sedang-


berat,spongiosis dan edema
intraseluler, pembentukan vesikel &
bula yang mengandung serum &sel
polimorfonuklear,sebagian eosinofil.

Apoptosis keratinosit
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Menilai penyebab


apakah alergi atau
darah infeksi

Untuk membedakan
syndrom stevens
imunoflouresensi johnson dengan
penyakit kulit dengan
lepuh subepidermal
lainya.
Diagnosis Banding

Staphylococcus Steven Jhonson


Scalded Skin Syndrome
Syndrome
Etiologi Staphylococcus Obat,infeksi,keganasan
aureus,infeksi ,post
mata,infeksi THT vaksinasi,radiasi,maka
nan
Pasien Anak anak,bayi < 5 Dewasa,anak >3 tahun
tahun
Gejala klinis Eritem *gejala prodormal
muka,leher,inguin *trias :
al,axila (24 jam) Kulit
Epidermolisis :eritem,vesikel,bula,dan
Nikolsky sign + purpura
Mukosa jarang Mukosa :orifisium
PA : celah pada mulut,faring,traktus
stratum respiratorius,esophagus
granulosum (pseudomembran)
Mata :
*epidermolisis -
*nikolsky sign
*PA : kelainan dermis sedikit
sampai nekrolisis epidermal

komplikasi Selulitis,pneumonia,sept bronkopneumonia


ikemia
Penatalaksanaan
Umum Sistemik Topikal
Pemberian cairan Kortikosteroid dosis Vesikel dan bula yang
intravena tinggi,prednison 80- belum pecah diberi
200mg/parenteral atau oral, salisil 2%.
kemudian diturunkan perlahan
Jika penderita Kasus berat deksametason Kelainan yang basah
koma,lakukan IV,dosis 4x5 mg/3-10 hari. dikompres dengan
tindakan darurat Jika KU membaik penderita asam salisil 1 %.
terhadap dapat menelan diganti prednison
keseimbangan O2 dan dosis (ekivalen).
CO2
Kasus ringan prednison 4x5 mg- Kelainan mulut yang
4x20mg/hari dosis diturunkan berat diberikan asam
secara bvertahap setelah terjadi borat 3%.
penyembuhan.
ACTH(sintetik) 1 mg,obat Konjungtifitis diberi
anabolik,KCL 3x500 salep mata yang
mg,antibiotik,obat mengandung
hemostatik,antihistamin. antibiotik dan
kortikosteroid.
Prognosis

Umumnya baik,dapat sembuh sempurna bergantung


pada perawatan dan cepatnya mendapat terapi yang
tepat.
Jika terdapat purpura prognosis lebih buruk.
Angka kematian 5-15%.
KESIMPULAN

Steven jhonson syndrom merupakan sindrom


yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium, dan
mata. Namun penyebab pastinya belum diketahui tapi
faktor pencetus bisa berupa infeksi,faktor
fisik,obat,kehamilan,neoplasma,penyakit kolagen
vaskuler dan kontakan.Dimana prognosis tergantung
manifestasi klinisnya dan cara penanganannya.
REFERENSI

Ilmu penyakit kulit dan kelamin,edisi ketiga FK UI


Saripati penyakit kulit,edisi kedua
Prof.Dr.R.S.Siregar,Sp.KK(K)
medscape
TERIMA KASIH