Anda di halaman 1dari 26

CASE REPORT

RHINOSINUSITIS
Disusun Oleh
Debora P. P. Saragih
1261050257

Pembimbing
dr. Bambang Suprayogi Resi
Utomo, Msi.Med., SpTHT-KL

KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT THT


RSU UKI
24 Juli 26Agustus 2017
ANATOMI

Sinus
Sinus Sfenoid Sinus Etmoid Sinus Frontal
Maksila
Definisi
Sinusitis adalah
Inflamasi mukosa sinus paranasal.
Umumnya disertai atau dipicu
oleh rinitis sehingga di sebut
Rhinosinusitis
Rhinosinusitus adalah
Inflamasi pada mukosa hidung
dan sinus paranasalis
Klasifikasi
Konsensus
internasional
tahun 2004 :
Akut dengan batas sampai
4 minggu
Subakut antara 4 minggu
3 bulan
Kronik lebih dari 3 bulan
Etiologi dan faktor predisposisi
ISPA akibat virus,
Rhinitis alergi,
kelainan anatomi seperti deviasi septum dan
hipertrofi konka,
Sumbatan kompleks ostio-meatal (KOM),
Infeksi tonsil,
Infeksi gigi,
kelainan imunologik,
Diskinesia silia
Manifestasi Klinis
Rhinosinusitis Akut
Merupakan ciri khas
Hidung tersumbat disertai sinusitis akut :
nyeri/rasa tekanan pada muka dan
ingus purulen, yang sering kali
turun ke tengggorok (post nasal Nyeri pipi
menandakan
drip) dapat disertai gejala sistemik sinusitis maksila

seperti demam dan lesu


Nyeri di antara
atau di belakang
kedua bolah mata
menandakan
sinusitis etmoid,

Nyeri di dahi atau


di seluruh kepala
menandakan
sinusitis frontal

Nyeri dirasakan di
verteks, oksipital,
belakang bola mata
dan daerah mastoid
menandakan
sinusitis sfenoid
Manifestasi klinis
Rhinosinusitis kronik
Tidak khas, kadang hanya 1 atau 2 dari gejala :
o Sakit kepala kronik
o Post nasal drip,
o Batuk kronik,
o Gangguan tenggorokan,
o Gangguan telinga akibat sumbatan kronik muara tuba
eustachius,
o Gangguan ke paru seperti bronkitis,
o Serangan asma yang meningkat
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
o Inspeksi
o Palpasi
o Rinoskopi anterior dan posterior, pemeriksaan naso-endoskopi sangat
dianjurkan untuk didiagnosis yang lebih tepat dan dini.
Tanda khas adalah adanya pus di meatus medius (pada sinusitis
maksila dan etmoid anterior dan frontal) atau dimeatus superior
(pada sinusitis etmoid posterior dan sphenoid).
Pada rhinosinusitis akut, mukosa edema, dan hiperemis.
Pada anak sering ada pembengkakan dan kemerahan didaerah
kantus medius.
Pemeriksaan penunjang
o CT-Scan sinus merupakan gold standar diagnosis sinusitis karena mampu
menilai anatmoi hidung dan sinus
Sinusitis maksilaris
BAB 2
STATUS PASIEN
IDENTITAS
Nama : Ny. R
Umur : 22 tahun
Pekerjaan : mahasiswi
Alamat : Jalan Kali Baru Timur 3E Jakarta
Utara
ANAMNESIS
Autoanamnesis : 2 Agustus 2017
Keluhan Utama : Pilek
Keluhan Tambahan : batuk, meler, nyeri wajah,
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang ke Poli THT RS Pelabuhan dengan
keluhan pusing berputar, keluhan dirasakan sejak 4
hari yang lalu. Pasien merasa pusing berputar sampai
hendak jatuh terutama dirasakan saat baru bangun
tidur dan saat berpindah posisi ketika tidur seperti
saat menolehkan kepala ketika tiduran. Untuk
meringankan gejalanya pasien harus berbaring
terlebih dahulu sebelum bangun dari tempat tidur
selama 15 menit baru kemudian pasien bisa bangun
dari tempat tidurnya. Pasien juga mengalami mual
dan muntah dan keringat dingin saat sedang pusing.
Dan ketika berjalan pasien sering merasa ingin
terjatuh. Pasien juga mengeluhkan bahwa telinga
kananya sering merasa nyeri namum tidak ada
Pasien datang ke Poli THT RS Pelabuhan dengan
keluhan pilek sejak 5 bulan yang lalu. Pilek
dirasakan hilang timbul, pasien sudah berobat
namun keluhan tidak berkurang, pilek meler sampai
menimbulkan sesak, 1 bulan yang lalu pasien sudah
ke bagian paru dilakukan pemeriksaan rontgen
paru dan hasilnya bronkopnemunia. Pasien juga
mengelih bersih-bersin di pagi hari dan juga
mengeluh nyeri pipi sejak kurang lenih 1 bulan ini
RPD: Tonsilektomi 3 tahun yang lalu

RPK: Disangkal

RKP: Buang ingus keras-keras

Riwayat Alergi: Disangkal


PEMERIKSAAN FISIK
Telinga Luar Kanan Kiri
Auricula
Kelainan kongenital Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Trauma Tidak ada Tidak ada
Tumor Tidak ada Tidak ada
Preauricula
Fistel Tidak ada Tidak ada
Auricular assesoris Tidak ada Tidak ada
Abses Tidak ada Tidak ada
Sikatriks Tidak ada Tidak ada
Retroauricula
Pembengkakan Tidak ada Tidak ada
Abses Tidak ada Tidak ada
Fistel Tidak ada Tidak ada
Sikatriks Tidak ada Tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Liang Telinga Kanan Kiri
1. Liang telinga
Lapang/sempit Lapang Lapang
Kelainan congenital Tidak ada Tidak ada
2. Warna epidermis Merah muda Merah muda
3. Serumen Tidak ada Tidak ada
4. Sekret Tidak ada Tidak ada
5. Kelainan Telinga Tidak ada Tidak ada

Membran Timpani Kanan Kiri


1. Utuh/tidak Utuh (intak) Utuh (intak)
2. Warna putih keabuan mutiara putih keabuan mutiara
3. Reflek cahaya Ada Ada
4. Perforasi tidak ada tidak ada
5. Posisi Tenang Tenang
6. Kelainan tidak ada tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Kanan Kiri
Berbisik 6/6 6/6
Penala
Rinne (+) (+)
Weber Tidak ada lateralisasi Tidak ada lateralisasi
Schwabach Sama dengan pemeriksa Sama dengan pemeriksa

Audiogram : Tidak diperiksa


Uji keseimbangan :
1. Uji romberg : (+)
2. Uji romberg yang dipertajam : (+)
3. Uji telunjuk hidung :
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan bentuk luar Dalam batas normal
hidung
Rhinoskopi anterior Kanan Kiri
Cavum nasi
1. Lapang/sempit Lapang Lapang
2. Mukosa Hiperemis Hiperemis

Konka inferior
1. Besar Eutrofi Eutrofi
2. Warna Merah muda Merah muda
3. Permukaan Licin Licin

Konka media
1. Besar Hipertrofi Hipertrofi
2. Warna Hiperemis Hiperemis
3. Permukaan Licin Licin
Meatus nasi media Sekret (-) Sekret (-)
Septum Lurus Lurus
Kelainan Tidak ada TIdak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Mulut
1. Gigi Dalam batas normal
2. Gusi Dalam batas normal
3. Lidah Dalam batas normal
4. Kelenjar Ludah Dalam batas normal
Leher (-) Membesar (-) Membesar
Kelenjar Limfoid Regio colli anterior < 1cm Regio colli anterior < 1cm
kenyal, mobile, tidak nyeri, kenyal, mobile, tidak nyeri,
permukaan rata permukaan rata

Arcus Faring Simetris


Uvula Ditengah
Tonsil
1. Besar T0 T0
2. Warna Tidak hiperemis Tidak hiperemis
3. Krypta Tidak melebar Tidak melebar
4. Dedritus - -
5. Perlengketan - -
Mukosa faring Tidak hiperemis (+), granul (-)
Kelainan Lain Tidak ada
Leher (-) Membesar (-) Membesar
Kelenjar Limfoid Regio colli anterior < 1cm Regio colli anterior < 1cm
kenyal, mobile, tidak nyeri, kenyal, mobile, tidak
permukaan rata nyeri, permukaan rata

Tonsil
1. Besar T0 T0
2. Warna Hiperemis Hiperemis
3. Krypta Melebar Melebar
4. Dedritus + +
5. Perlengketan - -

Mukosa faring Hiperemis (+), granul (+)


RESUME
Pasien datang dengan keluhan pusing berputar
sejak 4 hari yang lalu. Pusing terutama dirasakan
saat pasien baru bangun tidur dan saat pasien
hendak berpindah posisi tidur seperti ketika
menolehkan kepala. Pasien harus tiduran selama
15 menit sebelum bangun tidur agar keluhan
berkurang. Pasien juga mengalami mual, muntah,
dan keringat dingin saat sedang pusing. Pasien
juga sering merasa ingin jatuh ketika berjalan.
Keluarga pasien memiliki riwayat darah tinggi dan
pasien memiliki kebiasaan merokok.
Diagnosa Kerja
o Rhinosinusitis kronik
Diagnosa Banding

Pemeriksaan Anjuran
o Foto waters
Rencana Pengobatan
o Konservatif
Edukasi Pasien
o Hindari aktivitas berat dan berjalan dalam waktu lama
o Jika terjadi serangan ketika kepala terasa pusing berputar jangan panik
dan langsung menghentikan aktivitas
o Mengurangi konsumsi garam
o Mengurangi dan berhenti rokok
o Kontrol 1 minggu kemudian

Prognosis
o Ad vitam : dubia ad bonam
o Ad sanasionum : dubia ad bonam
o Ad fungsionum : dubia ad bonam