Anda di halaman 1dari 24

ANALISIS HASIL TES DAN

INTERPRETASI HASIL TES

KHAIRUL UMAM
IIN FITRIYANI
ANALISIS HASIL TES
DAN
INTERPRETASI HASIL TES

PENSKORAN

PENGOLAHAN SKOR PENILAIAN ACUAN


HASIL TES NORMA (PAN)

PENILAIAN ACUAN
ANALISIS BUTIR TES KRITERIA (PAK)

ANALISIS TES SECARA


KESELURUHAN
PENSKORAN

Tes Objektif Tes Subjektif


PENGOLAHAN SKOR HASIL TES

Kecenderungan seluruh peserta tes, merupakan


analisis untuk memperoleh angka-angka yang
menunjukkan bagaimana peserta tes sebagai suatu
kelompok telah menunjukkan unjuk kerjanya dalam
mengerjakan suatu tes. Kecenderungan seluruh
peserta tes ditunjukkan dalam bentuk: skor rata-
rata, skor tengah atau median, skor paling banyak
atau mode, penyebaran skor, rentangan skor,
simpangan baku, dan varian.
SKOR RATA-RATA ATAU MEAN
Skor rata-rata adalah sebuah angka yang
menunjukkan tingkat perolehan skor seluruh
kelompok peserta tes secara umum.
Rumus:
SKOR TENGAH ATAU MEDIAN
Median adalah angka pada daftar skor yang
disusun menurut besarnya, yang terletak tepat
di tengah di antara skor terendah dan skor
tertinggi.
SKOR PALING BANYAK ATAU MODE
Mode adalah skor pada suatu distribusi skor
seperti terlihat pada suatu daftar skor hasil
tes, yang memiliki frekuensi paling tinggi
dibandingkan dengan frekuensi skor-skor lain
yang berdekatan.
PENYEBARAN SKOR
Penyebaran skor bertujuan untuk
menunjukkan bagaimana perolehan skor
peserta tes tersebar dan berbeda secara
keseluruhan.
RENTANGAN SKOR
Penyebaran skor tercermin pada rentangan
skor (R), yaitu selisih antara skor paling tinggi
(H) dan skor paling rendah (L) pada daftar
perolehan skor suatu kelompok peserta tes.
Rumus: R = H - L
SIMPANGAN BAKU
Simpangan baku merupakan indikasi tentang tingkat
penyebaran skor yang paling kuat dan paling sering
digunakan.
Rumus:

Dimana:
S= simpangan baku
X= masing-masing skor
= skor rata-rata
N = banyaknya skor
VARIAN
Varian didefinisikan sebagai simpangan baku
pangkat dua (S2).
Rumus:
ANALISIS BUTIR TES
Tingkat kesulitan, maksudnya untuk
mengetahui seberapa sulit atau mudahnya tes
yang telah diselenggarakan, baik tes secara
keseluruhan maupun masing-masing butir
tesnya.
Rumus:
DAYA PEMBEDA
Daya pembeda, maksudnya kemampuan butir tes untuk
membedakan peserta tes yang mampu dan yang kurang
mampu tersebut dikenal sebagai daya pembeda.
Rumus:

D= daya pembeda
RH= kelompok yang mampu menjawab benar
RL = kelompok kurang mampu yang menjawab benar1/2
1/2T = setengah dari jumlah peserta tes ke dua kelompok
Tabel tingkat daya pembeda
TINGKAT DAYA PEMBEDA MUTU BUTIR TES
0,40 atau lebih Amat baik
0,30 0,39 Cukup baik namun perlu perbaikan
0,20 0,29 Kurang baik, perlu perbaikan
0,19 atau kurang Tidak baik, perlu direvisi atau ditiadakan
ANALISIS PENGECOH
Berbeda dengan analisis tingkat kesulitan
dan daya pembeda butir tes yang dapat
diterapkan pada beberapa jenis tes, baik tes
subjektif (khususnya tes dengan kata tanya,
tes jawaban pendek untuk tingkat kesulitan),
maupun tes objektif (semua jenis), analisis
pengecoh ini diterapkan pada tes objektif jenis
pilihan ganda.
ANALISIS TES SECARA KESELURUHAN
ANALISIS VALIDITAS TES
INTERPRETASI HASIL TES
Tahap penskoran pekerjaan peserta tes berakhir
dengan penetapan skor, yaitu angka yang
menunjukkan jumlah jawaban benar yang telah
dikerjakan oleh masing-masing peserta tes. Dalam
menetapkan skor dilakukan dua acuan pokok,
yaitu penilaian acuan norma (PAN), dan penilaian
acuan kriteria (PAK), atau disebut juga penilaian
acuan patokan (PAP).
PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN)
Penerapan PAN didasarkan atas ciri-ciri distribusi seperti yang
terdapat pada kurva normal, yang susunan atau distribusi
normalnya dibuktikan atau diasumsikan.
Penerapan PAN sebagai dasar interpretasi sederetan skor
(mentah) hasil pengerjaan tes oleh sekelompok peserta,
dapat berarti bahwa sebagian besar dari peserta tes dapat
dianggap memenuhi syarat kelulusan, karena tergolong
kelompok normal.
Tes yang digunakan perlu disesuaikan dengan ciri-ciri kurva
normal, dalam rincian dan distribusi butir tersnya atas dasar
ciri-ciri butir tesnya, khususnya tingkat kesulitan.
PENILAIAN ACUAN KRITERIA (PAK)
Interpretasi skor berdasarkan PAK mendasarkan diri pada
kriteria, yaitu suatu deskripsi rinci tentang tingkat kemampuan
minimum yang harus ditunjukkan oleh peserta tes dalam
menjawab atau melakukan tugas.
Selagi interpretasi skor hasil tes berdasarkan PAN dapat
berarti bahwa sekurang-kurangnya 60% peserta tes akan lulus,
penerapan PAK sama sekali tidak ada patoka berapa akan
(harus) lulus.
Contoh: Rincian Kriteria Tes Kemampuan
Menulis
No. Unsur Kemampuan Menulis Indikator Kemampuan Minimum
1. isi Isi bahasan sesuai dengan judul
Menguasai masalah
Cakupan isi bahasan memadai
2. susunan Pembahasan berdasarkan
Pokok-pokok bahasan
Pokok-pokok bahasan tersusun runtut
Pokok-pokok bahasan dikembangkan
3. tatabahasa Kalimat-kalimat tersusun secara gramatikal
Kalimat-kalimat digunakan secara efektif
Bentukan frasa dan kata sesuai kaidah
4. kosakata Perbendaharaan kata cukup
Pemilihan dan penggunaan kata sesuai
5. Ejaan dan teknik penulisan Penggunaan ejaan dan penulisan sesuai
kaidah
Kriteria Sederhana Tes Kemampuan
Menulis dan Indikatornya
No. kriteria indikator
1. isi Isi sesuai dengan maksud tulisan
2. susunan Tulisan dikemas dalam susunan yang rapi
3. bahasa Tulisan diungkapkan dalam bahasa yang baik dan
benar
Rincian Kriteria Kemampuan Menulis
dengan Alokasi Skor
No. Kriteria Rincian Kriteria Skor
1. isi Isi dan ckupan tulisan amat sesuai 3
dengan maksud tulisan
Isi dan cakupan tulisan cukup sesuai 2
dengan maksud tulisan
Isi dan cakupannya kurang sesuai 1
denganmaksud tulisan
2. susunan Tulisan dikemas dalam susunan yang 3
amat rapi
Tulisan dikemas dalam susunan yang 2
cukup rapi
Tulisan dikemas dalam susunan yang 1
kurang rapi
3. bahasa Tulisan dikemas dalam bahasa yang 3
amat baik dan benar
Tulisan dikemas dalam bahasa yang 2
baik dan benar
Tulisan dikemas dalam bahasa yang 1
kurang baik dan benar
Rincian Tingkat Kelulusan Tes
Kemampuan Menulis
Tingkat perolehan Jumlah perolehan kesimpulan Nilai akhir
skor skor
= TKM 2 + 2 +2 = 6 lulus C atau 2
(atau urutan rincian
lain yang setara)
> TKM 3+3+3=9 lulus A atau 4
3+3+2=8 B atau 3
3+2+2=7 B atau 3
(atau urutan rincian
lain yang setara)
< TKM 1+1+1=3 Tidak lulus D atau 1
Rincian Tingkat Kemampuan
Mengarang
No. Kategori Kualifikasi Rentangan Nilai
1. A Amat baik 90-100
2. B Baik 72-89
3. C Sedang 57-71
4. D Kurang 34-56