Anda di halaman 1dari 10

Thank You For

Smoking
Review

Film bergendre komedi dibuat tahun 2005 berdasarkan


novel satir 1994 2005 black comedy, based on the 1994
satirical novel by Christopher Buckley
Sebuah tayangan talk show yang mengulas bahaya rokok
pada usia remaja
Narasumber : Robin Willinger (15 tahun), Nick Naylor
(wakil direktur Akademi Kajian Tembakau) dan (ketua
asosiasi paru-paru, layanan kesehatan dan manusia)
Dalam talk show tersebut Nick Naylor mematahkan
argumen dari perwakilan senato dimana bahwa
perusahaan rokok tempat Nick bekerja akan
mengucurkan dana 50 juta dolar yang ditujukan untuk
membujuk remaja agar tak merokok
BR, si bos dari Nick Naylor kesal dengan direct
statement pada acara talkshow di stasiun televisi yang
terlontar dari ucapan sang pelobi
Nick dapat menyakinkan BR bahwasanya dukungan
terhadap remaja untuk tidak merokok dapat
meningkatkan citra perusahaan dan peningkatan
penjualan rokok.
Pada suatu sesi acara sekolah "What Do You Do?" di
kelas Joey - putra dari Nick Naylor, sang pelobi hadir
dengan antusias dan energik
Salah satu siswa, rekan sekelas Joey, apakah rokok
baik? Bergegas sang guru dan Nick tentunya berkata:
TIDAK!. "Kau harus berpikir sendiri, menantang
otoritas, apabila berbicara mengenai tindakan merokok
apakah baik? Maka diri kita sendiri yang harus mencari
tahunya", tutur Nick Naylor menutup pembicaraan.
Kebiasan unik dari Nick, yakni meluangkan waktu untuk melakukan
obrolan santai di Bert's - cafe bersama kedua rekannya, Polly, juru
bicara alkohol (Moderation Councill), dan Bobby Jay, juru bicara
senjata api (Safety)

Mereka saling bertukar informasi pengalaman bekerja dalam


industri masing-masing, dan saling memberi masukan guna
menyelesaikan permasalahan yang kerap muncul dalam dunia bisnis.

Nick mengalami situasi yang bertolak belakang dengan kesuksesan


karirnya, dirinya gagal mempertahankan biduk rumah tangga dengan
istrinya
Dalam jumpa pers, sang senator Ortolan Finistirre menyatakan
kepada perusahaan rokok Amerika untuk menyertakan simbol
POISON pada tiap-tiap bungkus rokok agar memberi edukasi
terhadap remaja betapa berbahaya dampak merokok yang
ditimbulkan

Kemudian mengajak para industri tembakau untuk menghadiri


sidang kongres untuk membahas pemakaian simbol POISON

BR, pimpinan Nick Naylor kesal, karena profit turun diakibatkan


adanya menurunnya penjualan rokok dimana-mana, serta perokok
remaja kian menurun drastis

Nick mendapatkan ide untuk meningkatkan penjualan rokok, yakni


menyampaikan pesan seolah-olah merokok keren yang diperankan
oleh artis dalam film-film Hollywood
Dalam pertemuan dengan Captain (orang besar terakhir dalam
industri tembakau), Nick kaget mendapati pernyataan dari
captain, dilontarkan sang captain bahwa "BR mendapat ide untuk
menyuap produser di Hollywood, sehingga dapat membuat aktor
merokok film
Captain mendukung kerjasama antar perusahaan tembakau dengan
hollywood sembari tersenyum (tanda menyetujui), saat ditanya
soal pengucaran dana 50 juta dollar untuk kampanye anti rokok
bagi remaja.
Heather Holloway sebagai wartawan muda ingin tahu sosok Nick
Naylor
Nick secara khusus diundang ke bar, disana Nick banyak
menceritakan bagaimana keinginan dirinya dalam industri
tembakau, kendali populasi masyarakat perokok, serta pembayaran
untuk hipotek
Nick Naylor beserta anaknya pergi ke LA untuk bertemu dan
melakukan negosiasi kontrak dengan produser Hollywood, Jeff
Megall. Dan kerjasama pun terjalin, dimana nilai kontrak
disepakati senilai 25 juta dolar.

Nick mendapat misi untuk menyerahkan uang (menyuap) ke Lorne


Lutch, bintang iklan rokok (Marlboro Man) yang baru-baru saja
muncul di acara televisi dan membicarakan dampak merokok bagi
kesehatan tubuhnya

Captain memerintahkan Nick agar Lorne dapat tutup mulut dan


berterima kasih pada perusahaannya dulu. Hingga akhirnya, sang
juru bicara itu pun berhasil membujuk Lorne agar tidak berbicara
di depan media massa.
Dalam undangan acara on air di salah satu stasiun TV, Nick
mendapat telepon misterius yang mengecam sikapnya membela
perusahaan rokok
Suatu hari, ketika Nick berjalan melewati pedestrian, nampak
seseorang yang menguntit dari belakang, dan menculiknya dalam
sebuah mobil van
Penculik kesal dan jengah terhadap pembelaan Nick terhadap
industri rokok yang jelas-jelas menyebabkan penyakit kanker dan
turunannya
Nick tak sadarkan diri dan dalam penanganan kritis di sebuah
rumah sakit
Kabar mengejutkan datang dari pemberitaan media massa, yang
menyudutkan Nick dan kedua temannya. Siapa lagi jika tidak lain
perbuatan Heather Holloway, wartawan yang haus bahan
pemberitaan
BR memerintahkan Nick untuk tidak menghadiri kongres yang
diadakan Ortolan. Nick juga dikejutkan dengan meninggalnya
Captain akibat serangan jantung. Rasa putus asa dan frustasi
nampak jelas di raut wajah Nick
Dalam kongres Nick Naylor memberikan keterangan terhadap
dewan kongres bahwa ia mengundurkan diri dari jabatan wakil
direktur akademik kajian tembakau memberikan ulasan apa adanya,
bahwa rokok dapat mempengaruhi beragam penyakit, diantaranya:
penyakit Parkinson dan dapat menyebabkan penyakit kanker

Usai penutupan kongres, BR mencoba mendekati Nick untuk tetap


satu tim pada perusahaan rokok. Namun sayangnya, Nick Naylor
menolak pekerjaan tersebut. Dan kini, Nick Naylor mencoba
karirnya yang baru sebagai trainer di bidang pengembangan
softskill sembari menjaga Joey Naylor.
Kaitan dengan Riset Pemasaran

Dalam suatu pemasaran produk harus bisa bernegosiasi, dimana cara bernegosasi
yang baik yaitu :
1. Harus memiliki kepercayaan diri
2. Mampu meyakinkan lawan bahwa aegumen kita benar
3. Memahami konsep soft-persuading
4. Sanggup bangkit dari kondisi merugikan ataupun menguntungkan
5. Memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata yang tepat dalam
mengemukakan argumen
6. Mampu memperkirakan langkah yang akan diambil oleh lawan
7. Harus membuat argumen yang kuat
8. Harus mampu meyakinkan orang lain untuk melakukan apa yang kita
pikirkan dan inginkan
9. Mampu menggunakan strategi dan taktik
10. Wawasan luas