Anda di halaman 1dari 6

Belajar Sosial

ALBERT BANDURA
Devi Ari Mariani
Pendekatan Kognitif Sosial
Pikiran mempengaruhi perilaku dan
pembelajaran
Ketika kita belajar kita akan
merepresentasikan atau
mentransformasikan pengalaman
secara kognitif
Kepribadian melibatkan interaksi
satu orang dengan orang yang
lainnya
Konsep Dasar
Model Resiprokal yang melibatkan
tiga faktor utama;
pribadi,lingkungan, dan tingkah laku

Pribadi

Lingkungan Tingkah Laku


Konsep Dasar
Tanpa Reinforcment, tapi dengan pengamatan dan pengulangan apa
yang dilihat
Kognisi dan Regulasi Diri

Menurut Bandura harus 4 persyaratan untuk dapat menirukan model


dengan baik:

Perhatian (suatu model tidak akan bisa ditiru bila tidak diadakan
pengamatan).
Retensi atau disimpan dalam ingatan (tingkah laku yang diamati
harus bisa diingat kembali untuk bisa ditirukan juga bila model
tidak ada lagi).
Reproduksi motoris (untuk dapat menirukan dengan baik seseorang
harus memiliki kemampuan motorisnya).
Insentif dan motivasi (orang yang menirukan harus melihat tingkah
laku itu sebagai tingkah laku yang terpuji dan bermotivasi untuk
menirukannya).
Struktur dan Dinamika Kepribadian
Sistem Self struktur kognitif yang memberi
pedoman mekanisme dan seperangkat fungsi-
fungsi persepsi, evaluasi, pengaturan tingkah
laku. Self adalah bagian dari sistem yang
resiprokal
Regulasi Diri menjembatani pengaruh-pengaruh
eksternal dengan kemampuan atau kapital yang
dimiliki seseorang, sebagai dasar untuk melakukan
tindakan yang bertujuan, sehingga memungkinkan
dirinya memiliki kontrol individual atas fikiran,
perasaan, motivasi, dan perilakunya. Merupakan
mekanisme kontrol internal yang memerintah
perilaku, dan konsekuensi-konsekuensi yang
ditanggung oleh individu sebagai akibat dari
perilakunya.
Struktur dan Dinamika Kepribadian
Efikasi Diri Efikasi diri berkembang sebagai
hasil dari akumuluasi keberhasilan seseorang
dalam satu bidang tertentu, dari observasi-
observasi terhadap kesuksesan dan kegagalan
orang lain, dari persuasi orang lain, dan dari
keadaan fisiologis yang dimilikinya, seperti
keadaan takut atau gelisah (nervousness), atau
kecemasan (anxiety) saat melakukan sesuatu
(Bandura, dalam Brown, 1999). Perbandingan
sosial antara kinerjanya dengan kinerja orang
lain, terutama kelompok sebaya dan saudara
kandung, juga merupakan sumber yang kuat
bagi efikasi diri.