Anda di halaman 1dari 10

Penanganan Anak

dengan Keterbelakangan
Mental
DIENNA HERLIANI PUTRI
DITA CLARA
DWIKE AGENG LESTARI
Banyak definisi mengenai pasien dengan
keterbelakangan mental, menurut Christensen
(2005) pasien dengan keterbelakangan mental adalah
individu yang memiliki keterbatasan dalam upaya
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya.
1. Seseorang karena penyakit yang di derita serta
perawatannya, adanya keterbatasan serta gaya hidupnya yang
menyebabkan resiko tinggi oral hygiene yang buruk.

2. Seseorang jika akan di lakukan perawatan kesehatan gigi


dapat berakibat buruk terhadap kondisi sistemiknya atau
bahkan kelangsungan hidupnya.
Faktor-faktor yang berasal dari pasien dan
keluarganya
Faktor-faktor yang berasal dari tim kesehatan gigi
(dokter gigi dan perawat gigi
Hal pertama yang harus di lakukan dalam perawatan pasien ini
adalah melakukan anamnesa dengan secermat mungkin. Riwayat
kesehatan umum maupun riwayat kesehatan gigi pasien harus
benar-benar di tanyakan dengan teliti, jangan sampai ada yang
terlewat atau bahkan sengaja di sembunyikan oleh pasien.
Tenaga kesehatan gigi harus teliti dalam melakukan pemeriksaan
rongga mulut karena terdapat hubungan erat antara kondisi
rongga mulut dengan keadaan kesehatannya.
Pada perawatan pasien dengan kebutuhan khusus ini seorang
perawat gigi di tuntut untuk bersikap profesional serta
memberikan pelayanan kepada pasiennya dengan bersikap
empati, benar-benar tulus dalam memberikan perawatan.

Khusus pada pasien yang memiliki keterbelakangan mental, di


butuhkan kesabaran dan ketulusan lebih sehingga pasien dapat
bersikap kooperatif dalam perawatan kesehatan giginya.
Mengingat perawatan kesehatan gigi memerlukan waktu yang
lama, kunjungan yang bertahap serta kadang-kadang di hambat
oleh sikap takut pasien terhadap perawatan kesehatan gigi.
1. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin
2. Rencana perawatan yang di buat harus melibatkan keluarga atau
pengasuh/orang yang sehari-harinya membantu pasien beraktifitas.
3. Melakukan modifikasi diet pasien yaitu dengan mengurangi diet
karbohidrat dan snack di antara waktu makan
4. Membuat metode pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang
realistik bagi tiap pasien
5. Merencanakan kunjungan pasien