Anda di halaman 1dari 66

Pengantar

Interpretasi Data Laboratorium

8/27/2017
LATARBELAKANG
Kebutuhan seorang Apoteker akan pemahaman
mengenai data klinik untuk dapat melakukan tindakan
kefarmasian dengan tepat sesuai dengan tujuan terapi

BUKAN UNTUK MENDIAGNOSA


DATA KLINIK
kumpulan informasi
pasien berupa info
personal dan keluarga, Rekam Medik
data medis, yang di
dokumentasikan

Digunakan sebagai dasar Rahasia


tindakan standar medis
1. Nama
2. Umur
3. Jenis kelamin
Data klinik pasien 4. Suku
5. Agama
6. Alamat
7. Tinggi
8. Berat badan

1. Data alergi
2. Golongan darah
3. Riwayat terapi/pengobatan
Data klinik data medis
4. Data laboratorium
5. Data EKG
6. dll
PENGGUNAAN DATA LABORATORIUM
DALAM PRAKTIK KLINIK
Menilai kesesuaian terapi obat
Monitoring efek terapetik
Monitoring reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD)
Menilai toksisitas obat
Monitoring kepatuhan minum obat
RSUD Soetomo
Pengertian Data Klinik
Laboratorium
Hasil pemeriksaan laboratorium merupakan
informasi yang berharga untuk membedakan
diagnosis, mengkonfirmasi diagnosis, menilai
status klinik pasien, mengevaluasi efektivitas
terapi dan munculnya reaksi obat yang tidak
diinginkan (Kemenkes RI, 2011).
Tujuan Data Klinik Laboratorium
Saat ini paradigma pelayanan kefarmasian telah meluas
dari pelayanan yang berorientasi pada obat (drug
oriented) menjadi pelayanan yang berorientasi pada
pasien (patient oriented) dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pencapaian
luaran klinik yang optimal.
Pada penilaian luaran klinik pasien diperlukan berbagai
indikator yang meliputi: respons klinik pasien,
pemeriksaan fisik, data laboratorium dan diagnostik
(misalnya: imaging, elektrografi). Pernyataan American
Pharmacists Association 2008 yang mendukung peran
apoteker dalam keselamatan pasien antara lain perlunya
apoteker mempunyai akses data klinik pasien.
Pemeriksaan laboratorium rutin dilakukan
untuk mendapatkan informasi yang berguna
bagi dokter dan apoteker dalam pengambilan
keputusan klinik.
Untuk mengambil keputusan klinik pada
proses terapi mulai dari pemilihan obat,
penggunaan obat hingga pemantauan
efektivitas dan keamanan, apoteker
memerlukan hasil pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan tersebut dibutuhkan
sebagai pertimbangan penggunaan obat,
penentuan dosis, hingga pemantauan
keamanan obat. Sebagai contoh, pada
pertimbangan penggunaan dan penentuan
dosis aminoglikosida yang bersifat nefrotoksik
diperlukan data kadar aminoglikosida dalam
darah dan serum kreatinin yang
menggambarkan fungsi ginjal.
RENCANA PEMBELAJARAN
MATA KULIAH
SEMESTER (RPS)
: MKP Interpretasi Data Lab Klinik SEMESTER :1
PROGRAM STUDI : Profesi Apoteker DOSEN PENGAMPU :
DR.Agus Sulaeman, M.Si., Apt
DR. Marita Kaniawati, M. Si, Apt

CAPAIAN PEMBELAJARAN (KOMPETENSI MATA KULIAH):


Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk
menyelesaikan masalah terkait pekerjaan kefarmasian, mengembangkan dan
memelihara jaringan kerja dengan masyarakat profesi dan kliennya melalui pemahaman
interpretasi data hasil laboratorium klinik berbagai gangguan penyakit sesuai blueprint
UKAI sehingga mahasiswa mampu
1.Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menyelesaikan
masalah terkait pekerjaan kefarmasian, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja
dengan masyarakat profesi dan kliennya.
2.Membangun komunikasi, kerjasama tim, & hubungan interprofesional dalam tim
pelayanan kesehatan.
Dengan sikap menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

8/27/2017
METODE PENGALAMANB
MG KEMAMPUAN AKHIR BAHAN KAJIAN WAKT KRITERIA PENILAIAN
PEMBELA ELAJAR
KE YANG DIHARAPKAN (Materi Ajar) U (Indikator)
JARAN MAHASISWA

Pengantar
Interpretasi Data 2x50
Memahami target
1 Laboratorium Klinik Ceramah menit
pembelajaran
Kontrak x1
pembelajaran
Menguasai dan Interpretasi data lab Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian ketepatan
mengidentifikasi hasil pada Gangguan presentasi menit analisis data analisis.
data lab klinik yang kardiovaskular dan studi x1 Kemampuan
2 terkait dengan kasus komunikasi
pekerjaan kefarmasian

Menguasai dan Interpretasi data lab Diskusi, 2x50 Kemampuan


mengidentifikasi hasil pada Gangguan presentasi menit analisis data
data lab klinik yang Kardiovaskular dan studi x1 Penilaian ketepatan
terkait dengan kasus analisis.
3
pekerjaan kefarmasian Kemampuan
komunikasi

Menguasai dan Interpretasi data lab Diskusi, 2x50 Kemampuan


mengidentifikasi hasil pada Gangguan presentasi menit analisis data
data lab klinik yang Pernafasan dan studi x1 Penilaian ketepatan
terkait dengan Gangguan syaraf dan kasus analisis.
4
pekerjaan kefarmasian psikiatri Kemampuan
komunikasi
8/27/2017
Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampu
mengidentifikasi lab pada presentasi menitx 1 an analisis
hasil data lab Gangguan dan studi data Penilaian
klinik yang terkait Saluran Cerna kasus ketepatan
5 dengan pekerjaan analisis. 5 %
kefarmasian Kemampuan
komunikasi

Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampu


mengidentifikasi lab pada presentasi menitx 1 an analisis
hasil data lab klinik Gangguan saluran dan studi data Penilaian
yang terkait kemih dan kasus ketepatan
6 dengan pekerjaan ginekologi analisis. 5%
kefarmasian Kemampuan
komunikasi

Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampu


mengidentifikasi lab pada presentasi menitx 1 an analisis
hasil data lab klinik Gangguan dan studi data Penilaian
yang terkait endokrin kasus ketepatan
7 dengan pekerjaan analisis. 5%
kefarmasian Kemampuan
komunikasi

8/27/2017
Menguasai dan Interpretasi Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian
mengidentifikasi hasil data lab pada presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
data lab klinik yang Gangguan dan studi analisis.
8 terkait dengan onkologi kasus Kemampuan 5%
pekerjaan kefarmasian komunikasi

Menguasai dan Interpretasi Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian


mengidentifikasi hasil data lab pada presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
data lab klinik yang Gangguan dan studi analisis.
9 terkait dengan pekerjaan darah dan kasus Kemampuan 5%
kefarmasian imunologi komunikasi

Menguasai dan Interpretasi Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian


mengidentifikasi hasil data lab pada presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
data lab klinik yang Gangguan dan studi analisis.
10 terkait dengan pekerjaan tulang dan kasus Kemampuan 5%
kefarmasian sendi komunikasi

Menguasai dan Interpretasi Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian


mengidentifikasi hasil data lab pada presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
data lab klinik yang Gangguan dan studi analisis.
11 terkait dengan pekerjaan infeksi kasus Kemampuan 5%
kefarmasian komunikasi

8/27/2017
Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian
mengidentifikasi lab pada presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
hasil data lab klinik Gangguan ginjal dan studi analisis.
yang terkait dengan kasus Kemampuan
12 pekerjaan komunikasi 5%
kefarmasian

Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian


mengidentifikasi lab pada Gangguan presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
hasil data lab klinik nutrisi dan studi analisis.
yang terkait dengan kasus Kemampuan
13 pekerjaan komunikasi 5%
kefarmasian

Menguasai dan Interpretasi data Diskusi, 2x50 Kemampuan Penilaian


mengidentifikasi lab pada Gawat presentasi menitx 1 analisis data ketepatan
hasil data lab klinik darurat dan studi analisis.
yang terkait dengan kasus Kemampuan
14 pekerjaan komunikasi 5%
kefarmasian

8/27/2017
Referensi : Pedoman Interpretasi Data Klinik,
Kementrian Kesehatan 2011

Kontribusi nilai :
UTS : - Pekerjaan kelompok, Presentasi, diskusi,
studi kasus : 30 %
- UTS : 20 %
UAS : - Pekerjaan kelompok, Presentasi, diskusi dan
studi kasus : 35 %
- UAS : 15 %

8/27/2017
Materi
Materi Fokus Bentuk
Interpretasi data lab pada Hipertensi, Dislipidemia, Diskusi dan presentasi
Gangguan kardiovaskular Faktor risiko PJK lain

Interpretasi data lab pada Cardiac marker dalam PJK, Diskusi dan presentasi
Gangguan kardiovaskular Stroke

Interpretasi data lab pada Asma, TBC, ISPA, PPOK Diskusi dan Presentasi
Gangguan Pernafasan
Gangguan syaraf dan
psikiatri

Interpretasi data lab pada Gastritis, Diare, Konstipasi Diskusi dan Presentasi
Gangguan Saluran Cerna

8/27/2017
Materi
Materi Fokus Bentuk
Interpretasi data lab pada Gangguan terkait Diskusi dan presentasi
Gangguan saluran kemih menstruasi, Kontrasepsi,
dan ginekologi BPH

Interpretasi data lab pada DM, Tiroid Diskusi dan presentasi


Gangguan endokrin

8/27/2017
Jadwal Presentasi
Materi Kelompok Tanggal
Interpretasi data lab pada 11 September 2017
Gangguan kardiovaskular

Interpretasi data lab pada 18 September 2017


Gangguan kardiovaskular

Interpretasi data lab pada 25 September 2017


Gangguan Pernafasan
Gangguan syaraf dan
psikiatri

Interpretasi data lab pada 2 Oktober 2017


Gangguan Saluran Cerna

8/27/2017
Jadwal Presentasi
Materi Kelompok Tanggal
Interpretasi data lab pada 9 Oktober 2017
Gangguan saluran kemih
dan ginekologi

Interpretasi data lab pada 16 Oktober 2017


Gangguan endokrin

8/27/2017
PENILAIAN PEMATERI
Isi presentasi (25%)
Teknik presentasi : penyajian presentasi, slide,
penggunaan waktu, penggunaan alat bantu
(20%)
Penguasaan bahan presentasi/produk (20%)
Kemampuan menjawab pertanyaan (20%)
Kerja sama kelompok (15%)

8/27/2017
Mekanisme perkuliahan
Presentasi
Diskusi
Studi kasus

8/27/2017
TEXT

Outline
Definisi
Diagnosis
Pengobatan dan target terapi
(penatalaksanaan)
Monitoring
Prognosis
Preventive medicine
TEXT

Definisi
Berisi definisi kelainan, penyebab, angka
kejadian sehingga tergambar pentingnya
pemeriksaan factor risiko PJK
TEXT

Diagnosis

Cara diagnosis, dan titik kritis dalam diagnosis.


Interpretasi hasil
TEXT

Pengobatan
Penatalaksanaan
TEXT

Monitoring
Monitoring selama terapi sampai target
tercapai
TEXT

Prognosis
Kemungkinan komplikasi jika target terapi
tidak tercapai
TEXT

Preventive medicine
Bagaimana pencegahan penyakit atau
komplikasi

Tujuan Interpretasi Data Laboratorium
1. Menilai kesesuaian terapi
(contoh: indikasi obat, ketepatan pemilihan obat, kontraindikasi obat, penyesuaian
dosis obat, risiko interaksi obat),
2. Menilai efektivitas terapi
(contoh: efektivitas pemberian kalium diketahui melalui kadar kalium dalam darah, efektivitas
warfarin diketahui melalui pemeriksaan INR, Efektifi tas allopurinol di ketahui dari menurunnya
kadar asam urat,

3. Mendeteksi dan mencegah reaksi obat yang tidak dikehendaki


(contoh: penurunan dosis siprofl oksasin hingga 50% pada kondisi klirens kreatinin
<30mL/menit),
4. Menilai kepatuhan penggunaan obat (contoh: kepatuhan
pasien dalam menggunakan
obat antidiabetik oral diketahui dari nilai HbA1c, kepatuhan penggunaan statin
diketahui dari kadar kolesterol darah), dan
5. Mencegah interpretasi yang salah terhadap hasil pemeriksaan
8/27/2017
Suatu uji laboratorium akan
bernilai hasilnya jika

Mempengaruhi diagnosis, prognosis atau terapi


Memberikan pemahaman yang lebih baik
mengenai proses penyakit
Memberikan rekomendasi terkait penyesuaian
dosis

8/27/2017
Mutu Hasil
Pemeriksaan
Laboratorium Klinik

8/27/2017
Untuk apa pemeriksaan
laboratorium dilakukan?
untuk diagnosis

untuk pemantauan penyakit/prognosis

untuk pemantauan terapi/monitoring

untuk kepastian kondisi sehat /screening

8/27/2017
3 Aspek Pengendalian
Dalam Menjamin Mutu
Hasil Pemeriksaan

Proses Pra-analitik (57.3%)


Proses Analitik (25.1%)
Proses Pasca-analitik
(13.6)

8/27/2017
Relative Contribution of the Preanalytical Pha
to the Total Turn-Around Time of a Diagnostic

8/27/2017
Persons Involved in the
Preanalytical Phase

8/27/2017
Faktor Preanalitik yang
dapat dikendalikan
Perubahan Postur Tubuh
Bed Rest dalam periode yang cukup
panjang
Olah raga
Variasi Circadian
Travel
Diet
Merokok, Minum Alkohol dan obat-obatan

8/27/2017
8/27/2017
8/27/2017
8/27/2017
8/27/2017
Biological Effects of addictive
Drugs
on Plasma Concentrations of
selected Analytes

8/27/2017
8/27/2017
Faktor Preanalitik yang tidak
dapat dikendalikan
Pengaruh Biologis
Usia
Jenis Kelamin
Ras / bangsa
Faktor Lingkungan
Letak Geografis
Siklus Menstruasi
Pengaruh Musim
Kondisi Shock dan Trauma
Kondisi Sedang Transfusi
8/27/2017
8/27/2017
8/27/2017
Faktor Faktor Analitik

Karakteristik Mutu pada Proses Pemeri


aboratorium:
Persiapan Harian
Persyaratan Spesimen
Penanganan Spesimen
Turn Around Time
SDM Kompeten
8/27/2017
Faktor Faktor
Analitik Mutu pada Proses Pem
Karakteristik
Laboratorium:
CPRR (Cost Per Reportable Result)
Metode Pemeriksaan
Metode/Sistem QC
Kemampuan Alat
Fasilitas
Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkun
8/27/2017
Faktor Faktor
Analitik
Karakteristik Mutu Produk
yang harus dipenuhi:
Presisi
Akurasi
Sensitifitas Analitik
Spesifitas Analitik
Interferensi
Rentang Linearitas
Stabilitas Reagen
8/27/2017
Akurasi dan Presisi

8/27/2017
Dasar Quality Control
Melibatkan pemeriksaan bahan
kontrol spesifik (serum, urine,
darah) bersamaan dengan sampel
pasien

Data hasil pemeriksaan bahan


kontrol dianalisis secara statistik
dan dipantau untuk menilai
keandalan pemeriksaan
8/27/2017
Dasar Quality Control
Frekuensi analisis bahan kontrol
ditetapkan oleh setiap laboratorium
untuk setiap metode pemeriksaan :
- Alat-alat besar (multichannel)
analisis
bahan kontrol dilakukan setiap 20
sampel pasien
- Pada sistem/kondisi analisis yang
stabil bahan kontrol dilakukan 1x
8/27/2017
- Sistem Analisa -
Sistem yang digunakan untuk
memproduksi hasil
pemeriksaan meliputi:

Reagen, Kalibrator, Kontrol,


Instrumen,
Alat-alat pendukung, Disposables,
Prosedur Tes.
8/27/2017
- Sistem QC -
stem yang digunakan untuk memverifika
apakah hasil pemeriksaan dapat
diterima/dilaporkan.

8/27/2017
Control Chart

8/27/2017
DOKUMENTASI QC
TUJUAN DOKUMENTASI

1) Mempertahankan
mutu/kinerja
2) Meningkatkan mutu/kinerja
3) Mempertahankan stabilitas
dari suatu proses
Pemeriksaan
4) Traceability (dapat
8/27/2017
Dua Tipe Kesalahan
Ditemukan Selama Proses Pemeriks
1. Kesalahan Acak/Random Error
Penyebab :
Penanganan reagen, Kalibrator dan Contr

tidak konsisten.
Fluktuasi dalam temperatur.

Fluktuasi dalam volume.

8/27/2017
Dua Tipe Kesalahan
ang Ditemukan Selama Proses Pemeriksa

Perawatan instrumen tidak konsisten.

Kondisi lingkungan kerja tidak konsisten.

Fluktuasi Listrik.

Penanganan material tidak konsisten dari satu

analis ke analis

8/27/2017
Random error berhubungan dengan :
- Perubahan dalam presisi
- Meningkatnya SD atau CV

_
( x - xi )2 _
SD : CV : ( SD/ x ) x 100
N-I 8/27/2017
QC Chart menggambarkan Perubahan Random Error

8/27/2017
Dua Tipe Kesalahan
g Ditemukan Selama Proses Pemerik

2. Kesalahan Sistematik/Systematic
Error
Penyebab :
Perubahan lot. No. reagen.

Perubahan kalibrasi/rekalibrasi.

Perubahan terhadap instrumen.

8/27/2017
Systematic error berhubungan
dengan :
Perubahan dalam
_ akurasi.
Pergeseran nilai x.
Perubahan yang konsisten dalam
sistem/
proses pemeriksaan.
Perubahan dalam bias.
8/27/2017
- QC Chart menggambarkan Perubahan Sistematik Error -

8/27/2017
Post Analitik
TUJUAN

Untuk Menjamin agar hasil


pemeriksaan yang diberikan
kepada pelanggan
merupakan hasil yang benar.

8/27/2017
Cara Pengendalian
Pengontrolan Akhir Hasil
Kebenaran Identitas Pasien
Kelengkapan hasil pemeriksaan
Keabsahan hasil pemeriksaan
Interpretasi dan Nilai Rujukan
Pemeriksaan
Kejelasan dan Kebersihan Hasil
Pemeriksaan

8/27/2017