Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

ABORTUS INKOMPLIT
PEMBIMBING :
Dr. Ihsan Oetama, Sp.OG

DISUSUN OLEH :
Noversly Saerang
030.10.208
IDENTITAS

Nama : Ny K
Identitas suami
Umur : 40 tahun
Nama : Tn. A
Pekerjaan : karyawan swasta
Umur : 45 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : karyawan swasta
Alamat : Jl. Kebon jahe VIII No.
Pendidikan : SMA
67 RT 008/002 Petojo Selatan
Alamat : Jl. Kebon jahe VIII No.
Gambir Jakarta Pusat
67 RT 008/002 Petojo Selatan
Agama : islam
Gambir Jakarta Pusat
Suku : Jawa
Agama : Islam
Status : menikah
Suku : Jawa
Masuk RS : 11 Januari 2017
Status : menikah
No RM : 17-01-11
ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Keluar darah disertai jaringan dari vagina sejak 2 jam SMRS.

Keluhan Tambahan
OS juga mengeluh mules (+)

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien GIVP1A2 hamil 14-15 minggu datang ke Kamar Bersalin RSAL Dr.
Mintohardjo dengan keluhan keluar darah disertai jaringan sejak 2 jam SMRS.
Perdarahan yang terjadi berupa darah berwarna merah gelap disertai dengan
gumpalan-gumpalan. Keluarnya darah juga disertai rasa mules di perut
pasien. Sesampai di RS, perdarahan sudah berhenti dan pasien masih
merasakan nyeri perut.
Riwayat Penyakit Dahulu
hipertensi (-) penyakit jantung (-) diabetes mellitus (-) asma (-) alergi (-)

Riwayat Kebiasaan
Pasien tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, dan tidak
minum jamu-jamuan.

Riwayat Pengobatan
Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan sebelumnya.
RIWAYAT MENSTRUASI

Menarche : 12 tahun
Dysmenorrhea : tidak ada
Siklus haid : 28 hari teratur
Lama haid : 7 hari
HPHT : 3 Oktober 2016
Taksiran partus : 10 Juli 2017
RIWAYAT OBSTETRI
No Umur Tahun Tempat Jenis Anak
kehamilan persalinan pertolongan persalinan
1. An.A 2006 RS Normal BB : 2800
gram
PB : 49 cm
Riwayat Pernikahan

Pasien menikah satu kali, usia pernikahan 13 tahun, usia saat menikah 27 tahun.

Riwayat Kontrasepsi

Pasien tidak menggunakan kontrasepsi (-)


STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Tampak sakit


sedang
Kesadaran : Compos mentis,
GCS = 15 (E4M6V5) TANDA VITAL

o Tekanan darah : 120/80
o Nadi : 76x/menit
o Suhu : 36,9oC
Antropometri o Pernafasan : 20x/ menit

Berat badan : 59 kg
Tinggi badan : 160 cm
Status Generalis
Kepala : normocephali
Mata : Konjunctiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Hidung : deviasi septum (-),
pernapasan cuping hidung (-)
Mulut : bibir kering (-), sianosis (-)
Leher : tidak ada pembesaran KGB dan tiroid
Jantung : Bunyi jantung I &II reguler, murmur (-), gallop (-)
Paru : Suara nafas vesikuler, wheezing (-/-), ronkhi (-/-)
Abdomen : Datar, nyeri tekan perut bagian kiri bawah (+), bising usus (+)
Ekstremitas : Superior : Akral hangat, edema (-)
Inferior : Akral hangat, edema (-)
PEMERIKSAAN OBSTETRI
Pemeriksaan Luar
Abdomen
Palpasi : Supel, turgor baik
Tinggi fundus uteri : belum dapat ditentukan
Nyeri tekan di kiri bawah (+)
Ballottement (-)
Auskultasi : Bising usus (+)
Genitalia
Inspeksi : Edema (-), darah (+), lendir (-)

Pemeriksaan Inspekulo : Tidak dilakukan


Pemeriksaan dalam :
- Vulva/ uretra tenang
- Dinding vagina dalam batas normal
- Ostium uteri terbuka, darah (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
tanggal 12 januari 2017
Hematologi Hasil Satuan Nilai Rujukan
Darah rutin
Leukosit 8.700 /L 5000 -10000/L

Eritrosit 4,27 juta/L 4,2-5,4 juta/L

Hemoglobin 13,2 g/L 12-14 g/Dl

Hematokrit 39 % 37 - 42 %

Trombosit 210.000 /L 150.000 450.000 /L


Hemostasis
Masa pendarahan/BT 2 30 Menit 1 - 3 menit
Masa pembekuan/CT 11 00 Menit 5 - 15 menit
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIAGNOSIS

GIVP1A2 hamil 14-15 minggu ABORTUS INKOMPLITUS


TATALAKSANA

Medikamentosa Non medikamentosa


Cefadroxyl 2x1 Pro USG
Rencana konsul Sp.An
Asam mefenamat 3x1
Pro curettage
Infus RL 20 tpm
Tgl 11 januari 2017
S O A P
OS datang dengan KU = Baik GivP1A2 H 14-15 Pro USG besok tanggal
keluhan keluarnya Kesadaran : compos minggu dengan 12 januari 2017
darah dan jaringan di mentis abortus inkompletus Cefadroxyl 2 x1
rumah sejak 2 jam TD 120/80 Asam mefenamat 3x1
lalu, mules (+) S = 37oC Infus RL 20 tpm
berkurang N = 80x/menit
RR = 20x/menit

Palpasi ballottement (-
)
Inspekulo = portio
tampak membuka 2
jari, tidak tampak
jaringan, perdarahan
(+) merembes sedikit
Tanggal 12 januari 2017
S O A P
Mules (+) berkurang, KU = Baik GivP1A2 H 14-15 Cefadroksil 2x1
flek (+) Kesadaran= compos minggu dengan Asam mefenamat 3x1
mentis abortus inkompletus Infus RL 20 tpm
TD 110/70 Pro curettage
Nadi 80
Suhu 36,6

USG : terdapat
gambaran sisa
plasenta dengan
panjang 9,41
Lab : dalam batas
normal
Tanggal 13 januari 2017
S 0 A P
Mules (+) berkurang, KU = Baik GivP1A2 H 14-15 Cefadroksil 2x1
flek (+) Kesadaran= compos minggu dengan Asam mefenamat 3x1
mentis abortus inkompletus Pro curettage
TD 110/70 Drip 2 ampul oxytocin
Nadi 80 dalam 500 cc 40 tpm
Suhu 36,6 Metronidazol 3x1
Metergin 3x1
Boleh pulang 3 jam
post op
PROGNOSIS

Ad vitam : bonam
Ad fungsionam : bonam
Ad sanationam : bonam
RESUME

Pasien GIVP1A2 hamil 14-15 minggu datang ke Kamar Bersalin RSAL Dr.
Mintohardjo dengan keluhan keluar darah disertai jaringan sejak 2 jam SMRS.
Perdarahan berupa darah berwarna merah gelap disertai dengan gumpalan-
gumpalan. Keluarnya darah juga disertai rasa mules di perut pasien.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang diagnosis
untuk pasien ini adalah abortus inkomplitus
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar


kemampuan kandungan, sebagai batasan kehamilan kurang dari 20
minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.
EPIDEMIOLOGI

Insidensi abortus spontan adalah 15-20%


Risiko abortus meningkat pada ibu dengan riwayat abortus sebelumya, mencapai
40% setelah tiga kali keguguran berturut-turut dengan prognosis yang bertambah
buruk sesuai meningkatnya usia ibu
ETIOLOGI
Genetik
Kelainan anatomi
Autoimun
Infeksi
Lingkungan
Hormonal
Nutrisi
psikologis
patofisiologi
Pada awal abortus,
Terjadilah perdarahan dalam desidua basalis

Terjadi nekrosis jaringan di sekitarnya

Hasil konsepsi terlepas sebagian atau


seluruhnya

Uterus berkontraksi untuk mengeluarkan isinya

Pada kehamilan <8 minggu, hasil konsepsi biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum
menembus desidua secara mendalam. Pada kehamilan antara 8-14 minggu villi koriales menembus
desidua lebih dalam, sehingga umumnya plasenta tidak dilepaskan sempurna yang dapat
menyebabkan banyak perdarahan. Pada kehamilan 14 minggu ke atas umumnya yang dikeluarkan
setelah ketuban pecah ialah janin, disusul beberapa waktu kemudian plasenta. Perdarahan tidak
banyak jika plasenta segera terlepas dengan lengkap
KLASIFIKASI

ABORTUS SPONTAN
ABORTUS SPONTAN
ABORTUS IMINENS ABORTUS PROVOKATUS
ABORTUS INSIPIENS ABORTUS PROVOKATUS MEDICINALIS
ABORTUS INKOMPLETUS ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS
ABORTUS KOMPLETUS
MISSED ABORTION
ABORTUS HABITUALIS
ABORTUS INFEKSIOUS
BLIGHTED OVUM
ABORTUS IMINENS
Abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus, ditandai
dengan perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan konsepsinya
masih baik dalam kandungan.
Diagnosis abortus iminens biasanya diawali dengan perdarahan pervaginam pada
umur kehamilan kurang dari 20 minggu. Pasien mengeluh mulas sedikit atau tidak
ada keluhan sama sekali kecuali perdarahan pervaginam. Ostium uteri masih
tertutup besarnya uterus masih sesuai dengan umur kehamilan dan tes urin
kehamilan masih positif.
Untuk menetukan prognosis abortus iminens dapat dilakukan dengan melihat
kadar hormone hCG pada urin dengan cara melakukan tes urin menggunakan urin
tanpa pengenceran dan pengenceran 1/10. Bila hasil tes urin positif keduanya
maka prognosisnya baik, bila pengenceran 1/10 hasilnya negative maka
prognosisnya dubia ad malam.
ABORTUS INSIPIENS
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks telah mendatar dan
ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri
dan dalam proses pengeluaran.
Pasien akan merasa mulas karena kontraksi yangs erring dan kuat, perdarahannya
bertambah sesuai dengan pembukaan serviks uterus dan umur kehamilan. Besar
uterus masih sesuai dengan usia kehamilan dengan tes urin kehamilan masih
positif. Pada pemeriksaan USG akan didapati pembesaran uterus yang masih
sesuai dengan usia kehamilan, gerak janin dan gerak jantung janin masih jelas
walau mungkin mulai sudah tidak normal.
ABORTUS INKOMPLETUS
sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yangtertinggal
di kavum uteri.
Kanalis servikalis masih terbuka dan teraba jaringan dalam kavum uteri atau
menonjol pada ostium uteri eksternum.
Perdarahan yang terjadi bisa banyak ataupun sedikit bergantung pada jaringan
yang tersisa. Bila terjadi perdarahan hebat , dianjurkan segera melakukan
pengeluaran sisa hasil konsepsi secara manual sehingga kontraksi uterus dapat
berlangsung baik dan perdarahan bisa berhenti. Selanjutnya dilakukan tindakan
kuretase
ABORTUS KOMPLETUS
Adalah seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang
dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Semua hasIl konsepsi telah
dikeluarkan, osteum urteri telah menutup, uterus sudah mengecil sehingga
perdarahan sedikit. Besar uterus tidak sesuai dengan usiakehamilan.
Pemeriksaan USG tidak perlu dilakukan bila pemeriksaan klinis sudah memadai.
Penderita tidak memerlukan tindakan khusus ataupun pengobatan. Uterotonika
tidak perlu diberikan.
MISSED ABORTION
abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam kehamilan
sebelum 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan.
Pada pemeriksaan USG akan didapatkan uterus mengecil, kantong gestasi mengecil
dan bentuk tidak beraturan disertai gambaran fetus yang tidak ada tanda-tanda
kehamilan.
Pada umur kehamilan kurang dari 12 minggu tindakan evakuasi dapat dilakukan
secara langsung dengan melakukan dilatasi dan tindakan kuretase. Bila kehamilan
lebih dari 12 atau kurang dari 20 minggu dianjurkan untuk melakukan tindakan induksi
terlebih dahulu untuk mengeluarkan janin
Abortus infeksious
Abortus septik adalah keguguran disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman
atau toksinnya ke dalam peredaran darah atau peritoneum.
bakteri yang dapat menyebabkan abortus septik adalah seperti Esherichia coli,
Interobacter acrogenes, Proteus vulgaris, Streptococcus hemolyticus dan
staphylococcus.
ABORTUS HABITUALIS
abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut
Salah 1 penyebab : inkompetensia serviks yaitu keadaan dimana serviks tidak
dapat menerima beban untuk tetap bertahan menutup pada trimester pertama,
dimana ostium serviks akan membuka tanpa disertai rasa mules/ kontraksi Rahim
dan akhirnya terjadi pengeluaran janin
BLIGHTED OVUM
Merupakan kehamilan patologi dimana mudigah tidak terbentuk sejak awal
walaupun kantong gestasi tetap terbentuk. Disamping mudigah, kantong kuning
telur juga tidak ikut terbentuk.
Diagnosis kehamilan embrionik ditegakkan pada usia kehamilan 7-8 minggu bila
pada pemeriksaan USG didapatkan kantong gestasi tidak berkembang atau pada
diameter 2,5 cm yang tidak disertai gambaran mudigah. Untuk itu, apabila pada
USG didapatkan gambaran seperti itu dilakukan evaluasi USG 2 minggu kemudian.
Bila tetap tidak didapatkan struktur mudigah atau kantong kuning telur dan
diameter kantong gestasi sudah mencapai 25 mm maka dapat dinyatakan sebagai
kehamilan anembrionik. Pengelolaan kehamilan anembrionik dilakukan terminasi
kehamilan dengan dilatasi dan kuretase secara efektif
ABORTUS PROVOKATUS

ABORTUS PROVOKATUS MEDICINALIS


Dilakukan oleh tenaga kesehatan yeng memiliiki keahlian dan kewenangan untuk
melakukannya
ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS
tindakan abortus yang tidak mempunyai alasan medis yang dapat
dipertanggungjawabkan atau tanpa mempunyai arti medis yang bermakna
mules perdarahan uterus pembukaan Hasil terapi
konsepsi

iminens +/- + - + -Dipertahankan


-sesuai keluhan
insipiens + + + + -dipercepat
-uterotonika
inkomplit + + < + +- -kuret
Missed +/- + <= + - -antibiotika
abortion -uterotonika
habitualis - - < - + Dilatasi
kuretase
Daftar pustaka
1. Sulaiman S,dkk. 2005. Abortus. Dalam : Obstetri Patologi. EGC : Jakarta. Hal 1-11

2. Hadijanto, 2008. Perdarahan pada kehamilan muda. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo, Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.

3. McPhee S, Obsterics and obstretrics disoders,Current medical diagnosis and treatment, 2009 edition, Mc Graw Hill, 2008

4. F. G Cunningham, KJ. Leveno, SL. Bloom. Abortion in William Obstetrics, 22nd edition. Mc-Graw Hill, 2005

5. Silver RM, Branch DW, Goldenberg R, et al. 2011: Nomenclature for pregnancy outcomes. Obstet Gynecol. 118 (6) : 1402

6. Virk. Jasveer. 2007. Medical abortion and the risk of subsequent adverse pregnancy outcomes. N Engl J Med, 2007; 357 :648-53

7. Pazol K, Zane SB, Parker WY, et al : Abortion surveillance, 2008 ; 60 (15): 1 ,2011

8. Valley, VT. Abortion Incomplete. In : Emedicine.http://www.emedicene.com/emerg/obs-tetrics and gynecology.htmlast update:


agust, 2008. Accessed : January 20, 2017