Anda di halaman 1dari 16

Mengenali CAMPAK

lebih dekat
Apa itu campak?
Penyakit Campak (measles) disebabkan infeksi virus
Morbilli, campak juga sering disebut Demam Rubeola.

Virus ini sangat menular terutama pada anak anak usia


prasekolah dan anak anak SD.

Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara yang


berasal dari batuk, bersin atau kotoran dari tangan
penderita campak.
Biasanya orang yang lagi demam campak disertai minimal 1 dari
3 gejala :

Mata merah

Batuk pilek

Mencret

Kelompok umur yang rentan kena campak :

Bayi usia lebih dari 1thn

Bayi yang belum imunisasi

Remaja atau dewasa muda yang belum mendapatkan


imunisasi kedua.
Cara penularan
Terjadi penularan dari orang ke orang melalui percikan ludah
dan transmisi melalui udara ( bisa tahan sampai 2 jam
setelah penderita campak meninggalkan ruangan ).

Waktu Penularan: 4 hari sebelum dan 4 hari setelah ruam.

Penularan maksimum pada 3-4 hari setelah ruam.

Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan imunisasi sedini


mungkin.
Gejala Campak
Gejala awalnya badan panas disertai tenggorokan sakit (bisa
ada titik putih di rongga mulut), hidung meler / beringus, batuk,
mata merah, dan tubuh terasa cepat lelah.

Awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah


telinga serta di leher sebelah samping.
Dalam 1-2 hari, ruam menyebar ke tubuh, lengan dan
tungkai. Ruam di wajah mulai memudar, saat ini dapat
disertai dengan diare.

3 5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai


merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang
( 7 hari), dapat disertai rasa gatal.
Komplikasi Campak

Komplikasi yang sering terjadii :

Diare yang dapat diikuti dehidrasi

Radang paru-paru

Malnutrisi

Radang telinga tengah

Sariawan

Mata merah
Pengobatan Campak
Tidak ada pengobatan yg khusus

Pada umumnya penyakit Campak dapat sembuh


dengan sempurna

Pengobatan bersifat suportif :


pemberian cairan yang cukup
suplemen nutrisi
obat anti-demam, obat batuk dan pilek.
Pemberian Vitamin A yang berfungsi untuk perbaikan
selaput lendir ( mata, mulut, hidung, usus) yang meradang.
Pencegahan dari campak
Vaksinasi campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada
anak.

Imunisasi Campak diberikan pada bayi usia 9 bulan, pemberian


vaksin dibawah umur 9 bulan kurang efektif karena bayi masih
mendapatkan proteksi kekebalan dari ASI bu.

Vaksin kombinasi MMR ( Measles, Mumps, Rubella), dilakukan pada


usia 12-15 bulan dan diulang saat usia 4-7 tahun.
Bayi yang pernah sakit campak sebelum usia 9 bulan
apakah perlu divaksin campak?

Beberapa penyakit virus lain gejalanya mirip campak,


sehingga orangtua keliru, bahwa penyakit yang disebabkan
oleh virus lain dianggap sebagai campak.

Kalau benar pernah menderita campak, bayi tetap boleh


diberikan vaksin campak

semua anak balita dan usia SD harus mendapat imunisasi


campak ulangan (penguat) agar kekebalan bisa
berlangsung lama.
Perawatan
Diisolasi

mudah menular

libur sekolah sampai benar-benar sembuh agar tidak


menulari teman-temannya.

Jika memiliki adik yang masih bayi & yang belum


diimunisasi, dia harus dipisahkan dari adiknya.

Barang-barang tersendiri

seperti peralatan makan dan peralatan mandi yang


berisiko menularkan virus lewat kontak langsung.
Dimandikan

Anak bisa dimandikan jika demam sudah turun

Anak tetap dimandikan meski ruam-ruam telah muncul di


tubuhnya.

Ruam akan menimbulkan gatal, dan bertambah jika


bercampur dengan keringat.

Mandi mengurangi rasa gatal dan membuat anak merasa


segar.

Gunakan sabun bayi dan gosok tubuhnya dengan lembut.


saat menghanduki anak lakukan dengan perlahan.
Istirahat dan makan makanan yang bergizi

diberi makanan bergizi yang mudah dicerna untuk


meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Hindari makanan yang bisa merangsang timbulnya


batuk, seperti gorengan dan coklat.

Disarankan makanan yang warnanya


kuning/orange/merah, sayur-sayuran hijau gelap
Konsultasi dengan dokter

konsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat


untuk mengurangi gejala dari campak.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai