Anda di halaman 1dari 22

Sebab Sebab Peledakan

Ketel Uap

Oleh : Kelompok 2
Kelompok 2 :

1. Mohamad Riski (6513040007)


2. Yossie Anggraini L. (6513040013)
3. Chitia Danita S. (6513040015)
4. Hafiz Nurcahyo (6513040017)
5. Hendro Adi (6513040024)
6. Donadoni Imantika (6513040025)
Menurut Stoom Ordonantie ( Undang-undang
Uap 1930 ) pasal 1 ayat (2) dinyatakan
bahwa :
Ketel Uap ialah suatu Pesawat dibuat guna
menghasilkan uap atau stoom yang dipergunakan
diluar pesawatnya .

Pada prinsipnya, semua Ketel Uap didalamnya


terdapat air yang dipanaskan oleh pelat dan atau
pipa Ketel Uap dimana pelat dan atau pipa tersebut
dipanaskan oleh gas panas hasil pembakaran bahan
bakar sehingga air tersebut mendidih dan berubah
menjadi uap ( steam ) yang tekanannya melebihi
tekanan udara atmosfer.
Bahan Bakar
Bahan bakar yang dipakai ada 3 jenis, yaitu :
1. Ada yang menggunakan bahan bakar
padat antara lain batu bara, cangkang,
serabut kelapa sawit dan atau kayu
2. Bahan bakar cair yaitu solar, dan
3. Bahan bakar gas yaitu Liquid Natural Gas (
LNG ).
Peledakan Ketel Uap
Ledakan bejana bertekanan dan
kerusakan mesin lainnya dapat
mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
Di samping biaya perbaikan dan penggantian,
bisnis pun dapat terganggu sehingga
berakibat kerugian. Selain itu kejadian
seperti ini dapat mengakibatkan kerugian
dan melukai pihak ketiga, yang mana harus
dipertanggung jawabkan.
Sebab Sebab Peledakan Ketel Uap
1. Pemakaian bahannya
2. Perencanaannya (desainnya)
3. Pemeriksaan tidak lengkap
4. Hasil pembakaran
5. Air pengisi ketel uap
6. Peralatan /perlengkapan pengaman
7. Kelalaian operator
8. Terjadi diluar ketel uap
9. Pelayanan dan perawatan
Pemakaian bahan untuk konstruksi
Harus sesuai standar yang berlaku.
Pemakaian bahan yang salah menyebabkan kemunduran mutu
karena kerapuhan caustik, terjadi retak/laminasi dan juga dapat terjadi
penuaan bahan. Hal ini dapat terjadi karena :
a. Bahan didiamkan lama tanpa pembebanan (penuaan alam)
b. Bahan mengalami perubahan bentuk (deformasi) pada suhu ruangan
yang didiamkan beberapa lama.
Bahan mengalami perubahan bentuk pada suhu (200 s/d 300)0C
dimana penuaan dapat terjadi secara cepat.
Bahan mengalami perubahan bentuk pada suhu (250 s/d 500)0C ,
disebut penuaan biru karena berdasarkan warna ancang-ancang
biru pada suhu tersebut.
Oleh sebab itu perlu diperhatikan dalam penyimpanan-
penyimpanan dari pemakaian bahan-bahan ketel uap tersebut agar tidak
terjadi kerusakan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan peledakan.
Perencanaannya (desainnya)
Harus dipersiapkan oleh pabrik pembuat dengan
membuat perencanaan gambar konstruksi dari ketel uap
tersebut dapat menggambarkan/menjelaskan potongan-
potongan penampang (penampang), ukurannya lengkap
dan jelas, detail sambungannya dan cara pengerjaannya
dan lain-lain.
Perhitungan kekuatan konstruksi desain harus
mengikuti standar-standar perhitungan yang berlaku
disuatu negara, pada dasarnya dikaitkan dengan
pemakaian tekanan yang dikehendaki/direncanakan,
temperatur pemilihan bahan, dan pengerjaannya.
Pemeriksaan tidak lengkap
Terdiri dari pemeriksaan merusak (DT) dan pemeriksaan tidak
merusak (NDT).
1. Pemeriksaan merusak untuk mengetahui kekuatan tarik, batas
mulut dan kandungan/komposisi kimia dari bahan yang
dipergunakan dalam pembuatan ketel uap tersebut.
2. Pemeriksaan tidak merusak untuk mengetahui penyambungan
las-lasannya memenuhi syarat atau tidak, tidak terdapat
gelembung-gelembung udara dan lain-lain, dimana dalam
pemeriksaan ini dilakukan dengan cara gamma ray/X maupun
ultra sonic.
Setelah pemeriksaan DT dan NDT ini berhadil dengan baik dan
ketel uapnya telah jadi maka perlu dilengkapi dengan pengujian dengan
tekanan air dingin yang dilakukan seteliti mungkin agar kemungkinan-
kemungkinan kerusakan,pada waktu ketel uap dioperasikan dapat
diperkecil.
Hasil pembakaran
Bila pembakaran gas tidak sempurna, akan ada sisa-sisa gas
CO didalam dapur atau pada saluran gas buang, sehingga
mengakibatkan terjadinya peledakan disertai dengan percikan api.
Bila gas CO yang ada hanya sedikit, peledakan gas akan terjadi
disamping atau disisi pembakar.
Hal-hal yang menyebabkan terjadinya pembentukan gas CO:
1) Bahan Bakar minyak berat, gas, batu bara
a. Ketika ketel uap dihidupkan tetapi pembakar utamanya tidak
menyala, operator akan mencoba lagi sampai beberapa kali.
b. Ketika ketel berhenti secara mendadak, operator tidak
menghentikan aliran bahan bakar.
c. Adanya tetesan-tetesan bahan bakar minyak didalam dapur
yang bertemperatur tinggi selama ketel berhenti.
2) Pada ketel dengan bahan bakar batubara :
a. Pada ketel terlalu banyak timbunan
batubara yang membara (fire deposit)
b. Terlalu banyak suplai batubara kedalam
dapur dalam jangka waktu yang pendek.
c. Digunakan peniup jelaga setelah
dikeluarkannya abu dan kerak besi
(clinker).
Air pengisi ketel uap
ketel uap kekurangan air
kesalahan kontrol ketinggian air
keadaan pemasangan peralatan pipa nyalur
air
kesalahan desain fasilitas sistem aliran air
gangguan pada pompa air pengisi
gangguan pada kabel listrik
arus induksi
Peralatan/perlengkapan pengaman
Peralatan atau perlengkapan pengaman pada
suatu ketel harus mengikuti ketentuan-ketentuan
peraturan uap yang berlaku dan diusahakan agar dapat
berfungsi/bekerja dengan tepat dan baik, untuk
mendapatkan hasil yang memuaskan dibutuhkan
ketelitian dan perawatan secara teratur dan juga
termasuk mengadakan pengecekan kembali.
1 katup pengaman
Pegas (spring) katup pengaman tipe pegas berlaku
ketat. Jika setting mur dari pegas katup pengaman tidak
bekerja maka ketel akan mencapai tekanan maksimum.
Kelalaian Operator
Kelalaian ini merupakan permasalahan
yang paling tinggi, dari kerusakan-kerusakan
yang terjadi disebabkan oleh faktor
manusianya. Karena itu faktor manusia yang
dominan adalah sikap mencintai terhadap
keselamatan kerja khususnya yang
berhubungan dengan ketel uap.
Terjadi diluar ketel uap
Kebocoran pada pipa penyalur minyak,
gas.
Kesalahan pemasangan ketel uap:
Bila pondasi ketel goyah, akan membuat
ketel stress
Ventilasi (peredaran/pertukaran) udara
pada ruang ketel tidak baik
Saluran pembungan gas bocor dan gas-
gasnya masuk keruangan ketel
Pelayanan dan perawatan ketel uap
Pelayanan perawatan ketel uap merupakan pekerjaan yang tidak boleh diabaikan,
perawatan yang dimaksud ini adalah membersihkan bagian-bagian dari seluruh ketel
uapnya pada saat ketel uap tidak dioprasikan. Dengqan cara seperti ini dapat diketahui
lebih dini hal-hal yang kemungkinan besar dapat mengakibatkan kerusakan bahkan
sampai peledakan. Dalam pelayanan atau perawatan yang perlu diperhatikan adalah:
Ketel kekurangan air,
Kerusakan pada pipa api;
Jika terjadi kerusakan pada pipa api bocor besar sehingga permukaan air tidak dapat
dipertahankan atau api dalam keadaan terancam padam, matikan ketel uap menurut
prosedur sebagai berikut:
1.padamkan semua api brander
2.tutup aliran api pengisian ketel
3.matikan kipas tekan paksa segera setelah ketel di bilas
4.setelah ruang bakar dingin, pisahkan semua bagian yang dalam kadaan jaln
mendapat tekanan yang besar, perbaiki kerusakan yang terjadi dan setelah diperbaiki
dengan cara hydrostatis
Relay bahan bakar, peralatan atau perlengkapan pengaman, pemakaian produksi uap,
Blow down secara teratur mengusahakan agar pendinginan ketel uap terjadi secara
mendadak, mengecek bekerja/ berfunginya alat-alat kontrol.
Dampak Peledakan Ketel Uap
Ledakan bejana bertekanan dan
kerusakan mesin lainnya dapat
mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
Secara umun dampak yang ditimbulkan
akibat adnya kebakaran yang disebabkan
oleh ledakan yakni kerugian secara material,
baik kerusakan pada bahan, kerusakan
peralatan, serta mengakibatkan korban jiwa,
dll.
Contoh Kasus
Ledakan Ketel Uap PG Redjosarie
Magetan
PG Redjosarie Magetan - Ledakan ketel uap di PG ini
mengakibatkan empat orang tewas. Dugaan sementara ledakan
terjadi akibat salah prosedur.
Meledaknya ketel membuat bejana yang disebut bottom cone
evaporator anjlok. Dipimpin oleh Kepala Labfor Polri Cabang
Surabaya AKBP Joko, empat personel Tim Labfor melakukan
pemeriksaan mulai pukul 14.30 WIB hingga petang. Kegiatan
dilakukan tertutup.
Belum bisa ditaksir kerugian akibat kecelakaan dan berhenti operasi
PG Redjosarie saat ini. Jelasnya, pabrik ini kehilangan sekurang-
kurangnya 2.450 TCD (ton cane day) gula, yaitu dari total kapasitas
gula yang bisa dihasilkan tiap harinya. Tebu yang masuk juga dialihkan
ke PG lain di sekitar Redjosarie.
Sebab Peledakan
Dugaan sementara, malam itu ada SOP yang tidak dilakukan yang
mengakibatkan meledaknya ketel dan membuat jebolnya bottom
cone evaporator.

Memang alat tersebut telah terpasang sejak 1988, namun


sebenarnya dalam kondisi baik. Hampir mirip pendapat kapolres,
pihak PG juga menyebut kemungkinan ada SOP yang terlewati
dalam mengoperasikan rangkaian alat di PG yang telah berdiri
sejak 1939 itu. Bejananya masih layak. Kalau kemudian jebol,
mungkin ada beberapa faktor tapi semua masih didalami. Secara
teknis, dengan pemeliharaan yang rutin dan terprogram
seharusnya tidak jebol. Nah, saat ada SOP yang tidak terpenuhi,
pasti ada efeknya. Itu harus diteliti dari awal, ya ditunggu dua tiga
hari lagi, nanti saya jelaskan lebih terang, kata Sekretaris
Perusahaan PTPN XI Saiful Bahri.
Contoh Video
PLTU Kanci di Cirebon Meledak
Hilda : seberapa jauh radius jika terjadi
ledakan pubt ?
Syifa : Bagaimana cara pengecekan
hidrostatis?
Wahyu : Sebutkan beberapa contoh
ledakan yg di akibatkan dari luar ketel !
Cosmo : bagaimana bentuk ketel uap yang
baik untuk PLTU yang terbakar tadi?