Anda di halaman 1dari 24

PERANAN EKSTRAK KULIT MANGGIS

DALAM PENURUNAN KADAR


TNF- DAN IL-1 PADA DISLIPIDEMIA
Metodologi Penelitian
Nabilah Afifah
2011730069
Latar Belakang
Dislipidemia adalah suatu keadaan metabolisme lipoprotein yang
abnormal, biasanya berhubungan dengan overproduksi atau kekurangan
lipoprotein. Dislipidemia ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol
total, trigliserida, Low Density Lipoprotein (LDL) dan atau penurunan High
Density Lipoprotein (HDL) di dalam darah.

Dislipidemia juga sering dikatakan sebagai hiperlipidemia, disebabkan oleh


pola hidup dimana konsumsi makanan lemak jenuh yang berlebihan dan
kurangnya aktivitas fisik, sehingga terjadi peningkatan lipid serum sebagai
faktor risiko aterosklerosis. Hal ini disebabkan pada dislipidemia juga ada
prilaku kolesterol yang berperan pada aterosklerosis.

Diet kolesterol tinggi dapat menginduksi dislipidemia di samping juga


dapat dipicu akibat faktor genetik. Diet tinggi kolesterol juga dapat
menyebabkan meningkatnya TNF dan IL-1 pada pasien- pasien obesitas.
Penelitian menunjukkan pada kondisi obesitas terjadi infiltrasi makrofag
pada jaringan adiposa putih, yang mana merupakan sumber utama
produksi sitokine proinflamasi
Rumusan Masalah
Apakah ekstrak kulit manggis dapat
berperandalam penurunan kadar TNF- DAN
IL-1 pada dislipidemia?
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis
dalam menurunkan kadar marker inflamasi,
TNF- dan IL-1.
Kerangka Teori
1. Apa itu Dislipidemia?
2. Apa yang dimaksud dengan TNF- DAN IL-1
3. Apa saja faktor yang menyebabkan Dislipidemia?
4. Definisi Ektsrak kulit manggis?
5. Manfaat Ekstrak kulit manggis
6. Bagaimana hubungan dislipidemi dengan inflamasi?
7. Bagaimana hubungan mengkonsumsi ekstrak kulit
manggis pada penurunan kadar TNF- DAN IL-1 ?
8. Skema
9. Hipotesis
10. Rancangan penelitian
11. Data penelitian
12. Kesimpulan
Apa itu Dislipidemia?
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid
yang ditandai dengan peningkatan maupun
penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan
fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan
kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kenaikan
kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL.

Secara klinis dislipidemia diklasifikasikan menjadi 3


yaitu: hiperkolesteromia, hipertrigliseridemia, dan
campuran hiperkolesteromia dan
hipertrigliseridemia.
Apa yang dimaksud dengan TNF- DAN
IL-1 ?
TNF- adalah salah satu sitokin proinflamasi yang
paling poten. Sitokin diketahui memegang peranan
patogenik dalam penyakit inflamasi kronik

Hiperkolesterolemia pemicu aterosklerosis


merupakan kelainan akibat multifaktorial juga
berhubungan dengan sitokin proinflamasi, IFN-
(Interferron ), IL-1 ( Interleukin I ), IL-6 (
Interleukin -6 ) dan TNF- (Tumor Necrosis Factor
).
Apa saja faktor yang menyebabkan
Dislipidemia?
Obesitas ,berat badan lebih

Inaktivitas fisik

Merokok

Diet tinggi karbohidrat ( >60 % asupan energi)


DISLIPIDEMI
Penyakit DM tipe 2 , gagal ginjal kronik , sindrom
nefrotik
Diet kaya lemak
Obat, kortikosteroid, estrogen , retinoid ,
penghambatan adrenergic-beta dosis tinggi

Faktor genetik
Definisi Ektsrak kulit manggis?
Ekstrak kulit manggis diketahui mengandung zat
aktif Xanthone ( , Mangosteens), memiliki efek
sebagai anti oksidan kuat. Zat ini juga memiliki efek
sebagai anti inflamasi ,anti lipid, selain efek lainnya
sebagai anti kanker, kardioprotektif.

Senyawa lain yang terkandung dalam kulit manggis,


yaitu garsinon-E, alfamangostin, dan juga
gammamangostin. Ketiga zat kimia alam tersebut
pun membantu tubuh kita untuk segera
mengaktivasi enzim tertentu untuk memicu
mekanisme apoptosis.
Manfaat Ekstrak kulit manggis
Anti-inflamasi
Anti-kanker
Anti-lipid
Bagaimana hubungan dislipidemi
dengan inflamasi?
Inflamasi merupakan respon terhadap jejas pada jaringan hidup
yang memiliki vaskularisasi

Dislipidemia mempunyai peranan penting pada terjadinya


kerusakan sel-sel endotel. LDL terutama yang teroksidasi sangat
potensial merusak endotel. Endotel menjadi lebih permeable
terhadap lipoprotein

Hal ini menghambat mobilitas makrofag sehingga terjadi


immobilisasi pada subendotel. Makrofag penuh dengan lemak
(foam cell)

Foam cell akan memproduksi reactive oxygen spesies ( ROS ),


sekresi sitokin sitokin baik TNF- maupun IL-1 = peningkatan
aterosklerosis
Bagaimana hubungan mengkonsumsi
ekstrak kulit manggis pada penurunan
kadar TNF- DAN IL-1 ?
Efek anti inflamasi yang ada pada kulit buah manggis ini,
diduga kuat melalui sebuah protein yang dapat menginduksi
gen yang merangsang inflamasi yaitu NF- kB. Karena NF-kB
adalah faktor yang menginduksi transkripsi gen dan peka
terhadap respon oksidasi stress.

NF-kB dapat meregulasi sejumlah gen termasuk growth


faktor VGEF, sitokin-sitokin pro inflamasi ( TNF-, IL-1)
AGE, molekul adesi ( VICAM-1, ICAM, E selektin).

ektrak kulit manggis secara signifikan


menunjukkanhambatan pada aktivasi NF-kB dan penurunan
kadar TNF-, IL-1
Skema kerangka teori
Variabel luar :
-Keturunan
Variabel bebas: (Genetik)
Konsumsi -Asupan makanan
Ekstrak kulit -alkohol & rokok
-aktifitas fisik
manggis -Obat obatan

Variabel
tergantung :
Kadar TNF-
DAN IL-1
Hipotesis
Mengkonsumsi Ekstrak kulit manggis secara
rutin dapat menurunkan kadar TNF- DAN IL-1
pada penderita dislipidemi
Operasionalisasi hipotesis
Mengkonsumsi Ekstrak kulit manggis
Time Ordering : Variabel Bebas
Definisi Operasional : Memberikan ekstrak kulit
manggis 400 mg/hr (1 tablet) atau dosis max =
500 mg/hr Level of Measurement : nominal
(mengkonsumsi ekstrak kulit manggis atau tidak
mengkonsumsi ekstrak kulit manggis)
Operasionalisasi hipotesis
Kadar TNF- DAN IL-1
Time Ordering : Variabel Tergantung
Definisi Operasional : Mengukur kadar kolestrol
total (LDL, HDL, Trigliserida) & Mengukur
kadar TNF- dengan metode sandwich
Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
Level of Measurement : interval
Operasionalisasi hipotesis
Variabel luar (yang akan dikendalikan):
1. Keturunan (genetik)
Definisi operasional: menanyakan kepada subjek penelitian terhadap riwayat obesitas keluarga.
Tingkat pengukuran: nominal ( ada keluarga yang obesitas atau tidak ada obesitas )

2. Obat-obatan
Definisi operasional: menanyakan kepada subjek penelitian apakah sedang mengkonsumsi obat-
obatan untuk penurun berat badan.
Tingkat pengukuran: nominal (mengkonsumsi obat obatan untuk menurunkan berat badan dan
tidak mengkonsumsi obat-obatan untuk menurunkan berat badan)

3. Asupan makanan
Definisi operasional: menanyakan pola makan kepada subjek penelitian seberapa banyak porsi
makan dalam satu hari. & Jenis makanan yang dikonsumsi
Tingkat pengukuran: interval ( banyak yaitu >4 piring dalam satu hari , sedang 3-4 piring dalam satu
hari, sedikit yaitu 1-2 piring dalam sehari)

4. Aktifitas fisik
Definisi operasional: menanyakan kepada subjek penelitian
Tingkat pengukuran: interval ( sdg bert kurg
Rancangan penelitian
Rancangan eksperimental
Peneliti menggunakan rancangan penelitian
eksperimental dengan membagi subjek secara
random menjadi 2 kelompok perlakuan dan
kontrol
Subjek perlakuan = diberi Ekstrak kulit manggis
400 ml/hari
Subjek kontrol = tidak diberi Ekstrak kulit
manggis
Skema penelitian
Skema rancangan penelitian:
1
R=
()2
Subjek penelitian
Sampel 30 0rang Penderita dislipidemi yang
belum minum ektstrak kulit manggis
Usia 19-21 tahun
Subjek dibagi dua secara random
Pengumpulan data
Rancangan eksperimental
Pra-konsumsi
Dilakukan pengukuran
Pasca-konsumsi
Mengukur kadar kolestrol total (LDL, HDL,
Trigliserida) & Mengukur kadar TNF- dengan
Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
Tabel kerja hasil penelitian

Kolestrol total (+) Kolestrol total (-)


HDL LDL Trgl HDL LDL Trgl
Kel perlakuan
Kel kontrol

Kadar TNF- (+) Kadar TNF- (-)


Kel perlakuan
Kel kontrol
Analisis data
dilakukan uji perbedaan:
Data skala nominal
4 kelompok (tabel kerja 2 x 2)
uji perbedaan X-kuadrat
Kesimpulan