Anda di halaman 1dari 59

skizofrenia

Herkuliana Puspita Sari


Chastin Faustin
Definisi
Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang
paling sering

Merupakan sekelompok sindrom klinik yang


ditandai dengan distorsi proses pikir, persepsi,
emosi, dan perilaku. Gangguan ini sering berskala
berat dan berlangsung dalam jangka waktu yang
panjang.
Epidemiologi
1% dari seluruh org di dunia
Onset biasanya pada usia remaja akhir atau
dewasa muda
Laki-laki: 15-25 tahun
Perempuan: 25-35 tahun
Prevalensi laki2 = perempuan
Etiologi
Belum ditemukan etiologi yang pasti,
masih hipotesis.
1. Diatesis-Stres
tekanan berupa stres biologis,
psikososial, atau lingkungan
2. Biokimia
- dopamin, serotonin, glutamat, GABA,
NE
Dopamin:
aktivitas dopaminergik di mesolimbik gejala
positif
aktivitas dopaminergik di mesokortikal
gejala negatif
Serotonin: serotonin
Norepinefrin: NE di forebrain limbik
GABA: hilangnya neuron GABAnergik
inhibitorikneuron dopaminergik dan
noradrenergik
Glutamat: hiperaktivitas, hipoaktivitas
&neurotoksisitas terinduksi glutamat
3. Neuropatologi
Berkurangnya volume otak atau disfungsi
bagian otak
Pencitraan Neuro
CT&MRI: pembesaran ventrikel ketiga dan
lateral, reduksi volume korteks dan
serebelum, asimetri serebri abnormal,
perubahan densitas otak
MRI fungsional: perbedaan aktivasi korteks
sensorimotorik &penurunan aliran darah
ke lobus oksipital
MRS: hipoaktivitas korteks prefrontal
PET: aktivitas metabolik
EEG: kekerapan spike setelah kurang tidur
Psikoneuroimunologi: produksi IL2& sel
T, antibodi anti neuron
Psikoneuroendokrinologi: uji supresi
deksametason abnormal, FSH-LH,
kurangnya pelepasan prolaktin & GH
4. Faktor genetik:
Semakin dekat hubungan kekerabatan, semakin
tinggi resikonya
kromosom 5,6,8,11,18,19,22;
mutasi pada pengkodean gen cathecol-O-methyl
transferase (COMT), enzim yang
mengkatabolisme dopamine
5. Faktor psikososial
Teori psikoanalitik: defek ego pengaruhi
interpretasi thp realitas & pengendalian
hasrat dari dalam diri
Teori pembelajaran: meniru orang tua
dengan masalah emosional
Dinamika keluarga: Kekacauan dan dinamika
keluarga memegang peranan penting dalam
menimbulkan kekambuhan dan
mempertahankan remisi
Manifestasi Klinik
Yang tampak pada:
Deskripsi Umum
Gangguan proses pikir
Gangguan isi pikir
Gangguan emosi
Gangguan persepsi
Deskripsi Umum
Pasien cenderung menelantarkan
penampilannya
Kerapihan dan higiene pribadi terabaikan
Berbagai perilaku tak sesuai atau aneh dapat
terlihat: gerakan tubuh yang aneh,
menyeringai, perilaku ritual, agresif, perilaku
seksual yang tidak pantas
Gangguan proses pikir
Asosiasi longgar
ide seolah dapat melompat dari satu topik ke
topik lain yang tak berhubungan.
Pemasukan berlebih
arus pikiran terganggu krn pikirannya sering
dimasuki informasi yang tidak relevan
Neologisme
pasien menciptakan kata-kata baru
Terhambat
pembicaraan tiba-tiba berhenti
Gangguan proses pikir
Klang asosiasi / asosiasi bunyi
Mengucapkan perkataan yang mempunyai persamaan
bunyi
Ekolalia
Mengulang kata-kata yang baru diucapkan orang lain
Konkritisasi
Pasien dengan IQ normal atau lebih tinggi, memiliki
kemampuan berpikir abstrak yang sangat buruk
Alogia
Miskin pembicaraan dan miskin isi pembicaraan
Gangguan isi pikir
Waham: kepercayaan palsu yang menetap
dan tak sesuai dengan fakta dan tetap
dipertahankan meskipun telah diperlihatkan
bukti-bukti yang jelas untuk mengoreksinya
W. aneh: mata saya adalah komputer yang dapat
mengontrol dunia
W. Tidak aneh, hanya sangat tidak mungkin: FBI
mengikuti saya
Semakin akut, semakin sering ditemui waham
disorganisasi atau waham tidak sistematis.
waham kebesaran:
waham akan seseorang yang merasa sangat kuat
dan berkuasa
waham kejaran (persekutorik):
satu delusi yang menandai seorang paranoid, yang
mengira bahwa dirinya adalah korban dari usaha
untuk melukainya
waham rujukan (delusion of reference):
meyakini bahwa orang lain itu pasti akan memfitnah,
membahayakan, atau akan menjahati dirinya.
Thought withdrawal
pikirannya ditarik oleh orang/kekuatan lain
Thought insertion:
pikirannya disisipi oleh orang/kekuatan lain
Thought broadcasting:
pikirannya diketahui oleh orang lain, tersiar di
udara
Thought control:
pikirannya dikendalikan oleh orang/kekuatan lain
Gangguan persepsi
Halusinasi
- Yang paling sering ditemui: pendengaran,
penciuman,dan perabaan
Ilusi
- misinterpretasi panca indra terhadap objek
Depersonalisasi
adanya perasaan asing terhadap diri sendiri
Derealisasi
adanya perasaan asing terhadap lingkungan
Gangguan emosi
Anhedonia
ketidakmampuan merasakan rasa senang
Afek tumpul atau datar
ekspresi emosi pasien sangat sedikit bahkan ketika
afek tersebut seharusnya diekspresikan.
Afek tak serasi
Afek mungkin bersemangat atau kuat, tetapi tidak
sesuai dengan pikiran dan pembicaraan pasien
Afek labil
Dalam jangka pendek terjadi perubahan afek yang
jelas
Gangguan perilaku dan tilikan
Gangguan perilaku
Gerakan tubuh aneh, wajah menyeringai, perilaku
ritual, sangat ketolol-tololan, agresif, dan perilaku
seksual yang tidak pantas, katatonia.
Tilikan
Pasien biasanya tidak menyadari penyakitnya serta
kebutuhannya terhadap pengobatan
Gejala positif: peningkatan atau distorsi
fungsi normal seperti: waham, halusinasi,
peningkatan pembicaraan, asosiasi longgar
dan katatonia.
Gejala negatif: pengurangan atau kehilangan
fungsi normal seperti: ekspresi afektif tumpul
atau datar, kemiskinan pembicaraan atau
pikiran, anhedonia, kurang motivasi,
penarikan diri.
DIAGNOSA SKIZOFRENIA
Kriteria berdasarkan PPDGJ III:
Harus ada sedikitnya 1 gejala berikut ini yang sangat jelas
(atau 2 gejala atau lebih bila gejala gejala tersebut kurang
tajam atau jelas):
A: Thought echo: isi pikiran dirinya sendiri yang berulang
atau bergema dalam kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran
ulangan walaupun isinya sama namun kualitasnya berbeda.
Thought insertion or withdrawal: isi pikiran yang asing dari
luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau pikirannya
diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal)
Thought broadcasting: isi pikirannya tersiar ke luar sehingga
orang lain atau umum mengetahuinya.
B: Delusion of control : waham tentang dirinya
dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar
Delusion of influence: waham tentang dirinya
dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar
Delusion of passivity: waham tentang dirinya
tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu
kekuatan dari luar
Delusional perception: pengalaman inderawi
yang tidak wajar, yang bermakna sangat khas
bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau
mukjizat.
C: Halusinasi auditorik: suara halusinasi berkomentar
secara terus menerus terhadap perilaku pasien; atau
mendiskusikan perihal pasien di antara mereka
sendiri; atau jenis suara halusinasi lain yang berasal
dari salah satu bagian tubuh
D: Waham waham menetap lainnya yang menurut
budaya setempat dianggap tidak wajar atau sesuatu
yang mustahil.
Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini yang
harus selalu ada secara jelas:
e. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja,
apabila disertai baik oleh waham yang mengambang
maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan
afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide ide
berlebihan yang menetap, atau apabila terjadi setiap
hari selama berminggu minggu atau berbulan
bulan.
f. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang
mengalami sisipan, yang berakibat inkoherensi atau
pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme.
g. Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh gelisah, postur
tubuh tertentu, atau fleksibilitas cerea. Negativme,
mutisme, dan stupor.
h. Gejala gejala negatif seperti sikap sangat apatis, bicara
yang jarang, dan respons emosional yang menumpul
atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan
penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya
kinerja sosial. Tetapi harus jelas bahwa semua hal
tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi
neuroleptika.
Adanya gejala gejala khas tersebut diatas telah
berlangsung selama kurun waktu 1 bulan atau lebih
(tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodormal)
Harus ada perubahan yang konsisten dan bermakna
dalam mutu keseluruhan dari beberapa aspek perilaku
pribadi, bermanifestasi sebagai kehilangan minat, hidup
tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam
diri sendiri, dan penarikan diri dari sosial
Subtipe ditegakkan berdasarkan atas manifestasi
perilaku yang paling menonjol
KLASIFIKASI SKIZOFRENIA
F 20.0 Tipe Paranoid
F20.1 Tipe Disorganisasi
atau Hebefrenik
F 20.2Tipe Katatonik
F 20.3 Tipe Tak Terinci
F 20.4 Depresi Pasca-
Skizofrenia
F 20.5 Tipe Residual
F20.6: Skizofrenia Simpleks
F 20.8 Skizofrenia lainnya
F 20.9: Skizofrenia YTT
TIPE PARANOID
Tipe paling stabil dan sering
Gejala terlihat sangat konsisten; pasien dapat atau
tidak bertindak sesuai dengan wahamnya
Pasien sering tak kooperatif dan sulit untuk diajak
kerjasama, mungkin agresif, marah atau ketakutan
Pasien jarang memperlihatkan perilaku inkoheren
dan disorganisasi dan afek jarang terganggu
Tegang, mudah curiga, berjaga-jaga, berhati-hati
Gejala yang menonjol: waham kebesaran, kejar,
rujukan, dikendalikan, dipengaruhi, dan cemburu;
halusinasi akustik berupa ancaman, perintah,
menghina.
PPDGJ III
Memenuhi kriteria umum diagnosis
Skizofrenia
Sebagai tambahan:
Halusinasi auditorik, yang mengancam pasien
atau memberi perintah, atau yang tanpa bentuk
verbal berupa bunyi pluit (whistling), mendengung
(humming), atau bunyi tawa (laughing)
Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa atau
bersifat seksual atau lain-lain perasaan tubuh; hal
visual mungkin ada tapi jarang menonjol
Waham dapat berupa hampir setiap jenis; yang
paling khas adalah delusion of control, delusion
of influence, atau delusion of passivity dan
keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam
TIPE DISORGANISASI/ HEBEFRENIK
Regresi nyata ke perilaku primitif, tak
terinhibisi dan kacau; perilaku kacau
Gangguan pikiran menonjol dan kontak
dengan realita buruk
Umumnya diperlukan pengamatan kontinu
selama 2 atau 3 bulan
Perilaku tidak bertanggung jawab dan tak
dapat diramalkan, serta mannerisme
Afek tumpul dan tidak wajar, disertai
cekikikan atau perasaan puas diri, senyum
sendiri, menyeringai
Proses pikir mengalami disorganisasi dan
pembicaraan tidak menentu, serta
inkoheren
PPDGJ III

Mememuhi kriteria umum diagnosis Skizofrenia


Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya
ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset
biasanya mulai 15-25 tahun)
Kepribadian premorbid meunjukkan ciri khas: pemalu
dan senang menyendiri, namun tidak harus demikian
untuk menentukan diagnosis
Umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2
atau 3 bulan
Perilaku tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan,
serta mannerisme; ada kecenderungan untuk selalu menyendiri
dan peilaku memunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan
Afek dangkal dan tidak wajar, disertai cekikikan atau perasaan
puas diri, senyum sendiri, menyeringai, mengibuli secara
bensenda gurau, keluhan hipokondriakal, dan ungkapan kata
yang diulang-ulang
Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tidak
menentu, serta inkoheren
TIPE KATATONIK
Gangguan nyata fungsi motorik
Pasien paling sedikit memiliki satu dari (atau
kombinasi) beberapa bentuk katatonia:
Stupor katatonik atau mutisme
Negativisme katatonik
Rigiditas katatonik
Postur katatonik
Kegembiraan katatonik
PPDGJ III
Memenuhi kriteria umum Skizofrenia
Satu atau lebih dari perilaku berikut:
Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas
terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta
aktivitas spontan) atau mutisme
Gaduh-gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang
tak bertujuan, yang tidak dipengaruhi oleh stimuli
eksternal)
Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela
mengambil dan mempertahankan posisi tubuh
tertentu yang tidak wajar/aneh)
Negativisme (perlawanan terhadap perintah)
Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku
untuk melawan upaya menggerakkan dirinya)
Fleksibilitas cerea (mempertahankan anggota gerak
dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar)
Gejala-gejala lain: command automatism,
pengulangan kata-kata
TIPE TAK TERINCI
Pasien mempunyai halusinasi, waham dan
gejala psikosis aktif yang menonjol (mis:
kebingungan, inkoheren) atau memenuhi
kriteria skizofrenia, tetapi tidak dapat
digolongkan pada tipe paranoid, hebefrenik,
atau katatonik
Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia
residual atau depresi pasca-skizofrenia
TIPE RESIDUAL
Pasien dalam keadaan remisi dari keadaan
akut, tetapi masih memperlihatkan gejala-
gejala residual
Gejala: penarikan diri secara sosial, afek datar
atau tak serasi, perilaku eksentrik, asosiasi
longgar, pikiran tak logis
PPDGJ III
Gejala negatif menonjol, misalnya perlambatan
psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang
menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif,
kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan,
komunikasi non verbal yang buruk seperti dalam
ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, dan
posisi tubuh, perawatan diri dan kinerja sosial
yang buruk.
Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang
jelas di masa lampau yg memenuhi kriteria
diagnosis skizofrenia
Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu
tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala
yang nyata telah sangat berkurang dan telah
timbul sindrom negatif dari skizofrenia
Tidak terdapat dementia atau penyakit/gangguan
otak organik lain, depresi kronis
SKIZOFRENIA SIMPLEKS
Sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung
pada pemastian perkembangan yang berlangsung
perlahan
Progresif dari gejala negatif yang khas dari
Skizofrenia residual tanpa adanya riwayat
halusinasi, waham atau manifestasi lain tentang
adanya episode psikotik sebelumnya
Disertai perubahan yang bermakna pada perilaku
perorangan (kehilangan minat yang mencolok,
kemalasan dan penarikan diri secara sosial)
DEPRESI PASCA-SKIZOFRENIA
Suatu episode depresif yang mungkin sudah
berlangsung lama dan timbul sesudah suatu
serangan penyakit skizofrenia
Beberapa gejala skizofrenia masih ada tetapi
tidak mendominasi gejala gambaran klinisnya
Gejala dapat berupa gejala positif atau negatif
PPDGJ III
Pedoman diagnosis depresi pasca skizofrenia:
Pasien telah menderita skizofrenia selama 12
bulan terakhir
Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada,
tetapi tidak mendominasi gambaran klinis
Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu,
memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode
depresif dan telah ada dalam kurun waktu paling
sedikit 2 minggu
Perjalanan Skizofrenia
F 20.x0 Berkelanjutan
F20.x1 Episodik dengan kemunduran progresif
F20.x2 Episodik dengan kemunduran stabil
F20.x3 Episodik berulang
F20.x4 Remisi tak sempurna
F20.x5 Remisi sempurna
F20.x8 Lainnya
F20.x9 Periode pengamatan kurang dari 1 tahun
Diagnosis Banding
Gangguan Psikotik Sekunder
mempertimbangkan serangkaian kondisi
medis nonpsikiatrik. Pasien dengan gangguan
neurologis umumnya lebih nemiliki tilikan
terhadap penyakitnya dan lebih menderita
akibat gejala psikiatrik dari pada skizofren.
Berpura- pura dan gangguan buatan
pasien meniru gejala skizofrenia namun
sebenarnya tidak mengidap gangguan
tersebut karena alasan hukum finansial atau
alasan jelas lainnya.
Gangguan psikotik lain
Skizofreniform
gejala yang timbul berdurasi setidaknya 1 bulan kurang dari
6 bulan
Skizoafektif
gejala skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama
menonjol pada saay yang bersamaan, atau dalam beberapa
hari yang satu sesudah yang lain, dalam satu episode
penyakit yang sama, bilamana, sebagai konsekuensi dari ini,
episode penyakit tidak emmenuhi kriteria skizofrenia
maupun episode manik atau depresif
Gangguan Psikotik singkat
berlangsung setidaknya 1 hari tapi kurang dari 1 bulan
Gangguan mood
dengan pemeriksaan status mental penting
membedakan gangguan mood sebagai diagnosis
banding karena terapi spesifik yang berbeda.
Gangguan Kepribadian
gangguan kepribadian memiliki gejala ringan dan
terjadi seumur hidup pasien, tidak memiliki
tanggal awitan yang dapat diidentifikasi.
Terapi schizofrenia
Terapi farmakologis
Terapi Kejang Listrik
Psikoterapi
Terapi sosial
Terapi Farmakologik
Antipsikotik tipikal (untuk gejala positif)
Antipsikotik atipikal (untuk gejala positif dan
negatif)
Antipsikotik tipikal
Nama Generik Dosis Akut Dosis Pemeliharaan
(mg/hari) (mg/hari)
Chlorpromazine 200-1000 50-400

Thioridazine 200-800 50-400

Perphenazine 12-64 8-24

Trifluoperazine 10-60 4-30

haloperidol 5-20 1-15

Pimozide 2-10 2-10


Efek samping
Parkinsonism: Karena blokade dopamine di bangsal
ganglia. Gejala berupa rigiditas, bradikinesia, tremor
muka topeng.
Distonia akut: Spasme otot menetap atau
intermitten. Gejala berupa opistotonus, rigiditas otot-
otot belakang, spasme pada sebelah atau kedua mata
sehingga mata mendelik ke atas, makroglosia,
distonia laring
Akatisia: restlessness; tidak bisa diam
Tardive diskinesia: gerakan motorik abnormal
Neuroleptic Malignant Syndrome: adverse effect dari
obat antipsikotik yang bergejala gangguan sistem
otonom dan penurunan kesadaran
Antipskotik atipikal
Nama Generik Kisaran dosis
Harian (mg)
Clozapine 300-600
Olanzapine 10-30
Risperidone 4-16
Ziprasidone 80-160
Terapi Kejang Listrik (ECT)
Bermanfaat untuk mengontrol keadaan
psikosis akut
Cukup membantu untuk kasus skizofrenia
yang tidak mempan dengan obat-obatan
Psikoterapi dan Terapi Sosial
psikoterapi berorientasi suportif sangat
berguna terutama pada terapi jangka panjang
Dukungan lingkungan sekitar juga penting
Prognosis
Gambaran klinik yang dikaitkan dengan
prognosis baik:
Awitan gejala-gejala psikotik aktif terjadi secara
mendadak
Awitan terjadi setelah umur 30 tahun, terutama
pada perempuan
Fungsi pekerjaan dan sosial sebelum sakit baik
Kebingungan sangat jelas dan gambaran emosi
menonjol, selama episode akut (simptom positif)
Prognosis
Kemungkinan adanya suatu stresor yang
mempresipitasi psikosis akut dan tidak ada bukti
gangguan SSP
Tidak ada riwayat keluarga yang menderita Skizofrenia
Tipe disorganisasi secara umum memiliki
prognosis buruk
Tipe paranoid (dan beberapa katatonik) memiliki
prognosis baik
Prognosis lebih buruk apabila pasien
menyalahgunakan zat atau hidup dalam keluarga
yang tidak harmonis
TERIMA KASIH