Anda di halaman 1dari 12

Dampak Penyalahgunaan Kebebasan

Media Massa

Kelompok 5 :
Arif Setyawan H.
Berry Agung N.
Luthfi Kaurun K.
Rendy Restu T.
Sholihatur Rahmah A.
Contoh bentuk penyimpangan dan
penyalahgunaan kebebasan media massa :

1. Penyiaran berita/informasi yang tidak memenuhi kode etik


jurnalistik.

Misalnya penyebutan nama tersangka dan gambar lengkap


tersangka untuk melengkapi berita peristiwa kriminal. Hal ini
melanggar hak asasi manusia, karena hukum memiliki asas
praduga tak bersalah.
2. Peradilan oleh pers (trial by press)
Berita yang kurang berimbang dan tidak menggunakan pihak
kedua, kadang-kadang terlalu jauh mengadili person tertentu.

3 Membentuk opini yang menyesatkan


Terkadang ada berita-berita yang membentuk opini yang
kurang tepat. Hal ini bisa terjadi karena obyektivitas berita tidak
dipentingkan. Demikian juga iklan yang menggunakan bahasa
serta informasi yang dilebih-lebihkan karena hanya mengejar
keuntungan semata, =jelas merugikan masyarakat.
4. Bentuk siaran atau tulisan yang provokatif
Ada kalanya media massa menurunkan berita atau informasi
yang berbau pengaruh yang menimbulkan emosi terhadap
masyarakat.

5. Pelanggaran terhadap ketentuan UuD hukum pidana.


Pelanggaran dan atau penyalahgunaan penyampaian
informasi dan komunikasi diatur dalam KUHP, antara lain :
a. Delik penghinaan presiden dan wapres (pasal 137)
b. Penghinaan terhadap raja atau kepala negara sahabat (Pasal
144)
c. Penghinaan terhadap aparat pemerintah (Pasal 207 & 208)
d. Delik penyebar kebencian kepada pemerintah (Pasal 154 & 155)
e. Delik penghinaan agama (Pasal 156)
f. Delik kesusilaan/pornografi (Pasal 282)
6. Iklan yang menipu
Beberapa iklan yang perlu ditolak/dibatalkan pemasangannya
apabila :

a. Bersifat tidak jujur, menipu, menyesatkan, dan merugikan


suatu pihak, baik moral maupun material atau merugikan
kepentingan umum.
b. Dapat melanggar hukum, mengganggu ketentraman umum
atau yang dapat menyinggung rasa susila, yang bersifat
pornografi/vulgar.
c. Dapat merusak pergaulan masyarakat, dapat menimbulkan efek
psikologis yang merusak kepribadian bangsa, serta yang dapat
merusak nama baik dan martabat seseorang.
d. Dapat merusak kepentingan nasional secara moral, material
dan spiritual atau kepentingan lain yang berlawanan dengan
azas pancasila.
e. Bertentangan dengan kode etik golongan profesi lain (Dokter,
penasihat hukum, dsb) demi menghormati kode etik profesi
tersebut.
Apabila terjadi pelanggaran/penyalahgunaan
kebebasan pers dan media massa sebagaimana
tersebut diatas, maka akan berdampak luas bagi
kehidupan masyarakat, bangsa maupun negara.
Dampak tersebut antara lain :

a. Bagi kepentingan pribadi


Reputasi dan nama baik seseorang bisa hancur akibat
pemberitaan yang salah. Jadi nama baik seseorang dapat dirugikan
apabila terjadi penyalahgunaan kebebasan berpendapat dan
penyampaian informasi.
b. Bagi kepentingan masyarakat
Masyarakat dapat tertipu dengan pemberitaan yang tidak
sesuai fakta atau ditutup-tutupi. Juga pemberitaan yang dibesar-
besarkan serta diulang berkali-kali, sehingga masyarakat
terpengaruh padahal berita tersebut kurang sesuai dengan fakta
yang ada.
c. Bagi kepentingan negara
Tulisan-tulisan dalam media massa yang kurang
memperhatikan kepentingan negara, pengungkapan kritik terhadap
pemerintah atau lembaga negara yang sangat tajam yang
melampaui batas kewajaran akan merugikan bangsa dan negara.
Hal ini berakibat pada kepercayaan masyarakat terhadap aparatur
negara dan lembaga pemerintah berkurang. Masyarakat akan
bersikap apatis dan acuh tak acuh terhadap program-program
pemerintah. Bila hal ini benar-benar terjadi maka tingkat
kepercayaan luar negeri juga akan hilang dan pada akhirnya seluruh
rakyat akan dirugikan.