Anda di halaman 1dari 24

DENGUE HEMORRHAGIC FEVER

SUPERVISOR :
dr. Khainir Akbar, Sp.A
PRESENTATOR :
Fania Fresha Arbi 101001062
Defenisi
Demam Dengue merupakan sindrom jinak yang
disebabkan oleh beberapa virus yang dibawa
arthopoda, ditandai dengan demam bifasik, mialgia
atau artralgia, ruam leukopenia, dan limfodenopati.

Demam berdarah dengue, suatu penyakit demam


berat yang sering mematikan, disebabkan oleh virus
ditandai oleh permeabilitas kapiler, kelainan
hemostasis dan pada kasus berat sindrom syok.

Ref : Nelson vol 2 hal :1132-1134


Epidemiologi
. Data WHO 50 100 juta infeksi virus
dengue per tahun, 250.000500.000
(DBD) & 24.000 meninggal

Indonesia 0,05 per 100.000 penduduk(1968)


menjadi 35,19 per 100.000(1998) Data
Depkes RI (2006 ) terdapat peningkatan
kasus 1,01 % setiap tahunnya.

Buku ajar infeksi pedriatri & WHO


2006
Etiologi
DBD disebabkan virus
Dengue yang termasuk
dalam grup B dalam
Arthroped bone viruses
(arboviruses), yaitu DEN-
1,DEN -2,DEN-3, dan
DEN-4.Ternyata DEN-2
dan DEN-3 merupakan
serotipe yang menjadi
penyebab terbanyak.
Tatalaksana DBD DEPKES RI 2004
Pupae Larvae Eggs

2-3 days
4-5 days

Stagnant water 5
Virus ini berada dalam darah
selama 4 7 hari. Bila penderita
DBD digigit nyamuk penular,
maka virus dalam darah akan
ikut terisap masuk kedalam
lambung nyamuk, selanjutnya
virus akan memperbanyak diri
dan tersebar di berbagai
jaringan tubuh nyamuk
termasuk di dalam kelenjar
liurnya. Kira-kira 1 minggu
setelah menghisap darah
penderita nyamuk tersebut siap
menularkan kepada orang lain.
Virus ini akan tetap berada
dalam tubuh nyamuk sepanjang
hidupnya dan menjadi penular
(Infektif).
Patogenesis
Pathogenesis
Secondary heterologous dengue infection

Virus replication Anamnestic antibody response

Virus antibody complex

Complement activation
Complement
Anaphylatoxin (C3a C5a) Histamine level in
24 hours urine
> 30% In
Shock cases Leakage of plasma Hct
24-48 Hours Na
Hypovolemia Fluid in the serous
cavity
Shock

Anoxia Acidosis
Cara menegakkan
diagnosa ????
Gejala
Infeksi Asimtomatik
Tanda Dengue

Simtomatik

Undifferentiated DD DBD
Fever

Tanpa Dengan Tanpa


SSD
Perdarahan Perdarahan Syok
Diagnosis WHO 1997
Klriteria Klinis :
Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari biasanya bifasik.
Terdapat minimal 1 manifestasi perdarahan berikut: uji bendung
positif; petekie, ekimosis, atau purpura; perdarahan mukosa;
hematemesis dan melena.
Pembesaran hati
Syok, hipotensi, kaki tangan dingin, kulit lembab, gelisah
Kriteria Laboratoris :
Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ ml).
Hemokonsentrasi, Peningkatan hematokrit >20% atau lebih
Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan,
dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.
Tanda kebocoran plasma seperti: efusi pleura, asites,
hipoproteinemia, hiponatremia.
Derajat I : Demam dengan test rumple leed positif.
Derajat II : Derajat I disertai dengan perdarahan spontan .
Derajat III : Ditemukan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan
lemah, tekanan nadi menurun/ hipotensi disertai dengan kulit dingin
lembab dan pasien menjadi gelisah.
Derajat IV : Syock berat dengan nadi yang tidak teraba dan
tekanan darah tidak dapat diukur.
Pemeriksaan penunjang
Trombosit trombositopenia <100.000
Hematokrit meningkat sebagai indikator kebocoran plasma
Kadar albumin menurun sedikit dan bersifat sementara
Pada kasus berat dijumpai disfungsi hati
Pemeriksaan radiologis foto toraks DBD III/IV efusi pleura
Diagnosis Serologis
Uji hemaglutinasi
Uji komplemen fiksasi
Uji neutralisasi
IgM Elisa
IgG Elisa
Isolasi virus, identifikasi virus, RTPCR
Diagnosa banding

Pada awal perjalanan penyakit dapat di


DD dengan demam tifoid,
campak,malaria.

Demam Chikungunya

Perdarahan ptekie, ekimosis dapat


ditemukan pada beberapa infeksi
seperti sepsis, meningitis.

Idiopathic Trombocytopenic
Purpura
Penatalaksanaan
????
Tersangka DBD pada anak
DBD derajat I dan II tanpa > hematokrit
DBD derajat II dengan peningkatan hematokrit 20%
DBD derajat III dan IV (DSS)
Komplikasi

ENSEFAL KELAINAN OEDEMA


OPATI GINJAL PARU
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit
DBD, pencegahan utama demam berdarah terletak pada
menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD.
Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan
membrantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di
tempat-tempat pembiakannya.
Pemberantasan
Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara 3M yaitu :
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti : Bak
mandi/WC, drum, dll. (M1)
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong Air,
Tempayan, dll (M2).
3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air hujan (M3).
SELAIN ITU DITAMBAH DENGAN CARA
LAIN YANG DISEBUT 3M PLUS
a. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat
lainnya yang sejenis seminggu sekali.
b. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
c. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
d. Menaburkan bubuk Larvasida.
e. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
f. Memasang kawat kasa.
g. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
h. Menggunakan kelambu.
i. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
Terima Kasih