Anda di halaman 1dari 13

SINUSITIS

Pembimbing : dr. Indra Kelana, Sp.Rad.


Anatomi Sinus Paranasal
Peradangan
Sinusitis mukosa sinus
paranasal
Etiologi

Virus
Bakteri.
Jamur.

Faktor risiko

Perubahan dalam faktor-faktor lingkungan, misalnya dingin,


panas, kelembapan, dan kekeringan.
Polutan
Deformitas rangka
Alergi
Gangguan geligi
Benda asing
Neoplasma.
Patofisiologi

Edema Kongesti
Tekanan Mukus
mukosa dan
negatif di Transudasi yang
ostium obstruksi Sinusitis
dalam serosa terhambat
sinus sekresi
sinus infeksi
maksilaris sinus
Biasanya pada anak
Pembengkakan peri orbital
Nyeri di pangkal hidung dan kantus medius,
Nyeri di atas alis mata, biasanya pada Nyeri di bola mata atau di belakangnya,
pagi hari dan memburuk menjelang terutama bila mata digerakkan.
tengah hari, kemudian perlahan-lahan Nyeri alih di pelipis
mereda hingga menjelang malam

Nyeri pipi, wajah terasa bengkak, penuh.


Seringkali terdapat nyeri pipi khas yang Nyeri kepala yang mengarah ke
tumpul dan menusuk, nyeri pada palpasi verteks kranium.
dan perkusi.
Sekret mukopurulen, terkadang berbau
busuk.
Normal

Foto kepala posisi


anterior-posterior
( AP atau posisi
Caldwell)
Posisi kepala meghadap kaset, bidang
midsagital kepala tegak lurus pada film.
Idealnya pada film tampak pyramid
tulang petrosum diproyeksi pada 1/3
bawah orbita atau pada dasar orbita.

Gambaran Foto Sinusitis:


penebalan mukosa, air fluid level,
perselubungan homogen, penebalan
dinding sinus dengan sklerotik (pada
kasus kronik) air fluid level
Foto kepala
lateral

Film terletak di sebelah lateral Normal


dengan sentrasi di luar kantus
mata, sehingga dinding
posterior dan dasar sinus
maksilaris berhimpit satu sama
lain.

air fluid level


Foto kepala posisi
waters
Foto ini dilakukan dengan posisi
kepala menghadap film, garis orbito
meatus membentuk sudut 370
dengan film. Pada foto ini, secara
ideal piramid tulang petrosum
diproyeksikan pada dasar sinus
maxillaris sehingga kedua sinus
maxillaris dapat dievaluasi
sepenuhnya.

Umumnya dilakukan pada keadaan


mulut tertutup.

Pada posisi mulut terbuka akan


dapat menilai dinding posterior sinus
sphenoid dengan baik.
Pemeriksaan CT Scan

Pemeriksaan CT-Scan dapat


menganalisis dengan baik tulang-
tulang secara rinci dan bentuk-
bentuk jaringan lunak.

Pemeriksaan ini dapat menganalisis


perluasan penyakit dari gigi geligi,
sinus-sinus dan palatum, terrmasuk
ekstensi intrakranial dari sinus
frontalis.
MRI
MRI memberikan gambaran yang lebih
baik dalam membedakan struktur
jaringan lunak dalam sinus.

MRI tidak mempunyai keuntungan


dibandingkan dengan CT Scan dalam
mengevaluasi sinusitis.

MRI memberi hasil positif palsu yang


tinggi, penggambaran tulang yang
kurang, dan biaya yang mahal.

Dilakukan jika ada kecurigaan komplikasi


pada orbita dan intrakranial

ekstensi intraorbital sinus


ethmoid kanan
Komplikasi

Kelainan orbita

Kelainan intrakranial

Osteomielitis dan abses periosteal

Musokel
Terapi
Tujuan mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, dan mencegah
perubahan menjadi kronis.
Prinsip pengobatan membuka sumbatan di kompleks osteo-meatal sehingga
drainase dan ventilasi sinus-sinus pulih secara alami.

Antibiotik
Sekongestan oral dan topikal
Analgetik
Mukolitik
Steroid oral/topikal
Pencucian rongga hidung dengan NaCl atau diatermi
Antihistamin
Imunoterapi dapat dipertimbangkan jika pasien menderita kelainan alergi yang
berat.

Tindakan operasi
Bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF/FESS)