Anda di halaman 1dari 26

Ririn Martuti, M.Pd.

Kutipan dapat didefinisikan sebagai


salinan kalimat, paragraf, atau pendapat
seorang pengarang atau penulis yang
terdapat di dalam buku maupun artikel
jurnal. Mengutip dilakukan bukan
semata-mata meniru teks orang lain
tetapi merupakan itikad baik bagi
penulis terhadap teori atau hasil
penelitian sebelumnya.
KUTIPAN

Kutipan Kutipan Tidak


Langsung Langsung
Ada hal-hal yang harus diperhatikan
dalam kutipan langsung, yaitu:

Tidak boleh mengadakan perubahan


terhadap teks asli
Menggunakan tanda [sic!] jika ada
kesalahan dalam teks asli
Menggunakan tiga titik berspasi [] jika
ada bagian dari kutipan yang
dihilangkan
Kutipan Langsung
kurang dari 4 baris

Kutipan
Langsung

Kutipan Langsung 4
baris atau lebih
1. kutipan diintegrasikan dengan teks
2. diapit oleh tanda petik
3. jika ada tanda petik dalam kutipan,
digunakan tanda kutip tunggal
3. diberi jarak antarbaris yang sama
dengan teks
4. dituliskan sumber kutipan (nama akhir
pengarang, tahun:halaman)
Nandhita (2010:11) mengatakan, Blog merupakan
halaman web pribadi yang berisi posting berupa
tulisan, gambar, ataupun video dan disertai link-link ke
website lain yang dianggap menarik.
Blog merupakan halaman web pribadi yang berisi
posting berupa tulisan, gambar, ataupun video dan
disertai link-link ke website lain yang dianggap
menarik (Nandhita, 2011:11).
Dalam kutipan langsung 4 baris atau lebih
dapat dilakukan dengan cara:
1. Dipisah dari teks dengan spasi yang lebih
dari teks
2.Diberi jarak yang rapat antarbaris dalam
kutipan
3.Dicantumkan sumber kutipan
4. Kutipan boleh menggunakan tanda kutip
atau boleh juga tidak
5. Seluruh kutipan dimasukkan 57 ketikan.
Istilah dan cakupan etnografi komunikasi dikemukakan
oleh Hymes (dikutip Sumarsono, 2004:311) sebagai
berikut
Istilah etnografi komunikasi itu sendiri
menunjukkan cakupan kajiannya, yaitu
etnografis landasannya dan komunikatif
rentangannya dan jenis kerumitannya yang
terkait. Dalam cakupan kajian, orang tidak
dapat hanya secara terpisah mengambil
hasil-hasil kajian dari linguistik psikologis,
sosiologi, etnologi dan menghubung-
hubungkannya.
Ekstensifikasi
pertanian dimaksudkan
untuk memperluas lahan pertanian
dengan program pencetakan sawah dan
pengembangan perkebunan melalui
perombakan hutan dan pembersihan
semak belukar (Sembel, 2010:2).
Mikroorganisme dan fauna tanah
menciptakan jaring-jaring makanan
dalam tanah . Anggota jaring-jaring
makanan dalam tanah adalah mikroba
(fungi dan bakteri), di samping ada
beberapa spesies hewan yakni
mikrofauna, mesofauna, dan makrofauna
(Yuliprianto, 2010:5).
Kutipan tidak langsung merupakan
kutipan yang disusun oleh penulis
dengan kalimatnya sendiri tetapi tetap
mengambil kesimpulan dari teks yang
dikutip.
Kutipan ini dapat dilakukan dengan cara:

Diintegrasikan dengan teks


Diberi jarak antarbaris yang sama
dengan teks
Tidak boleh menggunakan tanda petik
Dicantumkan sumber rujukan
Gora (2009:45) tumpang sari merupakan
teknik dan cara dalam mengolah dan
memanfaatkan lahan pertanian dengan
menanam berbagai jenis tanaman dalam
satu tempat.
Daftar pustaka atau bibliografi adalah
daftar yang berisi judul buku, artikel-
artikel, dan bahan-bahan penerbitan
lainnya, yang mempunyai hubungan
dengan tulisan yang disusunnya.
nama penulis ditulis dengan urutan nama
marga (akhir), nama awal, dan nama
tengah, dan tanpa menuliskan gelar
akademi/keagamaan.
tahun penerbitan.
judul buku/tulisan, termasuk subjudul
(dicetak miring)
kota tempat penerbitan, dan
nama penerbit.
nama penulis diurutkan berdasar urutan
alfabet.
gelar akademik dan gelar keagamaan
tidak dicantumkan.
Judul dicetak miring (jika diketik) dan
digarisbawahi jika ditulis tangan
baris pertama dimulai dari margin
sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya
dimulai dengan 3 atau 4 ketikan ke
dalam.
jarak antarbaris untuk satu referensi adalah
satu spasi sedangkan jarak antara pokok
satu dengan yang lain adalah satu setengah
(1,5).
Jika penulisnya lebih dari satu orang, maka
yang dibalik urutan namanya cukup nama
penulis pertama saja.
jika untuk seorang penulis terdapat lebih
dari satu bahan referensi, maka untuk
referensi kedua dan seterusnya nama
penulis harus dicantumkan ulang dan
disusun berdasarkan tahun penerbitan.
1) Rujukan dari buku
Sumarsono dan Partana, P. 2004. Sosiolinguistik.
Jakarta: Bina Aksara.
2) Rujukan dari buku yang berisi kumpulan Artikel
(ada editornya)
Aminuddin (ed.). 1990. Pengembangan Penelitian
Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra.
Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
3) Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan
artikel (ada editornya)
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik penelitian kualitatif.
Dalam Aminudin (Ed.). Pengembangan
Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan
Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat
Malang dan YA3.
Lanjutan
4) Rujukan dari artikel dalam jurnal
Santoro, R. 2004. Peran leksis dalam analisis teks.
Linguistik Indonesia Jurnal Ilmiah Masyarakat
Linguistik Indonesia, 22 (1): 62-71.
5) Rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
Krashen, S., Long, M. dan Scarcella, R. 1979. Age Rate
and Eventual Attainment in Second Language
Acquisition. TESOL Quarterly, 13: 573-582 (CD-ROM:
TESOL Quarterly-Digital. 1997)
6) Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran
Subadiyono dan Indrawati, S. 2004. Persepsi
Masyarakat terhadap Kesantunan Berbahasa
dalam Tindak Tutur Direktif. Masa: Bina Kampus
Bina Umat, XI (17): 55-65.
7) Rujukan dari koran tanpa penulis
Seputar Indonesia. 2 Mei, 2008. Gerakan Penghematan
Energi. hlm. 4.
8) Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang
diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa penulis dan
tanpa lembaga
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990.
Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
9) Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama
lembaga tersebut
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1978.
Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
10) Rujukan berupa karya terjemahan
Nunan, D. 1987. Mengembangkan Pemahaman Wacana:
Reori dan Praktik. Terjemahan Elly W. Silangen.
1992. Jakarta: PT. Rebia Indah Prakasa.
11) Rujukan berupa skripsi, tesis, atau disertasi
Ardianni, R. 2005. Keterbacaan Wacana dalam Buku Teks
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2 Madrasah
Tsanawiyah Negeri di Palembang. Skripsi tidak
diterbitkan. Inderalaya: Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya.
12) Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam
seminar, penataran, atau lokakarya.
Indrawati, S. 2004. Pembelajaran Keterampilan Membaca
dan Berbicara: Merancang Strategi Pembelajaran
Pberdasarkan Kurikulum 2004. Makalah disajikan
dalam Pelatihan Model-model Pembelajaran
Bahasa dan Sastra Berlandaskan Kurikulum 2004
bagi Guru-Guru SD dan SMP, Palembang, 8-9 Mei
2004.
13) Rujukan dari internet berupa karya individual
Hitchock, S., Carr, L., dan Hall, W. 1996. A Survey of STM
Onfine Jornals, 1990-195: The Calm before the Strom,
(Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey.html,
diakses 12 Juni 1996).
14) Rujukan dari internet berupa bahan diskusi
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet
Sites. NETTRAINDiscussion List. (Online),
(NETTRAIN@.ubym.cc.buffalo.edu. diakses 22
November 1995).
15) Rujukan dari internet berupa email
pribadi
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober
1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali
Saukah (iippsi@.mlg.ywen.or.id).