Anda di halaman 1dari 21

BST 4

ASMA SERANGAN BERAT


IDENTITAS PASIEN

Nama : An. Aisya


Usia : 4 tahun / 20-02-2013
Jenis Kelamin: Perempuan

Alamat : Perumahan Jlegong


PROBLEM
KU : Sesak
RPS: Pasien mengalami keluhan sesak + 4 jam yang lalu
dirumah. Awalnya pasien mengalami batuk sejak 4 hari yang
lalu dan setiap pagi pasien mengalami pilek dan ingusan.
Keluhan pilek dan ingusan tersebut memberat ketika pagi
hari atau cuaca dingin dan ketika pasien pilek akan sembuh
+ 2 minggu. Saat Di IGD pasien kembali mengalami sesak
yang semakin memberat dan terdengar suara nafas ngik-
ngik. Pasien juga tampak pucat, bibir terlihat kering serta
kaki dan tangan pasien terasa dingin. Pasien sering
terbangun karena batuk ketika malam hari. Dan juga
sebelumnya sering mengalami keluhan serupa dan
membaik ketika diberi uap. Dalam 3 bulan terakhir anak
mengalami 6x keluhan serupa dengan gejala yang sama.
RPD : pasien sering mengalami keluhan serupa
(batuk dan sesak yang disertai suara ngik-ngik). Pasien
memiliki alergi dingin. Pada saat usia 3 tahun anak
didiagnosis asma ketika berobat di dokter umum.
RPK : Ayah pasien juga mengalami keluhan serupa
seperti pasien.
Riwayat personal ibu :
Prenatal : - ibu menyangkal adanya sakit Hipertensi,
DM, asma, demam selama kehamilan.
- gizi ibu cukup, ibu minum susu kehamilan,
rutin periksa ke bidan.
Lahir : - pasien lahir di bidan dengan BBLC, Aterm, SMK,
Spontan dengan BBL : 2800 gram, PB : 48 cm, LK : 33
Cm, LD : 32 cm, kelainan bawaan (-), ikterik (-)
Post natal : pasien periksa di posyandu terdekat. Ibu
mengatakan anak sudah di imunisasi lengkap sesuai
umur.
ANTROPOMETRI SEKARANG

BBS : 9,5 kg, PB : 90 cm, LK : 48 cm


BB/U : Gizi kurang (< - 3 SD )
PB/U : Pendek (< - 3 SD)
BB/ PB : Gizi buruk (< -3 SD)

LK : Normocephal
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : pasien tampak sesak
Kesadaran : irritable
Vital sign :
Nadi : 150x/menit takikardi, isi tegangan cukup
RR : 50x/menit irreguler (takipnea)
Suhu : 36,8C
Sp02 : 88%
Kepala : Mesocephal, CA (-/-), SI (-/-)
Leher : PKGB (-)
THT : Napas cuping hidung (+), tonsil T1-T1
Mulut : Bibir kering (+), sianosis (+)
Thorax : Jantung : Bising (-)
Paru : Retraksi Intercostal dan subcostal (+/+) , SDV +/+,
Ronkhi +/+, Wheezing (+/+)
Abdomen : Supel, Bu (+), NT (-), Timpani, organomegali (-)
Ekstremitas : Akral dingin (+/+), sianosis (+)
HYPOTHESIS

Asma serangan ringan


Asma serangan sedang

Asma serangan berat

Pneumonia

Bronkiolitis
MEKANISME
1. Reaksi Inflamasi
Alergen, rangsang infeksi sel mast, limfosit, makrofag aktif faktor
kemotaktik keluar migrasi eosinofil dan sel radang lain
Tingkat molekul terjadi pelepasan mediator inflamasi seperti sitokin
Tingkat jaringan kerusakan epitel, hipertrofi otot polos
2. Sensitisasi
Terjadi sejak awal masa kehidupan
Bertahap mulai dari alergen makanan, infeksi virus, rangsang aeroalergen
aktivitas Th 2 IL 2 dan IFN turun Pemicu Bronkokonstriksi , edem
mukosa, sekresi berlebihan Obstruksi jalan napas

Obstruksi jalan napas, menyebabkan :


1. Ateletaksis dan ventilasi tidak seragam ventilasi- perfusi tidak padu
padan Hipoventilasi alveolar
2. Hiperinflasi paru Gangguan compliance Peningkatan kerja napas
- Keduanya akan menyebabkan: PaCO2 naik, PaO2 turun
MORE INFO
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hemaglobin 12.3 g/dl 11.7 15.5

Leukosit 13.3 (T) 10^3/ul 3.6 11.0

Diff Count
Eosinofil % 2.00 4.00
4.50 (T)
% 0 1.00
Basofil 0.10 % 50.00 70.00
Netrofil 28.00 % 25.00 40.00
25.70 % 2.00 -8.00
Limfosit
10.00
Monosit

Hematokrit 32 % 40 - 52

Eritrosit 3.9 10^6/ul 4.40 5.90

MCV 83 Fl 80 - 100

MCH 27 pg 26 - 34

MCHC 32 g/dl 32 - 36

Trombosit 325 10^3/ul 150 -400


DONT KNOW

1. Definisi Asma ?
2. Faktor pencetus asma ?

3. Derajat serangan asma ?

4. Penatalaksanaan Asma ?
LEARNING ISSUE
1. Definisi
ASMA : Menurut Global Initiative for Asthma (GINA)
- Gangguan inflamasi kronik saluran pernapasan, sel mast, eosinofil, dan limfosit T
banyak berperan
- Mengi berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, batuk, khususnya malam hari
(Konsensus Nasional)
- bersifat reversibel
- berhubungan dengan hiperreaktivitas
-
SERANGAN ASMA : (EKSASERBASI) ->distres pernapasan
Episode perburukan yang progresif dari gejala-gejala batuk, sesak napas, mengi, rasa
dada tertekan atau berbagai kombinasi dari gejala tersebut.

Pedoman Nasional Asma Anak (PNAA)


Mengi berulang dan atau batuk persisten dengan kharakteristik sebagai berikut:
1.Timbul secara episodik,
2.Cenderung malam hari/dini hari (nokturnal),
3.Musiman.
4.Setelah aktivitas fisik,
5.Serta terdapat riwayat asma / atopi lain pada pasien dan atau keluarganya.
2. Faktor Pencetus
1. Aktivitas.
2. Asap rokok / asap perapian.
3.Debu.
4.Makanan / minuman.
5.Hewan berbulu.
6.Perubahan suhu lingkungan / cuaca.
7.Aroma parfum / aerosol.
3. DERAJAT SERANGAN ASMA
Berjalan (bayi : menangis keras); bicara kalimat, bisa
Ringan berbaring, mungkin teragitasi, sianosis (-), mengi sedang,
sesak minimal, retraksi dangkal (IC) ,takikardi (-), Sa)2 >
95%

Berbicara, penggal kalimat, (bayi : tangis pendek, lemah,


Sedang sulit makan), lebih suka duduk, biasanya teragitasi, sianosis
(-), mengi nyaring, sesak sedang, retraksi sedang (IC+SS),
takikardi (+), SaO2 91-95%

Istirahat, (bayi : berhenti makan), berbicara hanya kata,


Berat duduk bertopang lengan, biasanya teragitasi, sianosis (+),
mengi sangat nyaring tanpa stetoskop, sesak berat,
takikardi (+), SaO2 90%

Ancaman Kebingungan, mengi sulit/tidak terdengar, retraksi


Henti Napas dangkal/hilang, laju napas menurun, bradikardi,
Nilai Derajat Serangan

Ringan Sedang Berat


Nebu 2-3x Respon Nebu 3x Respon
Nebu 1x Baik
Parsial Jelek

Observasi 1-2 jam


Bertahan/Tidak 1. Beri O2 1. Sejak awal beri O2
Ya : Boleh Pulang 2. Nilai kembali derajat 2. Pasang jalur parenteral &
sedang RRS steroid IV (contoh :
Tidak : Serangan
Sedang 3. Beri steroid oral (contoh: Deksametasone, dosis 0,5-1
Metilprednisolon dosisi mg/kgBB/hari) diberikan secara
0,5-1 mg/kgBB/hari) 3-5 bolus tiap 6-8 jam
hari 3. Nilai ulang buruk RRI
4. Pasang jalur parenteral 4. Foto Ro Thorax

Tatalaksana
Boleh pulang Ruang Rawat
Sehari (RRS) Ruang Rawat Inap (RRI)
- Bekali obat agonis
(hirupan/oral), contoh : - O2 teruskan - O2 teruskan
Salbutamol dosis 0,05-0,1 - Atasi dehidrasi & asidosis jika ada
mg/kgBB/kali yang - Berikan steroid
diberikan 4-6 jam oral - Steroid IV tiap 6-8 jam
- Jika pencetus adalah - Nebulisasi tiap 2 - Nebulisai -agonis + antikolinergik
infeksi virus ditambah jam (Combivent, dosis -1 vial) tiap 1-2 jam
steroid oral jangka pendek 8-12 jam baik - Jika nebu 4-6x baik interval 4-6
(3-5 hari) BOLEH PULANG jam
- Obat pengendali ada > 12 jam buruk - Aminofilin IV
teruskan alih RRI Dosis awal 6-8 mg/kgBB dilarutkan
- 24-48 jam KONTROL dalam dekstrosa 5% atau garam
fisiologis 20 ml, diberikan dalam 20-30
menit
Jika pasien sudah mendapat aminofilin
1. Jika menurut penilaian serangannya berat (<4 jam) dosis dosis awal
nebu cukup 1x langsung dengan -agonis +
Dosis rumatan 0,5-1 mg/kgBB/jam
antikolinergik (Combivent, - 1 vial)
2. Jika tidak ada alat, nebu dapat diganti adrenalin - Jika klinis membaik nebu tiap 6 jam
sampai 24 jam
subkutan 0,01 ml/kgBB/kali maks 0,3 ml/kali
3. Untuk serangan sedang & terutama berat, O2 2- - Steroid dan aminofilin ganti per oral
4L/menit diberikan sejak awal, termasuk saat Jika dalam 24 jam stabil BOLEH
nebu PULANG
JANGKA Obat pereda : -agonis (cth: salbutamol
PANJANG dosis 0,05-0,1 mg/kgBB/kali) atau teofilin
(hirupan/oral) bila perlu
Asma episodik
jarang
4-6 minggu, >3x 3x

Asma episodik Tambahkan obat pengendali steroid


sering hirupan dosis rendah cth : Budesonid
< 12 tahun = 100-200 g/hari
> 12 tahun = 200-400 g/hari
6-8 minggu,
respon - +

Obat pengendali : ganti dengan steroid hirupan


Asma persisten
dosis medium (Budesonid
< 12 thn = 200-400g/hari; >12 thn = 400-
600 g/hari)
Pertimbangkan penambahan salah satu :
1. -agonis kerja panjang Prokaterol
2. Antileukotrien Zafirlukas
3. Teofilin lepas lambat
6-8 minggu
Asma persisten respon - +

Naikkan dosis steroid hirupan (Budesonid


dosis tinggi , <12 thn = >400g/hari; >12
thn = >600 g/hari) atau pertimbangkan
penambahan salah satu obat
1. -agonis kerja panjang
2. Antileukotrien
3. Teofilin lepas lambat

6-8 minggu, - +
respon

Tambahkan steroid oral


Contoh : Prednisolon dosis 0,5-1mg/
kgBB/ hari tiap 6 jam
PROBLEM SOLVING
Decision Making :
Sesak (+), Batuk (+), Setiap pagi pilek dan
ingusan serta memberat pada cuaca dingin,
suara napas ngik-ngik, pasien pucat dan bibir
kering, riwayat alergi dingin, riwayat asma (+),
pasien tampak sesak, kesadaran irritable,
takikardi, takipnue napas cuping hidung (+),
wheezing (+), retraksi dada (+), sianosis pada
ekstremitas (+)
Hasil lab : DBN
DIAGNOSIS
Asma serangan berat
Pneumonia

Therapy :
O2 NK 3L/menit
Inf. Kaen 4B 500 cc/hr
Inj. Cefotaxim 3x350 mg iv
Inj. Visillin sx 4x250 mg iv
Bolus aminofilin 75 mg (8 mg x 9.5 = 76 mg) dalam D5% 20 ml
selama 30 menit
Maintanance aminofillin 5 mg/jam (0.5 mg x 9.5 = 4.75 mg/kg)
Nebulizer 4x1/hari (combivent 1 amp + nacl 0,9%)
PO : praxion forte 4x cth
Vitacur syr 1x1 cth
Diet BN 3x1 porsi
PROGNOSIS
Prognosis pada asma sulit diramalkan jika tanpa
komplikasi, hal ini tergantung pada beberapa
faktor seperti usia, pengobatan, dan lama
observasi.
Pada anak, 26% 78% menetap sampai dewasa.
Pada anak yang telah memiliki riwayat asma dan
sering mendapat serangan, jika tidak ditangani
dengan cepat dan tepat akan berisiko untuk
terjadinya peningkatan derajat asma serta
beberapa komplikasi yang dapat berbahaya dan
mengancam jiwa.