Anda di halaman 1dari 28

POLIMERISASI

HETEROGEN
Polimerisasi Emulsi

Polimerisasi emulsi saat ini banyak dimanfaat-


kan secara komersial untuk memproduksi ber-
bagai jenis polimer.

Polimer yang dibuat dengan proses ini addition


polymer dan memerlukan inisiator radikal
bebas.
Pada umumnya, sistem polimerisasi emulsi terdiri
atas :
monomer,
dispersing medium,
emulsifying agent,
Inisiator yang larut dalam air,
transfer agent.
Distribusi Komponen

Contoh resep polimerisasi emulsi:


180 bagian (b) air,
100 bagian (b) monomer,
5 bagian (b) sabun (emulsifying agent),
0.5 bagian (b) of potassium persulfate (inisiator
yang larut dalam).
Bagaimana komponen-komponen ini terdistribusi
dalam sistem?
Sabun adalah garam Na atau K dari asam organik,
seperti sodium stearate:
O

[CH3 (CH2)16 C O] Na+

R
Jika sejumlah kecil sabun dimasukkan ke air, maka
akan terionisasi:

O O

[CH3 (CH2)16 C O] Na+ [CH3 (CH2)16 C O] + Na+


Anion sabun terdiri dari bagian yang tak larut dalam
air (R) yang berupa rantai panjang, dan diakhiri oleh
bagian yang larut dalam air.

O
Hydrophilic
[CH3 (CH2)16 C O] group

Hydrophopic
group
First addition More addition More addition
of surfactant of surfactant of surfactant

Surfactant dissolves colloidal particles The micelles remain


in the bulk and form in dynamic
an adsorption film at equilibrium with the
the air/water soap molecules
interface dissolved in water
Micelle bentuk
batang 2 panjang molekul sabun

00
0
3
000
1
50 100 molekul sabun

Micelle bentuk bola


Jika monomer yang tidak larut/sedikit larut
dalam air diemulsikan dalam air dengan bantuan
sabun dan pengadukan, maka akan terbentuk
tiga fasa:

Fasa air dengan sedikit sabun dan monomer


yang terlarut.
Tetesan monomer yang teremulsikan.
Micelle (monomer-swollen micelles).
Diameter tetesan monomer : 1 m.

Ukuran butiran sangat dipengaruhi oleh


kecepatan pengadukan.

Konsentrasi micelle: 1018 micelle per ml

Konsentrasi monomer: 1010 1011 per ml.


Contoh diagram alir polimerisasi emulsi
Pembentukan agregat dalam air sangat ter-
gantung pada beberapa faktor:

Konsentrasi surfactant
Temperatur
Kekuatan ion
Keberadaaan molekul lain
LOKASI POLIMERISASI

Jika inisiator yang larut dalam air, seperti


potassium persulfate, ditambahkan ke sistem
polimerisasi emulsi, maka senyawa tersebut
akan mengalami dekomposisi termal menjadi
anion radikal sulfat:

panas
S2O 8

2 SO4
Anion radikal yang larut dalam air akan bereaksi
dengan monomer terlarut dalam fasa air mem-
bentuk radikal bebas tipe sabun:

50 60C
SO
4 + (n + 1) M

S2O4 (CH2 CX2)n CH2 CX2


Lokasi polimerisasi
Alasan mengapa reaksi polimerisasi terjadi dalam
micelle:

(1) Dimensi micelle 50 100 sementara tetesan


monomer > 1 m (10,000 ). Karena rasio luas
permukaan/volume bola adalah 3/R, maka
micelle memiliki luas pemukaan yang lebih
besar.
(2) Konsentrasi micelles lebih tinggi daripada
tetesan monomer (1018 vs. 1011 per cm3).
Tiga tahap polimerisasi

Sebelum inisiasi:
Dispersing medium, biasanya air, yang
mengandung sedikit sabun (emulsifier) dan
monomer.
Tetesan monomer dengan ukuran 10.000
terpisah akibat stabilisasi oleh molekul emulsifier.
Konsentrasi tetesan monomer 10101011 per ml.
Jika CMC terlampaui, 50 100 molekul
emulsifier akan membentuk micelle yang
berbentuk bola dengan ukuran 40 50 ;

Beberapa micelles terisi oleh lebih banyak


monomer dan memiliki ukuran 50 100 ;

Konsentrasi micelle 1018 per ml.

Tegangan permukaan rendah karena adanya


sufactant.
TAHAP I (konversi 1220%):
STAGE II (25 50% conversion):

Konsentrasi molekul monomer terlarut menjadi


kecil.
Tidak ada emulsifier terlarut.
Polimerisasi hanya terjadi dalam partikel
monomer-swollen polymer (latex) melalui difusi
monomer dari tetesan monomer.
Partikel polimer tumbuh, sementara ukuran
tetesan monomer berkurang.
Tidak ada inti partikel baru (jumlah partikel
latex konstan), dan karena konsentrasi
monomer konstan, maka kecepatan
polimerisasi juga konstan.

Akhir dari tahap ini ditandai dengan hilangnya


tetesan monomer.
STAGE III (50 80% conversion):

Tidak ada monomer dan emulsifier terlarut,


emulsifier micelles, tetesan monomer atau
monomer-swollen micelles.
Karena tetesan monomer tidak ada, maka
kecepatan polimerisasi berhenti, yang ditandai
dengan habisnya monomer dalam partikel latex.
Di akhir polimerisasi (konversi 100%), sistem
mengandung partikel polimer (400800 ) yang
terdispersi dalam fasa air.
Tahapan dalam polimerisasi emulsi