Anda di halaman 1dari 35

Oleh:

Ir. Akhmad Tito Karim, M.M.


Dirut PT Jasamarga Bali Tol

JUMAT, 11 OKTOBER 2013


LATAR BELAKANG:

1. Penghubung wilayah utara-selatan Bali hanya jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, dan sudah mengalami
kemacetan yang harus segera dicarikan jalan keluar
2. Rencana Pembangunan Jalan Tol Serangan Tanjung Benoa menjadi salah satu solusi dan sudah
masuk dalam Rencana Jaringan Jalan Tol Nasional di Bali, namun tidak dapat dilaksanakan karena
menghadapi hambatan teknis dan finansial:
Teknis:
1) bahwa koridor ambang batas bawah minimal (44,8 meter) dan ambang atas maksimal
(45,419) sangat sempit;
2) tidak dimungkinkan dibangun konstruksi jembatan karena akan saling mengganggu jalur
penerbangan/jalur pelayaran;
Finansial: biaya investasi terlalu tinggi (sekitar Rp 5,8 triliun)
Tender investasi telah dua kali, tidak ada peminat.
3. Diperlukan jalan alternatif dan peningkatan fasilitas transportasi, namun harus selesai dalam waktu
maksimal 2 tahun karena akhir tahun 2013 terdapat beberapa acara penting tingkat internasional
4. Pembangunan jalan alternatif lewat darat terkendala keterbatasan lahan, di samping harga tanah
sangat mahal
PENGUSAHAAN JALAN TOL (PP 15/2005)
Pengusahaan Jalan Tol meliputi kegiatan pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan
konstruksi, pengoperasian, dan/atau pemeliharaan

Pasal 19 PEMERINTAH dan/atau BADAN USAHA

Layak ekonomi, layak


Pasal 20 Layak ekonomi, belum layak finansial
finansial

Pendanaan, perencanaan tek-nis,


Pendanaan, perencanaan tek-nis, konstruksi sebagian oleh
pendanaan, perencanaan tek-
konstruksi oleh Pemerintah Pemerintah, sebagian oleh Badan
Pengoperasian dan pemeliharaan Usaha
nis, konstruksi, pengoperasian,
oleh BUJT Pengoperasian dan pemeliharaan pemeliharaan oleh BUJT
oleh BUJT

Jalan Tol Nusa Dua


Jembatan Tol Suramadu Jalan Tol Solo - Kertosono
Ngurah Rai Benoa (NNB)
PEMBANGUNAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 15/2005, PASAL 63:


PERPRES NO
Badan Usaha dapat memprakarsai pengusahaan jalan tol
45/2011
Mengajukan rencana pengusahaan suatu ruas jalan tol
TTG SARBAGITA,
Harus layak secara ekonomi
PASAL 22 HURUF (d)
Memperoleh ijin prinsip dari MenterI PU
Studi kelayakan ruas jalan yang diusulkan menjadi jalan tol

KONSORSIUM JASA MARGA, PELINDO III, ANGKASA PURA I, Jaringan jalan bebas
BTDC MENJADI PEMRAKARSA hambatan: Serangan-
Benoa-Bandar
Melaksanakan studi kelayakan
Ngurah Rai-Nusa
Mengajukan ijin kepada Menteri PU Dua-Tanjung Benoa
BPJT LELANG INVESTASI JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

1. Lelang Investasi dilaksanakan secara terbuka


2. Konsorsium lolos Pra Kualifikasi

Pembentukan
Lelang
Negosiasi Perusahaan
Patungan Konstruksi

Awards

Pemenang
PPJT PT JASAMARGA BALI TOL Lelang
Konstruksi
KONSEP TOL
JALAN TOL adalah bagian dari jaringan jalan umum yang perwujudannya menjadi tanggung jawab
Pemerintah
JALAN TOL dibiayai sebagian atau seluruhnya oleh pengguna jalan melalui pengenaan tarif tol
Untuk mewujudkan jalan tol tersebut pihak swasta dapat membantu Pemerintah dengan
membiayainya terlebih dahulu dan selanjutnya investor swasta tersebut memperoleh pengembalian
investasinya beserta keuntungannya melalui hak penarikan tol selama masa konsesi.
Agar menarik bagi swasta, jalan tol harus memiliki kelayakan finansial yang menjanjikan (financially
feasible).
Volume lalin yang cukup dan kepastian tarif termasuk penyesuaiannya) untuk dapat mengembalikan
investasinya.
Jadi konsep tol adalah KONSEP PENDANAAN infrastruktur jalan dengan sesedikit mungkin (tanpa ?)
membebani APBN.
Apabila kelayakan finansial suatu jalan tol kurang baik, namun dibutuhkan untuk pengembangan
wilayah, maka konsep tol dapat dikombinasikan dengan APBN/D (konsep hybrid/subsidi).

6
KONSEP TOL (lanjutan...)
SUMBER DANA BAGI JARINGAN JALAN
PEMERINTAH MEMBANGUN
JARINGAN JALAN

JALAN TOL JALAN TOL


JALAN NON TOL
(finansial tidak layak) (finansial layak)

DIJEMBATANI OLEH
INVESTOR & PERBANKAN

DANA PEMAKAI
APBN/D DANA YANG TERSEDIA
JALAN TOL

PAJAK UMUM TOL

Masyarakat SUMBER DANA

7
TARIF TOL
Tarif tol dihitung berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, dan
kelayakan investasi.

Kebijakan Pemerintah tentang Tarif Tol:


Penyesuaian tarif tol setiap dua tahun diatur di dalam UU No. 38/2004 tentang Jalan, dan Peraturan Pemerintah No.
15/2005 tentang jalan tol, dengan tujuan untuk memberikan kepastian pengembalian investasi bagi investor.
Apabila tarif tol tidak naik, maka akan berpengaruh pada proyeksi pengembalian investasi yang sudah dihitung dalam
rencana usaha yang menjadi bagian dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Investor dan Pemerintah.
Jika tidak ada kepastian pengembalian modal, maka investor tidak tertarik lagi untuk menanamkan modalnya.
Akibatnya, pengembangan jaringan jalan bisa terlambat, pembangunan sarana dan prasarana lain juga ikut terlambat;

UNTUK APA UANG TOL YANG DIBAYARKAN?


1. Mengembalikan modal dan pinjaman (termasuk bunga) yang digunakan untuk membangun jalan tol.
2. Memelihara jalan secara rutin agar selalu bersih, rapi, aman, dan nyaman.
3. Memelihara jalan secara berkala misalnya pelapisan ulang, atau program peningkatan kapasitas jalan misalnya
pelebaran jalan dan perbaikan mutu pelayanan, menambah gardu, pengembangan teknologi transaksi, dll.
4. Membayar biaya operasional petugas jalan tol misalnya pengumpul tol, patroli, ambulance, rescue, derek, pengaman
lalu-lintas, dll.
5. Corporate Social Responsibility (CSR) atau bentuk kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan.
6. Membayar pajak.

8
LAIK FUNGSI
SKEMA PENGUSAHAAN JALAN TOL Pasal 37, PP 15
Laik fungsi sebagai jalan
umum/tol

PERENCANAAN PENGOPERASIAN
PENDANAAN Pengamanan
TEKNIS (RTA)
Pasal 23, PP 15 Pendapatan Tol
Pasal 27, PP 15 PELAKSANAAN
Pasal 5, PPJT Pemenuhan SPM
Pasal 6, PPJT KONSTRUKSI Pemenuhan PPJT
Pasal 30, PP 15 Pasal 36, PP 15
Pasal 7, PPJT Pasal 10, PPJT
BUJT dapat memulai
PEMBEBASAN pengoperasian jalan tol
TANAH (SPMK akan diberikan setelah memperoleh
Pasal 28, PP 15 kepada BUJT, 7 hari
sertifikat laik operasi dan
Pasal 4, PPJT adanya penetapan
setelah tanah bebas) pengoperasian oleh
(Pengadaan Tanah
Menteri.
dilaksanakan oleh
Sesuai SPM
Pemerintah) Menjamin LAN
Menyediakan
peralatan
1. Pasal 50 UU No. 38/2004 Dioperasikan 24 jam
(1) Pengusahaan jalan tol dilaksanakan dengan maksud untuk mempercepat
perwujudan jaringan jalan bebas hambatan sebagai jaringan jalan nasional.
(2) Pengusahaan jalan tol meliputi kegiatan: Pendanaan, Perencanaan Teknis, PEMELIHARAAN
Pelaksanaan Konstruksi, Pengoperasian, dan Pemeliharaan. Pasal 8, PPJT
2. Pasal 50 UU No. 38/2004 (BUJT harus memelihara
(1) Pengusahaan jalan tol dilaksanakan Pemerintah dan/atau Badan Usaha yang jalan tol sesuai pedoman
memenuhi persyaratan. pemeliharaan yang
ditetapkan BPJT) 9
KARAKTERISTIK INVESTASI JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

Skema Pengembalian Investasi Jalan Tol


BIAYA INVESTASI & OPERASI (KUMULATIF PV)

Keuntungan Investor
terhadap modal yang
ditanam

Biaya O/M
Rp

Biaya O/M

Biaya Konstruksi

Biaya Tanah

Construction
Land WAKTU
Acquisition Payback Period Enjoyment Period
Mulai Beroperasi

Akhir Masa Konsesi


Awal Masa Konsesi

Concession Period JALAN TOL DISERAHKAN KE


PEMERINTAH
Masa Konsesi Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa = 45 tahun
5
10
Highway Corporation

PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

Alamat:
KAWASAN IKAT PLAZA
Jln. By Pass I Gusti Ngurah Rai No. 505
Pemogan 80221, Denpasar, Bali
Telp. +62 361 725326, Faks. +62 361 725327
I. TAHAPAN DESIGN AND BUILD
1. STUDI KELAYAKAN
2. STUDI AMDAL
3. PENYIAPAN BASIC DESIGN DILAKUKAN OLEH KONSULTAN
PERENCANA, DENGAN OUTPUT:
a) Alignment vertikal dan horisontal paling efisien
b) Perkiraan bentuk konstruksi paling efisien
c) Tipikal penampang melintang
d) Perlengkapan jalan tol
e) Identifikasi dan alokasi risiko proyek
f) Identifikasi kebutuhan pembebasan lahan
g) Perkiraan nilai kontrak
h) Persyaratan kualifikasi penyedia jasa kontraktor
i) Penetapan lingkup pekerjaan, kriteria design, dan standar mutu
j) Ketentuan Pengguna Jasa
k) Jenis dan dokumen kontrak yang akan digunakan
l) Dokumen pelelangan

12
4. PRAKUALIFIKASI
a) Perusahaan (kecukupan finansial dan pengalaman kerja sejenis)
b) Personil
c) Peralatan
5. PELELANGAN
a) Acuan prosedur pelelangan (Perpres/Peraturan Perusahaan)
b) Jadwal Pelelangan
c) Rapat penjelasan (aanwijzing)
d) Kunjungan lapangan
e) Klarifikasi atas pertanyaan Peserta Lelang
f) Addenda Dokumen Pelelangan
g) Pemasukan Penawaran
h) Evaluasi Penawaran
i) Penetapan Pemenang
6. PENANDANTANGANAN KONTRAK DESIGN AND BUILD BERDASARKAN FIDIC SILVER
BOOK DITANDATANGANI:
a) Paket 2 dan Paket 4, tanggal 8 Februari 2012
b) Paket 1 dan Paket 3, tanggal 26 Februari 2012

13
II. ORGANISASI PROYEK RANCANG BANGUN DAN HUBUNGAN ANTAR PIHAK
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

Bank Penyandang
Dana BPJT
BUJT - PT JASAMARGA BALI TOL PENGAWASAN

Konsultan PEMBANGUNAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA


Keuangan

PELAPORAN
SMM PENGGUNA JASA
Pengguna Jasa Pengguna Jasa
Konstruksi Konsultansi

SMM KONSULTAN QA
Personil Konsultan
Tim Manajemen Konsultan QA Pengendali Mutu
Pengguna Jasa PENGAWASAN
Kontrak (TMK)
PENGAWASAN

SMM DESIGN BUILDER


QA/QC

Design Builder

Sub
Instalator Supplier
Kontraktor

14
III.PENGENDALIAN PROYEK
1. PENGENDALIAN PROYEK

15
PENGENDALIAN PROYEK (lanjutan...)
2. PENGENDALIAN RANTAI PASOK

PRODUKSI INVENTORI
Rincian jenis, spesifikasi, Rincian jenis, jumlah, jadwal
rencana produksi kebutuhandan stock

INFORMASI
Sebagai dasar
pengambilan
keputusan

TRANSPORTASI LOKASI
Bagaimanadan kapan Dimana kegiatan sebaiknya
pengiriman produk dilaksanakan

KESEIMBANGAN KETERSEDIAAN PRODUK DAN EFISIENSI

DIBENTUK 2 TIM:
a) Tim Pemantauan Pengadaan Tiang Pancang
b) Tim Pemantauan Kinerja Alat Pancang
16
KESIMPULAN
DESIGN AND BUILD (SILVER BOOK MODEL) KONTRAK KONVENSIONAL (UNIT PRICE)

1. Pengguna Jasa hanya menyiapkan Kriteria 1. Pengguna Jasa menyiapkan Detail


Design dan Ruang Lingkup Pekerjaan Engineering Design (DED)
2. Nilai proyek/investasi lebih pasti 2. Nilai proyek/investasi tidak pasti (terbuka
adanya eskalasi dan klaim)
3. Addendum hanya terjadi atas permintaan 3. Addendum terjadi karena kondisi lapangan
Pengguna Jasa (misalnya perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya
design, item baru) (misalnya kedalaman tiang pancang)

4. Manajemen Risiko menjadi tanggung 4. Manajemen Risiko ditanggung bersama


jawab Penyedia Jasa (Kontraktor) (Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa)

5. Durasi Jaminan Mutu pasca konstruksi 5. Durasi Jaminan Mutu pasca konstruksi
lebih lama: lebih pendek hanya masa pemeliharaan
Masa pemeliharaan lebih panjang (cacat
mutu)
Masa servis/masa penggunaan konstruksi
(cacat mutu akibat penggunaan)
17
KOMPARASI
DESIGN AND BUILD (SILVER BOOK MODEL) KONTRAK KONVENSIONAL (UNIT PRICE)

6. Berbasis kinerja orientasi pada kualitas 6. Berbasis proses/process oriented (Pengguna


produk jadi (tidak terlibat terhadap Jasa ikut terlibat dalam penentuan proses
proses) produk dan ikut bertanggung jawab)

7. Penyedia Jasa sepenuhnya melakukan 7. Pengguna Jasa ikut menentukan Quality


Quality Control, Pengguna Jasa berorientasi Control melalui Konsultan Supervisi
pada audit jaminan mutu (Quality
Assurance)

8. Membuka peluang kreatifitas intelektual 8. Membatasi peluang kreatifitas intelektual


Penyedia Jasa (kontraktor): Penyedia Jasa karena pelaksanaan
Peluang: kreatifitas, inovasi, keuntungan pekerjaan berdasarkan DED yang
lebih besar ditetapkan Pengguna Jasa
Tantangan: risiko lost/kerugian

9. Masa pengadaan (procurement stages) 9. Masa pengadaan (procurement stages)


berjalan lebih pendek dan paralel berjalan lebih lama dan series (bertahap)

18
10. KESIMPULAN
DESIGN AND BUILD (SILVER BOOK MODEL) KONTRAK KONVENSIONAL (UNIT PRICE)

1. Konvergensi design, konstruksi, supervisi 1. Divergensi design, konstruksi, supervisi


(paralel) (series)
2. Lebih efektif dan efisien 2. Kurang efektif dan efisien
3. Kepastian nilai investasi 3. Ketidakpastian nilai investasi

supervisi

supervisi
(audit mutu/QA)
desain konstruksi

19
Highway Corporation

JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

Alamat:
KAWASAN IKAT PLAZA
Jln. By Pass I Gusti Ngurah Rai No. 505
Pemogan 80221, Denpasar, Bali
Telp. +62 361 725326, Faks. +62 361 725327
PAKET 4
Sta 6+090 Sta 8+122 (MAIN ROAD),
Simpang Susun Benoa, Pelebaran Akses
Pelabuhan (Sta 0+000 Sta 2+200), dan
persimpangan Pesanggaran di Ngurah Rai
By Pass

PAKET 3:
Sta 5+308 Sta 6+092 (MAIN ROAD),
Simpang Susun Ngurah Rai, JALAN AKSES
Ngurah Rai (Sta 0+000 Sta 1+597), dan
persimpangan sebidang Jalan Ngurah Rai

LOKASI PROYEK JALAN TOL


NUSA DUA NGURAH RAI - BENOA
PAKET 2
Sta 2+970 Sta 5+308
(MAIN ROAD)

PAKET 1
Sta 0+000 Sta 2+970 (MAIN ROAD)
dan persimpangan sebidang Jalan Ngurah Rai

21
KM
7 + 750

Dibangun sesuai:
KM
1. Surat Ijin Menteri 0 + 400
Kehutanan Nomor:
S.534/Menhut-IV/2011
tanggal 10 Oktober
2011
2. SP2LP Gubernur Bali
Nomor: 1544/03-
C/Hk/2011 tanggal 3
November 2011
3. Persetujuan ROW Plan
dari Bina Marga dan 1,5 km
KM
BPJT, November 2011 1 + 500
0,550 km
4. PPJT tanggal 16
Desember 2011 Awal Jalan Tol Jarak Gerbang Tol ke
KM 0 + 00 Simpang Siligita = 2,05 km
22
22
JADWAL PENGUSAHAAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI BENOA

23
PERKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL NUSA DUA NGURAH RAI - BENOA

STA. 6+092

STA. 8+122

KETERANGAN :

PAKET 1 PAKET 2 PAKET 3 PAKET 4

2
4
LINGKUP PEKERJAAN:
KM 0+000 2+970 (MAIN ROAD) dan persimpangan
sebidang dengan Jalan Ngurah Rai

Kunjungan Presiden SBY didampingi Ibu Negara,


Menko Ekonomi, Menteri PU, Meneg BUMN,
Senin, 25 Maret 2013
Kunjungan Menteri dan Sekjen Kementerian
Pekerjaan Umum, Jumat, 2 November 2012
KM 2+970

Progres Konstruksi - 100%


Titik Pancang - 3.108 titik
KM 0+000 Tiang Pancang - 7.150 tiang pancang
Besi (steel rebar) - 5.300 ton
Beton (concrete) - 49.934 M3 Kunjungan Bupati Badung ke
Precast Slab - 4.635 panel Paket 1, Senin, 25 Maret 2013
Pile Cap - 1.553 unit/panel
Railing - 2.970
Asphalt - 11.186 ton
Gerbang Tol - selesai 100%
1. Dikerjakan: PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
2. Konsultan Perencana: PT Lapi Ganeshatama Consulting
3. Quality Control Management: internal PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
4. Konsultan Quality Assurance: PT Cipta Strada 25
LINGKUP PEKERJAAN:
KM 2+970 5+308 (MAIN ROAD)

STA. 5+308

Kunjungan Menteri UMN,


Rabu, 26 September 2012

STA. 2+970

Progres Konstruksi - 100%


Titik Pancang - 3.328 titik
Tiang Pancang - 8.750 tiang pancang
Besi (steel rebar) - 2.634 ton
Beton (concrete) - 23.111 M3
Precast Slab - 3.661 panel Kunjungan Dirut Jasa Marga,
Pile Cap (in situe) - 576 unit/panel Rabu, 26 September 2012
Railing - 2.358
Asphalt - 9.357 ton
1. Dikerjakan: PT Waskita Karya (Persero)
2. Konsultan Perencana: PT Multi Phi Betta
3. Quality Control Management: Lab Teknik Universitas Indonesia
4. Konsultan Quality Assurance: PT Cipta Strada 26
PAKET 3:
Sta 5+308 Sta 6+092 (MAIN ROAD), Simpang
Susun Ngurah Rai, JALAN AKSES Ngurah Rai
(Sta 0+000 Sta 1+597), dan persimpangan
sebidang Jalan Ngurah Rai

Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum,


Kamis, 27 September 2012

Komut Jasamarga Bali Tol menunjuk


Progres Konstruksi - 100%
Titik Pancang - 3.791 titik
Tiang Pancang - 8.359 tiang pancang
Besi (steel rebar) - 2.634 ton Komite KIRU Jasa Marga
Beton (concrete) - 30.584 M3
Precast Slab - 3.375 panel
Slab (in situe) - 47.336 M2
Pile Cap (in situe) - 902 unit/panel
Railing - 1.415
Asphalt - 11.395 ton
Gerbang Tol - selesai 100%
1. Dikerjakan: PT Hutama Karya (Persero)
2. Konsultan Perencana: PT Maratama Consulting Mandiri
3. Quality Control Management: Politeknik Negeri Bali
Kunjungan Gubernur Bali, Rabu, 12 Juni 2013
4. Konsultan Quality Assurance: PT Yodya Karya KSO
27
PAKET 4
KM 6 + 090 8 + 122 (MAIN ROAD), Simpang
Susun Benoa, Pelebaran Akses Pelabuhan (KM
Progres Konstruksi - 100% 0+000 2+200), dan persimpangan Pesanggaran
Titik Pancang - 3.716 titik di Ngurah Rai By Pass
Tiang Pancang - 9.605 tiang pancang
Besi (steel rebar) - 4.986 ton
Beton (concrete) - 54.529 M3
Precast Slab - 1.839 panel
Slab (in situe) - 33.832 M2
Pile Cap (in situe) - 27 unit/panel
Railing - 4.060 Kunjungan Wakil Menteri
PU, Selasa, 4 Sept 2012
Asphalt - 9.512 ton
Gerbang Tol - selesai 100%
Kunjungan Wakil Menteri
1. Dikerjakan: PT Waskita Karya (Persero) PU, Selasa, 4 Sept 2012
2. Konsultan Perencana: PT Multi Phi Betta
3. Quality Control Management: Lab Teknik Universitas Indonesia
4. Konsultan Quality Assurance: PT Yodya Karya KSO

Kunjungan Walikota Denpasar, Kamis,


20 Juni 2013

28
PELAKSANAAN DESIGN AND BUILD

29
ERECTION GIRDER

30
PENGIRIMAN TIANG PANCANG

31
MATERIAL TERPASANG PADA JALAN TOL BALI MANDARA

32
UJI KELAIKAN DAN PERSIAPAN PENGOPERASIAN
1. 16 Juni 2013, akhir Surat JBT kepada seluruh Kontraktor
perpanjangan Paket perihal pelaksanaan perbaikan cacat
1 dan Paket 4 mutu berdasarkan evaluasi panitia
2. 23 Juni 2013, akhir PHO dan BPJT:
perpanjangan Paket 1. Paket 1: 531.00/JBT/AA.PP.02.03,
Awal Kontrak 2 dan Paket 3 2. Paket 2: 532.00/JBT/AA.PP.02.03,
SPTMP 3. Paket 3: 516.01/JBT/AA.PP.02.03,
Akhir Kontrak
4. Paket 4: 516.02/JBT/AA.PP.02.03
Pemeriksaan
Panitia PHO
Perpanjangan
masa konstruksi 20 & 27/07/13

01/03/12 20 & 27/06/13 25/07/13


25/04/13 21/07/13
Masa Perbaikan Kecil dan Cacat Mutu

1. 20 Juli 2013, akhir masa


perbaikan cacat mutu
1. BA 100%
Paket 1 dan Paket 4
2. BA hasil deffects and defficiences
2. 27 Juli 2013, akhir masa
3. Surat BPJT Nomor: UM.0111-
perbaikan cacat mutu
pt/388 tanggal 20 Juni 2013
Paket 2 dan Paket 3
perihal evaluasi pelaksanaan
konstruksi
4. BA Kunjungan Lapangan BPJT 26-
27 Juni 2013

33
UJI KELAIKAN DAN PERSIAPAN PENGOPERASIAN
Surat ke Kontraktor Nomor: 486, 487,
488, 489/JBT/AA.KP.01, tanggal 19
Agustus 2013, perihal penyelesaian Pemberlakuan
hasil Pemeriksaan Tim Evaluasi Laik Tarif Tol
Kunjungan pendahuluan Tim Fungsi (harus selesai paling lambat 28
Evaluasi Kelaikan Fungsi BPJT Agustus 2013)
Kunjungan Kedua Tim
Surat ke Tim Evaluasi Laik Evaluasi Laik Fungsi
Pemeriksaan Kelaikan Tim 2
Surat Sarana Jalan, Jembatan, dan Fungsi Nomor: 594.00/JBT/
Permohonan Uji Bangunan dan Tim 3: Operasi AA.PP.02.01, perihal Kepasti- Sertifikat Laik
dan Administrasi an Rekomendasi atas temuan
Kelaikan Operasi (BPJT)
(perambuan)

18/09/13
20 & 27/07/13 25/07/13 01/08/13 14-16/08/13 17-19/08/13 22/08/13 10/09/13
17/09/13 23/09/13

31/07/13 02/09/13 01/10/13


SK Tarif Tol
1. 20 Juli 2013, akhir masa Masa Perbaikan Hasil Pemerik- Menteri PU
perbaikan cacat mutu Masa Uji Kelaikan saan Tim Evaluasi Laik Fungsi
Paket 1 dan Paket 4
2. 27 Juli 2013, akhir masa Peresmian
perbaikan cacat mutu Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kelaikan oleh
Paket 2 dan Paket 3 Kelaikan di BPJT (Tim 1) Keselamatan dan
Manajemen Lalin

3434
Highway Corporation
Alamat:
KAWASAN IKAT PLAZA
Jln. By Pass I Gusti Ngurah Rai No. 505
Pemogan 80221, Denpasar, Bali
Telp. +62 361 725326, Faks. +62 361 725327