Anda di halaman 1dari 25

TEKNIK ANESTESI PADA

OPERASI KATARAK

Oleh :
LEGINA AROMATIKA
ANGGI JUNITA
NEVI TRI AYU
NIKO ULFAT
Anastesi adalah => penghilang sensasi rasa terutama
nyeri.
Dalam oftalmologi, general anastesi jarang digunakan.

Pendahuluan Prosedur yang dikerjakan => regional atau local


anastesia.
Teknik yang digunakan => seperti, intracameral,
topical, parabulbar (sub-Tenons), peribulbar, dan
retrobulbar anesthesia
Anatomi Mata
Kerjanya memblok transmisi impuls neural dari ujung
saraf pada kulit kelopak, konjungtiva atau kornea ke
dalam badan sel saraf dan kembali ke otak.
Terjadi penghambatan sodium channel dan
pencegahan depolarisasi nervus
Mekanisme Sehingga terjadi penghambatan konduksi impulse
Kerja Anestesi secara fisiologis.
Durasi kerja dari anastesi local tergantung dari efek
terhadap fisiologis obat terserbut.
Pada konsentrasi rendah, menyebabkan vasokontriksi
pembuluh darah. Dalam konsentrasi dan volume tinggi
kebalikannya
Proparcaine atau 4% lidocaine hydrochloride tetes
diberikan pada mata yang akan di operasi.
Pada sebagian kecil pasien, intravena sedasi mungkin
diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan
meningkatkan kerja sama.
Topikal Xylocaine jelly 2% juga bisa digunakan. Gel tersebut
Anestesi diaplikasikan 3 sampai 5 menit sebelum operasi dan
dibersihkan di meja operasi.
Teknik yang dimodifikasi terdiri dari kombinasi topikal
anestesi dengan 0,5 ml lidokain 1% (preservative free)
disuntikkan melalui samping sayatan port setelah
evakuasi aqueous.
Kontraindikasi
Anestesi
Topikal
Keuntungan
Anestesi topikal menghindari komplikasi potensial
Topikal yang terkait dengan retrobulbar & peribulbar injeksi
Anestesi Pemulihan visual cepat terjadi sesaat setelah operasi
Prosedur juga memuaskan bagi pasien.
Keterbatasan
Anestesi topikal membutuhkan pasien yang
kooperatif.
Topikal Kerja sama pasien selama biometri atau tonometri
adalah indikator yang baik untuk kelayakan pasien
Anestesi pada saat operasi di bawah anestesi topikal.
Harus dihindari pada pasien dengan pupil kecil &
Katarak yang sangat berat, sehingga membutuhkan
waktu operasi yang lama.
Kontraindikasi
Anestesi Lokal
Lidokain hidroklorida - tersedia sebagai larutan 2% dan 4% untuk
injeksi dan topikal
Memiliki onset cepat, namun durasinya relatif singkat.
Untuk Itu, tindakan bisa diperpanjang dengan penambahan
epinephrine.
Anestesi Lokal Bupivacaine hydrochloride mampu mengikat lipid dan protein
dengan baik. Oleh karena itu baik untuk durasi tindakan yang
lebih lama daripada lidokain.
Baik untuk analgesia postoperatif
Umumnya, digunakan kombinasi 1: 1 campuran lidokain 2%
dengan bupivakain 0,5 atau 0,75%.
Anestesi retrobulbar dapat memberikan anestesi yang cukup,
akinesia dan kontrol terhadap tekanan intraokular serta
analgesia pasca operasi yang baik

RETROBULBAR
ANESTHESIA
Teknik :
Berikan anastesi topikal ( contoh proparakain )
Gunakan spuit ukuran 25 G, 1,5 inci tumpulkan ujung jarum
retrobulbar ( misal jarum atkinson ) untuk meminimalisasi
kemungkinan perforasi menyeluruh
Perintahkan pasien menatap ke atas dan ke arah berlawanan dari
RETROBULBAR arah suntikan
ANESTHESIA Palpasi rongga orbita inferior
Tempatkan jarum prependikular melalui kulit
Suntikkan kira kira 0,5 ml larutan subkutan untuk mengurnagi
rasa sakit ketika septum orbita di suntikkan
Suntikkan jarum lurus ke dalam ( sejajar dengan dsar orbita ),
perforasi septum orbita
Setelah septum diperforasi dn equator menyeluruh sudah terjadi (
kira kira 1 cm jarum penetrasi ), jarum supero nasal pada kira
kira sudut 300
Jarum disuntikkan menembus septum intramuskular dan masuk ke
otot
Pindahkan jarum dari sisi ke sisi secara perlahan, lihat setiap
RETROBULBAR gerakan dari mata secara menyelurh apakah sudah terjadi
penetrasi
ANESTHESIA
Aspirasi untuk menyakinkan bahwa obat tidak masuk ke pembuluh
drah
Suntukkan secara perlahan 3 4 ml larutan anastesi
Pindahkan jarum
Berikan tekanan untuk mencegah pendarahan dan untuk
menyebarkan anastesi.
PERIBULBAR
ANESTHESIA
Teknik :
5 ml bupivakain 0,75% dan 5 ml lignokain 2% dengan adrenalin 1:
200000 dan 150 unit hyaluronidase (dicampur untuk membantu
difusi di dalam jaringan orbital)
PERIBULBAR Masuk ke dalam spuit 10 ml. Suntikan superior & inferior masing
masing 5 ml dengan jarum 3/4 inci, 24-26G.
ANESTHESIA
Injeksi inferior diberikan pada pertemuan 1/3 bagian luar & 2/3
bagian dalam tepi lingkaran orbital bagian bawah
Injeksi superior biasanya diberikan secara nasal di atas canthus
medial
Insisi Konjungtiva. Sebuah sayatan dibuat dengan
gunting Wescott antara bagian superior rektus dan
lateral rektus 9 sampai 10 mm ke posterior limbus
sampai sklera terbuka.
Gunting digunakan untuk membuka bagian posterior
Parabulbar sehingga ada ruang untuk advance dari kanul (Gambar
1-4).
(Sub-Tenons) Jarum 5 cc berisi 50:50 campuran lidokain 2% (tanpa
Anesthesia epinefrin) dan bupivakain 0,75% dimasukkan keruang
intraconal anterior.
Penting untuk dilihat secara langsung, kanula masuk di
bawah Tenon's kapsul (Gambar 1-5). Kanal harus
mengikuti lekuk bola mata di posterior. Dan kemudian
3 cc harus disuntikkan.
Parabulbar
(Sub-Tenons)
Anesthesia
BLOK
NERVUS
FASCIALIS
Teknik Umum
Gunakan jarum 25 G, 1,5 inch
Masukkan sedikit jarum anastesi tradisional untuk memanipulasi
jarum sedikit lebih sakit
Arah jarum mungkin dapat diubah tanpa mengeluarkan jarum dari
BLOK kulit
NERVUS Selalu inspirasi sebelum menyuntikkan anastesi untuk mencegah
masuknya obat secara intravena
FASCIALIS Masukkan larutan sejumlah 3-5 ml
Suntikkan secara perlahan
Berikan tekanan diatas tempat suntikkan untuk menyebarkan
efek obat anastesi pada nervus motoris dan meminimalisasi
pendarahan.
Teknik van lint klasik

Suntikkan jarum 1 cm dibelakang pada margin lateral orbita


inferior
Masukkan sedikit ujung jarum anastesi
BLOK Jauhkan jarum dari tulang dan suntukkan kira kira 0,5 ml
anastesi
NERVUS
Selanjutnya, masukkan horizontal dan suntikkan 1 2 ml
FASCIALIS subkutaneous sepanjang inferotemporal orbta sambil
mengeluarkan jarum
Sama suntikkan superonasal dan suntikkan sepanjang
supertemporal orbital
Teknik van lint modifikasi

Hindari pembengkakan kelopak mata secara berlebihan


Masukkan jarum kira kira 1 cm dari lateral canthus
BLOK Masukkan sedikit ujung jarum
NERVUS Masukkan jarum ke dalam ruang subkutaneus superior dan
FASCIALIS suntikkan 1 2 ml sambil menarik jarum. Tapi jangan
mengeluarkan jarum dari kulit.
Masukkan jarum kedalam inferior dan suntukkan anastesi
Keluarkan jarum dari kulit
Teknik OBrien

Identifikasi proscessus condyloid dari mandibual


Masukkan jarum sampai ke periosteum processus condyloid
BLOK Suntikkan kira kira 2 ml larutan anastesi

NERVUS Tarik jarum sampai bagian ujungnya lalu masukkan ke arah


posterior dan anterior dari arcus zygomaticus
FASCIALIS Suntikkan larutan anastesi
Lalu jarum di arahkan ke bagian inferior sepanjang tepi posterior
ramus mandibula. Dan suntikkan 1 -2 ml.
Teknik atkinson

Masukkan jarum subkutaneous pada tepi inferior tulang


zygomatic secara langsung di bawah rongga orbta
BLOK
Masukkan jarum menjelang arcus zygomaticus , arahkan kira
NERVUS kira 300 diatas telinga
FASCIALIS Suntikkan kira kira 3-4 ml larutan anastesi

Pendarahan retrobulbar
Perforasi bola mata
Pendarahan subkonjungtiva
Kemosis
Komplikasi Komplikasi terhadap nervus VII
Alergi
Oculocardiac reflex
THANK YOU ^_^

Anda mungkin juga menyukai