Anda di halaman 1dari 41

Peluruhan Alfa ()

Kelompok 8:
KEMALA RESTU WIGUNA
MONA TRISNA CAHYATI
RAHMA YENI
SUMI SAHARA
YENI MUSTIKA SARI
DOSEN PEMBIMBING : Dra. Hj. Hidayati, M.Si
Peluruhan Alfa

Peluruhan Alfa adalah sebuah proses di mana inti


induk meluruh (disintegrasi) menjadi inti anak
dan partikel alfa. Partikel alfa adalah inti helium.

Karena inti anak memiliki nomor atom yang berbeda dengan


nomor atom inti induk berarti secara kimia inti anak juga berbeda
dengan inti induk.
Energetika Peluruhan Alfa

Nilai Q diperoleh dari hubungan :


Syarat Untuk Peluruhan
Spontan

Nilai Q dinyatakan dalam massa atom


Energi Kinetik Partikel Alfa
dengan menggunakan hukum kekekalan
momentum dan mengeliminasi Vd diperoleh

Dari persamaan ini akan diperoleh

Persamaan di atas dapat juga ditulis sebagai


Jika sebuah partikel ala bergerk dengan kecepatan v memasuki
medan magnet B tegak lurus, gaya magnet yang bekerja tegak
lurus terhadap lintasan partikel ala dan akan berperan sebagai
gaya sentripetal terhadap partikel sehingga akan bergerak
melingkar

Energi kinetik partikel alfa


B Pengukuran Energi

Penentuan secara akurat energi partikel alfa sangat


penting,karena:
1. Untuk memperbaiki teori peluruhan alfa
2. Untuk membentuk skema tingkat energi nuklir yang
lebih eksak
Teknik untuk mengukur partikel alfa

1. Defleksi magnetik
Salah satu metoda yang paling tua dan paling akurat
dalam menentukan energi adalah mengukur defleksi
lintasan alfa dibawah pengaruh medan magnet. Jika
sebuah partikel bergerak dalam bidang yang tegak lurus
terhadap arah medan magnet, partikel akan bergerak
dalam lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari r
yang diperoleh melalui persamaan

qvB mv 2 / r
v Br
q
Diperoleh v m
Dan energi kinetiknya adalah

E K 12 mv 2
2
q
E K m Br
1
2
m
2. Hubungan Range-energi
Range dari pertikel alfa dapat diukur menggunakan
kamar kabut, pelat emulsi nuklir atau kamar ion.

Nilai Range tergantung pada energi kinetik awal dari


partikel bermuatan dan jenis material yang menyerap
pertikel alfa
Gambar. Kamar kabut
Ruang kabut Wilson ialah sebuah alat untuk memperoleh
data mengenai partikel unsur,misalnya elektron dan
partikel .

Apabila piston ini ditarik mendadak ke bawah


sedikit,campuran udara-uap air-air ini akan turun suhunya
sampai di bawah titik pengembunan. Kalau airnya bersih
sekali,uap airnya yang telah menjadi dingin tidak segera
mengembun,dan dikatakan uap itu terlampau jenuh.

Jika ada partikel yang melintas uap jenuh, partikel akan


mengionisasi uap tersebut. Ionisasi ini mengakibatkan
timbulnya kondensasi (tetesan cairan)
Tempuhan sebuah partikel yang mengion melalui cairan
tidak akan terlihat seperti garis yang dibentuk butir-butir
cairan,tetapi seperti garis yang terdiri atas gelembung-
gelembung uap.

Untuk memfoto jejak tempuhan ini diperlukan seberkas


cahaya yang kuat,yang secara melintang menembus ruang
itu dan kamera diarahkan dari atas ruang.

Yang dilihat pada kamar kabut ini hanyalah jejak lintasan,


bukan radiasi yang menimbulkan ionisasi.
3. Analisis Tinggi Pulsa
Ukuran tinggi pulsa sebanding dengan partikel alfa. Untuk
memperoleh tinggi pulsa dapat digunakan:

1. Kamar ionisasi atau pencacah sebanding


2. Detektor zat padat
3. Pencacah sintilasi
Gambar. Pencacah sintilasi
Alat ini menggunakan bahan logam yang atom-atomnya
dengan mudah dideteksi oleh radiasi yang datang. Bahan-
bahan yang umum digunakan sebagai sintilator adalah
kristal kristal natrium iodida (ZnS untuk radiasi partikel
alfa). Bahan-bahan ini diletakkan di salah satu ujung
peralatan yang disebut tabung fotopengganda
(photomultiplier). Tabung fotopengganda terdiri atas
beberapa elektroda yang disebut dinoda.

Ketika NaI terkena radiasi partikel alfa, maka foton akan


keluar dari permukaan logam dan menghasilkan kedipan
cahaya. Dan kedipan sinar ini diubah menjadi sinyal listrik.
Interaksi Zarah Alfa dengan Materi
Interaksi radiasi dengan materi pada dasarnya
merupakan interaksinya dengan elektron di dalam
orbital atom.
Interaksi radiasi dengan materi yang dominan
adalah terjadinya ionisasi dan eksitasi.

Interaksi lainnya dengan probabilitas jauh lebih kecil


adalah reaksi inti, yaitu perubahan inti atom materi
yang dilaluinya menjadi inti atom yang lain, biasanya
berubah menjadi inti atom yang tidak stabil.

Lintasan partikel alfa saat berinteraksi dengan materi


adalah lurus dan menghasilkan pasangan ion dengan
kerapatan tinggi di sekitarnya.
Partikel alfa yang hilang selama melewati materi
adalah hampir seluruhnya, karena interaksinya
dengan elektron orbital atom menghasilkan suatu
pasangan ion (elektron lepasan dan ion positifnya).

Energi rata-rata yang diperlukan untuk membentuk


satu pasangan ion di udara adalah 35 eV.
Sebuah partikel bermuatan yang bergerak di dalam
bahan penyerap akan kehilangan energi kinetiknya
oleh interaksi elektromagnetik dengan elektron
atom dari bahan penyerap.
Jika dalam sebuah tumbukan sebuah elektron
memperoleh cukup energi, elektron akan keluar dari
atom. Jika tidak, elektron akan tetap di dalam atom
dalam keadaan eksitasi.
Ionisasi
Proses ionisasi adalah peristiwa lepasnya elektron
dari orbitnya karena ditarik atau ditolak oleh radiasi
partikel bermuatan. Elektron yang lepas menjadi
elektron bebas sedang sisa atomnya menjadi ion
positif. Setelah melakukan ionisasi energi radiasi
akan berkurang sebesar energi ionisasi elektron.
Peristiwa ini akan berlangsung terus sampai energi
radiasi partikel bermuatan habis terserap. Radiasi
alpha yang mempunyai massa maupun muatan
lebih besar mempunyai daya ionisasi yang lebih
besar daripada radiasi yang lain.
Eksitasi
Proses eksitasi adalah peristiwa loncatnya (tidak
sampai lepas) elektron dari orbit yang dalam ke
orbit yang lebih luar karena gaya tarik atau gaya
tolak radiasi partikel bermuatan. Atom yang
mengalami eksitasi ini disebut dalam keadaan
tereksitasi (excited state) dan akan kembali
kekeadaan dasar (ground state) dengan
memancarkan radiasi sinar-X.
Nilai energi rata-rata yang diperlukan untuk ionisasi
disebut sebagai potensial ionisasi rata-rata dan
disimbolkan dengan I.
Range partikel alfa didefinisikan sebagai jarak
tempuh dari sumber sampai posisi dimana
energinya nol.
Ada 3 jenis range : range ekstrapolasi, range rata-
rata, dan range ionisasi.
Nilai range tergantung pada nilai awal energi kinetik
partikel bermuatan, dan jenis bahan penyerap.
Sebagai penyerap standar diambil udara pada suhu
150C dan tekanan 750 mmHg.
Pengukuran range dan ionisasi partikel alfa sepanjang
lintasannya dapat digunakan untuk menghitung energi
awal partikel
Ionisasi spesifik dapat didefinisikan jumlah ionisasi per
satuan panjang dari berkas alfa atau Jumlah pasangan
ion yang dihasilkan per mm panjang lintasan radiasi inti
disebut ionisasi spesifik.
Ionisasi spesifik (pada 1 atm dan 15C) pada akhir
lintasan dari sebuah partikel alfa (sekitar 7000 pasangan
ion per mm panjang lintasannya) lebih besar dari pada
awal lintasannya (sekitar 3000 pasangan ion per mm
panjang lintasannya).
STOPPING POWER DAN
RANGE
Stopping Power dan Range

Stopping power didefinisikan sebagai jumlah energi yang


hilang persatuan
panjang oleh sebuah partikel dalam suatu bahan .

Stoppig power berkaitan dengan penyerapan partikel


bermuatan . Keterangan :
S(E) = sebuah fungsi dari
energgi kinetik

= Ionisasi spesifik rata-rata


Merupakan jumlah pasangan ion
S (E) = = yang terbentuk persatuan
panjang.

= Energi yang dibutuhkan


untuk menghasilkan sepasang ion
.
Stopping Power dan Range

Jika nilai stopping power diketahui maka range rata-


rata dapat dihitung :

Jika R dari partikel alfa dalam sebuah medium yang diketahui


stoping powernya maka energi nya dapat dihitung
Stopping Power dan Range

Untuk memperoleh stoping power dari suatu bahan, yaitu jika


diketahui range sebagai fungsi dari energi dalam bahan :

Energi yang hilang oleh sebuah partikel nonreletivistik per satuan


panjang lintasannya adalah :

v = kecepatan partikel
ze= muatan
m = massa elektron
= jumlah atom
persatuan
volume,nomor atom
dan energi rata-rata
ionisasi dari bahan
penyerap.
Teori Peluruhan Alfa

prediksi dari teori kuantum berbeda denagn teori


klasik. Pada peristiwa hamburan partikel alfa Rutherford
partikel alfa yang berenergi 7,68 MeV tidak ada yang dapat
menembus potensial barier dari U238 sementara U238
menghasilkan partikel alfa berenergi 4.20 MeV. Kontradiksi
ini dapat dijelaskan dari pandangan mekanika kuantum.
Dalam pembahasan efek terobosan seberkas
partikel yang berenergi kinetik K jatuh pada
rintangan potensial persegi yang tingginya V yang
lebih besar dari K. Rasio antara banyaknya partikel
yang melewati rintangan dan banyaknya partikel
yang datang, secara pendekatan besarnya
T=e-2kL
Plot log10 terhadap ZK-1/2 merupakan garis
lurus. Kurva ini cocok dengan data eksperimen
yang mempunyai tangen atau kemiringan sebesar -
1,72. kemiringan ini juga dapat digunakan untuk
menghitung jari-jari nuklir R0 yang juga sama
dengan yang diperoleh dengan menggunakan
hamburan Nuklir.
Hal kedua yang juga penting yang diperoleh
dari teori peluruhan alfa ialah adanya peluang dari
partikel yang memiliki energi kinetik K yang lebih
kecil dari potensial penghalang V hal mana tidak
mungkin terjadi pada mekanika klasik yang hanya
memiliki peluang no.
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai