Anda di halaman 1dari 68

AKUNTANSI

KEUANGAN LANJUTAN
PELAPORAN SEGMEN DAN
INTERIM
KELOMPOK 4
IDA BAGUS NGURAH INDRA PRAMANA
NIM. 1506305098
&
P. SIGIT WAHYUDHI
NIM. 15060305151
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM
1. Pelaporan Segmen
2. Informasi tentang Segmen Operasi
3. Mengidentifikasi Segmen
4. Pelaporan Keuangan Interim
5. Format Laporan Keuangan Interim
6. Permasalahan Akuntansi
7. Standar Pelaporan untuk Laporan Interim Laba Rugi Komprehensif
8. Perubahan Akuntansi dalam Periode Interim
9. Soal dan Pembahasan
1. Pelaporan Segmen
Tingkat keuntungan
berbeda
Tingkat & jenis risiko
Perusahaan berbeda
melakukan
Kesempatan untuk tumbuh
diversifikasi
berbeda
sehingga memiliki
beberapa lini/ divisi
bisnis berbeda Bagaimana cara agar mengetahui
ataupun anak informasi untuk mencerminkan
perusahaan perbedaan-perbedaan mendasar
tersebut?
Pelaporan Segmen
Tahun 1994
DSAK menerbitkan PSAK Tahun 2009
No. 5 direv Tahun 2000 Segmen Operasi
Pelaporan Informasi isi Pelaporan Segmen direv
Keuangan Segmen isi

Diaplikasikan untuk Tahun 2014


LK entitas & LK Segmen direvisi &
konsolidasian Operasi menyesuai
kelompok usaha kan atas
dengan: PSAK 5
1. Entitas induk yang instrumen utang atau ekuitasnya
diperdagangkan di pasar publik
2. Entitas induk yang telah mengajukan pernyataan
pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan
pendaftaran, pada regulator pasar modal atau regulator
Segmen Operasi sebagai suatu komponen dari entitas:

PSAK 5 1. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana


memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban;
2. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh
pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan
pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan

Segmen Operasi dapat terlibat


Misalnya operasi
dalam aktivitas bisnis yang
permulaan dapat
belum menghasilkan
menjadi segmen operasi
pendapatan
sebelum memperoleh
pendapatan
Perusahaan dapat mengagregasikan
(menggabungkan) segmen operasi individual terpisah
yang mempunyai karakteristik ekonomik serupa
Diyakini agregasi ini akan memberikan informasi yang
lebih berarti untuk pengguna laporan keuangan
Sering terjadi masalah Alokasi biaya
pendefinisian pendapatan dari masing-masing
segmen suatu perusahaan segmen
PSAK 5 Apakah pendapatan Apakah pendapatan
Alokasi dari pendapatan dan segmen mencakup segmen mencakup
beban akan dimasukkan biaya langsung yang biaya umum
untuk segmen yang dapat ditelusuri? perusahaan?
dilaporkan hanya jika Hanya aset yang dimasukkan dalam pengukuran aset
pendapatan dan beban segmen yang digunakan oleh pengambil keputusan
tersebut dimasukkan ke operasional, yang dilaporkan untuk segmen tersebut.
dalam laba atau rugi segmen
Tujuan pelaporan segmen adalah untuk
memungkinkan pengguna laporan 2. INFORMASI TENTANG
keuangan untuk melihat di balik jumlah SEGMEN OPERASI
konsolidasi untuk masing-masing
komponen yang membentuk entitas
Bagaimana
tersebutmenentukan
segmen mana yang
harus melaporkan DSAK menetapkan 3 aturan signifikansi
informasi secara 10%
terpisah dengan
informasi Aset suatu
keseluruhan segmen > 10%
Pendaptan
perusahaan? dari total aset
suatu segmen >Laba rugi suatu segmen
perusahaan
10% dari total > 10% dari total laba + Uji
pendapatan rugi gabungan segmen Pendapatan
perusahaan yang melaporkan atau Konsolidasi
tidak melaporkan 75%
Ilustrasi Uji
Signifikansi 10 %

Harus
diungkapkan
perinciannya

Analisis segmen uji


laba rugi
menggunakan laba
rugi setiap segmen,
Harus diungkapkan
perinciannya
Ilustrasi Uji 1. PT Induk memiliki 80% dari modal saham biasa PT
Signifikansi 10 % Anak. PT Anak melaporkan laba sebesar
Rp50.000.000,00 untuk tahun 20X1 dan membayar
dividen sebesar Rp30.000.000,00. Pada tanggal 31
Desember 20X1, saldo akun ekuitas pemegang saham
PT Anak sebesar Rp300.000.000,00 dimana terdapat
kepentingan nonpengendali sebesar 20%.
2. PT Induk mengakuisisi 40% saham PT Baruna Jaya
pada tanggal 1 Januari 20X1, dengan biaya perolehan
sebesar Rp160.000.000,00 yang sama dengan nilai
buku saham ada tanggal tersebut. Metode ekuitas
digunakan untuk memperhitungkan investasi tersebut.
PT Baruna Jaya memperoleh laba selama tahun 20X1
sebesar Rp80.000.000,00 dan membayar dividen
sebesar Rp20.000.000,00. Investasi tersebut dikelola
Informasi untuk kertas kerja pengungkapan
segmentasi
1. Entias konsolidasi dari PT Induk dan PT Anak terdiri dari lima segmen
operasi yang berbeda dan juga administrasi perusahaan pusat. Segmen
operasi yang didefinisikan oleh manajemen sebagai Produk Makanan,
Plastik dan Pengepakan, Konsumsi dan Komersial, Kesehatan dan Ilmiah,
serta Kimia.
2. Pada tanggal 1 Januari 20X1, segmen Produk Makanan dari PT Anak
menerbitkan wesel bayar dengan tingkat bunga 12% sebesar
Rp100.000.000,00 ke segmen Plastik dan Pengepakan PT Induk. Bunga
antarperusahaan untuk tahun berjalan adalah Rp 12.000.000,00 dan telah
dieliminasi dari laporan keuangan konsolidasian.
3. Setiap segmen operasi melakukan penjualan ke pelanggan non-afiliasi.
Selain itu, Rp28.000.000,00 dari penjualan antarsegmen dilakukan selama
tahun berjalan oleh segmen Produk Makanan, Plastik dan Pengepakan,
dan Konsumsi dan Komersial. Biaya penjualan antarsegmen ini adalah
Rp18.000.000,00. Barang tersebut masih berada dalam persediaan akhir
Informasi untuk kertas kerja pengungkapan
segmentasi
4. Entitas menggunakan konsep Laba dikendalikan untuk mengukur kinerja
segmen. Sebagaimana yang didefinisikan perusahaan, laba dikendalikan
termasuk pendapatan bunga dan beban bunga dalam definisi laba rugi
segmen suatu entitas. Oleh karena itu, bunga dilaporkan atas dasar segmen.
Penyusutan dilaporkan secara terpisah karena jika beban penyusutan, deplesi,
dan amortisasi dimasukkan dalam pengukuran laba segmen, PSAK 5
mengharuskan elemen biaya tersebut diungkapkan untuk memberikan
infomrasi secara terpisah kepada pengguna laporan keuangan guna
memperikarakan arus kas untuk setiap segmen.
5. Sebuah komputer dengan harga Rp30.000.000,00 diperoleh selama tahun
berjalan. Komputer tersebut digunakan untuk penjadwalan dan pengendalian
produksi dan disusutkan dengan metode garus lurus selama tiga tahun
(Rp30.000.000,00 : 3 tahun = Rp10.000.000,00 per tahun). Beban tahunan dari
komputer ini dialokasikan atas dasar penggunaan, yang dipantau oleh
komputer itu sendiri.
Informasi untuk kertas kerja pengungkapan
segmentasi
7. Kebijakan perusahaan dalam menentukan kinerja segmen tidak termasuk
laba rugi dari investasi dalam setiap laba rugi segmen operasi. Sebaliknya,
pos tersebut ditetapkan untuk administrasi perusahaan. Informasi ini
dikumpulkan pada kertas kerja untuk merekonsiliasi jumlah konsolidasi.
8. Bagian aset pada kertas kerja menyajikan aset untuk segmen operasi seperti
dan juga untuk pusat administrasi perusahaan. Termasuk dalam aset segmen
adalah alokasi nilai buku sebesar Rp20.000.000,00 (Rp30.000.000,00
dikurangi Rp10.000.000,00 akumulasi penyusutan) dari komputer produksi.
Ingat juga bahwa wesel antarsegmen ditetapkan ke sgmen tertentu untuk
tujuan pengambilan keputusan internal, tetapi wesel tersebut dieliminasi
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Ilustrasi Uji
Signifikansi 10 %

Uji Pendapatan Uji Aset 10%


Uji Laba (Rugi)
10% 10%
Ilustrasi Uji
Signifikansi 10 %

Uji Pendapatan Uji Aset 10%


Uji Laba (Rugi)
10% Segmen 10%
Pendapatan % Pendapatan Segmen
Segmen Gabungan dari Dilaporkan
Rp600.000.000
Produk Makanan 323.000.000 53,8% Ya
Plastik dan 113.000.000 18,8% Ya
Pengepakan
Konsumsi dan 45.000.000 7,5% Tidak
Komersial
Kesehatan dan 86.000.000 14,3% Ya
Ilustrasi Uji
Signifikansi 10 %

Uji Pendapatan Uji Laba (Rugi)


10% Segmen Laba10%
(Rugi) % Uji dari Segmen
Segmen Rp279.000.000 Dilaporkan
(laba absolut)
Produk Makanan 198.000.000 71% Ya
Plastik dan 59.000.000 21,1% Ya
Pengepakan
Konsumsi dan (25.000.000) 9% Tidak
Komersial
Kesehatan dan 22.000.000 7,9% Tidak
Ilustrasi Uji
Signifikansi 10 %

Uji Aset 10%


Uji Laba (Rugi)
Segmen 10%
Aset Segmen % Uji dari Segmen
Rp1.276.000.000 Dilaporkan

Produk Makanan 411.000.000 32,2% Ya


Plastik dan 375.000.000 29,4% Ya
Pengepakan
Konsumsi dan 100.000.000 7,8% Tidak
Komersial
Kesehatan dan 310.000.000 24,3% Ya
Ilmiah
Ikhtisar Segmen Industri
Dilaporkan: Uji 10%

Uji Pendapatan Uji Laba (Rugi) Uji Aset

Produk Makanan Ya Ya Ya

Plastik dan Ya Ya Ya
Pengepakan
Konsumsi dan Tidak Tidak Tidak
Komersial
Kesehatan dan Ya Tidak Ya
Ilmiah
Kimia Tidak Tidak Tidak
Uji Pengungkapan
Uji Pendapatan
Komprehensif Konsoidasi 75%

Penjualan ke konsumen non-afiliasi oleh


segmen dilaporkan: 317.000.000
Produk makanan 95.000.000
Plastik dan Pengepakan 86.000.000
Kesehatan dan ilmiah
Total segmen dilaporkan 498.000.000
Pendapatan Konsolidasi 572.000.000
Persentase Segmen dolaporkan dari
pendapatan konsolidasi (498.000.000 : 87,1%
572.000.000) >75%, jadi tidak ada lagi segmen
operasi yang harus dilaporkan
?
Harus dilakukan pertimbangan
tertentu untuk menentukan segmen
mana yang harus dilaporkan
terpisah.
Misalnya, jika ada laba atau rugi
tinggi yang abnormal atas kontrak
satu waktu

Apakah cukup
dengan uji Jika suatu segmen menjadi
signifikansi 10% dilaporkan dalam periode berjalan
dan uji tetapi tidak dilaporkan terpisah
pendapatan pada periode sebelumnya, maka
konsolidasi pengungkapan segmen komparatif
75%? tahun-tahun sebelumnya yang
dimasukkan dalam laporan
keuangan tahun ebrjalan harus
disajikan kembali untuk
Pengungkapan seluruh entitas mengenai informasi
produk dan jasa, wilayah geografis, dan pelangan
PSAK 5 utama.
Perusahaan harus melaporkan pendapatan
dari pelanggan eksternal:
1. untuk setiap produk dan jasa, atau tiap
kelompok dari produk dan jasa sejenis.
2. yang dialokasian kepada negara domisili
entitas memperoleh pendapatan.

Perusahaan juga harus menyediakan


informasi mengenai tingkat
ketergantungannya pada pelanggan
utamanya, yaitu apabila pendapatan dari
transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal sebesar 10 atau lebih dari total
PELAPORAN KEUANGAN INTERIM

?
Laporan interim (interim reports),
laporan yang mencakup periode
waktu kurang dari satu tahun
Menyediakan laporan
terkini kemajuan
operasi entitas kepada
investor dan pihak
berkepentingan

Laba rugi, neraca, arus kas ringkas,


footnote dan pengungkapan lainnya
Pada saat penawaran saham, perusahaan
BAPEPAM-LK
publik wajib menyerahkan laporan
keuangan interim jika pada saat
pendaftaran lebih dari 180hari
penerbitan laporan keuangan tahunan
terakhir
Laporan
sudah
diaudit

Aturan no. X.K.2


terkait dengan
kewajiban untuk
mengeluarkan
laporan keuangan
interim tengah tahun
Format Laporan Keuangan Interim

1. Laporan laba rugi untuk periode waktu kumulatif


sampai dan untuk periode yang sama tahun fiscal
sebelumnya.
2. Neraca pada akhir tengah tahun berjalan dan
neraca untuk periode yang sama pada akhir
tahun fiscal sebelumnya. Akan tetapi, sangat
diperlukan pemahaman fluktuasi musiman dari
kondisi keuangan perusahaan.
3. Laporan arus kas pada akhir periode waktu
kumulatif berjalan dan untuk periode yyang sama
untuk tahun sebelumnya
4. Catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan
saldo yang disajikan dalam laporan keuangan.
Catatan atas laporan keuangan interim ini
mengikthisarkan setiap perubahan dalam
pengukuran atau kejadian ekonomi utama yang
terjadi sejak akhir tahun fiscal sebelumnya.
?
Permasalahan Akuntansi
Pelaporan interim menimbulkan beberapa persoalan pengukuran
teknis dan konseptual untuk seorang akuntan. Sebagian besar
persoalan tersebut berpusat pada konsep akuntansi periodisasi dan
pembagian periode tahunan ke dalam periode interim. Sebagai
catatan. Laporan keuangan interim memasukkan laporan keuangan
untuk beberapa periode yang kurang dari setahun, bisa berbentuk
laporan bulanan, kuartal, atau bagian lain dari periode satu tahun.

Penggunaan laporan kuartal atau tengah tahun untuk


menyediakan informasi yang tepat waktu adala perkembangan yang
relative baru. Banyak perusahaan yang memulai mempublikasikan
laporan kuartal setelah Bapepam-LK mewajibkan perusahaan yang
dimiliki public menyerahkan laporan interim tengah tahunan pada
1996. BEI mengharuskan penyerahan laporan keuangan interim kuartal
Diskrit Integral

Perbedaan
cara pandang
dalam
pelaporan
interim
Peraturan Akuntansi untuk Pelaporan Interim
PSAK 3 menstandardisasi penyusunan dan pelaporan-pelaporan
laba rugi interim. Standar tersebut mendefinisikan elemen laba rugi
dan pengukuran biaya berdasarkan sebuah basis interim. Standar
tersebut juga memberikan panduan untuk tindakan akuntansi atas
divestasi, pos luar biasa, transaksi yang tidak biasa terjadi ataupun
tidak sering terjadi, serta kewajiban bersyarat pada laporan
keuangan interim. Bahkan termasuk penyajian dan pengungkapan
laporan keuangan interim.

Perubahan dalam kebijakan akuntansi juga didiskusikan pada


standar ini. Secara khusus, perubahan dalam prinsip akuntansi untuk
laporan keuangan interim diberlakukan sama dengan perubahan
prinsip dan metode akuntansi sebagaimana yang diatur melalui
Standar Pelaporan Untuk laporan
Laba Rugi Interim

Bentuk laporan keuangan interim sama dengan


bentuk laporan laba rugi tahunan. Terdapat beberapa
perbedaan dalam pengukuran komponen laba tertentu
karena eriode waktu yang lebih pendek. Secara umum,
standar akuntansi yang digunakan laporan interim sama
dengan yang digunakan untuk laporan tahunan,
walaupun PSAK 3 memberikan bantuan teknis yang
memadai untuk memngukur dan melaporkan atas basis
Pendapatan
Salah satu elemen paling signifikan dari laporan laba rugi interim
adalah pendapatan dari penjualan. Investor ingin menilai kemampuan
entitas dalam menghasilkan pendapatan, sehingga mereka
membandingkan pendapatan dari periode interim berjalan dengan
pendapatan dari periode interim yang sama pada tahun sebelumnya.
Pendapatan dari penjualan produk atau penyediaan jasa harus diakui
telah diperoleh selama periode interim menggunakan dasar yang sama
dengan periode setahun penuh.

Jadi, pendaatan harus diakui dan dilaporkan pada periode


diperolehnya dan tidak dapat ditangguhkan ke periode lain untuk
menyajikan arus pendapatan yang lebih stabil. Pendapatan dari usaha
Pendapatan
PSAK menganggap permasalahan musiman menjadi masalah yang sangat penting. Untuk
memberikan manfaat yang lebih besar pada pengguna laporan keuangan, maka laporan
interim harus disajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya dengan kondisi
sebagai berikut.

1. Laporan keuangan interim dibandingkan dengan laporan keuangan interim periode


sebelumnya untuk mengetahui kencendrungan posisi keuangan
2. Laporan keuangan interim dibandingkan dengan laporan keuangan interim yang
sama dalam periode akuntansi yang lalu, untuk mengetahui kecendrungan berulang
musiman dari kegiatan usaha.
3. Laporan keuangan interim dibandingkan dengan laporan kumulatif dari awal tahun
buku smapai dengan tanggal laporan keuangan interim untuk mengetahui
kontribusi atau pengaruh periode interim yang dilaporkan pada periode berjalan.
4. Laporan keuangan interim dibandingkan dengan laporan tahun buku yang lalu
untuk mendapat gambaran pengaruh dan kinerja interim tersebut terhadap posisi
Harga Pokok Penjualan dan Persediaan

PSAK 3
1. Menggunakan estimasi persentase laba bruto. Estimasi persentase laba
bruto dapat digunakan untuk menentukan harga pokok penjualan interim.
Sehingga inventaris fisik tak perlu dicantukan dalam setiap laporan
periode interim.
2. Penilaian harga pokok atau harga pasar rendah. Kerugian persediaan yan
disebabkan penurunan harga pasar diakui pada periode penurunan
dengan menggunakan metode penilaian yang terendah antara harga
pokok atau harga pasar.
3. System biaya standar. Perusahaan yang menggunakan system biaya
standar untuk persediaan harus mengggunakan rosedur yang sama atas
perhitungan dan pelaporan varian dalam periode interim dengan yang
Diakui telah diperoleh selama periode interim menggunakan dasar yang
Pendapatan
sama dengan yang digunakan untuk laporan tahunan
Biaya produk untuk periode interim diakui menggunakan dasar yang sama dengan
Harga Pokok Penjualan yang digunakan untuk pelaporan tahunan, kecuali untuk interim:

Estimasi persentase laba bruto dapat digunakan untuk menentukan harga


pokok penjualan interim
Metode penilaian yang terendah antara biaya perlehan dan pasar
memungkinkan pulihnya kerugian karena adanya peningkatan harga pasar di
periode interim berikutnya dalam tahun fiskal yang sama
System biaya standar harus menggunakan prosedur yang sama dengan
pelaporan tahunan kecuali varian harga atau volume atau varian kapasitas yang
diharapkan akan diserap pada akhir tahun harus ditangguhkan
Beban saat terjadi atau dialokasi di antara beban periode interim
Biaya dan Beban Lainnya
berdasarkan manfaat yang diterima atau berdasarkan dasar lain yang
sistematis dan rasional
Pajak Penghasilan Berdasarkan estimasi tarif pajak tahunan selektif
Pelepasan segmen, atau pos luar biasa, tidak biasa, Diakui dalam periode interim terjadinya
jarang terjadi, dan bersyarat (kontinjen)
Perubahan Akuntansi: Diterapkan pada semua perubahan dimana laporan interim diterbitkan
Ilustrasi Penurunan Nilai Pasar dan Pemulihan

Ilustrasi Penurunan Nilai Pasar dan Pemulihan

Menggunakan metode harga pokok atau harga pasar terendah (lower-of-cost-or-market-LCM)


untuk laporan interim.

1. Pada awal tahun fiskal, PT Induk mempunyai 10.000 unit persediaan dengan biaya FIFO sebesar
Rp 10.000 per unit
2. Tidak ada pembelian tambahan selama tahun berjalan
3. Kuartal Unitnilai
Penjualan dan yang Dijual
pasar dalam
pada akhirKuartal Nilai
kuartal selama Pasar
tahun Unitadalah
fiskal Pada Akhir Kuartal
sebagai berikut.
1 2.000 Rp 7,000.00
2 2.000 Rp 6,000.00
3 2.000 Rp 7,000.00
4 2.000 Rp 11,000.00
Kuartal Pos Persediaan
Jumlah Unit Harga Unit Total
Saldo, awal tahun 10.000 Rp 10.000 Rp 100.000.000
1 Persediaan dijual, kuartal pertama (2.000) Rp 10.000 (20.000.000)
Penyesuaian ke pasar:
[8.000 unit x (10.000-7.000)]
Saldo akhir kuartal pertama 8.000 (3.000) (24.000.000)
8.000 Rp 7.000 Rp 56.000.000

2 Persediaan dijual, kuartal kedua (2.000) Rp 7.000 (14.000.000)


Penyesuaian ke pasar:
[6000 unit x (7.000-6.000)]
Saldo akhir kuartal kedua 6.000 (1.000) (6.000.000)
6.000 Rp 6.000 Rp 36.000.000

3 Persediaan dijual, kuartal ketiga (2.000) Rp 6.000 (12.000.000)


Penyesuaian ke pasar:
[4.000 unit x (6.000-7.000)]
Saldo, akhir kuartal ketiga 4.000 1.000 4.000.000
4.000 Rp 7.000 Rp 28.000.000

4 Persediaan dijual, kuartal keempat (2.000) Rp 7.000 (14.000.000)


Pemulihan ke pasar:
[2.000 unit x (7.000-10.000)
Saldo, akhir kuartal keempat 2.000 3.000 6.000.000
2.000 Rp 10.000 (a) Rp 20.000.000
PT Induk tidak yakin mengenai
penyebab turunnya nilai pasar dan
menganggapnya sebagai hal yang akan
permanen; karena itu, perusahaan
mengakui penurunan tersebut dalam
kuartal terjadinya. Tidak ada pengakuan
yang diwajibkan jika penurunan tersebut
diantisipasi segala gejala temporer, dengan
pemulihan pada akhir tahun.
Figur 13-6 menyajikan penghitungan
yang diperlukan untuk menyesuaikan
akun persediaan PT Induk menjadi
harga pokok atau harga pasar
terendah. Pada akhir kuartal pertama,
persediaan di akhir kuartal turun
menjadi Rp 24.000.000 dan kerugian
diakui pada laporan laba rugi interim.
Banyak perusahaan melaporkan
penurunan tersebut sebagai bagian
dari bagian harga pokok penjualan
karena kejadian tersebut terkait
dengan persediaan. Pada akhir kuartal
kedua, diperlukan tambahan
penurunan sebesar Rp 6.000.000.
laporan interim kuartal ketiga
Ingat bahwa ini merupakan [emulihan kerugian penilaian yang diakui
kuartal sebelumnya. Di kuartal empat, harga pasar Rp 11.000 lebih tinggi
Rp 1.000 dibandingkan biaya perolehan awal persediaan. Pemulihan
kerugian sebesar Rp 6.000.000 atas persediaan akhir dari 2.000 unit diakui
untuk membuat penilaian persediaan dari Rp 7.000 per unit menjadi biaya
perlehan awal Rp 10.000 per unit. Ingat bahwa persediaan tidak boleh
dinilai lebih tinggi dari biaya perolehan.

Representasi grafis dari harga pasar selama tahun berjalan


disajikan di Figur 13-7. Ingat bahwa setelah penurunan selama dua kuartal
pertama, harga pasar meningkat selama kuartal ketiga dan keempat. Pada
akhir tahun, harga pasar adalah Rp 11.000 per unit, yang lebih tinggi dari
Penghitungan HPP tiap Kuartal

Persediaan Akhir
Biaya yang Dialokasikan
Diturunkan ke Pasar
Kuartal ke Harga Pokok Total
atau (Pemulihan
Penjualan
Kerugian)
1 2.000 unit x Rp 10.000 8.000 unit x Rp 3.000 Rp
44.000.000
2 2.000 unit x Rp 7.000 6.000 unit x Rp 1.000 Rp
20.000.000
Jika pengurangan dalam nilai pasar di kuartal pertama dan
kedua dianggap temporer, tidak diperukan penurunan nilai dan tidak
ada pemuihan kerugian yang diakui kuaral ketiga dan keempat. Total
harga pokok penjualan yang dilaporkan untuk interim harus
merekonsiliasi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan
tahunan. Ingat bahwa harga pasar (Rp 11.000) lebih tinggi dari harga
pasar pada awal tahun (Rp 10.000). Pada laporan tahunan:

8.000 unit X Rp 10.000 harga unit = Rp 80.000.000

Dalam laporan interim: Kuartal Rp


1 44.000.000
Kuartal
2 20.000.000
Kuartal
Biaya dan Beban yang Lain

biaya dan beban harus dibebankan


pada laba rugi interim dalam periode
interim di mana keduanya terjadi

selain biaya produk, harus dibebankan


dengan dasar yang sama seperti pada
periode tahunan.
Pilihan antara pengakuan langsung dari pengeluaran dalam
laporan laba rugi interim dan penangguhan serta alokasi dalam
beberapa laporan laba rugi interim berdasarkan evaluasi
subjektif dari periode yang mendapatkan manfaat dari
pengeluaran tersebut, walaupun sebagaian besar pengeluaran
dibebankan di periode interim pada saat terjadinya
Kapan Beberapa perusahaaan memfokuskan perbaikan
pengeluaran peralatan yang besar dalam satu waktu pada satu
dapat periode interim. Untuk pelaporan interim, biaya
perbaikan itu dapat ditangguhkan (aset dibayar di
ditangguhka muka) atau (kewajiban perkiraan) dan dialokasikan
n? untuk beban perbaikan ke setiap periode-periode
interim yang mendapatkan menfaat dari pengeluaran
tersebut.
Pajak bangunan dapat
ditangguhkan atau diakru pada
setiap periode interim, daripada
mengakui secara penuh sebagai
sebuah beban periode interim saat
pajak itu dibayar.
Biaya iklan yang besar dapat dialokasikan pada
periode-periode interim yang menerima
manfaatnya daripada mengakuinya semata-mata
dalam periode interim saat biaya itu dikeluarkan.
Secara umum, biaya total pengiklanan
dibebankan untuk menentukan laba rugi
tahunan dan tak ada penangguhan yang
Ilustrasi Penangguhan dan Alokasi Biaya Iklan

Pada tanggal 1 April, awal kuartal kedua dari tahun fiskal konsolidasi PT Induk dan
anak perusahaan, timbul biaya sebesar Rp 20.000.000 untuk kampanye iklan yang
diperkirakan akan memberikan manfaat untuk tiga kuartal terakhir dari tahun
berjalan.
Dalam kasus ini, PT Induk menentukan
bahwa kampanya iklan tidak memberikan
manfaat untuk kuartal pertama; karena itu,
tidak ada beban iklan yang diakru di kuartal
pertama yang berakhir tanggal 31 Maret,
dan satu-satunya beban iklan yang terjadi
Total penjualan
pada tahun berjalan adalah Rp 20.000.000
konsolidasi untuk
yang timbul pada tanggal 1 April.
kuartal kedua, ketiga,
dan keempat
diperkirakan sebesar
Rp 400.000.000.
Pada awal kuartal ketiga (1 Juli), sisa biaya iklan
Sebagai contoh, jika sebesar Rp 15.000.000 masih terdapat dalam
tanggal 30 September, Iklan Dibayar di Muka. Jika penjualan aktual
manajemen berbeda dengan jumlah estimasi, maka prosedur
memutuskan bahwa alokasi direvisi untuk perubahan dalam estimasi
penjualan konsolidasi tersebut.
untuk kuartal ketiga,
yang berakhir 30
September, sebesar Rp
120.000.000 dan
mengestimasi
penjualan kuartal Kuartal keempat akan
keempat akan sebesar dibebankan sebesar
Rp 180.000.000 maka sisa saldo dalam akun
saldo sisa sebesar Rp Iklan Dibayar di Muka.
151.000.000 dalam
Iklan Dibayar di Muka
akan dialokasikan ke
Rp 120.000.000
kuartal ketiga sebagai
Rp 6.000.000 = X Rp 15.000.000
berikut Rp 300.000.000
Akuntansi untuk Pajak Penghasilan dalam Periode
Interim

Tanggal Penjualan Debit Beban Iklan Kredit Iklan Saldo dalam Iklan
Kuartalan Dibayar di Muka Dibayar di Muka
1 April Rp 20.000000
30 Juni Rp 100.000.000 Rp 5.000.000 (a) Rp 5.000.000 Rp 15.000.000 (b)
30 September Rp 100.000.000 Rp 5.000.000 Rp 5.000.000 Rp 10.000.000
31 Desember Rp 200.000.000 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 -0-
Total Rp 400.000.000 Rp 20.000.000 Rp 20.000.000

Rp 5.000.000 = (Rp 100.000.000) / Rp 400.000.000) x


Rp 20.000.000
Rp 15.000.000 = (Rp 20.000.000
Rp 5.000.000)
Perbedaan antara Akuntansi dan Pajak
Penghasilan

Perbedaan permanen Perbedaan temporer terjadi


merupakan hal-hal yang karena adanya perbedaan cara
tidak dapat dimasukkan mengakui beban dan
sebagai penghasilan pendapatan menurut akuntansi
kena pajak untuk suatu maupun menurut peraturan
periode fiskal. perpajakan, yang menyebabkan
Contohnya : Premi adanya pajak tangguhan. Contoh
asuransi jiwa yang perbedaan temporer : sewa
dibayar oleh diterima dimuka, beban dan rugi
perusahaan, dana yang yang diestimasikan, depresiasi
diterima dari yang dipercepat berdasarkan
perusahaan asuransi, metode penurunan ganda
jenis tertentu denda menurut pajak dan berdasarkan
yang dianggap bukan garis lurus pada laporan
Ilustrasi Estimasi Tarif Pajak Tahunan Efektif

1. PT Induk dan anak perusahaannya memperoleh laba konsolidasi


dari operasi berkelanjutan mencapai Rp. 225.000.000 untuk
tahun fiskal 20X1.
2. Perbedaan permanen antara laba rugi akuntansi dan laba rugi
pajak diperkirakan sebesar Rp. 2.000.000 untuk premi yang
dibayarkan untuk asuransi jiwa pegawai utama perusahaan
(perusahaan adalah penerima manfaat atau beneficiary) dan
dividen sebesar Rp. 27.000.000 yang diterima dari investasi pada
saham perusahaan lain.
3. Tarif pajak penghasilan 10% untuk pendapatan kurang dari Rp.
50.000.000, 15% untuk pendapatan antara Rp. 50.000.000 sampai
Estimasi Tarif
Pajak

Estimasi Jumlah Tahunan


Laba dari operasi berkelanjutan Rp. 225.000.000
Penyesuaian perbedaan permanen:
Ditambah premi untuk asuransi jiwa pegawai
kunci 2.000.000
Dikurang dividen yang diterima (27.000.000)
Estimasi laba tahunan kena pajak Rp. 200.000.000
Perhitungan pajak penghasilan:
10% x Rp. 50.000.000 = Rp. 5.000.000
15% x Rp. 50.000.000 = 7.500.000
30% x Rp. Rp 100.000. 000 = 30.000.000
Pajak Penghasilan Rp. 42.500.000
Ayat Jurnalnya

Beban Pajak Rp.


Penghasilan 42.500.000
Utang Pajak Rp.
Penghasilan 42.500.000
Mencatat penyisihan pajak penghasilan kuartal
pertama
Beban Pajak Rp.
Penghasilan 57.500.000
Utang Pajak
Penghasilan Rp. 57.500.000
Rugi dan Kerugian Operasi Carrybacks dan
Carryforwards

Rugi operasi menghasilkan manfaat pajak (yaitu


mengurangi utang pajak) karena kerugian pajak
dapat dilakukan kembali (carried back) terhadap
laba operasi dari tahun-tahun sebelumnya dan
perusahaan dapat mengajukan klaim untuk
pengembalian uang pajak yang dibayarnya pada
periode sebelumnya

Setelah bagian yang dilakukan kembali dari rugi


operasi sudah habis digunakan, sisa rugi operasi
dilakukan ke depan atau dikompensasikan
(carried forward) terhadap laba operasi masa
depan. Namun, penyisihan carryback dan
carryforward tersebut diterapkan hanya untuk
Pelepasan Segmen atau Pos Luar Biasa, Tidak Biasa, Jarang
Terjadi, dan Bersyarat

PSAK 3 mengharuskan pengukuran dan


pelaporan pos nonoperasi utama
menggunakan dasar yang sama seperti
saat mempersiapkan laporan tahunan.
Selain itu, pos tidak biasa, operasi yang
dihentikan dan transaksi yang jarang
terjadi harus dilaporkan pada periode
interim di mana hal tersebut terjadi dan
tidak dialokasikan pada periode lain pada
tahun tersebut
Perubahan Akuntansi di Periode Interim

PSAK 25 tentang Perubahan Prinsip


Kebijakan
Akuntansi,
Perubahan Estimasi
Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan
Akuntansi
Kesalahan,
menyebutkan
perubahan
akuntansi dalam Kesalahan
tiga kategori, yaitu Mendasar
SESI
DISKUSI
SOAL DAN PEMBAHASAN
SOAL 1 Dalam mempertimbangkan laporan keuangan interim,
bagaimana DSAK menyimpulkan cara pandang atas
pelaporan tersebut?
a. Sebagai jenis pelaporan khusus yang tidak
mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku umum.
b. Sebagai pelaporan yang berguna hanya jika
aktivitas menyebar sepanjang tahun sehingga
tidak diperlukan estimasi.
c. Sebagai pelaporan untuk periode akuntansi dasar.
Jawab:
d. Sebagai
D. Sebagai pelaporan pelaporan
untuk bagian untuk
integral bagian
dari integral
periode dari
tahunan.
Alasannya : Hal iniperiode tahunan.
sesuai dengan PSAK 3 dan juga DSAK-IAI yang telah
memilih teori integral dari pelaporan interim, yang memandang periode
interim sebagai bagian integral dari periode tahunan.
Manakah dari berikut ini yang merupakan kesulitan melekat
SOAL 2 dalam menentukan hasil operasi secara interim?
a. Harga pokok penjualan hanya mencerminkan jumlah
beban produk yang dapat dialokasikan ke pendapatan
yang diakui per tanggal interim
b. Depresiasi atas dasar interim merupakan estimasi sebagian
dari jumlah aktual tahunan.
c. Biaya yang dibebankan di satu periode interim dapat
memberikan manfaat di periode lainnya.
d. Pendapatan dari kontrak konstruksi jangka panjang
diperhitungkan dengan metode persentase penyelesaian
Jawab: berdasarkan penyelesaian tahunan, dan estimasi interim
mungkin tidak tepat.
C. Biaya yang dibebankan di satu periode interim dapat memberikan
manfaat di periode lainnya.
Contohnya : Biaya perbaikan menyeluruh gedung kantor di kuartal
Manakah dari praktik pelaporan berikut yang
SOAL 3 diperbolehkan untuk laporan keuangan interim?
a. Menggunakan metode laba bruto untuk
penilaian persediaan interim.
b. Menggunakan metode pembiayaan langsung
untuk menentukan persediaan yang diproduksi.
c. Penangguhan varian yang tidak direncanakan
menggunakan system biaya standar sampai
akhir tahun.
d. Penangguhan penurunan nilai pasar yang tidak
Jawab: bersifat temporer sampai akhir tahun.

A. Menggunakan metode laba bruto untuk penilaian persediaan interim.


Alasannya : Pada PSAK 3 memperbolehkan modifikasi praktis atas aturan
umum, seperti menggunakan estimasi persentase laba bruto dan digunakan
untuk menentukan harga pokok penjualan interim. Sehingga inventaris fisik
Pada tanggal 1 Januari 20x2, PT Harris membayar pajak
SOAL 4 property sebesar Rp.40.000.000 atas pabrikannya untuk
tahun kalender 20X2. Pada bulan maret 20X2, PT hariss
mengeluarkan Rp.120.000.000 untuk biaya perbaikan
berskala besar terhadap mesinnya. Perbikan ini akan
memberikan manfaat untuk operasi sepanjang tahun
kalender. Bagaimana beban-beban
Tiga ini harus di reflesikan
Bulan Berakhir
dalam laporan laba ruhi komprehensif kuartal PT. harris?
31 Maret 30 Juni 20X2 30 31 Desember
20X2 September 20X2
20X2
a Rp22.000.000 Rp46.000.000 Rp46.000.000 Rp46.000.000
b 40.000.000 40.000.000 40.000.000 40.000.000
Jawab: c 70.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000
B. tersebar merata Rp.40.000.000
d 160.000.000 tiap kuartal
-0- -0- -0-
Alasannya : hal ini dikarenakan manfaat dari biaya yang dikeluarkan pada
kuartal pertama tersebut, turut dinikmati manfaatnya hingga kuartal ke-4
PT Wijaya mengalami kerugian persediaan dari
SOAL 5 penurunan pasarr sebesar Rp.420.000.000 pada bulan
april 20X2 perusahaan mencatat kerugian tersebut pada
bulan april 20X2 setelah laporan kuartal 31 maret 20X2
diterbitkan. Tidak ada satupun kerugian yang akan
dipulihkan pada akhir tahun. Bagaimana kerugian
tersebut harus direflesikan
Tiga Bulan dalam laporan laba rugi
Berakhir
komprehensif
31 Maret 20X2 kuartal
30 Juni PT Wijaya?
20X2 30 September 31 Desember
20X2 20X2
a Rp-0- Rp-0- Rp-0- Rp420.000.000
b -0- 140.000.000 140.000.000 140.000.000
c -0- 420.000.000 -0- -0-
Jawab: d 105.000.000 105.000.000 105.000.000 105.000.000
C. dibebankan di bulan Juni secara penuh sebesar Rp420.000.000
Alasannya : kerugian terjadi di kuartal kedua, dimana laporan interim kuartal kedua
akan dilakukan di bulan Juni. Selain itu tidak ada bagian kerugian yang akan
dipulihkan di akhir tahun, sehingga tidak ada keuntungan yang akan dicatat.
Selama kuartal kedua tahun 20X5, PT cemara menjual
SOAL 6 bagian peralatan dengan keuntungan sebesar
RP.12.000.000. berapa bagian keuntungan yang harus
dilaporkan PT cemara dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk kuartal kedua tahun 20X5?
a. Rp12.000.000
b. Rp6.000.000
c. Rp4.000.000
Jawab: d. Rp0.

A. Rp12.000.000
Pada tanggal 15 maret 20X1, PT Berjaya membayar pajak
SOAL 7 property atas bangunan pabriknya sebesar Rp.180.000.000
untuk tahun kalender 20X1. Pada tanggal 1 april 20X1, PT
Berjaya mengeluarkan Rp.300.000.000 untuk biaya perbaikan
yang tidak diantisipasi atas peralatan pabriknya. Perbaikan
tersbeut akan memberikan manfaat operasi selama sisa tahun
kalender. Berapa total jumlah dari beban tersebut yang akan
dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif kuartal PT
Berjaya untuk tiga bulan yang berakhir pada 30 juni 20X1?
a. Rp75.000.000
b. Rp145.000.000
Jawab:
c. Rp195.000.000
A. Rp75.000.000 d. Rp345.000.000
Alasannya : disebutkan bahwa biaya perbaikan yang tidak diantisipasi
dengan nilai Rp300.000.000 akan mendatangkan manfaat untuk operasi
selama sisa tahun
PT SRB mengalami kerugian persediaan dari penurunan nilai
SOAL 8 pasar yang terjadi pada kuartal pertama. Kerugian tersebut
diperkirakan tidak akan dipulihkan selama tahun berjalan.
Akan tetapi, di kuartal ketiga persediaa tersebut mengalami
pemulihan nilai pasar yang lebih besar dari penurunan pada
kuartal pertama. Untuk pelaporan keuangan interim, jumlah
neto persediaan harus:
a. Turun di kuartal pertama sejumlah penurunan nilai pasar,
dan naik di kuartal ketiga sejumlah pemulihan nilai pasar.
b. Turun di kuartal pertama sejumlah penurunan nilai pasar
dan naik di kuartal ketiga sejumlah penurunan di kuartal
pertama.
Jawab:
c. Tidak terpengaruh di kuartal pertama dan naik di kuartal
B. turun di kuartal pertama
ketiga sejumlah
sejumlah penurunan
pemulihan nilai
nilai pasar
pasar dan
yangnaik di kuartal
melebihi
ketiga sejumlah penurunan di kuartal nilai
jumlah penurunan pertama
pasar.
Alasannya : selain
d. terjadi pemulihan, perlu
Tidak terpengaruh diingat
baik di bahwa
kuartal kenaikan
pertama dari
atau kuartal
pemulihan tidak boleh melewati nilai pokok dari harga produk tersebut
Untuk tujuan pelaporan eksternal, diperbolehkan
SOAL 9 menggunakan tarif laba bruto guna menentukan harga
pokok penjualan untuk:
Pelaporan Keuangan Pelaporan Keuangan
Interim Akhir Tahun
a. Ya Ya
b. Ya Tidak
c. Tidak Ya
d. Tidak Tidak
Jawab:

B. ya untuk interim, tidak untuk pelaporan keuangan akhir tahun


Alasannya : Modifikasi praktis dari aturan umum ini berdasarkan PSAK 3
hanya diizinkan untuk digunakan pada laporan interim, tidak pada laporan
keuangan.
Pada tanggal 30 Juni 20X5, PT Persada mengalami kerugian
SOAL 10 neto sebesar Rp100.000.000 dari pelepasan segmen usaha.
Selain itu, pada tanggal 30 Juni 20X5, PT Persada membayar
pajak bangunan sebesar Rp40.000.000 untuk tahun 20X5.
Berapa jumlah pos-pos tersebut yang akan dimasukan dalam
penentuan laba atau rugi neto PT Persada untuk periode
enam bulan yang berakhir 30 Juni 20X5?
a. Rp140.000.000
b. Rp120.000.000
c. Rp90.000.000
d. Rp70.000.000
Jawab:

B. Rp120.000.000
Pelepasan segmen usaha berkaitan dengan PSAK 3
TERIMAKASIH