Anda di halaman 1dari 15

PROSES PENGOLAHAN BIJIH

EMAS
KARAKTERISTIK BIJIH EMAS
Tipe bijih emas secara umum diklasifikasikan menjadi tiga bagian
yaitu free milling, complex dan refractory. sehingga proses
pengolahan bijih emas pun berbeda-beda.
Tipe free milling relatif mudah diolah secara sianidasi konvensional
dengan perolehan >90%.
Tipe complex dan refractory merupakah bijih yang sulit diolah.
Pilihan rute pengolahan bijih emas
Bijih free milling
secara umum bijih free milling dapat diperoleh dengan metode fisika
seperti gravity treatment. dimana proses ini biasa diterapkan pada
bijih placer.
sedangkan untuk pretreatment secara kimia biasanya dibatasi hanya
sampai crushing dan grinding agar terjadi kontak antara emas dan
sianida tanpa perlu liberasi secara keseluruhan.
untuk bijih emas kadar rendah dapat diproses dengan heap leaching
Pilihan rute pengolahan bijih emas free
milling dan semi-refractory
Teknik untuk memperoleh emas dari larutan hasil pelindian antara lain:
Sementasi dengan serbuk seng (Merrill-Crowe System)
Tidak efektif untuk bijih dengan kadar emas yang rendah dengan kandungan base metal yang tinggi.
Serbuk seng merupakan reagen yang terkonsumsi dalam proses presipitasi emas dan perak.
Sementasi dengan serbuk seng harus dilakukan dalam larutan yang dijernihkan dan dideaerasi
(dihilangkan oksigen terlarutnya) terlebih dulu.
Carbon in Leach (CIL)
Efektif dilakukan untuk bijih yang cenderung preg-rob serta dapat merecover Au langsung dari
slurry. Proses adsorpsi dilakukan sekaligus dalam tangki pelindian
Carbon in Pulp (CIP)
Tingkat abrasi karbon aktif lebih rendah, sehingga kemungkinan kehilangan emas akibat partikel
karbon yang hancur dapat diminimalkan
Carbon in Column (CIC)
Untuk merecovey emas-perak dari larutan hasil proses heap leaching atau untuk mengambil
kembali emas yang terbawa dalam tailing cair.
Resin in Pulp (RIP)
Kurang sensitif terhadap organik, tingkat adsorpsi tinggi, elusi suhu rendah. Namun resin lebih
mahal dibandingkan karbon.
Bijih Complex
Bijih complex dapat diklasifikasikan sebagai berikut
Cyanide consuming
terbentuknya emas dalam electrum dapat menyebabkan kinetika
leaching emas lebih lambat dan meningkatnya konsumsi sianida.
konsumsi sianida lebih serius dapat timbul dari beberapa reaksi
oksida dan sulfida.
reaksi tsb menyebabkan konsumsi reagen berlebih yang
meningkatkan harga produksi serta menurunnya perolehan emas.
Pilihan pengolahan cyanide consuming
complex ores
Oxygen consuming
sulfida reaktif seperti pirotit dapat menyebabkan tingginya konsumsi
oksigen seperti iron (II) yang dioksidasi menjadi iron (III) dan sulfida
dioksidasi menjadi sulfat. sulfida juga bereaksi dengan sianida
menjadi tiosianat.

Pilihan pengolahan untuk bijih complex oxygen consuming


Bijih Preg-Robbing
Bijih emas yang mengandung material karbon seperti karbon organik
dan karbonat yang bersifat mengadsorpsi emas yang sudah ter-
leaching.

Pilihan treatment untuk bijih preg-robbing


Bijih Refractory
Emas terjebak (terinklusi) di dalam mineral-mineral sulfida seperti pyrite,
arsenopyrite yang bersifat porous. Partikel emas berukuran sangat halus
dan sulit diliberasi dengan milling biasa.

Pengolahan secara umum untuk pretreating bijih refractory


Untuk pengolahan bijih refractory, telah diterapkan teknik-teknik
sebagai berikut:
Pre-aerasi, klorinasi
Pemanggangan (roasting) untuk menghilangkan sulfur dari bijih
yang dilepaskan dalam bentuk gas sulfur dioksida (SO2)
Pelindian dengan bantuan bakteri (bioleaching), misalnya
Thiobacillus ferrooxydans (biological pretreatment)
Pelindian pada temperatur dan tekanan tinggi (pressure
leaching)
Ultrafine grinding
Intensive leaching
Proses Ekstraksi Emas
Proses ekstraksi emas dari bijihnya dilakukan dengan:
Sianidasi
tahap perolehan emas melibatkan sianidasi alkali CIP/CIL. proses ini memerlukan netralisasi umpan
dari biooksidasi atau acid pressure oxidation
Sianida menimbulkan masalah lingkungan karena toksisitasnya. Oleh karena itu penelitian banyak
dikembangkan untuk mencari alternatif reagen pelindi (leaching agent) yang lebih ramah lingkungan
yaitu dengan:
Thiosulphate
berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan skala lab menggunakan tioulfat untuk melindi
emas dari berbagai tipe bijih. Menurut Cao et al, melalui studi mengenai elektrokimia, peran
amonia memberikan gold-amine intermediate complex yang kemudian distabilkan dengan
mengonversi menjadi gold thiosulphate complex, sedangkan copper (II) amine adalah katalis
oksidasi. Gold (I) amine complex Au(NH3)2+ secara termodinamika lebih stabil di atas pH 9, namun
hanya sedikit emas yang larut pada pH 10 dengan tidak adanya thiosulphate. ini sesuai dengan
dissolution kinetic yang lambat untuk gold amine complex dalam kondisi sekitar.
Thiourea
emas yang terlarut dalam larutan acidic thiourea membentuk cationic
complex. meskipun reagent ini memiliki toksisitas yang rendah dan
kelarutan emas yang cepat, proses adopsi secara komercial telah
terhambat disebabkan tiga faktor: thiourea lebih mahal daripada
sianida, konsumsi reagen yang tinggi dan tahap recovery emas masih
perlu dikembangkan.
Halides (bromine, iodine)

Anda mungkin juga menyukai