Anda di halaman 1dari 14

ROKOK

FAKULTAS
KESEHATAN
MASYARAKAT
KELOMPOK 2

Nur. Qadri Naim (141 2011 0200)


Uswatun Hasanah Firdaus (141 2012 0049)
Minarty Tuoakal (141 2012 0145)
Nurmagafira (141 2014 0345)
DEFINISI ROKOK
Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung /
dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking
dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar
ujungnya.

Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan


membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih
dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya
bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi


(ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang
menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA
(Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif).
JENIS-JENIS ROKOK
ROKOK KONVENSIONAL

lintingan atau gulungan tembakau yang digulung / dibungkus


dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking
dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah
dibakar ujungnya

Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini


didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi
rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada
rokok.
ROKOK HERBAL

rokok yang berisikan kandungan tembakau ditambah dengan beberapa


bahan herbal ( jinten hitam,jahe,kapulaga,madu hutan,sirih,siwak dll ) yang
sangat bermanfaat bagi tubuh kita.Unsur utama dalam sebuah rokok selain
tembakau adalah saus,saus inilah yang menjadi rasa dari sebuah
rokok,sehingga kenapa setiap merek rokok mempunyai citarasa sendiri
sendiri.

Rokok Elektrik

berbentuk tipis dan dapat digunakan berkali-kali. Perangkat ini berupa


logam tabung berisi cairan nikotin. Bila dihisap, nikotin akan dipanaskan
secara otomatis dan dilepaskan sebagai uap yang tidak mengandung tar,
tidak seperti asap rokok konvensional.
Ciri-Ciri Perokok
Bibir
JENIS-JENIS PEROKOK
Perokok Aktif adalah seseorang yang dengan
sengaja menghisap lintingan atau gulungan
PEROKOK AKTIF tembakau yang dibungkus biasanya dengan
kertas, daun, dan kulit jagung. Secara langsung
mereka juga menghirup asap rokok yang mereka
hembuskan dari mulut mereka

Perokok Pasif adalah seseorang atau sekelompok


orang yang menghirup asap rokok orang lain.
PEROKOK PASIF Telah terbukti bahwa perokok pasif mengalami
risiko gangguan kesehatan yang sama seperti
perokok aktif
Perokok
Bahan-Bahan yang
Terkandung Dalam Rokok

Setiap batang rokok mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia berbahaya bagi tubuh.
Empat ratus diantaranya bisa berefek racun, sedangkan 40 diantaranya bisa mengakibatkan
kanker. Ini adalah sebagaian dari contoh-contohnya :

Nikotin
Karbon monoksida (CO)
Tar
DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana)
Aseton
Formaldehid
Kadmium
Arsenik
Ammonia
Polonium-210
Hidrogen sianida
Vinil klorida
Naftalena
Penyakit yang Timbul Akibat
Merokok

1. Rambut rontok
2. Katarak
3. Kulit keriput
4. Hilangnya pendengaran
5. Kanker kulit
6. Caries
7. Enfisema
8. Kerusakan paru
9. Berisiko tinggi terkena kanker paru-paru dan jantung
10. Osteoporosis
11. Penyakit jantung
12. Tukak lambung
13. Diskolori jari-jari
14. Kanker uterus
15. Kerusakan sperma
16. Penyakit Buerger
Upaya Penanggulangan Masalah
Rokok

Berbagai upaya telah dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi masalah


kesehatan masyarakat akibat rokok. Fokus kebijakan diarahkan pada
perlindungan masyarakat akibat konsumsi rokok dan asap rokok orang lain,
terutama pada anak-anak dan remaja, pada perempuan dan kemiskinan akibat
konsumsi rokok

Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mengurangi prevalensi merokok di


Indonesia antara lain :
1. melalui leaflet, poster,seminar, talkshow, workshop, filler TV, dll.
2. Secara teratur melaksanakan kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
3. Melaksanakan jejaring kerja dengan berbagai lembaga swadaya
masyarakat, Universitas & masyarakat madani dalam pengendalian
tembakau.
Lanjutan

1. Melaksanakan berbagai capacity building tingkat nasional & lokal


mengenai pengendalian tembakau, round table diskusi yang
menghasilkan deklarasi perlindungan anak dari bahaya rokok, seminar,
talkshow, dll.
2. Menyusun dan memproses Peraturan Pemerintah (RPP) tentang
pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk
tembakau bagi kesehatan, sesuai dengan pasal 113 & 116 Undang Undang
No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Mengembangkan strategi nasional pengendalian tembakau yang
komprehensif.
4. Membuat baseline data prevalensi rokok serta melakukan pemantauan
prevalensi dan kecenderungan konsumsi tembakau di masyarakat dengan
berbagai survei, seperti RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar), Susenas,
survey lain seperti Global Youth Tobacco Survey, Global Adult Tobacco
Survey, dll
5. membuat sistim informasi untuk memonitor masalah kesehatan akibat
tembakau/rokok ini.