Anda di halaman 1dari 18

Oleh :

Eni Nurvita Sari


K2315024
PETA KONSEP

Elastisitas

mempelajari

Elastisitas pada Gas Pemanfaatan Pegas


Elastisitas Zat Padat Aplikasi Hukum
1. Hukum Hooke sebagai Produk
Hooke
1. Tegangan
2. Tetapan Gaya pada Benda
Teknologi
2. Regangan Elastis
3. Modulus Young 3. Hukum Hooke untuk
Susunan Pegas
4. Energi Potensial Pegas

Pada gambar di samping,


seutas kawat dengan luas
penampang A mengalami
suatu gaya tarik F pada
ujung-ujungnya. Akibat
gaya tarik tersebut, kawat
mengalami tegangan
(stress).

=

F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
= Tegangan (N/ m2 atau Pa)
Regangan (strain) adalah
perubahan relatif ukuran benda
yang mengalami tegangan.
Regangan dihitung dengan cara
membandingkan pertambahan
panjang suatu benda terhadap
panjang awalnya. Secara
matematis, regangan dirumuskan
sebagai berikut.

L dimana :
e= e = Regangan
L0
L = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Tabel Modulus Young
Berbagai Bahan
Hubungan antara Gaya Tarik
dan Modulus Elastisitas

Jika ditulis secara matematis, hubungan antara gaya tarik


dan modulus elastisitas meliputi:

Y=
e
F
Y= A
L
L0

=

F = Gaya (N)
Y = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
= Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
L = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Elastisitas pada Pegas

a) Hukum Hooke
Pada tahun 1678, Robert Hooke menyatakan apabila pegas ditarik
dengan suatu gaya tanpa melampaui batas elastisitas bahan, maka
pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya
tariknya.

Secara matematis,
hukum Hooke
dinyatakan sebagai
berikut.

k = tetapan pegas
x = besar simpangan benda dari titik awalnya
Fp = gaya pemulih
Grafik Elastisitas pada Pegas
b) Tetapan Gaya pada Benda Elastis
Dari pembahasan sebelumnya diketahui bahwa modulus Young
dirumuskan sebagai berikut.
FL0
Y=
AL
Dari persamaan di atas, besarnya gaya yang bekerja pada benda
dapat ditulis sebagai berikut.
YA
F= L
L0

Berdasarkan hukum Hooke, besar gaya pemulih pada pegas sebesar


F = - k x atau F = - k L. Dengan demikian, konstanta gaya pada benda
elastis dapat dirumuskan sebagai berikut.

=

k = Konstanta gaya pada benda elastis


A = Luas penampang (m2)
Y = Modulus elastisitas/modulus Young (N/m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Hukum Hooke untuk
Susunan Pegas

1) Susunan Seri Pegas

Fp = kx
Fp
x =
x
Pertambahan panjang pegas yang disusun seri
merupakan jumlah pertambahan panjang kedua
pegas. Jadi, tetapan pegas yang disusun seri
dihitung:
x = x1 + x2
Fp Fp
x = +
k1 k 2
Fp = Gaya pemulih (N) 1 1
k1 = Tetapan pegas 1 x = F p +
k1 k 2
k 2 = Tetapan pegas 2 1
seri = Tetapan pegas total yang x = Fp
disusun secara seri k seri

x = Pertambahan panjang (m) = +

2) Susunan Paralel Pegas
Gaya mg digunakan untuk menarik kedua pegas
sehingga pertambahan panjang kedua pegas sama.

Fp = Fp1 + Fp2
k p x = k1 x1 + k 2 x2
k p x = k1 + k 2 x
= +
Energi Potensial Pegas

Energi potensial pegas merupakan kemampuan pegas untuk


kembali ke bentuk semula. Menurut hukum Hooke, untuk
meregangkan pegas sepanjang x diperlukan gaya sebesar F.
Ketika teregang, pegas memiliki energi potensial, jika gaya
tarik F dilepas, pegas akan melakukan usaha sebesar W = Fx.
Sehingga, Hukum Hooke dapat dinyatakan dengan grafik seperti
di bawah.
W = Ep = luas segitiga yang diarsir
1
W = Fx
2
1
W = x(kx)
2

=

W = usaha pegas untukl kembali ke titik semula (N)


Ep = Energi potensial pegas (Joule)
k = Tetapan pegas
x = Pertambahan panjang (m)
Beberapa Manfaat Pegas sebagai Produk
Perkembangan Teknologi dalam Keseharian

Sistem suspensi Pegas untuk


Pegas untuk
kendaraan bermotor dongkrak sepeda
melatih otot dada
untuk meredam kejutan motor
Aplikasi Hukum Hooke

1. Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang


sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
2. Teleskop yang berfungsi untuk melihat benda-beda yang
letaknya jauh agar tampak dekat, seperti benda luar angkasa.
3. Alat pengukur percepatan gravitasi bumi.
4. Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu.
5. Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan
garis atau kedudukan kapal yang berada di laut.
6. Sambungan tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda
motor maupun mobil.
7. Ayunan pegas.
8. Beberapa benda yang telah disebutkan di atas memiliki peranan
penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan
Hooke memberi dampak positif terhadap kualitas hidup maunsia.
MISKONSEPSI PADA MATERI ELASTISITAS
DAN HUKUM HOOKE

1. Siswa sering menganggap bahwa Apabila suatu pegas ditarik gaya


sebesar F, maka pegas tersebut akan bertambah panjang. Namun
sebenarnya, pada keadaan tertentu di mana gaya yang diberikan melebihi
batas kemampuan dari pegas, maka pegas tidak dapat bertambah panjang
lagi. Artinya Hukum Hooke tidak berlaku lagi. Batas kemampuan dari pegas
disebut batas elastisitas. Jika gaya yang dikerjakan benda lebih kecil
daripada batas elastisitasnya, maka benda akan kembali ke bentuk semula.
Akan tetapi, jika gaya yang diberikan melampaui batas elastis, maka benda
tidak kembali ke bentuk semula, melainkan secara permanen berubah
bentuk.
2. Siswa sering menganggap bahwa Pada waktu pegas ditarik dengan gaya
F, pegas mengadakan gaya yang besarnya (Fp) sama dengan gaya
menarik = . Namun sebenarnya, pada waktu pegas ditarik dengan
gaya F, pegas mengadakan gaya yang besarnya F sama dengan gaya
menarik, tapi arahnya berlawanan. Gaya pemulih merupakan gaya yang
dilakukan pegas untuk mengembalikan benda pada posisi keseimbangan.
Besarnya gaya pemulih, yaitu
Faksi = Freaksi
Fp = kx