Anda di halaman 1dari 32

PENYAKIT JANTUNG

KELOMPOK 5

REZKI AULIAH (14120120232)


IDGAM (14120120261)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
JANTUNG
Jantung (bahasa Latin: cor)
adalah sebuah rongga, rongga
organ berotot yang memompa
darah lewat pembuluh darah oleh
kontraksi berirama yang
berulang. Istilah kardiak berarti
berhubungan dengan jantung, dari
kata Yunani cardia untuk jantung.
Jantung adalah salah satu organ
manusia yang berperan dalam
sistem peredaran darah.
Jantung terletak dalam rongga
dada agak sebelah kiri, di antara
paru-paru kanan dan paru-paru
kiri.
Massanya kurang lebih 300 gram,
besarnya sebesar kepalan
tangan.
STRUKTUR JANTUNG/ANATOMI JANTUNG

Jantung manusia adalah organ kecil,


berbentuk agak seperti buah pir terbalik. Kira-
kira, ukurannya sekitar ukuran kepalan orang.

1. Aorta
2. Arteri Pulmonalis
3. Arteri Pulmonalis Kiri
4. Atrium Kiri
5. Vena Pulmonalis Kiri
6. Arteri Sirkomfleks
7. Arteri Kecil Kiri
8. Arteri Desendin Anterior Kiri
9. Ventrikel Kiri
10. Vena Kava Superior
11. Arteri Pulmonalis Kanan
12. Atrium Kanan
13. Arteri Koroner Kanan
14. Vena Pulmonalis Kanan
15. Cabang Konus Arteriosus
16. Arteri Ventrikel Anterior Kanan
17. Arteri Kecil Kanan
18. Ventrikel (Bilik) Kanan
19. Inferior Vena Kava
Struktur Bagian luar Meliputi:

Perikardium: Jantung dan akar pembuluh darah utama


dikelilingi dan tertutup oleh struktur seperti kantung yang
disebut perikardium.

Dinding Jantung: Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan


jaringan epikardium luar, tengah miokardium dan
endokardium bagian dalam.

Bilik Jantung: Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jantung


manusia memiliki empat ruang, ruang atas dikenal sebagai
atrium kiri dan kanan, dan ruang bawah disebut ventrikel kiri
dan kanan.

Katup Jantung: Pada dasarnya katup dalam jantung dapat


diklasifikasikan menjadi dua jenis katup atrioventrikular atau
kaninus dan katup semilunar.
FUNGSI JANTUNG

Secara umum fungsi jantung adalah


memompa darah ke seluruh tubuh
dan menampungnya kembali setelah
dibersihkan organ paru-paru.

Hal ini berarti bahwa fungsi jantung


manusia adalah sebagai alat atau
organ pemompa darah pada manusia.
PENYAKIT JANTUNG

Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang


menyebabkan jantung tidak dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal
tersebut antara lain Otot jantung yang lemah
(kelainan bawaan sejak lahir) dan atau adanya
celah antara serambi kanan dan serambi kiri,
oleh karena tidak sempurnanya pembentukan
lapisan yang memisahkan antara kedua
serambi saat penderita masih di dalam
kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih
dan darah kotor tercampur.
Gejala penyakit jantung
diantaranya yaitu :
1. Nyeri dada
2. Sering merasakan sakit kepala
3. Bagian perut yang membengkak
4. Selalu merasakan mual
5. Nafsu makan berkurang
6. Keluar keringat meskipun tidak beraktifitas
7. Rasa lelah terjadi meskipun tidak beraktifitas berat
8. Pada wanita sering merasakan rasa sakit pada tangan
kanan dan lengan kiri
9. Pada pria rasa sakit sering terjadi pada lengan kiri
10.Rasa sakit dibagian tubuh lainnya seperti, bahu, leher,
punggung, siku
11.Pembengkakan yang terjadi pada pergelangan kaki dan
perut.
Selain dari ciri gejala awal penyakit jantung diatas,
ada bebeapa penyebab lainnya yang beresiko
terserang penyakit jantung adalah

Kurangnya berolahraga,
Terlalu banyak mengkonsumsi
makanan kaleng, seafood, dan
mengandung bahan kimia,
Terlalu banyak makan daging
olahan,
Mengkonsumsi alkohol dan
merokok,
Perlu anda ketahui juga kolesterol
tinggi, darah tinggi, diabetes dan
obesitas adalah pemicu serangan
penyakit jantung.
JENISJENIS PENYAKIT JANTUNG

Penyakit Jantung di bagi menjadi


beberapa macam diantaranya :

1. Penyakit Jantung Lemah (PJL)


2. Penyakit Jantung Bawaan (PJB)
3. Penyakit Jantung Koroner (PJK)
4. Gagal Jantung
1. Penyakit Jantung Lemah

Umumnya seseorang dikatakan


menderita penyakit lemah jantung
apabila kemampuan jantung tak
berfungsi sebagaimana normalnya atau
kemampuan jantung menurun.
Penyebab penyakit jantung
lemah ini antara lain;
fungsi jantung rusak, darah
tinggi, anemia, kelemahan
pengisian jantung,
gangguan denyut jantung.
Gejala dari lemah jantung :

Telapak tangan dan kaki sering keringatan


Mudah lelah
Tidak kuat jalan jauh
Terkadang sering terasa berdebar-debar
Pusing
Kelelahan
Batuk kronis
Detak jantung cepat atau tidak teratur
Nafsu makan berkurang
Gangguan berpikir
Penumpukan cairan dan pembengkakan
Cara Pencegahan

Sangat
Sangatdianjurkan
dianjurkanagar
agarmemperbanyak
memperbanyak
minum air putih, hal ini untuk
minum air putih, hal ini untuk
menghindari
menghindariterjadinya
terjadinyadehidrasi
dehidrasipada
pada
tubuh akibat keringat yang sering
tubuh akibat keringat yang sering
keluar
keluartersebut,
tersebut,sekaligus
sekaligusdapat
dapat
membantu
membantumenjaga
menjagastabilitas
stabilitas
mekanisme
mekanismekerja
kerjaorgan-organ
organ-organtubuh
tubuh
yang
yangmemang
memangmemerlukan
memerlukanbanyak
banyak
cairan
cairanuntuk
untukmelakukan
melakukanfungsinya.
fungsinya.
2. Penyakit jantung bawaan (PJB)

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease


adalah suatu kelainan formasi dari jantung atau
pembuluh besar dekat jantung. Congenital" artinya
"lahir dengan" atau "hadir pada kelahiran, hanya
berbicara tentang waktu tapi bukan penyebabnya.

Congenital heart
disease (CHD) atau
penyakit jantung
bawaan adalah
kelainan jantung yang
sudah ada sejak bayi
lahir, jadi kelainan
tersebut terjadi
sebelum bayi lahir.
Penyebab

Penyebab kelainan jantung bawaan sebagian besar


(90%) tidak diketahui. Kebanyakan ahli menduga
timbulnya PJB pada bayi-bayi baru lahir disebabkan
oleh gabungan beberapa faktor, diantaranya adalah:

1. Infeksi virus TORCH pada saat kehamilan,


2. penyakit gula pada saat kehamilan,
3. kebiasaan merokok dan minum alkohol,
4. konsumsi obat tertentu seperti asam retinoat untuk
pengobatan jerawat,
5. faktor genetik atau keturunan.
Gejala
PJB seringkali ditemukan pada masa
kanak-kanak. Akan tetapi, tidak semua
kelainan jantung bawaan langsung
menimbulkan gejala saat lahir. Beberapa
kelainan jantung bawaan sulit untuk
dideteksi pada masa kanak-kanak,
sehingga kelainan tersebut baru dapat
ditemukan saat remaja dan dewasa.
Pada umumnya kelainan jantung bawaan
yang berat dapat menimbulkan gejala
dalam bererapa bulan pertama setelah
lahir, sehingga seringkali dapat
terdeteksi pada masa kanak-kanak. Akan
tetapi kelainan jantung bawaan yang
ringan seringkali tidak menimbulkan
keluhan, sehingga seringkali pula tidak
terdeteksi. Umumnya kelainan jantung
bawaan ringan akan terdeteksi saat anak
tersebut datang berobat ke dokter.
Penyakit jantung bawaan dapat dibagi
menjadi dua:
1. Penyakit jantung bawaan biru dan
2. Penyakit jantung bawaan tanpa biru

Penyakit jantung bawaan biru lebih cepat


menimbulkan gejala dan paling mudah dikenali.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah
bayi menjadi biru saat menangis (bibir, kuku,
dan lidah menjadi biru). Wajah bayi tampak
pucat dan biru, ujung kaki dan tangan juga kuku
terlihat kebiruan akibat kurangnya aliran darah.
Lanjutan


Biru dan sesak ini akan tampak lebih jelas bila bayi
Biru dan sesak ini akan tampak lebih jelas bila bayi
menangis atau mengedan saat buang air besar,
menangis atau mengedan saat buang air besar,
secara umum fisik tampak lemas, lelah dan malas
secara umum fisik tampak lemas, lelah dan malas
menyusu,bayi sering demam batuk pilek. Pada saat
menyusu,bayi sering demam batuk pilek. Pada saat
menghisap ASI, bayi sering berhenti dan nafas
menghisap ASI, bayi sering berhenti dan nafas
tersengal-sengal wajah kebiruan. Gejala-gejala lainnya
tersengal-sengal wajah kebiruan. Gejala-gejala lainnya
antara lain, sulit bernapas, nafsu makan rendah, bayi
antara lain, sulit bernapas, nafsu makan rendah, bayi
sering tersedak atau terbatuk saat menyusu,
sering tersedak atau terbatuk saat menyusu,
berkeringat berlebih saat makan atau minum susu,
berkeringat berlebih saat makan atau minum susu,
pertumbuhan dan perkembangan terhambat, berat
pertumbuhan dan perkembangan terhambat, berat
badan sulit meningkat atau cenderung menurun,
badan sulit meningkat atau cenderung menurun,
terlambat berjalan, aktivitas anak berkurang, anak
terlambat berjalan, aktivitas anak berkurang, anak
terlihat lemah, dan anak sering mengalami demam
terlihat lemah, dan anak sering mengalami demam
yang tidak diketahui penyebabnya.
yang tidak diketahui penyebabnya.
Pencegahan
Pemeriksaan antenatal secara rutin.
Kenali faktor risiko pada ibu hamil
Pemeriksaan antenatal juga dapat mendeteksi adanya PJB
pada janin dengan ultrasonografi (USG).
Menghindarkan ibu dari risiko terkena infeksi virus TORCH
(Toksoplasma, Rubela, Sitomegalovirus dan Herpes).
Hindari konsumsi obat-obatan tertentu saat kehamilan.
Hindari paparan sinar X atau radiasi dari foto rontgen
berulang pada masa kehamilan.
Hindari paparan asap rokok baik aktif maupuin pasif.
Hindari polusi asap kendaraan dengan menggunakan masker
pelindung.
3. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner


diakibatkan penyumbatan oleh
penumpukan lemak pada dinding
pembuluh darah yang
menyebabkan kekakuan
pembuluh darah dan gangguan
peredaran darah, sehingga aliran
darah ke jantung terhambat, kerja
jantung terganggu, aliran darah
keseluruh tubuh berkurang,
menyebabkan kekurangan
oksigen dan dapat terjadi kolaps
mendadak pada seseorang.
Gejala
Nyeri dada (angina)
Napas terengah-engah
Keletihan setelah kegiatan fisik
Merasa berat
Jantung terasa seperti diremas
Kebiasaan-kebiasaan yang
memicupenyakit jantung koroner:

Kebiasaan merokok
Seseorang yang terkena diabetes
Obesitas
Mengkonsumsi minuman beralkohol
Mempunyai kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi
Faktor keturunan atau genetik
Sindrom metabolik
Tekanan darah tinggi atau hipertensi
Kelebihan lemak dibagian pinggang
Penyakit Ginjal Akut
Kegemukan
Kurang olah raga
Stress
Pencegahan

Periksa tekanan darah secara teratur


Tidak merokok
Periksa apakah anda mengidap diabetes, dan
kendalikan kadar glukosa darah bila anda
mengidap diabetes.
Pertahankan berat badan yang normal
Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh
Olahraga secara teratur
Kurangi dampak stres dengan cara relaksasi
Lakukan pemeriksaan secara teratur
4. Gagal Jantung
Gagal jantung adalah suatu
keadaan dimana jantung tidak
mampu lagi memompakan darah
secukupnya dalam memenuhi
kebutuhan sirkulasi untuk
metabolisme jaringan tubuh,
sedangkan tekanan pengisian ke
dalam jantung masih cukup
tinggi.
Gagal jantung di kenal dengan beberapa istilah, yaitu:

Gagal jantung kiri: terdapat bendungan


paru,hipotensi, dan vasokontriksi perifer
dengan penurunan perfusi jaringan.

Gagal jantung kanan: di tanadai dengan


adanya edema perifer, asites, dan
peningkatan vena jagularis.

Gagal jantung kongestif: adalah


gabungan kedua gambaran tersebut.
Gagal Jantung Kiri

Gagal jantung kiri atau gagal jantung


ventrikel kiri terjadi karena adanya
gangguan pemompaan darah oleh
ventrikel kiri sehingga curah jantung
kiri menurun dengan akibat tekanan
akhir diastolic dalam ventrikel kiri
dan volum akhir diastolic dalam
ventrikel kiri meningkat.
Gejala :
Perasaan badan lemah
Cepatl lelah
Berdebar-debar
Sesak nafas
Batuk Anoreksia
Keringat dingin.
Takhikardia
Dispnea
Paroxysmal nocturnal dyspnea
Ronki basah paru dibagian basal
Gagal Jantung Kiri
Gejala :
Edema tumit dan tungkai bawah
Hati membesar, lunak dan nyeri tekan
Bendungan pada vena perifer (jugularis)
Gangguan gastrointestinal (perut kembung, anoreksia dan
nausea) dan asites.
Berat badan bertambah
Penambahan cairan badan
Kaki bengkak (edema tungkai)
Perut membuncit
Perasaan tidak enak pada epigastrium.
Edema kaki
Asites
Vena jugularis yang terbendung
Hepatomegali
Gagal Jantung Kongestif

Gejala :
Gabungan gejala gagal jantung kiri
dan kanan.
Tiga kondisi yang mendasari
terjadinya gagal jantung, yaitu :
1. Gangguan mekanik,
Beberapa faktor yang mungkin bisa terjadi secara
tunggal atau bersamaan yaitu :
Beban tekanan
Beban volume
Tamponade jantung atau konstriski perikard,
jantung tidak dapat diastole
Obstruksi pengisian ventrikel
Aneurisma ventrikel
Disinergi ventrikel
Restriksi endokardial atu miokardial
Lanjutan
2. Abnormalitas otot jantung
Primer : kardiomiopati, miokarditis
metabolik (DM, gagal ginjal kronik,
anemia) toksin atau sitostatika.
Sekunder: Iskemia, penyakit
sistemik, penyakit infiltratif,
korpulmonal

3. Gangguan irama jantung atau


gangguan konduksi
Pencegahan

Tindakan pencegahannya
yaitu dianjurkan untuk tidur
dengan kepala dinaikkan
setinggi 25 cm (10 inchi).
Penting pula untuk berhati-
hati pada saat memasang
infuse dan tranfusi ke jantung
pasien dan lansia.
Thanks For
Your
Attention