Anda di halaman 1dari 22

TUBERKULOSIS

KELOMPOK 5

ISRA 141 2012 0156


DIAN EKAWATY HALIM 141 2012 0167
ARSYIDIK 141 2012 0175
NURUL FADILAH 141 2012 0245
ZAWARDIMAN NENTO 141 2012 0317
NURMAGFIRA 141 2014 0344
Apakah Tuberkulosis itu ?
Penyakit TBC adalah suatu
penyakit infeksi yang
disebabkan oleh bakteri
Mikobakterium
tuberkulosa. Bakter ini
berbentuk batang dan
bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga
sebagai Batang Tahan
Asam (BTA).
Cara Penularan Penyakit TBC

Sumber penularan : penderita TB BTA positif


Saat batuk atau bersin menyebarkan kuman ke
udara ( droplet)
Dapat terinfeksi bila kuman terhirup dalam saluran
pernafasan
Bagaimana gejala TBC ?
Gejala sistemik/umum

Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya


dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang
serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
Penurunan nafsu makan dan berat badan.
Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai
dengan darah).
Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
Gejala khusus

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila


terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang
menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah
bening yang membesar, akan menimbulkan suara
"mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.

Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-


paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala
seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat
membentuk saluran dan bermuara pada kulit di
atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.

Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan


pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis
(radang selaput otak), gejalanya adalah demam
tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-
kejang.
Penegakan Diagnosis

Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC,


maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk
menegakkan diagnosis adalah:
Anamnesa baik terhadap pasien maupun
keluarganya.
Pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan
otak).
Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
Rontgen dada (thorax photo).
Uji tuberkulin.
Situasi TBC
di Dunia

TBC sbg global emergency (WHO, 1993)


1/3 penduduk dunia terinfeksi TB
95% ada di negara negara berkembang
8 juta terinfeksi, 3 juta meninggal (1996)
98% kematian di negara berkembang
75% penderita usia produktif (20-45
tahun)
Munculnya pandemi HIV/AIDS
Situasi TBC
Indonesia
Indonesia 10%
Bangladesh 4% China
China
15%
15%
Pakistan 4%
Philippines 3%
Nigeria 3% India
South Africa 2% 30%

Russia 1% Other
28%

Penyebab kematian terbanyak setelah penyakit jantung dan saluran


napas (SKRT 1995)
583.000 kasus baru/tahun, 140.000 kematian/tahun
Perkiraan Insidens TB Rangking ke-3 setelah India dan Cina

256/100.000 pddk (semua kasus), 115/100.000 pddk (kasus BTA)


CDR 38,2 % (2003) ; 51,8 % (2004)
Prevalensi TB paru berdasarkan diagnosis dan
gejala TB paru menurut provinsi, Indonesia 2013
Prevalensi TB paru berdasarkan diagnosis dan
gejala TB paru menurut karakteristik, Indonesia
2013
Prevalensi TB paru menurut provinsi, Indonesia 2007
dan 2013
Analisis SWOT
Kekuatan

Ketersediaan dana pemerintah


Ada tenaga staf untuk TB
Kepercayaan terhadap puskesmas
Adanya fasilitas penunjang (Raung inap dan labor)
Adanya OAT (obat anti Tb) gratis
Pelayanan kesehatan terjangkau
Kelemahan
Kurangangnya kesempatan pengembangan karir
Belum terjalinnya kerjasama dan koordinasi yang
baru antara PKM dengan RS maupun praktek
kesehatan swasta lain
Surveilan TB belum optimal
Petugas rangkap jabatan
Peluang

Banyak LSM, lembaga dan sector swasta yang


terlibat dalam program TB.

Adanya kader kesehatan di wilayah


Ancaman

Tingkat social ekonomi masyarakat yang rendah


dimana masih ada rumah yang tidak sehat
Kurangnya kesadaran untuk memeriksakan diri bila
sakit
Pengetahuan masyarakat tentang TB masih rendah