Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

PADA NY. A
DENGAN DIAGNOSA HALUSINASI
DI RUANG WIJAYA KUSUMA
RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
PENGKAJIAN

Tanggal Masuk : 28 Maret 2017


Ruang Masuk : Wijaya Kusuma
No.RM : 047987
Tanggal pengkajian : 31 Mei 2017
Data Biograf
Identitas Pasien
Nama : Ny A
Umur : 33 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Tidak ada
Suku/Bangsa : Bima Indonesia
Status perkawinan : Belum menikah
Alamat : Desa Denayoi Kec.Mngkuda Kota Bima
Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny D
Alamat : 28 tahun
Hubungan dengan pasien : Adik Kandung
ALASAN MASUK
Sering teriak dan berbicara sendiri
MK: RPK
Saat Pengkajian
Pasien mengatakan melihat bayangan temannya 2 hari sekali ketika pagi dan
malam hari. pasien sering gelisah,mondar-mandirsaat berjalan,jarang mandi dan
jarang bergaul dengan teman-temannya,kemana-mana hanya berdua saja dengan
ny.L.
MK: Halusinasi Penglihatan
FAKTOR PREDISPOSISI DAN PRESIPITASI

Pernah mengalam gangguan jiwa


Pengobatan sebelumnya
Pasien pernah diberikan obat sebelumnya di puskesmas
Masalah seperti aniaya fsik,aniaya seksual,penolakan tindakan criminal tidak pernah dialami
oleh pasien
Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa tidak ada
Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan,pasien mengatakan ditinggal oleh ayahnya
Pemeriksaan Fisik
1.TTV Pasien 2. Ukuran 3.Keluhan fsik
TD : 110/70 mmHg BB : 35Kg Pasien mengatakan hanya sering
TB : pusing
N : 82 x/menit 150cm
S : 36,5 c IMT : 16,18

RR : 20 x/menit
PSIKOLOGIS
Genogram
Penjelasan : Pasien adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, pasien
tinggal bersama keluarganya : adik, kaka dan ibunya.
2. Konsep Diri
b. Identitas diri
a. Citra tubuh Pasien mengatakan bahwa ia seorang perempuan,
Pasien mengatakan ia menyukai pasien hanya mampu menyebut namanya
seluruh anggota tubuhnya dan meskipun sangat susah untuk menjawab
ia tidak malu dengan semua pertanyaan yang diberikan.
anggota tubuhnya.

c. Peran d. Ideal diri


Pasien mengatakan berperan Pasien mengatakan ia ingin cepat keluar dari
sebagai anak. rumah sakit dan ingin bertemu dengan
keluarganya.
e. Harga diri
Pasien mengatakan tidak malu dengan dengan
keadaannya sekarang namun hanya malu apabila
bertemu dengan keluarganya.
MK : Harga diri rendah.
HUBUNGAN INISIAL
a) Orang yang paling berarti
Pasien mengatakan bahwa ibunya yang paling berarti didalam hidupnya.

b) Peran dalam masyarakat

Pasien mengatakan tidak pernah ikut serta didalam kegiatan kelompok, Gotong royong, Pasien lebih sering dikamarnya.

C) Hambatan dalam berinteraksi dengan orang lain

Pasien mengatakan tidak ada hambatan dalam berinteraksi dengan orang lain namun pasien sering terdiam dan
menyendiri.
MK : ISOS
Spiritual
a. Nilai dalam keyakinan

Pasien mengatakan dirinya beragama Islam, dan percaya kepada Tuhan

b. Kegiatan ibadah

Pasien mengatakan sejak sakit ia tidak pernah sholat 5 waktu tetapi saat diruang wk pasien sholat meski tidak full

MK : Tidak ada
Status Mental
1. Penampilan 2. Pembicaraan
Pasien malas mandi, bajunya Pasien malu saat berinhteraksi,
sedikit bersih, kusut, kuku kotor, Sering berbicara cepat, kontak
rambut kotor, banyak kutu, jarang mata tidak fokus,
berdandan. MK : ISOS, HDR
MK : DPD

3. Aktifitas Motorik
4. Aktifitas Motorik
Pasien sering jalan mondar mandir
Pasien sering jalan mondar mandir sendiri ditaman , lebih
sendiri ditaman , lebih banyak
banyak diam, sering mengantuk dan tidu, tidak bisa
diam, sering mengantuk dan tidu,
mempertahankan kontak mata. ADL = 15 (indeks Barthel(
tidak bisa mempertahankan kontak
mata. ADL = 15 (indeks Barthel( MK : HDR, ISos

MK : HDR, Isos.
AFEK
Persepsi
Cenderung labil, pasien kadang cepat marah.
Pasien mengatakan melihat bayangan temannya
MK : RPK yang mengganggu pada saat tidur, dan saat pasien

Interaksi selama wawancara merasa sendiri, pasien tidak tahu kapan bayangan
itu muncul biasanya saat pagi dan malam hari
Pasien kooperatif saat diwawancara, kontak mata tidak fokus,
terjadi 2 3x/hari durasinya 3 menit.
terkadang melihat disekelilingnya, pandangan tidak fokus,
pasien bersifat defensif yaitu berusaha mempertahankan MK : Halusinasi penglihat

pendapat dan kebenaran dirinya, pasien menuntut agar


keinginanya terpenuhi seperti membelikannya jajan, maupun
permen, pasien akan terus meminta sampai keinginannya
terpenuhi, dan pasien kadang tidak mau berinteraksi dengan
orang lain.

MK : HDR, RPKan
Isi Fikir
Memori
Pasien tidak memiliki keyakinan tidak
relistis yang dipertahankan. (waham tidak Jangka Panjang : Pasien tidak mengalami gangguan

ada) ingatan jangka panjang terlihat dari pasien mampu


mengingat sudah berapa kali masuk rumah sakit .
Tingkat Kesadaran
Jangka Pendek : Pasien tidak mengalami gangguan ingatan
Composmentis , GCS 15, orientasi waktu,
jangka pendek, terlihat dari pasien mampu mengingat
tempat dan orang cukup baik
kegiatan minggu lalu.
Proses fikir
Saat Ini : Pasien tidak mengalami gangguan ingatan saat
Flight of ideas, pembicaraan yang ini, terlihat dari pasien mampu menyebutkan nama teman
melompat dari satu topik ke topik yang kamar sekamarnya, nama perawat yang diajak berkenalan.
lain .

MK : Perubahan proses fikir


Tingkat konsentrasi dan berhitung

Konsentrasi pasien kurang pada saat pasien


diwawancara konsentrasi pasien teralih, pasien
masih mampu berhitung cara sederhana
Daya Tarik Diri
15-4= 11 , 18 + 5= 23, 2x4 = 8, 10:2= 5
Pasien mengatakan bahwa ia menyadari dirinya sakit dan
MK : Mampu berhitung sederhana sedang dirawat di Rumah sakit jiwa.

Kemampuan penelitian

Pasien mampu mengambil keputusan sederhana, pasien


mampu bersisir sendiri ketika disuruh berdandan.
Kebutuhan Pasien Pulang

1. Kemampuan pasien memenuhi kebutuhan

a. Makan

Pasien terlihat mampu sendiri, sebanyak 3x


sehari dengan porsi yang diberikan habis, mampu merapikan
alat alat makannya.
c. Mandi

Pasien mengatakan mandi 2 kali sehari


b. BAB/BAK
menggunakan sabun, menggosok gigi, dan
Pasien BAB 1 x dan BAK 4-5 x sehari dikamar mandi keramas.
dan pasien menyiramnya setelah selesai BAB.
d. Berpakaian dan berhias

Pasien mampu berhias sendiri, pasien juga berpakaian


sendiri. h. Aktifitas didalam rumah

ketika dirumah pasien sering membersihkan


e. Penggunaan obat
rumah dan memasak.
Pasien minum obat secara mandiri setiap kali diberikan
i. Aktifitas diluar rumah
pasien bertanya tentang obat yang diberikan.
Pasien mengatakan pergi kerumah sanak

f. Istirahat dan tidur saudara dan kesawah.

Pasien istirahat 6-8 jam pada malam dan 1-2 jam pada MK : Tidak ada.

siang hari.

g. Pemeliharaan kesehatan

Pasien mengatakan kalau sudah pulang akan tetatp


mengontrol kondisinya
Mekanisme koping

a. Adaftif
Pasien mengatakan jika pasien sakit pasien lansung
memberitahu ibunya dan di bawa ke rumah sakit
MK : tidak ada

a. Maladaftif
Pasien mengatakan jika ada maslah pasien tidak mau
bicara dengan keluarga dan hanya memendamnya saja.
MK:koping individu tidak efektif
Masalah psikososial dan lingkungan
3. Masalah dengan pendidikan
1. Masalah dukungan kelompok,psien terlihat kurang interaksi
Pasien mengatakan pernah bersekolah sampai SMA
dengan teman-temannya
dan pasien mengatakan bisa membaca dan menulis
MK :isos
MK : -
2. Lingkungan
4. Masalah dengan pekerjaan
Pasien mengatakan tidaka ada masalah dengan lingkungan
Saat ini pasien tidak bekerja dan belum menikah
namun pasien tampak diamdan susah di ajak komunikasi
MK : -
MK : isos

5. Masalah dengan ekonomi


Pasien mengatakan belum ada penghasilan
MK : -
6. Masalah dengan perumahan
Pasien mengatakan tinggal di rumah bersama ib dan
saudaranya
MK :-
7. Masalah dengan pelayanan kesehatan
Pasien mengatakan sejak di rawat di rumah sakit jiwa ini
pasien merasa minum obat berlebihan padahal 1 macam
obat yang di berikan dan sering menolak minum obat
MK :
Pengetahuan

Pasien mengatakan mengetahui tentang penyakitnya tetapi tidak tahu cara penanganannya , pasien takut bahwa
untuk mencapai penyembuhannya pasien harus minum obat

MK : kurang pengetahuan

Aspek medis

1) Diagnosa medis : Skizoprenia Paranoid


2) Terapi medik :
Respiridone 2x2 mg
Merlopam 1x0,5 mg
Daftar masalah keperawatan

1) Halusinasi pendengaran
2) Defisit perawatan diri
3) Isolasi sosial
4) Koping individu tidak efektif
5) Harga diri rendah
6) Resiko perilaku kekerasan
Pohon masalah
NO DATA PROBLEM
1. DS: Halusinasi penglihatan
- Pasien mengatakan sering melihat bayangan temannya
DO:
- Pasien tampak tidak berkonsentrasi saat berkomunikasi
- Pasien tampak mengulang kata-kata

2. DS: Defsit perawatan diri


- Pasien mengatakan mals untuk mandi
DO :
- Pasien tampak tidak rapi
- Pasien terlihat banyak kutu di rambutnya
- Pasien malas untuk berhias dan menisir rambut


3. DS : Isolasi sosial
- Pasien mengatakan malas untuk berinteraksi dengan orang lain hanya mau berdua saja
dengan ny.L
DO :
- pasien berdua dengan ny.L
- pasien tidak dapat berkonsentrasi
- pasien menyendiri
- kontak mata kurang saat bicara
4. DS :- Gangguan proses pikir
DO :
- pasien sering mengulang kata saat bicara
- saat di tanaya kadang jawab tidak , tidak,tidak

5 DS:- Koping individu tidak efektif


DO :
- pasien jarang terbuka dengan keluarga
- kalau ada masalah pasien menyimpannya dan tidak mau bicara

6. DS : - Harga diri rendah


DO :
- pasien sering mondar mandir
- pasien sedih dan takut bila bayangan temannya datang/muncul

7. DS : Resiko perilaku kekerasan


- pasien mengatakan masuk rumah sakit jiwa karena sering teriak
DO :
- saat keinginan pasien tidak terpenuhi sering merampas barang milik temannya