Anda di halaman 1dari 23

GANGGUAN CEMAS

BY
NOVERIO HARIS SETYAWAN
072011101020
LAB/SMF PSIKIATRI
RSD dr.SOEBANDI JEMBER
GANGGUAN NEUROTIK
GANGGUAN SOMATORM F40 F48
GANGGUAN YG PENYEBAB
BERKAITAN DGN STRESS PSIKOLOGIS
Cemas (anxietas)
Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas
yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau
frustrasi yang mengancam yang akan
membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau
kehidupan seseorang individu atau kelompok
biososialnya. ( J.J GROEN)
40 GANGGUAN ANXIETAS FOBIK
Fobia adalah suatu ketakutan yang tidak rasional yang
menyebabkan penghindaran yang disadari terhadap obyek,
aktivitas, atau situasi yang ditakuti
Fobia spesifik: takut terhadap binatang, badai, ketinggian, penyakit,
cedera, dsb
Fobia sosial: takut terhadap rasa memalukan di dalam berbagai
lingkungan sosial seperti berbicara di depan umum, dsb

ANXIETAS :
Dicetuskan hanya/predominan oleh objek tertentu & jelas
Berasal dari luar individu
Menghindari scr khusus/menghadapi dgn perasaan terancam
Scr subyektif, fisiologik & behavioral anxietas fobik bervariasi dr
tingkat kepasrahan paling ringan sampai berat
GEJALA2 INDIVIDUAL :
Perasaan mau pingsan
Perasaan takut mati
Perasaan takut kehilangan kendali
Perasaan takut menjadi gila

Anxietas Fobik sering bersamaan dgn depresi yg


akan memperburuk keadaan
Pada umumnya wanit lebih banyak dari laki2
kecuali fobia sosial
F 40.0 AGORAFOBIA
PEDOMAN DIAGNOSTIK.
Semua kriteria ini hrs dipenuhi utk Dx pasti:
a. Gejala psikologis/otonomik yg timbul hrs mrpk
manifestasi primer dr anxietas & bkn mrpk gejala lain
yg sekunder seperti waham atau pikiran obsesif
b. Anxietas yg timbul hrs terutama terjadi dlm
sekurang2nya dua dari situasi berikut :
Banyak org
Tempat2 umum
Bepergian keluar rumah
Bepergian sendiri
c. Menghindari situasi fobik hrs/sdh mrpk gambaran yg
menonjol
F 40.1 FOBIA SOSIAL
Mulai sejak usia remaja
Rasa takut diperhatikan oleh orla dlm kel yg relatif kecil
Menjurus pd perhindaran thd situasi sosial yg relatif kecil
Menjurus pd penghindaran thd situasi sosial
Lelaki sama dgn wanita
Gambarannya dpt sgt jelas mis. makan di tempat umum,
berbicaradidepan umum, menghadapi jenis kelamin lain,
hampir semua situasi di luar keluarga
Biasanya disertai dgn harga diri yg rendah dan takut kritik
Dpt tercetus sbg : malu (muka merah), tangan gemetar, mual,
ingin buang air kecil & gejala demikian dpt berkembang
menjadi serangan panik
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Semua kriteria dibwh ini hrs dipenuhi utk :
Gejala2 psikologis, perilaku /otonomik hrs mrpk manifestasi
primer dari anxietas dan bukan sekundari gejala lain spt
waham / pikiran obsesif
Anxietas hrs hanya terbatas / menonjol pada situasi sosial
tertentu saja
Penghindaran dari situasi fobik hrs mrpk gambaran yang
menonjol

DIAGNOSIS BANDING
Gangguan depresif & agorafobia sering sulit
dibedakan dgn fobia sosial. Hendaknya diutamakan
Dx agorafobia, depresi jgn ditegakkan kecuali
ditemukan sindrom depresif yg lengkap & jelas
F 40.2 FOBIA KHAS (TERISOLASI)
Fobia yg terbatas pd situasi yg sgt spesifik seperti bila :
Berdekatan dgn binatang tertentu
Tempat tinggi
Petir
Kegelapan
Naik pesawat
Buang hajat ditempat umum
Makan makanan tertentu
Dokter gigi
Takut melihat darah/luka
Takut berhubungan dgn penyakit tertentu

Biasanya timpul pd masa kanak2/dewasa muda ; dpt menetap


puluhan tahun bila tdk diobati
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Semua kriteria yg dibawah ini utk DX :
a. Gejala psikologis atau otonomik hrs mrpk
manifestasi primer dari anxietas, dan bkn
sekunder dari gejala2 lain seperti waham atau
pikiran obsesif
b. Anxietas hrs terbatas ps adanya objek situasi
fobik tertentu
c. Situasi fobik tsb sedapat mungkin dihindarinya
Termasuk :
Akrofobia
Fobia binatang
Klaustrofobia
Fobia ujian
Fobia sederhana

DIAGNOSA BANDING
Gangguan hipokhondrik F 45.2
Gangguan waham F 22.0
F 40.8 gangguan fobik lainnya
F 40.9 Gangguan fobik YTT, termasuk fobia YTT,
keadaan Fobik YTT
F 41 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA

Gejala Utama : manifestasi klinik


Dapat disertai :
Gejala depresif

Gejala obsesif

Beberapa unsur anxietas fobik

Bersifat sekunder, ringan


F 41.0 GANGGUAN PANIK (Anxietas Paroksimal
Episodik)
Panik merupakan ketakutan akan timbulnya serangan serta
diyakini akan segera terjadi. Individu yangmengalami
serangan panik berusaha untuk melarikan diri dari keadaan
yang tidak pernah diprediksi

Gambaran esensial :
Serangan anxietas berat (panik) yg berulang
Tdk terbatas pada adanya situasi tertentu / suatu rangkaian
kejadian
Tidak terduga
Gejala yg biasa dijumpai, onsit mendadak :
Palpitasi
Nyeri dada
- Perasaan tidak riil
Perasaan tercekik (depersonalisasi/derealisasi)
Pusing kepala - Rasa takut mati
Rasa menjadi gila
- Kehilangan kendali
PEDOMAN DIAGNOSTIK
Untuk Dx bbrp serangan anxietas berat diserta gejala
otonomik hrs terjadi dlm periode kira2 1 bln tdk
berbahaya :
a. Pada keadaan2 yg sebenarnya scr objektiv tdk ada
bahaya
b. Tdk terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui atau
yang dapat diduga sebelumnya
c. Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala anxietas
dalam periode antara serangan2 panik (meskipun lazim
terjadi anxietasantisipatorik)
Termasuk : - serangan panik - keadaan panik

DIAGNOSIS BANDING
Gangguan panik sbg bagian fobik
Sekunder dari gangguan depresif, terutama pada lelaki
F 41.1 GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH
Gambaran esensial :
Anxietas yg menyeluruh & menetap
Tidak terbatas hanya pd setiap keadaan lingkungan yg tertentu saja
(misalnya sifat mengambang atau free floating)

Gejala yang sering dijumpai :


Keluhan tegang yg Palpitasi
berkepanjangan
Gemetaran Pusing kepala
Ketegangan otot Keluhan epigastrik
Berkeringat
Ketakutan dirinya/ anggota kel lain
Kepala terasa ringan akan celaka/sakit
Khawatir & firasat lain
Pedoman Diagnostik
Hrs menunjukkan gejala primer anxietas hampir
setiap hari selama bbrp minggu bulan

GEJALA2 :
a. Kecemasan ttg masa depan (khawatir akan nasib
buruk, perasaan gelisah seperti diujung tanduk, sulit
berkonsentrasi)
b. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tdk dpt santai)
c. Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan,
berkeringat, tahikardi, keluhan epigastorik, pusing
kepala, mulut kering, dsb)
Diagnostik Banding :
Episode depresif (F 32)

Gangguan panik (F 41.0)

Gangguan obsesif-kompulsif (F 42)

Termasuk :
Neurosis anxietas

Reaksi anxietas

Keadaan anxietas
F 41.2 GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS &
DEPRESIF
Terdapat gejala anxietas dan depresi yg masing2
tdk menunjukkan rangkaian gejala yg cukup berat
utk menegakkan diagnosa tersendiri.

Bbrp gejala otonomik harus ditemukan :


Tremor

Palpitasi

Mulut kering

Sakit perut (mulas), dsb


Diagnosa Banding :
Gangguan penyesuaian F 43.2

Depresi anxietas menetap (dstimia) F 34.1

Termasuk : depresi anxietas (ringan atau tak menetap)

F 41.3 GANGGUAN ANXIETAS CAMPURAN LAINNYA


Gangguan yg memenuhi kriteria gangguan anxietas
menyeluruh (F 41.1) dan yg menunjukkan ciri2 yg
menonjol dari gangguan lain dlm F 40-F 49
F 41.8 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA YDT
Termasuk : histeria anxietas

F 41.9 GANGGUAN ANXIETAS YTT


Termasuk : anxietas YTT
Tatalaksana
Konseling vkeluarga
Bantu pasien mengenali, menghadapi dan menantang
kekhawatiran yang berlebihan agar dapat mengurangi
gejala kecemasan
Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang
pesimistik
Diskusikan cara menghadapi kecemasan yang berlebihan
dan mencoba mengubah atau menghindarinya

Apabila upaya konseling gagal dilaksanakan maka dapat


diberi farmakoterapi
Tatalaksana
Farmakoterapi (Anti-anxietas)
Sinonim : Psycholeptics, Minortranqulizers, Anxyolitics,
Ansiolitika
lorazepam 0,5 1 mg 3 dd 1, atau
alprazolam 0,25 1 mg 3 dd 1

Farmakoterapi diberikan apabila konseling gagal


dilaksanakan dan hanya diberikan untuk jangka waktu satu
minggu, kemudian dievaluasi kembali. Bila farmakoterapi
gagal maka pasien dirujuk ke dokter spesialis jiwa