Anda di halaman 1dari 48

INKOMPATIBILITAS/OBAT TIDAK

TERSATUKAN/OTT
PROBLEM YG TIMBUL DLM PENCAMPURAN BAHAN
KARENA SIFAT/MASALAH :
- FISIKA
- KIMIA
- TERAPETIK

PRODUK
DGN EFEK YG TIDAK DIKEHENDAKI :
PENAMPILAN
KENYAMANAN
KEAMANAN
EFEKTIVITAS TERAPETIK
PRODUK TIDAK BERBAHAYA CAMPURAN BASAH
PRODUK BERBAHAYA OBAT BEREAKSI
- KURANG AKTIF
- TIDAK AKTIF
- TOKSIK

FUNGSI FARMASIS DALAM PERACIKAN

MENGENALI DAN MENGATASI INKOMPATIBILITAS

SEDIAAN AMAN-EFEKTIF-NYAMAN
UNTUK WAKTU SINGKAT/HABIS < 1 BULAN
MACAM INKOMPATIBILITAS :
1. PHARMACEUTICAL INCOMPATIBILITY IN VITRO
2. DRUG INTERACTIONS IN VIVO

IN VITRO :
- BAHAN OBAT DG : - BAHAN OBAT
- BAHAN PEMBANTU
- WADAH
- BAHAN PEMBANTU DG : - BAHAN PEMBANTU
- WADAH

IN VIVO :
- BAHAN OBAT DG : - BAHAN OBAT
- BAHAN PEMBANTU
- MAKANAN-MINUMAN
- BAHAN OBAT DG : - BAHAN DALAM TUBUH
(ENZIM, HORMON, DLL.)
KLASIFIKASI :
- INKOMPATIBILITAS FISIKA MASALAH FISIKA
- INKOMPATIBILITAS KIMIA MASALAH KIMIA
- INKOMPATIBILITAS TERAPETIK MASALAH DOSIS,
KOMBINASI OBAT,
SALAH OBAT

DIKEHENDAKI EFERVESCEN

INKOMPATIBILITAS

TIDAK DIKEHENDAKI ENDAPAN(+)


HARUS DIKOREKSI
INKOMPATIBILITAS TERAPETIK
TERJADI KARENA :
- KESALAHAN OBAT SALAH PERHITUNGAN
SALAH MEMBACA
SALAH MENGAMBIL

- KESALAHAN DOSIS PERHITUNGAN DOSIS ANAK SALAH


SALAH MELETAKAN KOMA
SALAH SATUAN
SALAH PETUNJUK PERACIKAN

- KOMBINASI OBAT TIDAK AKTIF


KURANG AKTIF
TOKSIK

SEHINGGA EFEK TERAPETIK TIDAK SEPERTI YANG DIHARAPKAN


MACAM INKOMPATIBILITAS TERAPETIK :

1. OVERDOSIS PEMAKAIAN SEKALI


PEMAKAIAN SEHARI
KOMBINASI ADITIF DAN SINERGIS

2. UNDERDOSIS KOMBINASI ANTAGONIS


KESALAHAN PENULISAN RESEP

3. KESALAHAN OBAT SALAH NAMA DAGANG/NOMENCLATURE


SALAH SEDIAAN
KONTRAINDIKASI OBAT
1. OVERDOSIS
A. PEMAKAIAN SEKALI
- DOSIS DLM RESEP > 2-3 KALI DOSIS LAZIM
- DOSIS ANAK GUNAKAN RUMUS YG TEPAT

CONTOH :
R/ ATROPIN SULFAT 0,006
PHENOBARBITAL 0,360
M.F.CAPSUL DTD.No. XII
PRO. Ny. SANTI

- DOSIS ATROPIN SULFAT DAN FENOBARBITAL 12 KALI


DOSIS LAZIM
- SALAH MENULIS PETUNJUK PERACIKAN SEHARUSNYA
UNTUK 12 BAGIAN
- HARUS DIKOREKSI HUBUNGI DOKTER
B. PEMAKAIAN SEHARI

R/ CODEIN PHOSPHAT 0,015


AMMONIUM CHLORID 0,500
M.F. CAPSUL DTD. No. XXIV
S.O.H. CAPS. II

- ATURAN PEMAKAIAN CODEIN SETIAP 4 JAM

- SALAH MENULIS ATURAN PEMAKAIAN

- HARUS DIKOREKSI HUBUNGI DOKTER


C. KOMBINASI ADITIF DAN SINERGIS
- SATU RESEP DENGAN 2 / > BAHAN OBAT
- AKSI FARMAKOLOGI SAMA
- DOSIS MENDEKATI DOSIS MAKSIMUM

WASPADA

KOMBINASI ADITIF
- KOMBINASI B.O. YG MEMPUNYAI AKTIVITAS FARMAKOLOGIS
= PENJUMLAHAN AKTIVITAS MASING-MASING.

- BAHAN OBAT X AKTIVITAS 40%


BAHAN OBAT Y AKTIVITAS 50%
CAMPURAN X + Y 90%
KOMBINASI SINERGIS
- KOMBINASI B.O YG MEMPUNYAI AKTIVITAS > PENJUMLAHAN
AKTIVITAS MASING-MASING.

- BAHAN OBAT A AKTIVITAS 50%


BAHAN OBAT B AKTIVITAS 45%
CAMPURAN A + B > 95%

KOMBINASI DIKEHENDAKI
- KARENA DOSIS TURUN - TOKSISITAS MENURUN
- EFEK SAMPING BERKURANG
- HARGA LEBIH MURAH

CONTOH :
- KOMBINASI SULFONAMIDA NEFROTOKSIS (-)
- KOMBINASI PENISILIN-SULFONAMID EFEK SAMPING (-)
2. UNDERDOSIS
A. KOMBINASI ANTAGONIS
SATU RESEP DG 2 BAHAN OBAT
- DALAM DOSIS LAZIM
- BEKERJA ANTAGONIS

TIDAK ADA EFEK KRN SALING MENIADAKAN


CONTOH : STIMULAN SEDATIF/DEPRESAN
PURGATIVE ANTIDIARE

KOMBINASI DIKEHENDAKI
- KRN DPT MENIADAKAN EFEK SAMPING
CONTOH :
- MORFIN SBG ANALGESIK E.S.DEPRESI PUSAT NAFAS
DIATASI KOMBINASI DENGAN ATROPIN
- ANTASIDA Mg(OH)2 E.S.LAKSAN RINGAN DIATASI
KOMBINASI DG Al(OH)3 ASTRINGEN KONSTIPASI
B. KESALAHAN PENULISAN RESEP
- DOSIS DLM RESEP 1/10 1/1000 DOSIS LAZIM
- KESALAHAN KARENA :
- MENARUH KOMA
- SATUAN GRAM DITULIS MILIGRAM
- PETUNJUK PERACIKAN KURANG DTD

CONTOH : D.L
R/ CODEIN PHOSPHAT 0,015 10 20 mg
AMMONIUM CHLORID 0,500 0,5 1 mg
M.F. PULV. No.XX
3. KESALAHAN OBAT
A. KESALAHAN NAMA OBAT/NOMENCLATURE
- TERJADI KARENA : - PRODUK OBAT BANYAK
- NAMA DAGANG MIRIP
- SALAH BACA RESEP
- MENGATASI : - HARUS TAHU OBAT-OBAT BARU
- BACA MAJALAH/BUKU TERBARU
- KESALAHAN NAMA NOMENCLATURE
- BARIUM SULFAT DITULIS BARIUM SULFIT
- NATRIUM SULFAT DITULIS NATRIUM SULFIT

B. KESALAHAN SEDIAAN
- TERJADI KRN : SEDIAAN OBAT LUAR UTK OBAT DALAM
SATU NAMA DAGANG BTK SED.BANYAK
CONTOH : SALEP UTK KULIT TDK SAMA DG SALEP UTK MATA
TETES UTK MATA TDK SAMA DG LOTIO UTK KULIT
C. KONTRAINDIKASI OBAT
- DAPAT MENYEBABKAN SESUATU SESUAI KONDISI PASIEN
ALERGI
- KOMBINASI OBAT TDK KOMPATIBEL DG KONDISI PASIEN YG
KRONIK.
CONTOH :
R/ SULFADIAZIN 0,250
SULFAMERAZIN 0,250
AMMONIUM CHLORID 0,500
M.F. CAPSUL DTD. No. XXX

- NH4Cl MENYEBABKAN URINE ASAM PENGENDAPAN


KRISTAL DIGINJAL.
INKOMPATIBILITAS FISIKA
INKOMPATIBILITAS FISIKA

PRODUK/CAMPURAN
- TIDAK HOMOGEN
- BENTUK SEDIAAN JELEK
- RASA TIDAK ENAK

TANPA PERUBAHAN KIMIA


PEMBAGIAN :
A. KETIDAK LARUTAN/INCOMPLETE SOLUTION
B. PENGENDAPAN-PENGGARAMAN
C. PEMISAHAN CAIRAN TIDAK TERSATUKAN
D. BAHAN PADAT MENJADI CAIR
E. BENTUK BAHAN TIDAK TEPAT
F. GELATINISASI
G. RASA TIDAK ENAK
A. KETIDAKLARUTAN/INCOMPLETE SOLUTION
- 2 BHN DICAMPUR CAMPURAN TDK HOMOGEN
(PADAT + CAIR ) TDK TERSATUKAN/TERLARUTKAN

- TERJADI KARENA - SOLVEN SALAH TULIS


- JUMLAH SOLVEN KURANG

CONTOH : GOM ARAB + ALKOHOL


- GOM ARAB TDK LARUT DLM ALKOHOL
- RESIN TDK LARUT DLM AQUA

PENGATASAN :
- GANTI SOLVEN/TAMBAH JUMLAH SOLVEN
- PEMANASAN TDK BISA SUHU - LARUT
SUHU - MENGKRISTAL
B. PENGENDAPAN-PENGGARAMAN
- BHN A + SOLVEN X LARUTAN

+ BHN B + SOLVEN Y

LARUTAN + ENDAPAN A LARUTAN + ENDAPAN A

BHN B SOLVEN X
SOLVEN X SOLVEN Y

- BHN A TDK LARUT DLM SOLVEN Y SOLVEN Y & X MUDAH


- BHN B LARUT DLM SOLVEN X LBH MUDAH DIBANDING A

CONTOH :
LARUTAN RESIN DLM ALKOHOL + AQUA RESIN MENGENDAP
LARUTAN G.A.DLM AQUA + ALKOHOL GOM ARAB MENGENDAP
C. PEMISAHAN CAIRAN TIDAK TERSATUKAN
- CAIRAN A + CAIRAN B LARUTAN/TERSATUKAN

+ CAIRAN C

CAIRAN A MEMISAH

CONTOH :
LARUTAN MINYAK DLM ALKOHOL + AQUA MINYAK PISAH
S.A.S.A + AQUA KERUH
D. BAHAN PADAT MENJADI CAIR
CAMPURAN 2 BHN PADAT MENJADI CAIR
KARENA : - CAMPURAN ETEKTIKUM
- PELEPASAN AIR KRISTAL
- PENURUNAN TEKANAN UAP RELATIF

1. CAMPURAN ETEKTIKUM
- BHN A + BHN B CAMPURAN CAIR

T.L. CAMPURAN BERUBAH<SUHU KAMAR


- CONTOH :
CAMPURAN MENTOL-KAMFER
DGN MENTOL 53%-74% CAIR PADA SUHU 20 C
2. PELEPASAN AIR KRISTAL/EFLORESCEN
- BHN A DG AIR KRISTAL + BHN B DG AIR KRISTAL

GARAM RANGKAP
+
AIR

CONTOH :

MgSO4.7H2O + Na2SO4.10H2O JUMLAH SETARA

Na2SO4.MgSO4.4H2O
+ PADA SUHU > 22 C
AIR
PENURUNAN TITIK LEBUR
BHN A MURNI TITIK LEBUR TERTENTU

+ BHN B

TITIK LEBUR BHN A BERUBAH

CAMPURAN 2 BHN DG PERBANDINGAN BERBEDA-BEDA

DIDAPAT TITIK LEBUR YG BERBEDA


ASAL KEDUA BAHAN TIDAK MEMBENTUK SENYAWA BARU
3. PENURUNAN TEKANAN UAP RELATIF
- BHN A + BHN B CAMPURAN BASAH/HIGROSKOPIS
- SIFAT HIGROSKOPIS BAHAN :
TERGANTUNG TEKANAN UAP LARUTAN JENUH BHN TSB.

TEK.UAP JENUH BHN < DERAJAT KELEMBABAN UDARA

BHN MENARIK AIR DR UDARA

BHN BASAH/MENCAIR
PADA UMUMNYA :
TEK.UAP LARUTAN JENUH SUATU CAMPURAN

< TEK.UAP LARUTAN JENUH MASING2 BHN

JIKA TEK.UAP RELATIF CAMPURAN TURUN DIBAWAH


TEK.UAP RELATIF ATMOSFIR CAMPURAN MENCAIR
CONTOH :
- NaCl MURNI TDK HIGROSKOPIS
NaCl DG PENGOTORAN CaCl2 / MgCl2
TEK.UAP RELATIF TURUN GARAM DAPUR
MENJADI HIGROSKOPIS.

- NaBr, KBr, NH4Br TDK HIGROSKOPIS


CAMPURAN KETIGA BHN MENCAIR KRN
TEK.UAP TURUN.

E. BENTUK BAHAN TIDAK TEPAT


R/ ATROPIN SULFAT 0,100
OL.OLIV.NEUTR. S. 5
S. GUTT. OPHTHALM. SOLUTIO

- GARAM ALKALOID TDK LARUT DLM MINYAK


- GANTI DG ALKALOIDA BEBAS YG SETARA ATROPIN
F. GELATINISASI
LARUTAN BHN + BHN LAIN GEL

CONTOH :
- LARUTAN GOM ARAB + GARAM FERRI GEL

G. RASA TIDAK ENAK


SEDIAAN RASA TIDAK ENAK TDK ASEPTABEL

+
FLAVOR RASA ENAK
(KUAT)
INKOMPATIBILITAS KIMIA
2/> BHN DLM SATU RESEP/FORMULA

BEREAKSI

SENYAWA BARU
EFEK TERAPI : - TETAP
- BERKURANG
- HILANG
- TOKSIK

BERDASARKAN KECEPATAN BEREAKSI


- INKOMPATIBILITAS KIMIA SEGERA :
- REAKSI BERJALAN SECARA CEPAT PD SAAT PENCAMPURAN
- MISAL : EFERVESCEN, PENGENDAPAN, PERUBAHAN WARNA DLL.
- INKOMPATIBILITAS KIMIA TERTUNDA :
- REAKSI BERJALAN SECARA LAMBAT DAN TDK SEGERA TAMPAK
PERUBAHAN
- EFEK TERAPI TETAP/BERKURANG/HILANG/TOKSIK
- OBAT DIRACIK BILA OBAT DIGUNAKAN/AKAN HABIS SBLM
AKTIVITAS TERAPETIK HILANG 10%.

PEMBAGIAN INKOMPATIBILITAS KIMIA


A. PENGENDAPAN
B. PEMBENTUKAN GAS
C. PERUBAHAN WARNA
D. KOMBINASI EKSPLOSIF
E. SEMENTASI
F. PEMISAHAN CAIRAN
G. PEMBENTUKAN PANAS ATAU PENYERAPAN PANAS
H. PERUBAHAN HIDROLITIK
I. PERUBAHAN TIDAK TAMPAK
J. PEMBENTUKAN BAHAN TOKSIK
A. PENGENDAPAN
- 2 LARUTAN GARAM DICAMPUR MUNGKIN TERBENTUK
SENYAWA TDK LARUT
(MENGENDAP)

- ENDAPAN/FLOKULAT YG TERJADI SETELAH BEBERAPA HARI

MUNGKIN : - INKOMPATIBILITAS KIMIA TERTUNDA


- PERTUMBUHAN RAGI, JAMUR ATAU BAKTERI
KRN SISTEM PENGAWETAN TDK AKTIF
BEREAKSI
B. PEMBENTUKAN GAS
- 2/> BHN DICAMPUR DG ADANYA AIR TERBENTUK GAS CO2,
O2, H2S DLL.
- CONTOH : SEDIAAN EFERVESCEN
AS. SITRAT + Na. BIKARBONAT GAS CO2
C. PERUBAHAN WARNA
- 2/> BHN DICAMPUR SENYAWA BARU DG PERUB. WARNA

BERBAHAYA/TDK BERBAHAYA

- CONTOH : LARUTAN Na.BIKARBONAT DAN Na.SALISILAT


BERWARNA COKLAT/PINK STL BBRP HARI/JAM

- WARNA KRN SALISILAT TEROKSIDIR


- REAKSI DIPERCEPAT SUASANA ALKALIS
- ION Mn2+ YG TERDPT DLM Na.BIKARBONAT
BERFUNGSI SBG KATALISATOR
- WARNA TDK BANYAK MEMPENGARUHI EFEK TERAPI
D. KOMBINASI EKSPLOSIF

- REAKSI OKSIDASI-REDUKSI : TIMBUL PANAS

MELEDAK

DIKONTROL DG PENDINGINAN/
MENCAMPUR PELAN-PELAN
JANGAN DIGERUS

BERBAHAYA/TDK BERBAHAYA

LIHAT TABEL BAHAN-BAHAN BERSIFAT OKSIDATOR-REDUKTOR


E. SEMENTASI
- CAMPURAN BHN DLM 1 RESEP/FORMULA PRODUK KERAS
- CONTOH : ZnO + AS.SALISILAT BEREAKSI (Zn Salisilat)
ACASIA + GARAM BISMUT

F. PEMISAHAN CAIRAN YG TIDAK TERCAMPURKAN


- LARUTAN BHN + SUATU CAIRAN TDK TERSATUKAN
CONTOH :
LARUTAN KLORALHIDRAT + ALKOHOL LAPISAN KLORAL
ALKOHOLAT

KLORALHIDRAT : - SANGAT MUDAH LARUT DLM AIR


- MUDAH LARUT DLM ALKOHOL
G. PEMBENTUKAN PANAS/PENYERAPAN PANAS
- REAKSI KIMIA DISERTAI PELEPASAN PANAS/PENYERAPAN
PANAS
- UMUMNYA KENAIKAN SUHU MEMPERBESAR KELARUTAN
KECUALI REAKSI EKSOTERMIK
- REAKSI EKSOTERMIK MELEPAS PANAS
MISAL : Ca.HIDROKSIDA, Ca.SITRAT
- REAKSI ENDOTERMIK MENYERAP PANAS

H. PERUBAHAN HIDROLITIK
- BHN DG ADANYA AIR TERHIDROLISA
DIPERCEPAT PANAS, H+, OH-

TIDAK DIKEHENDAKI

CONTOH : ACETOSAL
I. PERUBAHAN TIDAK TAMPAK
- BHN A + BHN B BHN BARU TANPA : - PEMBENT. ENDAPAN
- PELEPASAN GAS
- PERUBAHAN WARNA
WASPADA

BILA MERUBAH EFEK TERAPI

TDK DIKEHENDAKI

J. PEMBENTUKAN BAHAN TOKSIK


- BHN A + BHN B BHN BARU

TOKSIK

CONTOH : KI + KALOMEL ADANYA LEMBAB GRM MERKURI


(TOKSIK)
CARA PENGATASAN INKOMPATIBILITAS

- FARMASIS HARUS SIAP MEMECAHKAN DAN MENGATASI SETIAP


MASALAH INKOMPATIBILITAS
- INKOMPATIBILITAS LEBIH MUDAH DICEGAH DP MENGATASI

INKOMPATIBILITAS FISIKA DAN KIMIA

DIATASI DG SECUNDUM ARTEM

MISAL : - MERUBAH URUTAN PENCAMPURAN


- DIBERI LABEL YG SESUAI
- DIBUAT SUSPENSI/EMULSI
- CARA LAIN TDK MERUBAH EFEK TERAPI
CARA UMUM PENGATASAN INKOMPATIBILITAS
1. PENGGUNAAN PENGETAHUAN
2. PENAMBAHAN BAHAN PEMBANTU
3. PENGHILANGAN BAHAN
4. PENGGANTIAN PEMBAWA
5. PENGGANTIAN BENTUK BAHAN
6. PENGGANTIAN BENTUK SEDIAAN

1. PENGGUNAAN PENGETAHUAN KEFARMASIAN


A. MERUBAH URUTAN PENCAMPURAN
B. PEMBERIAN LABEL KOCOK DAHULU
C. PEMBERIAN LABEL SIMPAN DILEMARI PENDINGIN
D. MEMBIARKAN BEREAKSI SEMPURNA SEBELUM DIKEMAS
E. MELINDUNGI DARI UDARA, CAHAYA DAN LEMBAB
A. MERUBAH URUTAN PENCAMPURAN
- BHN-BHN YG TDK TERSATUKAN DIENCERKAN/DISEKAT DG
BHN INERT DULU
- DICAMPUR DLM KEADAAN SEENCER MUNGKIN
CONTOH :
R/ MAGNESII CARBONAS 3,75
NATRII BICARBONAS
AC. CITRIC aa 7,5
AQUADEST. Qs ad 250
M.F.

- DPT DIBUAT SEDIAAN LARUTAN/SUSPENSI TGT URUTAN


PENCAMPURAN
- LARUTAN : - Mg.KARBONAT DILARUTKAN DLM LARUTAN
AS.SITRAT
- Na.BIKARBONAT DILARUTKAN DLM CAMPURAN
TERSEBUT JERNIH
- SUSPENSI : - Na.BIKARBONAT DIREAKSIKAN DG AS. SITRAT
- Mg.KARBONAT DITAMBAHKAN DLM CAMPURAN TSB
KERUH, KRN SEBAGIAN Mg.KARBONAT TDK
LARUT

B. PEMBERIAN LABEL KOCOK DAHULU


- ENDAPAN TDK BERBAHAYA SUSPENSI

LABEL KOCOK DAHULU

- ENDAPAN SEHALUS MUNGKIN

- BHN YG BEREAKSI SEENCER MUNGKIN


- MEDIA KENTAL
- ADUK KUAT/CEPAT
C. PEMBERIAN LABEL SIMPAN DI LEMARI PENDINGIN
- SEDIAAN TDK DPT MEMPERTAHANKAN KHASIAT MINIMAL 90%
DLM WAKTU TERTENTU PD SUHU KAMAR

LABEL SIMPAN DI LEMARI PENDINGAN

CONTOH : SIRUP KERING

D. MEMBIARKAN BEREAKSI SEMPURNA SEBELUM DIKEMAS


- JIKA HASIL REAKSI TDK MERUGIKAN

BIARKAN BEREAKSI SEMPURNA

- JIKA HASIL REAKSI TDK DIINGINKAN/BERJALAN LAMBAT

PERLU : MENYERAHKAN DLM 2 BAGIAN TERPISAHKAN


E. MELINDUNGI DARI UDARA, CAHAYA DAN LEMBAB
- SEDIAAN CAIR VITAMIN, BARBITAL, SULFONAMIDA

PEKA CAHAYA DAN OKSIGEN

ENDAPAN/BERUBAH WARNA

- ATASI : WADAH GELAS BERWARNA DAN TERTUTUP RAPAT


- SEDIAAN PADAT SIMPAN DG PENGERING (SILICA GEL)

2. PENAMBAHAN BAHAN PEMBANTU


SUATU FORMULA + BHN PEMBANTU SED.MEMUASKAN
(SED.TDK MEMUASKAN)
- BHN PENSUSPENSI
- BHN PENGEMULSI
- BHN PENINGKAT KELARUTAN
- BHN PENGENCER
- BHN PENGERAS/PELUNAK
a. BAHAN PENSUSPENSI
BHN TDK LARUT/ENDAPAN

+ BHN PENSUSPENSI

SUSPENSI

- BHN TDK LARUT HARUS HALUS MICRONIZED

b. BAHAN PENGEMULSI
AIR DAN MINYAK DLM 1 FORMULA

+ BHN PENGEMULSI

EMULSI
c. BAHAN PENINGKAT KELARUTAN
- DG PENAMBAHAN SEDIKIT : - WETTING AGENT
- COMPLEXING AGENT

SEDIAAN MEMUASKAN/TDK BERBAHAYA

CONTOH : - KI UNTUK MELARUTKAN I2 DLM AIR


- Na.SITRAT UNTUK MENCEGAH PENGENDAPAN BESI,
BISMUTH DAN GARAM Pb OLEH ALKALI

d. BAHAN PENGENCER
- VOLUME SEDIAAN DIUBAH DG MENAMBAH BHN PENGENCER

- SEDIAAN PADAT (SERBUK, KAPSUL BASAH)


+ MgO
UTK MENGURANGI KONTAK ANTAR BAHAN
MELINDUNGI BAHAN DARI PENGARUH UDARA
- SEDIAAN CAIR (LARUTAN)

BHN DPT LARUT KRN VOLUME SOLVEN DIPERBESAR DG


MENAMBAH SOLVEN LAIN
- INGAT TAKARAN HARUS DIRUBAH

e. BAHAN PENGERAS/PELUNAK
- SUPOSITORIA, SALEP, KREM, LOTIO

+ BHN PENGERAS/PELUNAK

SEDIAAN MEMUASKAN

CONTOH : UTK MENGERASKAN MASSA SUPOSITORIA DG


BASIS LEMAK COKLAT

+ CERA/CETACEUM
3. PENGHILANGAN BAHAN
a. HILANGKAN BAHAN YG MENGGANGGU
- BAHAN YG MENGGANGGU NILAI TERAPETIK KECIL

HILANGKAN BAHAN TERSEBUT

CONTOH : R/ PHENOL 0,5


MENTHOL 0,1
TRAGACANTH 0,5
OL.OLIV. 50
AQUA CALCIS qs 100

- TERBENTUK Ca. OLEAT EMULGATOR W/O


- TRAGACANTH EMULGATOR O/W
- EMULSI O/W AQUA CALCIS GANTI AQUA
b. MEMBUANG ENDAPAN YG TIDAK AKTIF
- BBRP TINGTUR, EKSTRAK CAIR DAN PREPARAT BERALKOHOL
SIMPAN LAMA
MENGENDAP SARING

c. MEMISAHKAN MENJADI DUA SEDIAAN


- SALAH SATU BHN YG MENYEBABKAN INKOMPATIBILITAS
DIRACIK SENDIRI DLM SEDIAAN LAIN

DG PERSETUJUAN DOKTER

4. MENGGANTI/MENAMBAH PEMBAWA
a. MENINGKATKAN VOLUME SEDIAAN
- BAHAN TDK LARUT KRN VOLUME SOLVEN KURANG

ATASI : + SOLVEN

TAKARAN BERUBAH
b. MENURUNKAN VOLUME PEMBAWA
- BHN TDK LARUT DLM PEMBAWA

ATASI : SEBAGIAN PEMBAWA GANTI


DG SOLVEN LAINNYA

CONTOH: LARUTAN PHENOBARBITAL/ELIXIR


KELARUTAN : AIR = 1 : 600
ALKOHOL = MUDAH

c. MENGGANTI PELARUT
- BHN TDK LARUT DLM AIR

- ATASI : GANTI DG ALKOHOL

CONTOH : SOL. CAMPHORA - AIR = 1 : 700


- ETANOL = 1 : 1
5. MENGGANTI BENTUK BAHAN
a. MENGGUNAKAN BENTUK PALING SESUAI
CONTOH : R/ EPHEDRIN 0,05
LUMINAL 0,03
ACETOSAL 0,5
M.F. PULV. DTD. No. X

- EPHEDRIN DG LUMINAL DAN ACETOSAL MELELEH


- SERBUK JADI BASAH
- GANTI EPHEDRIN HCl SERBUK KERING
b. MENGGUNAKAN BENTUK PALING LARUT
CONTOH : R/ ATROPIN SULFAS 0,1
OL. OLIVARUM 5
M.F. SOLUTIO

- GARAM ALKALOID TDK LARUT DLM MINYAK LARUT


DLM AIR
- BILA DIKEHENDAKI SOLVEN :
MINYAK ATROPIN SULFAS GANTI ATROPIN BASE
AIR OL. OLIVARUM GANTI AIR

c. MENGGUNAKAN BENTUK PALING STABIL


CONTOH : R/ TETRACYCLIN HCl
M.F. SIRUP
- TETRACYCLIN HCl LARUT DLM AIR MDH TERURAI
- UTK OBAT MINUM : GANTI DG TETRACYCLIN PHOSPHAT
COMPLEX YG STABIL DLM AIR
6. MERUBAH BENTUK SEDIAAN
MENGGANTI BENTUK SEDIAAN YG LEBIH STABIL
CONTOH : R/ KALII BROMID. 2
NATRII BROMID 2
AMMONII BROMID 1
SACCH. LACT. QS.
M.F. PULV. No. X

- CAMPURAN KBr + NaBr + NH4Br TEK. UAP RELATIF


TURUN SERBUK BASAH
- BUAT SEDIAAN CAIR LARUTAN
- TEKANAN UAP PD SUHU 25 C
KBr 0,78
NaBr 0,61
NH4Br 0,77
KBr + NaBr + NH4Br 0,53 < 0,60
- DERAJAT KELEMBABAN RATA-RATA UDARA 0,60