Anda di halaman 1dari 20

PENGUKURAN

DAN KESALAHAN
Oleh:
N.P.A.H. Sanjayanti, M.Pd
Pendidikan Fisika FMIPA Undiksha
Apa itu PENGUKURAN??

Kegiatan membandingkan suatu besaran yang


belum diketahui nilainya dengan besaran lainnya
yang sejenis dan telah ditentukan (SATUAN)

PENGUKURAN LANGSUNG
PENGUKURAN TAK LANGSUNG
TERMINOLOGI dan DEFINISI

1. Metrologi ( Metrology ) : Ilmu pengetahuan yang


berhubungan dengan pengukuran.
2. Instrumentasi : Bidang ilmu dan teknilogi yang
mencakup perancangan, pembuatan, penggunaan
instrumen/alat fisika atau sistem instrumen untuk
keperluan deteksi, penelitian, pengukuran serta
pengolahan data.
3. Pengukuran ( measurement ) : Serangkaian
kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai
suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif).
TERMINOLOGI dan DEFINISI

6. Repeatabilitas (repeatability) : Kemampuan alat


ukur untuk menunjukkan hasil yang sama dari
proses pengukuran yang dilakukan berulang-
ulang dan identik.
7. Kesalahan ( error ) : Penyimpangan variabel yang
diukur dari nilai sebenarnya.
8. Resolusi (resolution) : perubahan terkecil pada
nilai yang diukur dari respon suatu instrumen.
TERMINOLOGI dan DEFINISI

10. Kalibrasi( calibration ) : Serangkaian kegiatan


untuk menentukan kebenaran konvensional
penunjukan alat ukur atau menujukkan nilai yang
diabadikan bahan ukur dengan cara
membadingkannya dengan standar ukur yang
tertelusuri ke standar nasional dan/atau
international.
11. Koreksi( correction ) : Suatu harga yang
ditambahkan secara aljabar pada hasil dari alat
ukur untuk mengkompensasi penambahan
kesalahan sistematik.
TERMINOLOGI dan DEFINISI
4. Ketelitian (accuracy) : Kemampuan dari alat ukur
untuk memberikan indikasi pendekatan terhadap harga
sebenarnya dari obyek yang diukur. (Semua alat ukur
dapat diklasifikasikan dalam tingkat atau kelas yang
berbeda-beda, tergantung pada akurasinya.)
5. Ketepatan (precision) : Kedekatan nilai-nilai
pengukuran individual yang didistribusikan sekitar nilai
rata-ratanya atau penyebaran nilai pengukuran individual
dari nilai rata-ratanya
6. Sensitivitas (sensitivity) : Perbandingan antara sinyal
keluaran/respon instrumen terhadap perubahan variabel
masukan yang diukur.
TERMINOLOGI dan DEFINISI
12. Ketertelusuran ( traceability ) : Terkaitnya hasil
pengukuran pada standar nasional/internasional
melalui peralatan ukur yang kinerjanya
diketahui, standar-standar yang dimiliki
laboratorium tempat pengukuran dilakukan dan
kemampuan personil lab. Tersebut.
13. Kehandalan ( reliability ) : Kesanggupan alat
ukur untuk melaksanakan fungsi yang disyratkan
untuk suatu periode yang ditetapkan
14. Ketidakpastian Pengukuran ( uncertainty ) :
Perkiraan atau taksiran rentang dari nilai
pengukuran dimana nilai sebenarnya dari besaran
obyek yang diukur ( measurand ) terletak.
TERMINOLOGI dan DEFINISI

15. Transduser : Bagian dari alat ukur untuk


mengubah atau mengkonveksikan suatu bentuk
energi atau besaran fisik yang diterimanya (
sensing elemen ) kedalam bentuk energi yang
lain, sehingga mudah diolah oleh peralatan
berikutnya
16. Sensor : Bagian/elemen dari alat ukur yang
secara langsung berhubungan dengan obyek yang
terukur (elemen perasa).
17. Rentang ukur (range) : Besar daerah ukur
antara batas ukur bawah dan batas ukur atas
TERMINOLOGI dan DEFINISI

18. Jangkauan (span) : Beda modulus antara dua


batas rentang nominal dari alat ukur, Contoh :
Rentang nominal 10V sampai 10 Volt. Jangkauan
20V
Kesalahan pada Pengukuran

KESALAHAN UMUM

KESALAHAN SISTEMATIS

KESALAHAN ACAK
Ketidakpastian Pengukuran
1. Pengukuran Tunggal

Pengukuran tunggal merupakan


pengukuran yang hanya dilakukan sekali
saja,
Besarnya ralat/ketidakpastian pada
tunggal adalah 0,5 NST (nilai skala
terkecil).
2.Pengukuran berulang

a. Pengukuran yang diulang beberapa kali saja


Misalkan dilakukan tiga kali pengukuran dengan hasil x1,
x2 dan x3, maka hasil yang dilaporkan adalah
dengan
dan seterusnya.
x yang kita pilih adalah nilai terbesar dari
atau dapat juga dengan merata-rata nilai dari
Misalkan nilai x1=10,1 x2 = 9,7 dan x3 = 10,2 maka nilai
rata-ratanya adalah 10,0 dan nilai
terbesarnya 0,3.sedangkan nilai rata-rata
adalah 0,2.
Dengan kedua cara tersebut disimpulkan bahwa tidak
semua nilai x hasil pengukuran memenuhi interval
dan
lanjutan

b. Pengukuran yang dilakukan cukup sering (10


kali).
Misalkan dari pengukuran diperoleh data x1xn
maka hasil yang dilaporkan adalah
dengan
dan

Atau
Nilai x harus lebih kecil dari nilai 0,5 NST alat
yang dipergunakan.
Ketidakpastian Mutlak dan
Relatif
Ketidakpastian pada fungsi satu variable

Ketidakpastian pada fungsi dua variable


1. x dan y ditentukan nilai
skala terkecil (pengukuran
tunggal)

2. x dan y berupa simpangan


baku (pengukuran berulang)

3. x dan y berlainan sifat


Tes Formatif
1. Apa perbedaan ketelitian dan ketepatan hasil pengukuran?
2. Jelaskan sumber-sumber kesalahan di dalam pengukuran
dan bagaimana cara mengantisipasinya?
3. Suatu hasil pengukuran dengan meteran dengan nst 1 cm,
dilaporkan sebagai x= (54,2210,5) cm. bagaimanakah
seharusnya hasil ini ditulis?
4. Percepatan gravitasi suatu tempat akan ditentukan dengan
menggunakan percobaan bandul
matematik berdasarkan persamaan :

Pengukuran panjang tali dengan mistar L = (25,0 0,05) cm,


dan waktu ayunan dengan
stopwatch T = (1,00 0,01) s
berapakah nilai g dan g pada percobaan ini?
TERIMAKSIH