Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus Anestesi Spinal

Hernia Inguinalis lateral Dextra

Pembimbing:
dr. M F Susanti, Sp. An
dr. Dadang M, Sp. An

Disusun Oleh:
Claudea Irene Safitri

KEPANITRAAN KLINIK STASE ANESTESI


RSUD SAYANG CIANJUR
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
2017
2
Identitas Pasien
Nama : Tn. U
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 62 Tahun
Alamat : Cianjur
Diagnosa Pre-Op : Hernia Inguinalis Dextra
Jenis Pembedahan : Hernioraphy
Operator : dr. Thomas, Sp.B
Ahli Anestesi : dr. M F Susanti, Sp.An
Anamnesis 3
Keluhan utama
Benjolan di lipatan paha kanan

Riwayat Penyakit Sekarang


Os datang ke RSUD dengan keluhan terdapat
benjolah di lipatan paha kanna sejak 3 tahun SMRS.
Jika os berdiri dan mengejan benjoan tersebut keluar,
namun saat berbaring benjolan dapat msuk lagi.
Benjolan tidak pernah nyeri dan tidak pernah merah.
Os memiliki kebiasaan mengangkat barat2 berat.
Riwayat Penyakit Dahulu
Os tidak pernah melakukan tindakan operasi apapun 4
sebelumnya. Memiliki Riwayat m hipertensi, diabetes
melitus, penyakit jantung. asma atupun sesak nafas
disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada yang mengalami hal seperti pasien.

Riwayat Pengobatan
Os belum pernah berobat.

Riwayat Alergi
Os menyangkal adanya riwayat alergi obat, makanan,
udara.

Riwayat Psikososial
Os tidak merokok. Bekerja sebagai buruh sering
melakukan aktivitaas mengangkat barang berat.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum: Tampak sakit ringan
Kesadaran : Komposmentis
GCS : E4V5M6
Tanda-tanda Vital
TD : 170/92 mmHg
Nadi : 94 kali/menit
pernapasan : 20 kali permenit
Pernapasan : 36,7 C
Antropometri
BB : 50 kg
TB : 165cm
Kepala : Normocephal
Mata : Konjunctiva anemis (-/-), Sklera Ikterik(-/-)
Telinga : Sekret ( - )
Hidung : Deviasi septum (-), Sekret ( - )
Mulut : mukosa bibir dan mulut lembab, uvula ditengah
Thorax
- Pulmo : Inspeksi palpasi perkusi auskultasi normal.
- Jantung : Inspeksi palpasi perkusi auskultasi normal.
Abdomen : Nyeri tekan -, bising usus +
Ekstremitas:
Atas : Akral hangat, edema (-/-), CRT < 2 detik
Bawah : Akral hangat, edema (-/-), CRT < 2 detik
Status lokalis :
Regio inguinalis dextra
Inspeksi : terdapat benjolan diameter 5cm x 6cm permukaan rata,
warna sesuai warna kulit, tidak kemerahan
Palpasi : tidak teraba hangat, kenyal, dapat dimasukan, tidak nyeri.

Jenis Hasil Nilai Rujukan Satuan


Pemeriksaan
Laboraturium
Haemoglobin 15,9 12 - 16 g/dL

Leukosit 8,7 4,8 10,8 103/L


Trombosit 348 150 - 450 103/L
8
Diagnosis
Diagnosis Pre-Bedah : Hernia inguinalis lateral

dextra
Rencana Tindakan Operasi : Hernioraphy
Status Fisik Anastesi : ASA III
Keadaan Preoperatif : Pasien puasa selama
7 jam. Keadaan pasien tampak baik dan kooperatif
Rencana Tindakan Anestesi : Regional Anestesi
(Spinal Anestesi)
Keadaan Pra Operasi

Laki-laki 62 tahun dengan Hernia Inguinalis lateral dextra, dijadwalkan


operasi hernioraphy pada tanggal 15 juni 2017.
Keadaan umum : tampak sakit ringan
TD = 170/92 mmHg T = 36,7C
HR = 94x/menit RR = 20x/menit
Operasi dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2017 pukul 13.00-13.40

Intraoperatif

Dilakukan Anestesi regional (spinal) di Lumbal 3-4


Obat anestesi Bupivacaine konsentrasi 0.5% dengan jumlah 4 cc
Pasien posisi terlentang/supine
Maintenance O2 3 liter via nasal canul
Pelaksanaan anestesi dimulai pukul : 13.00 WIB
Pelaksanaan bedah dimulai pukul : 13.05 WIB
TANDA-TANDA VITAL
INTRAOPERATIF
Waktu Tekanan Darah Nadi Saturasi

13.00 163/82 mmHg 87 x/m 99%

13.05 157/78 mmHg 86 x/m 100%

13.10 140/70 mmHg 89 x/m 100%

13.15 133/68 mmHg 90 x/m 100%

13.20 138/67 mmHg 98x/m 100%

13.25 131/68 mmHg 98 x/m 100%

13.30 132/80 mmHg 90 x/m 100%

13.35 128/82 mmHg 93 x/m 100%


MONITORING CAIRAN
Kebutuhan cairan : Cairan stress operasi
Maintenance (50kg) = 2cc/kgbb/jam
= 100 cc/jam = 100cc/jam
TOTAL : 700 cc
Cairan pengganti puasa
= lama puasa x Cairan yang keluar :
maintenance Kassa Basah : 10x10 cc =
= 6 x 100cc/jam 100 cc
Kassa Basah : 5 x 5 cc = 25
= 600 cc
cc
Suction : 50

Total : 175 cc
Keadaan Post Operative
Pasien dipindahkan ke ruang RR pada pukul 13.40 WIB.
Di ruang RR dilakukan pemasangan monitor dan diberikan
O2 2 liter/menit.
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : composmentis
Keluhan Pasien : Pasien merasa lemas. Mual (-) Muntah
(-) Gatal (-) Sesak nafas (-) Sakit kepala (-)
Nadi : 64 x/menit
Tekanan Darah : 119/86mmHg
Pernafasan : 19x/menit
TINJAUAN PUSTAKA
ANESTESI SPINAL

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi


regional dengan tindakan penyuntikan obat
anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid.

Anestesi spinal dihasilkan bila kita menyuntikkan


obat analgesik lokal ke dalam ruang subaraknoid di
daerah antara vertebra L2-L3 atau L3-L4 atau L4-L5.
INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI
Indikasi :
Bedah ekstremitas bawah
Bedah panggul
Tindakan sekitar rektum perineum
Bedah obstetrik-ginekologi
Bedah urologi
Bedah abdomen bawah
Pada bedah abdomen atas dan bawah pediatrik
biasanya dikombinasikandengan anesthesia umum
ringan.
Kontraindikasi absolut: Kontra indikasi relatif:
Pasien menolak Infeksi sistemik (sepsis,
bakteremi)
Infeksi pada tempat suntikan Infeksi sekitar tempat
Hipovolemia berat, syok suntikan
Kelainan neurologis
Koagulapatia atau mendapat Kelainan psikis
terapi koagulan Bedah lama
Tekanan intrakranial meningkat Penyakit jantung
Hipovolemia ringan
Fasilitas resusitasi minim
Nyeri punggung kronis
Kurang pengalaman atau tanpa
didampingi konsulen anestesi.
PERSIAPAN ANESTESI
SPINAL

Peralatan
monitor Peralatan
(TD,nadi,saturasi resusitasi
O2)

Anastetik lokal
Jarum spinal untuk analgesia
spinal
TEKHNIK ANESTESI SPINAL
TEKNIK ANASTESI SPINAL
Posisi duduk/posisi tidur lateral dekubitus
Buat pasien membungkuk maksimal agar processus spinosus mudah teraba
Perpotongan antara garis yang menghubungkan kedua garis Krista iliaka, missal L2-
L3, L3-L4, L4-L5.
Sterilkan tempat tusukan
Cara tusukan median atau paramedian
Tusukkan introduser sedalam kira kira 2cm agak sedikit kearah sefal
masukkan jarum spinal berikut mandrinnya ke lubang jarum.
Setelah resistensi menghilang, mandrin jarum spinal dicabut dan keluar likuor,
pasang semprit berisi obat dan obat dimasukkan pelan pelan (0,5ml/detik)
diselingi aspirasi sedikit
OBAT ANESTESI SPINAL

Lidokain (xylobain,lignokain) 2%: berat jenis 1.006, sifat


isobarik, dosis 20-100 mg (2-5ml).
Lidokain (xylobain,lignokaine) 5% dalam dextrose 7.5%:
berat jenis 1.003, sifat hiperbarik, dosis 20-50 mg (1-2 ml).
Bupivakain (markaine) 0.5% dlm air: berat jenis 1.005, sifat
isobarik, dosis 5-20 mg
Bupivakain (markaine) 0.5% dlm dextrose 8.25%: berat
jenis 1.027, sifat hiperbarik, dosis 5-15 mg (1-3 ml)
KOMPLIKASI
Komplikasi tindakan :
Hipotensi berat
Bradikardia
Hipoventilasi
Mual-muntah
Komplikasi pasca tindakan:

Nyeri tempat suntikan


Nyeri punggung
Nyeri kepala
DAFTAR PUSTAKA
1. dr. Muhardi Muhiman, dr. M. Roesli Thaib, dr. S. Sunatrio, dr.
Ruswan Dahlan. 2004. Anestesiologi. Jakarta: Bagian
Anestesiologi dan terapi Intensif FKUI.
2. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. Breathing System. In:
Clinical Anesthesiology. 4th ed. McGraw-Hill. New York: Lange
Medical Books, 2006
3. Roth PA, Howley JE. Anesthesia Delivery Systems. In: Basic of
Anesthesia. 5th ed. Philadelphia: Elsevier, 2007
4. Michael AE, Ramsay, MD. Anesthesia and Pain Management
at Baylor University Medical Center. New York: BUMC
Proceedings, 2000
5. Sabiston and Lyerly, Text Book of Surgery The Biological Basis of
Modern Surgical Practice, 15nd ed, 1.219- 1.23