Anda di halaman 1dari 50

KELOMPOK 1

SHINTA BASAREWAN (141 2012


0008)
IRMA (141 2012 0057)
MINARTY TUOAKAL (141 2012
0145)
IDGAM (141 2012 0261)
LW6 EPIDEMIOLOGI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2014
Hygiene
Perusahaan

FAKTOR FISIK DI TEMPAT


KERJA
Lingkungan
Kerja Fisik
Segala sesuatu yang ada di sekitar
para pekerja yang dapat
mempengaruhi dirinya dalam
menjalankan tugas-tugas yang
dibebankan padanya.
Menurut Moekijat
(1995)

Lingkungan fisik adalah


sesuatu yang berada di
sekitar para pekerja yangMenurut Gie (2000)
meliputi cahaya, warna,
udara, suara serta musik
yang mempengaruhi Lingkungan fisik
dirinya dalam menjalankan merupakan segenap
tugas-tugas yang faktor fisik yang
dibebankan. bersama-sama
merupakan suatu
suasana fisik yang
meliputi suatu tempat
kerja.
Tiffin dan Mc Cormick (Trianasari, 2005) mengemukakan
beberapa aspek lingkungan kerja fisik yaitu:

1) Peralatan kerja
2) Sirkulasi udara
3) Penerangan atau pencahayaan
4) Kebisingan atau suara gaduh
5) Tata ruang kerja, penataan, pewarnaan
dan kebersihan setiap ruangan
Faktor-faktor fisik lingkungan

Kebisingan
Tekanan panas/iklim kerja
Pencahayaan
Getaran
Bau-Bauan
Radiasi
Kebisingan

Kebisingan juga dapat disebut


sebagai bunyi atau suara yang tidak
dikehendaki dan dapat mengganggu
kesehatan dan kenyamanan
lingkungan yang dinyatakan dalam
satuan desibel (dB).
Definisi Kebisingan Menurut
Para Ahli
Dennis :
Kebisingan adalah suara yg timbul dari getaran
yg tdk teratur dan tidak periodik.
Sponner :
Kebisingan adalah suara yg tdk mengandung
kualitas musik
Burnt & Littler :
Kebisingan adalah suara yg tdk dikehendaki oleh
pendengarnya.

Wall :
Kebisingan adalah suara yg mengganggu.
Jenis-jenis kebisingan

^ Steady
noise/Kontinue

^ Intermitent
^ Impulsive
noise
Sumber Kebisingan

1. Eksternal (jalan raya,


tetangga, industri di luar
pabrik)
2. Internal (dari pabrik sendiri,
bunyi mesin, kompressor,
penggilingan dll)
Klasifikasi Kebisingan
Berdasarkan frekuensi, tingkat
tekanan bunyi, tingkat bunyi
dan tenaga bunyi yaitu:

Occupational noise
Audible noise
Impuls noise
Skala Ukur Bising

Skala pengukuran A

Skala pengukuran B

Skala pengukuran C
Pengukuran Kebisingan

TUJUAN
(1) Mencari data kebisingan
(2) Sebagai tindakan korektif K3

ALAT UKUR
(1) Sound level meter
(2) Audiometer
Klasifikasi
dampak negatif
kebisingan

Audito
ry
Non Auditory
Dampak
Kebisingan Gangguan
Psikologis
Gangguan
Fisiologis

Ganguan Efek pada


pendengaran/
Komunikasi Gangguan tuli
Keseimbangan
Pengaruh
Pengaruh
Kebising
Kebising
an
anPada
Pada
Sistem
Sistem Acoustic
Acoustictrauma
trauma
Pendeng
Pendeng
aran
aran Noise
NoiseInduced
InducedHearing
Hearing
Loss
Loss(NIHL)
(NIHL)
Tanda-Tanda Noise Induced
Hearing Loss

Telinga Sulit Bunyi


berdenging/ a h ami
mendesis mem araan sedikit tidak
ic
pemb jelas

Kesulitan Berkomunikasi
memahami dgn berteriak
percakapan
Penanggulangan Kebisingan
Pembatas akustik (menempatkan peredam
1
pada sumbernya )

2 Pemeliharaan peralatan

3 Perbaikan secara administratif

4 Dengan penggunaan APD


Isolasi mesin, cover, penyekat
dinding, langit langit kedap suara,
5 jauhkan sumber

6
Pengukuran & pemantauan kebisingan

Pemeriksaan audiometric secara


7
berkala
Iklim kerja/Tekanan Panas

Iklim kerja adalah suatu kondisi


kerja yang merupakan perpaduan
antara suhu udara, kelembaban
udara, kecepatan gerakan udara
dan suhu radiasi.
Dampak Tekanan Panas

Kejang Sengatan
Panas Panas
Kelelahan
Panas
AKLITIMASI

Proses penyesuaian yang terjadi


pada seseorang selama minggu
pertama berada di tempat panas,
sehingga setelah itu mampu
bekerja tanpa pengaruh tekanan
panas/dingin.
Pengendalian
Menggantikan Cairan
Pindahkan korban keruangan yg lebih
dingin
Basahi kulit korban dgn pakaian basah /
air
Berikan Kompres dingin
Untuk Kram, pijat otot yg terkena
Rujuk ke pertolongan medis
Pencahayaan
Dapat menimbulkan:
Iritasi, mata berair dan kelopak mata berwarna
merah
Penglihatan rangkap dan sakit kepala.
Ketajaman penglihatan merosot, demikian pula
kepekaan terhadap perbedaan dan kecepatan
pandangan.
Kekuatan menyesuaikan (accomodation ) dan
konvergensi menurun.
Sumber-sumber Pencahayaan

Pencahaya
an Alam
Pencahayaan
Buatan
Sistem Penempatan
Lampu/Pencahayaan

Pencahayaan umum
Pencahayaan setempat
(lokal)
FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGATURAN
PENCAHAYAAN BUATAN:

Pembagian cahaya dalam lapangan


penglihatan.
Kesilauan.

Arah cahaya.

Warna cahaya.

Panas akibat sumber


S il a u
m pak Pegal di

Da daerah mata
dan sakit
kepala di
Kerusakan mata sekitar mata
.

Kelemahan Kelelahan mata


mental
Pencegahan Silau
1. Pemilihan jenis lampu
2. Menempatkan penerangan sedemikian rupa
sehingga tidak langsung mengenai bidang yang
mengkilap.
3. Tidak menempatkan benda-benda yang
berbidang mengkilap di muka jendela yang
langsung memasukkan sinar matahari
4. Penggunaan alat-alat pelapis bidang yang tidak
mengkilap.
5. Mengusahakan agar tempat-tempat kerja tidak
terhalang oleh bayangan suatu benda.
Getaran
Gerakan dari suatu sistem
bolak-balik, gerakan
tersebut dapat berupa
gerakan yang harmonis
sederhana dapat pula
sangat kompleks, sifatnya
dapat periodik atau
random, stady-state atau
intermitent (solid).
Media Getaran

Cairan

Padat

Gas
Bentuk Pemaparan

a r a n
m a p h
P e tu b u
ur u hr a n
se l a p a
Pe m ta l
m e n
Se g
Dampak Getaran

Mempercepat Gangguan
terjadinya kelelahan kesehatan

Gangguan
.
kenyamanan .
kerja
Efek getaran
Efek getaran terhadap tubuh tergantung besar
kecilnya frekuensi yang mengenai
tubuh:

6 . 10 Hz
3 . 9 Hz
Tekanan darah,
Akan timbul
denyut jantung,
resonansi pada
pemakaian O2 dan
dada dan perut.
volume perdenyut
sedikit berubah
Lanjutan
> 20 Hz
13 . 15 Hz
Tonus otot
10 Hz akan
meningkat,
Leher, Tenggorokan akibat
kepala, akan kontraksi statis
pinggul, mengalami ini otot
kesatuan otot resonansi. menjadi lemah,
dan tulang rasa tidak enak
akan dan kurang
beresonansi. ada perhatian.
Memilih Pemeriksaan
peralatan kerja kesehatan

Pengendalian
Getaran
Mengatur
waktu kerja Rekayasa
Enginering

Subtitusi
mesin
Bau-bauan
Bau-bauan dalam
kaitannya dengan
kesehatan kerja
adalah bau-bauan
yang tidak enak di
lingkungan kerja dan
mengganggu
kenyamanan kerja.
Untuk menyatakan derajat bau sesuatu
bau-bauan terhadap ambang penciuman
dapat dipakai sebagai berikut:

0 = tidak berbau
= nilai ambang penciuman
1 = nilai ambang identifikasi
2 = bau yang nyata
3 = bau keras
4 = sangat berbau
Untuk menentukan kadar
ambang dari bau-bauan dipakai:

Uji intensitas progresip


Uji trianguler
Uji identifikasi
Pengend
al i an bau-b
auan
Pembakaran terhadap sumber bau-bauan

Proses menutupi yang didasarkan atas kerja


antagonistis diantara zat-zat yang berbau.
Absorbsi (penyerapan),

Penambahan bau-bauan kepada udara yang


berbau
Alat pendingin ruangan sebagai cara
deodorisasi di tempat kerja.
Radiasi
Radiasi adalah pancaran
energi melalui suatu materi
atau ruang dalam bentuk
panas, partikel atau
gelombang
elektromagnetik/cahaya
(foton) dari
sumber
radiasi
Radiasi dalam istilah
fisika, pada dasarnya
adalah suatu cara
perambatan energi dari
sumber energi ke
lingkungan tanpa
membutuhkan medium.
Penggolongan Radiasi

Radiasi pengion

Radiasi non-
pengion
Jenis Radiasi ditinjau dari
massanya dibagi menjadi:

Radiasi
Elektromagnetik

Radiasi Partikel
t Rad ia si
Sifa

Radiasi tidak
Radiasi dapat
berinteraksi dapat
dengan materi dideteksi oleh
yang dilaluinya indra manusia
Pengaruh radiasi

Pengaruh radiasi terhadap


manusia Efek Genetik
Efek Somatik.

Ditinjau dari dosis


radiasi Efek
Determinis
tik
Efek
Stokastik.
Sumber Radiasi

Gel. Radio, TV, radar, peralatan industri.

Sinar Ultra Ungu (Ulta violet) Sumber : Sinar matahari,


lampu pijar, pengerjaan laser, pengelasan, dll.
Sinar Infra Merah Sumber : benda pijar, tanur
Menyebabkan katarak mata
Sinar Laser Sumber : pengelasan,
pemotongan,pelapisan, alat optis, operasi
kedokteran.Mengakibatkan efek pada kulit dan
kerusakan mata
Prinsip proteksi radiasi
berdasarkanBasic Safety Standard (BSS)
terdiri atas 3 unsur yaitu:

Justifikasi
Optimasi
Pembatasan
Pengendalian Radiasi
1.Eliminasi
2.Menjauhi sumber, mengembalikan sumber,
deteksi sumber dan aktivitas
3.Limitasi
4.Pengendalian administrative,
5.Hindari kontak langsung dgn kacamata
UV/Kobalt Biru
6.Pemeriksaan kesehatan
7.Penggunaan APD
Terima Kasih